
Nek Popon sedang tidur setelah Kinar memberi nya makan dan minum obat, di baringkan tubuh nya yang begitu lelah di sofa ruangan nek Popon, tangan kanan nya di letakan di kening nya dan tangan kiri berada di atas perut nya yang bundar, Kinar sedang memikirkan Shella mantan kekasih suami nya
"Sungguh kah mas Irsyad belum bisa move on dari Shella? Jika itu benar kenapa dia bisa mencintai Susan begitu dalam? Aku yakin pasti kedua nya wanita yang begitu spesial di hati mas Irsyad, sehingga dia tidak bisa menerima diri ku sebagai istri nya"batin Kinar"Sungguh beruntung nya mereka berdua bisa menerima perlakuan mu yang baik mas, yang bisa kamu cintai sepenuh nya. Sementara aku,, ah aku seperti wanita penghibur bagi mu, kamu menyentuh ku ketika kamu haus, tapi jika tidak kamu mengabaikan ku"batin Kinar
"Kin"panggil nek Popon
"Ya nek"jawab Kinar dengan bangkit dari sofa dengan kesusahan karena perut nya yang bundar, di pegang nya sofa untuk membantu nya untuk berdiri"Nenek membutuhkan sesuatu?"Kinar menatap jam dinding sudah pukul 01.00 tapi sedikit pun Kinar belum bisa memejamkan mata nya
"Nenek haus"diambil nya minum di atas nakas sebelah ranjang nek popon dan Kinar memberikan pada nenek nya
"Sudah nek"
"Sudah, tidurlah sudah hampir pagi nenek perhatikan kamu belum tidur, apa ada yang sedang kamu pikirkan sehingga kamu tidak bisa tidur?"
"Tidak nek"Kinar mengusap wajah nya yang terlihat begitu lelah, bola mata nya kelihatan begitu cekung, nek Popon tau jika cucu nya ini sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal hati nya, tapi Kinar bukan tipe orang yang suka berbagi kisah nya dengan orang lain terkecuali dengan Nina
"Tidurlah"nek Popon tidak bisa memaksa Kinar untuk menceritakan apa yang sedang di pikirkan nya, karena itu sangat sulit. Ia kembali ke sofa dan menarik selimut nya setelah itu dia memaksakan diri untuk memejamkan mata nya.
Nek Popon tersenyum kecut ketika Kinar sudah tertidur pulas, inikah yang di rasakan cucu nya setiap malam? Tidak bisa tidur? Dia akan tertidur ketika waktu sudah dini hari?Kinar kenapa kamu tidak ingin berbagi derita mu dengan nenek mu ini? Takut kah kamu jika duka mu akan menambah beban di hati ini nenek ini? Tidak Kinar,,, nenek akan selalu ada buat kamu tapi kenapa kamu begitu tertutup? Kinar terbangun dan menatap nenek nya yang memandang diri nya begitu sendu
"Nenek belum tidur?"
"Nenek tidak bisa tidur"
"Tidurlah nek,, jika tidak tidur nenek akan semakin sakit, apa nenek ingin agar kita tinggal di ruangan ini lebih lama lagi?"
"Apa maksud kamu?"
"besok nenek sudah di izinkan Pulang, jadi tidurlah sebelum dokter mengecek tekanan darah nenek, jika itu terjadi pasti tekanan darah nenek akan naik dan dokter Shella tidak mengizinkan nenek untuk pulang"
"Tunggu, kamu menyebut nama dokter Shella? Apa itu Shella ke kasih nya Irsyad?"deg jantung Kinar ternyata nenek nya masih mengingat betul nama itu"Apa kamu bertemu dengan nya?"
__ADS_1
"Ya"jawab Kinar sedikit malas
"Apa dia sudah menikah?"
"Sudah nek, memang nya ada apa nek?"
"Syukurlah, jika tidak dia pasti akan menggoda Irsyad kembali"Kinar hanya tersenyum"Kenapa kamu tersenyum?"
"Tidak ada nek, tidurlah"Kinar membaringkan tubuh nya dengan kedua tangan di letakkan atas kepala.
"Satu orang kekasih nya saja aku sudah kalah. Apalagi dengan kehadiran Shella sudah pasti dia tidak akan menganggap ku ada"batin Kinar
pukul 06.00 pagi Kinar dan nek Popon masih tertidur pulas karena Kinar bisa memejamkan mata ketika sudah adzan subuh
"oh ternyata di sini kamu rupa nya!!!!!bentak seseorang membuat Kinar dan nek Popon terbangun"Bangun dasar wanita jahat, wanita kejam"dua tamparan mendarat di pipi nya yang tirus"Aku begitu jijik melihat mu!!!"
"Apa yang kamu lakukan tatit!!!?"bentak nek Popon
"Tatitttt!!!!jerit nek popon
"Diam lah ibu,,, ini adalah urusan ku dan ibu jangan ikut campur"kinar memejamkan mata nya, seperti nya Malaikat Izrail telah tiba dan siap membawa nya ke alam lain"Apakah sakit ha!!!!? Kenapa kamu membuat calon cucu ku tiada Kinar? Dia tidak berdosa? Pantas, ya pantas Irsyad tidak bisa menerima mu karena kau adalah wanita jahat, aku sangat menyesal telah menikah kan mu dengan putra ku"
"Kinar kenapa kamu diam saja nak"kata nek Popon melihat Kinar yang hanya pasrah"Lepaskan dia Tatit jika terjadi sesuatu pada nya kau akan menyesal"
"Aku tidak akan pernah menyesal telah membuat nya tiada ibu"
"Tatit!!"bentak nek Popon
"Jangan membentak ku ibu, apa ibu lupa kalau ibu juga seorang ibu lalu bagaimana ibu bisa menerima wanita jahat ini begitu saja"
"Kinarrrrr,,,,,,!!!! Apa yang kamu lakukan kenapa kamu diam saja?"nek Popon menangis melihat Kinar hanya diam saja, nek Popon berusaha untuk bangkit tapi dia merasakan kaki nya masih terasa begitu sakit
__ADS_1
"Jika terjadi sesuatu pada nya ibu tidak akan memaafkan mu Tatit" Tatit menoleh sebentar ke arah ibu nya setelah itu dia menatap Kinar dengan tangan masih mencekik leher Kinar
"Apa kah kau begitu menikmati cekikan tangan ku"Kedua tangan kinar memegang tangan Tatit"Sakit bukan? Aku akan membuat mu tiada!!!!!"
"Kamu akan masuk penjara Tatit"
"Aku tidak perduli ibu, dia telah membuat calon cucu yang begitu aku harapkan menjadi tiada ibu"kali ini Tatit menangis namun dia masih mencekik leher Kinar"ibu tau betapa aku sangat mengharapkan kan nya"
"Tapi calon cucu mu itu,,,,,"nek popon berusaha untuk mengatakan kalau calon cucu nya masih ada di rahim Kinar, tapi Tatit sudah memotong ucapan ibu nya
"Diam ibu!!!!membuat Popon terkejut, ternyata anak nya sudah kehilangan akal pikiran nya
"Apa yang Tante lakukan pada kinar!!!!"jerit Nina melepaskan makanan yang di bawa nya untuk Kinar dan "prang,,,, semua nya berhamburan di lantai, Nina mendorong tubuh Tatit sehingga terjatuh di bawah
"Syukurlah kamu datang nak, jika tidak nenek tidak tau apa yang terjadi pada Kinar"bisik nek Popon seperti bicara pada diri nya sendiri dengan memegang dada nya, Nina membantu Kinar untuk duduk dan menepuk punggung nya karena melihat Kinar sesak nafas dan batuk
"Kenapa kamu tidak berusaha melawan nya?kamu ingin tiada?"
"Berani sekali kau pada ku!!!"kata Tatit dengan menarik tangan Nina, dan Nina mendorong tubuh Tatit kembali, kini Tatit tersungkur sehingga membuat nya menjadi marah
"Kinar, Kinar kamu dengar aku?"Kinar masih batuk, tangan nya yang penuh dengan keringat memegang tangan Nina, karena nafas nya terasa begitu sesak, dengan cepat Nina melemparkan selimut yang menutupi tubuh kinar begitu saja,dan Nina keluar
"Sus,,,suster tolong bawakan oksigen sus!!!!!!"jerit Nina di depan pintu ruangan nek Popon, Tatit menutup mulut nya dengan menggunakan kedua tangan nya ketika melihat perut kinar masih besar, bahkan lebih besar ketika Kinar pergi meninggalkan Jakarta
"Cepatlah sus!!!!" Nina begitu khawatir melihat kondisi Kinar yang sesak nafas dan dada nya turun naik karena merasakan sesak, pipi nya lebam merah kebiruan karena tamparan Tatit, leher nya membiru dan berdarah karena terkena cakaran kuku tangan Tatit yang panjang, suster dengan cepat memasang oksigen di mulut Kinar, mata Kinar terbuka dan tertutup dengan dada turun naik
"Panggil dokter sus!!!!!"suster yang lain berlari untuk memanggil dokter dan yang satu nya lagi berusaha membantu Kinar, tangan kinar yang gemetar dan lemas memegang tangan Nina dengan begitu erat"Kamu harus kuat Kin jika tidak aku akan menyesal untuk seumur hidup ku" Nina menghapus air mata Kinar
"Jika aku tiada kamu mau kan menjadi ibu pengganti untuk anak ku?"kata Kinar dengan suara terbata menahan sesak dan batuk. Tatit melihat semua itu terdiam dan menangis dengan duduk di lantai
"Tidak jangan mengatakan itu, kamu akan baik baik saja kinar"kata Nina dengan menggelengkan kepala, di genggam nya tangan kinar. Nina menangis dengan tersedu seduh"Kamu akan baik baik saja Kin percayalah pada ku"
__ADS_1
"Apa yang sudah aku lakukan!!!!!?" Tatit menampar wajah nya sendiri, Shella datang dengan empat suster laki laki untuk membawa nya di atas brangkar, dengan cepat Kinar di bawa keruangan UGD. Tatit dan Nina hanya mampu melihat nya dari luar ketika dokter membawa nya masuk ke dalam ruangan