Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Terharu dan Bahagia


__ADS_3

Semua masuk ke dalam ruangan dokter Gea terkecuali Irfan, ia tidak akan mungkin melihat menantu nya yang sedang di periksa.


"Papi tidak ikut masuk?"


"Papi nunggu di luar saja mi"


"Papi tidak ingin melihat calon cucu kita?"


"Sebenar nya papi ingin ikut masuk mi, tapi tidak enak juga mi"


"Kenapa tidak enak Pi, lagian di dalam ruangan bukan papi sama Kinar, tapi ada kita"Irsyad dan Kinar hanya memandang Irfan


"Ayo lah Pi, aku sangat yakin kalau papi pasti penasaran dengan calon anak ku"ucap Irsyad dengan mengusap perut istri nya


"Baiklah"jawab Irfan dengan berdiri, akhir nya ia bisa melihat calon cucu nya yang masih berada di rahim menantu nya, selama Kinar hamil Irfan belum pernah ikut istri nya memeriksa kandungan menantu nya ke dokter, ini lah kali pertama nya ia ikut. Bukan kah ini momen langkah bagi nya, karena sebelum lahir cucu nya ia bisa melihat meski itu hanya melalui alat yang nama nya USG


Mereka sudah berada di dalam ruangan dokter Ega, sebelum di periksa melalui alat Ultrasonografi terlebih dahulu suster memeriksa tekanan darah nya, setelah itu baru lah Kinar berbaring di ranjang, tangan Irsyad tidak pernah lepas dari tangan istri nya, ini juga momen sangat langkah bagi Irsyad sehingga ia ingin mengabadikan dengan kamera nya. Baju Kinar di naikan ke atas dan bawah nya di tutup menggunakan selimut


Kinar merasakan perut nya terasa dingin setelah seorang suster memberikan gel di atas perut nya. Dan sebuah alat bermain di atas perut nya


"Lihat lah ini calon anak nya mbak"Kinar tersenyum sementara Irsyad menitikkan air mata, ia bersyukur meski ia sempat menyianyiakan calon anak nya tapi calon anak nya sehat bahkan begitu sempurna meski ia tau pasti calon ibu dari anak nya mengalami stres berat akibat perbuatan nya. Tanpa merasa malu Irsyad menciumi tangan istri nya berkali kali membuat Tatit merasa kagum


"Wow hidung nya sangat mancung seperti ayah nya"

__ADS_1


"Seperti saya dokter?"Irsyad masih tidak percaya dengan menatap ke layar monitor untuk melihat wajah calon anak nya yang memiliki hidung mancung seperti nya, Ega menganggukkan kepala nya"Kenapa tidak mirip dengan istri saya dokter?"dokter Ega terkejut


"Mas Irsyad ini suami yang langkah"


"Putra saya memang manusia langkah dokter, bahkan dia itu seperti robot penciuman nya saja yang tajam tapi tidak peka"Irfan yang berada di sudut merasa haru dan bahagia, bagaimana tidak selama hamil menantu nya mendapatkan perlakuan tidak baik dari putra nya, tetapi calon cucu nya begitu sehat.


"Mami"membuat dokter Ega tersenyum.


"Masih di dalam rahim ibu mu saja kau sudah menggemaskan nak, bagaimana jika kau sudah lahir? Pasti kakek tidak akan betah berlama lama di kantor karena akan selalu merindukan senyum mu, celoteh mu, ah semua nya nak, kakek berharap kau perempuan"batin Irfan mengusap air mata nya sambil tersenyum


"Setiap seorang suami pasti ingin ketika anak nya lahir akan memiliki wajah mirip ayah nya, karena dengan begitu ia akan merasa bangga menunjukan pada semua orang kalau anak nya begitu mirip dengan nya"


"Jika wajah nya mirip semua dengan saya, lalu istri saya kebagian apa dokter?"Tatit tersenyum melihat pertanyaan polos anak nya, ia yakin saat ini putra nya telah jatuh cinta pada istri nya, itu bisa di lihat dari sikap nya Irsyad yang sedang bucin.


"Apakah anda ingin tau jenis kelamin nya"


"Tentu dokter, tentu"Irsyad begitu bersemangat menjawab nya, Ega menggeser kan alat nya ke kanan, ke kiri, ke bawah dan ke atas namun ia tidak dapat melihat jenis kelamin nya karena calon bayi nya begitu aktif


"Tapi sayang kali, kita tidak dapat melihat jenis kelamin nya hari ini"


"Kenapa dokter?"


"Bayi anda begitu aktif, ukuran nya normal dan berat nya sudah 1800gram. Sekarang kita dengar kan denyut jantung nya"suara denyut jantung calon bayi Kinar menggema di seluruh ruangan dokter Ega, membuat seluruh tubuh Irsyad merasa gemetaran, kini Irsyad benar benar menangis mendengar denyut jantung calon anak nya, ia masih tidak mempercayai nya jika diri nya sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, ya panggilan yang akan membuat nya menjadi ayah yang lembut dan tidak pemarah. Kinar mengusap pundak suami nya yang menangis tersedu sedu di lengan nya

__ADS_1


"Kamu tau Irsyad bayi mu tumbuh begitu sempurna di rahim istri mu"ucap Tatit dengan menyeka air mata nya menggunakan jari nya"Kalau boleh tau sudah berapa Minggu usia kandungan mantu saya dokter?"tanya Tatit"Lalu kenapa mantu saya kaki dan tangan nya membengkak ya dokter?"


Ega mengangkat alat Ultrasonografi ke tempat nya sementara seorang suster mengelap bekas gel menggunakan tissue, dengan lembut Irsyad membantu istri nya menurunkan baju nya, lalu membantu nya duduk dengan menahan pundak Kinar, Tatit tidak ingin melewatkan momen spesial ini, ia membidik nya menggunakan kamera ponsel milik nya. Bahkan Tatit masih mengambil gambar ketika Irsyad membantu Kinar untuk turun dan menuntun nya duduk di kursi depan Ega.


"Ibu jangan khawatir tentang kaki dan tangan nya mbak Kinar yang mengalami bengkak, ini hanya kelelahan. Dan yang paling penting tidak stres"ucap Ega dengan menulis kan resep yang harus Irsyad tebus, tangan Irsyad memeluk kedua bahu Kinar dari belakang dan sesekali Irsyad mencium pucuk kepala istri nya"Usia kandungan mbak Kinar sudah 29 Minggu, Mungkin sesekali mbak Kinar perlu di bawa liburan agar tidak stres, jika ibu nya stres calon bayi nya juga ikut stres, itulah yang mengakibat kan perut terasa keram karena kontraksi"


"Kamu dengar itu Irsyad?"


"Iya mi, aku dengar"Irfan keluar dan duduk di kursi tunggu, ia mengeluarkan ponsel nya dan melihat sebuah gambar yang semua orang tidak tau gambar apa, karena tadi di ruangan dokter Ega tanpa sepengetahuan mereka ia sempat mencuri wajah calon cucu nya dari layar monitor, ia tersenyum dengan menutup mulut nya


"Papi ngapain senyum senyum sendiri?"tanya tatit membuat Irfan terkejut dan langsung berdiri


"Mami membuat papi terkejut saja, ini papi lagi nonton video lucu mi"jawab Irfan dengan menunjukan ponsel nya"Sudah selesai?"


"Sudah, kita tunggu di sini saja biar Irsyad yang menebus resep nya, Pi"Kinar hanya diam dengan memegang perut nya


"Kamu harus sehat nak, sekarang bukan ibu saja yang sangat menantikan kehadiran kamu, tapi ayah, nenek dan kakek juga. Bahkan mereka yang sangat menantikan kelahiran kamu"batin Kinar dengan mengusap perut nya berkali kali karena gerakan nya membuat nya tidak nyaman


"Kamu kenapa? Apakah perut kamu terasa sakit?"


"Ah tidak mam, gerakan nya terlalu kencang membuat ku sedikit tidak nyaman"


"Benarkah"Tatit memegang perut Kinar dan merasakan gerakan calon cucu nya yang begitu aktif"Iya, kamu jangan lasak dong sayang kasihan ibu kamu"Kinar tersenyum

__ADS_1


Setelah Irsyad menebus resep yang di tulis dokter Ega, mereka langung makan di sebuah kafe yang terkenal paling enak di zaman Tatit dan Irfan ketika mereka masih pacaran dulu, bahkan rasa nya tidak berubah sedikit pun. Sehingga membuat mereka makan nya begitu lahap, tapi tidak dengan Kinar ia merasa perut nya terasa kenyang padahal pagi tadi ia hanya sarapan susu dan roti. Sekarang Kinar merasa badan nya terasa berat karena mengalami kenaikan yang signifikan, itu wajar terjadi pada wanita hamil. Mungkin saat ini Kinar belum terbiasa setelah berjalan nya waktu ia akan merasa biasa dengan kenaikan berat badan nya


__ADS_2