
"Mau ke kamar"
"Kak,,,"panggil Kinan pelan"Apakah kakak,,,?"
"Ya"potong kinar, setelah itu ia berjalan menaiki anak tangga dan langsung masuk ke dalam kamar nya
"Haruskah aku menyandang status janda dalam keadaan hamil? Pasti ini akan terasa begitu berat"kata Kinar pelan dengan membelai perut nya"Maafkan ibu nak, bukan niat ibu untuk memisahkan kamu dari ayah mu, percayalah ibu melakukan nya karena terpaksa"Kinar menghapus air mata nya yang jatuh begitu saja"Ibu sungguh sangat berat melakukan nya nak"tolong Kinar butuh seseorang yang dapat menghibur nya, terima kasih pembaca kamu memang teman yang dapat menghibur nya dan jangan lupa komen dan jempol nya ya.
Siang pun berganti malam Kinar masih berada di kamar, Kinan sedikit pun tidak mengganggu kakak nya, karena Astri berpesan kalau untuk sementara Kinan tidak boleh mengganggu Kinar
"Sayang"panggil Astri"kenapa kamar nya begitu gelap, ah tidak kinar,,, Kinar!!!"panggil Astri khawatir jika anak nya melakukan sesuatu hal yang tidak di ingin kan, Astri mencari saklar lampu dan Tek, ternyata kinar masih tidur
"Kinar,, Kinar,, bangun nak"panggil Astri dengan mengusap paha Kinar yang tertidur miring"Sudah malam makan dulu"
"Iya ma"jawab Kinar yang masih memejamkan mata
"Kalau iya buka mata nya"
"Iya ma"lagi lagi Kinar menjawab, tapi dengan mata masih tertutup
"Kinar"
"Iya ma"dengan susah payah Kinar membuka mata nya
"Makan dulu yuk, papa sama Kinan adik kamu sudah menunggu"
"Mama duluan saja, aku mau ke kamar mandi"
"Ya sudah mama tunggu"Kinar hanya tersenyum dengan masuk ke dalam kamar mandi, di tatap mata nya yang sembab melalui cermin kamar mandi, wajah nya sangat kusam di basuh muka dengan air dari wastafel, setelah itu rambut nya di ikat asal asalan, di usap leher nya yang jenjang dan tulang leher nya yang menonjol, tidak ada yang harus di sesali
"Kamu kenapa lama banget?
"Biasa ma wanita"kata Kinar dan menggandeng tangan Astri, ada rasa sedih menyeruak di hati Astri, sekarang keadaan nya sudah berbeda, apa kata keluarga menantu nya ketika seorang ibu menerima begitu saja kepulangan anak perempuan nya yang sudah menikah.
"Hai apa kabar sayang??"sapa Arifin pada Putru sulung nya
"Naik pa"jawab Kinar dengan menyendok nasi ke dalam piring nya, Kinan hanya diam memandang Arifin
__ADS_1
"Kamu kenapa diam Kinan, makan dong"Arifin begitu menyayangi kedua putri nya, tidak ada perbedaan sedikit pun dalam hal apa pun
"Masih kenyang pa"
"Ingat Kinan, kamu menyusui jadi kamu harus makan"kata Kinar dengan menyendok kan nasi di piring Kinan. Astri memandang kedua putri nya secara bergantian,mada rasa senang bisa berkumpul dengan kedua anak nya, tapi ada rasa takut jika kedua anak nya harus menjanda,tiba tiba Kinar tersedak dan batuk, di pukuli dada nya dengan kanan kiri nya, melihat hal itu Astri langsung berdiri dan mengambilkan minum
"Jika batuk jangan memukul dada"kata Astri dengan menyerahkan gelas berisi air"Apa sudah tidak sakit lagi dada nya?"
"Masih sakit ma"jawab Kinar dengan menangis sehingga membuat Arifin terkejut
"Kita ke dokter"
"Tidak pa, sakit ini bukan karena tersedak pa"
"Lalu apa sayang?"tanya Arifin, Astri dan Kinan melihat ke arah kinar yang menarik nafas begitu dalam
"Aku akan berpisah pa"mendengar kata pisah Arifin langsung tersedak, dengan cepat di ambil nya air dan langsung di minum nya
"Kamu ingin pisah?"bukan Arifin saja yang terkejut, Kinan juga, dengan pelan Kinar menganggukkan kepala"Papa sudah menduga nya, apa lagi melihat diri mu yang kurusan apa Irsyad membuat mu tertekan?"
"Pa,,,"panggil Astri
"Semua sudah terjadi pa"Kinar menghapus air mata nya
"Kenapa dulu papa begitu antusias menikahkan kamu dengan Irsyad?"Arifin menatap kedua putri nya secara bergantian"Sungguh papa sangat menyesal nak"
"Tidak ada yang harus di sesali pa, semua sudah terjadi, mungkin jodohku dengan mas Irsyad hanya sampai di sini"Sekuat apa pun Kinar untuk tidak menangis, tapi air mata nya tetap mengalir
"Kalau begitu kamu tinggal di sini saja, biar papa yang akan mengurus nya"Kinan hanya diam, haruskah Kinan juga mengatakan hal yang sama seperti Kinar kakak nya? Tidak, mas Dewa adalah pilihan nya, beda dengan Kinar yang menikah karena dijodohkan, jadi jika Kinar berpisah itu bukan kesalahan sepenuh nya
"Tidak pa"
"Dengar Kinar, papa dan mama mu ikut andil dalam hal ini"
"Aku bisa menyelesaikan nya pa"
"Tapi Kinar,,,,"
__ADS_1
"Percayakan sama aku pa, dan ini juga masalah ku, dan aku sudah cukup dewasa dalam menyelesaikan nya pa"Arifin benar benar kecewa dengan Irsyad
"Apa dia tidak bisa menerima mu? Atau ada perempuan lain di hati nya?"tanya Arifin dengan menatap Kinar begitu dalam
"Kita tidak perlu ikut campur pa"
"Bagaimana papa tidak boleh ikut campur ma, Kinar itu anak ku, anak kita"
"Tapi yang di katakan nya benar pa, dia sudah cukup dewasa dalam menyelesaikan hal ini"
"Kurang ajar kamu Irsyad!!"maki Arifin
"Pa,,,"panggil Kinar
"Jika kamu butuh bantuan papa, katakan jangan sungkan dan jangan ada yang di tutup-tutupi"Kinar diam dengan memandang wajah Arifin
Karena membahas masalah Kinar makanan yang tersedia di meja makan masih utuh, Kinar meninggalkan meja makan duluan setelah itu baru kinan yang mengikuti Kinar
"Kak"panggil Kinan
"Hm"
"Boleh aku ikut masuk?"
"Aku kakak mu Kinan, kamu tidak perlu izin untuk masuk ke dalam kamar kakak"pintu di kunci setelah Kinan masuk ke dalam kamar Kinar, sementara Dewo dan Diwa sedang bermain dengan opa dan Oma nya
"Apakah kakak tidak bahagia?*
"Entahlah nan"
"Apa mas irsyad selingkuh?"
"Apa dia bisa di katakan selingkuh, jika dia jalan dengan pacar nya yang memiliki hubungan jauh sebelum kami menikah?"
"Sama saja kak"
"Tapi justru kakak di sini seperti pelakor nan yang hadir di tengah tengah hubungan mereka"
__ADS_1
"Pelakor itu justru wanita itu kak"
"Tapi wanita itu yang sangat di cintai mas irsyad nan, kakak lah yang membuat hubungan mereka berpisah Nan, dan cinta mas Irsyad hanya untuk nya dan di hati nya mas irsyad hanya ada dia, tidak akan tergantikan oleh siapapun termasuk aku istri nya"Kinar menangis kembali"Kakak pikir setelah mengandung benih nya dia akan membuka hati nya sedikit demi sedikit untuk kakak, tapi ternyata kakak salah Kinan,,, salah, semua itu tidak akan terjadi, sekeras apapun kakak l berusaha hasil nya akan sama, dia tidak akan bisa menerima kehadiran kakak"Kinan memeluk kakak nya begitu erat, selama ini Kinar yang selalu melindungi nya dan menjaga nya tapi sekarang justru nasib mereka sama.