Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Bertengkar


__ADS_3

Nina memegang kedua pipi Kinar dengan kedua tangan nya


"Aku yakin kamu pasti tersiksa sekali harus satu rumah dengan robot"


"Nina,,,,!!!panggil Kinar dengan sedikit marah


"Uuppzzz, sori Kin, aku lupa kalau robot itu suami kamu ya? Sori,, sori aku benar benar lupa Kin"kata Nina dengan tersenyum


"Sampai kapan kamu akan bertahan Kin?"


"Entah lah"jawab Kinar dengan meneguk susu nya di gelas sampai habis


"Kamu memang istri yang hebat Kin"


"Jangan mengolok ku"


"Tidak,,, tidak, aku tidak mengolok mu, aku mengatakan apa yang sebenar nya"


"Sebenar nya aku lelah dengan pernikahan ini Nin, aku ingin menyerah tapi aku takut kedua orang tua kami akan kecewa"


"Kamu terlalu baik Kin, sehingga kamu hanya memikirkan mereka, tapi kamu lupa dengan diri mu sendiri"


"Mereka itu orang tua ku dan Tante ku Nin"


"Apa mereka perduli kamu bahagia atau tidak? Tidak Kinar, mereka tidak perduli sama sekali"ucap Nina"Kamu berhak untuk bahagia Kin"Kinar memandang Nina dengan diam"Apa obat nya sudah kamu minum semua?"tanya Nina kembali


"Sudah"susu dan obat di masukan di dalam tas nya, dan Nina membantu nya untuk berdiri


"Kamu hanya pura pura kuat Kin"mendengar kata Nina, Irsyad terdiam yang masih berdiri mematung.


"Sepulang dari kantor jalan yuk Nin?"


"Sungguh kamu ingin jalan jalan? Dengan senang hati Nona muda"


"Jangan mengejek ku"


"Ya Tuhan aku tidak mengejek mu nona, ini rasa haru ku karena semenjak nona muda menikah kita tidak pernah jalan, apa kamu ingat terakhir kali kita jalan dimana?'


"Tidak"


"Tepat sekali kamu tidak ingat, terakhir jalan kita ke klinik"kata Nina dengan tersenyum


"Jangan bilang selama menikah aku menjadi pikun dan amnesia"


"Aku tidak perlu mengatakan nya, karena kamu sudah mengatakan nya"


"Nina,,,,,!!!!!!jerit kinar membuat nina terkejut, begitu juga dengan Irsyad yang sedang memperhatikan mereka, Nina tertawa terbahak bahak


"Kamu senang karena sudah mengolok dan mengejek ku?"


"Kamu terlalu sensitif Kinar"jawab Nina dengan menggandeng tangan kinar, langkah mereka terhenti begitu melihat lift sedang ramai

__ADS_1


"Kita naik nya nanti saja Nin"


"Kamu mah enak Kin, istri pemilik perusahaan ini, lah aku"


"Akan jadi mantan mungkin"


"Belum jelas"mereka pun berbalik


deg


Jantung kedua nya berpacu begitu cepat, ketika mereka berbalik justru Irsyad di depan mereka


"Selamat pagi pak"sapa Nina, sementara Irsyad hanya memandang Kinar tanpa senyum


"Kenapa tidak menunggu antrian?"


"Ramai pak, kami akan naik nanti"


"Cepat dan jangan lama"


"Baik pak"kinar hanya diam tanpa tersenyum


"hadeh Kinar, suami robot mu ternyata di belakang kita, hampir saja jantung ku copot"kata Nina dengan mengusap dada nya


"Maka nya jangan suka ngomongin orang di belakang nya"


"Kita ngomongin nya gak di belakang nya Kin, tetapi di depan nya"sempat juga Nina tertawa terbahak bahak


"Jangan lebar lebar buka mulut nya, kasihan nyamuk yang akan masuk di perut mu"


"Benarkah?"


"Eh kaki kamu kenapa?"


"Kejatuhan piring"


"Kok bisa? Pagi tadi kepala ku mendadak pusing jadi oleng"


"Kamu harus hati hati Kin, sekarang bukan diri mu aja yang harus kamu jaga, tetapi di sini ada Irsyad Abdul Malik junior"kata Nina dengan membelai perut Kinar"Apa kamu lupa kamu sedang mengandung anak seorang robot"


"Jangan keras keras bicara nya, nanti ayah nya robot dengar"sahut Kinar membuat mereka tertawa terbahak bahak


Kini Kinar masuk ke dalam ruangan nya, di pandangi nya map yang numpuk di atas meja,


"Aku harus semangat, kalau otak ku selalu untuk berpikir pasti bayi ku akan menjadi pintar"gumam Kinar dengan membelai perut nya"Kamu harus sehat ya sayang"


tok,,,tok,,tok,,


Pintu ruangan di ketuk dari luar, Kinar yakin pasti Cika sekretaris suami robot nya.


"Masuk"dugaan Kinar tidak meleset"Ada apa Cika?"

__ADS_1


"Maaf Bu, pak Irsyad memanggil ibu untuk keruangan beliau"


"Iya"jawab Kinar, rasa nya Kinar masih malas untuk bertemu dengan nya, tapi itu suatu hal yang tidak mungkin, selain Kinar bawahan, ia juga istri status nya


"Mari Bu"


"Apa kamu juga di panggil?"


"Iya Bu"Kinar berjalan di depan Cika, dan Cika mengetuk pintu ruangan suami nya


"Masuk"Irsyad menatap Kinar yang entah kenapa aura kecantikan nya begitu mempesona, rambut yang di gulung asal asalan menampakan leher nya yang begitu jenjang, baju kemeja warna biru dengan lengan panjang yang begitu pas di tubuh nya sederhana tapi mempesona, ah pikiran Irsyad melayang tidak jelas.


"Duduklah"Kinar meletakan pantat nya begitu pelan, karena dia takut bayi nya akan terluka.Mungkin itu pemikiran bodoh, tapi Kinar begitu menyayangi calon anak nya, meski pun dia sangat terluka dengan sikap suami nya. Irsyad memandangi tangan Kinar yang memutar cincin kawin nya, Cika melirik tangan Kinar, dulu Cika sempat menyukai Irsyad, tapi begitu melihat Irsyad menikah dengan Kinar, Cika berusaha menghapus rasa itu.


"Siang ini kita akan makan bersama dengan semua karyawan karena proyek kita berhasil"Kinar tidak bergeming karena acara nya untuk jalan jalan bersama Nina gagal"jadi semua nya harus ikut, saya yang akan mentraktir"


"Pukul berapa pak"


"Jam makan siang"Kinar merasa lega ketika mendengar acara nya pas makan siang itu arti nya Kinar jadi jalan dengan Nina"jadi kamu sampaikan dengan yang lain"


"Baik pak"belum lagi Kinar dan cika keluar dari ruangan Irsyad, Susan sudah muncul dengan memakai rok mini nya yang begitu seksi, Irsyad melirik ke arah kinar


Aapa saya boleh keluar pak?


"Ya silahkan"Kinar bangkit dari kursinya dengan di pandang sinis oleh Susan, Cika hanya diam tanpa memberikan komentar


"Kamu sibuk sayang?"Kinar sempat mendengar suara Susan tapi tidak di hiraukan nya.


"Kamu ngapain kemari?


"Ya ampun aku kangen"Susan duduk di kursi irsyad dengan memeluk bahu Irsyad


"Mulai besok kalau ingin bertemu jangan di kantor, tidak enak di lihat dengan karyawan"


"Karyawan atau Kinar?


"Semua nya, kamu bisa nelpon atau ngechat ponsel ku"


"Baiklah"jawab Susan dan keluar dari ruangan irsyad


Begitu sampai ruangan nya, Kinar langsung mengerjakan laporan yang berada di atas meja nya, hampir empat jam ia mengerjakan laporan nya, dia berhenti ketika merasakan haus di tenggorokan nya, dssi lihat nya gelas yang berisi air di atas meja nya ternyata sudah habis,Kinar bangkit menuju pantry kantor


"Inu mau ngapain?"


"Mau ambil minum"


"Kenapa tidak panggil saya Bu?"


"Hanya air minum Tin, lagian saya bosan di ruangan terus"jawab kinar dengan tersenyum, di isi gelas nya dengan air dari dispenser,begitu terisi Kinar duduk di kursi pantry yang memang di sediakan oleh pihak kantor bahkan beserta meja nya


"Apa ada yang lain Bu?"

__ADS_1


"Tidak Tin, duduk sini Tin"kata Kinar dengan menepuk kursi di sebelah nya"Temani saya ngobrol"Bu,,,?dengan ragu Titin berjalan di kursi sebelah Kinar..


"Tidak apa apa duduklah"Kinar tersenyum entah kenapa sekarang Kinar butuh teman untuk ngobrol


__ADS_2