
Kinar masih tidak yakin dengan semua ucapan Irsyad, ia benar benar tidak atau belum yakin kalau irsyad begitu mencintai diri nya, ia merasa semua ini seperti dalam mimpi. Bagaimana mungkin Irsyad yang angkuh, keras kepala, arogan dan tidak memiliki hati tiba tiba bisa sangat mencintai diri nya, bukan kah dulu Kinar yang begitu mengemis akan cinta nya? Tapi Kinar merasa kenapa justru sekarang cinta nya terasa hambar bukan kah dulu dia sangat mencintai Irsyad? Mengapa bisa demikian?Kinar menatap ke arah Irsyad yang tidur begitu pulas di atas sofa, entah sudah berapa kali ia masuk rumah sakit dan mengalami hal yang sama, mungkin jika diri nya terluka karena perbuatan orang lain ia tidak akan sesakit ini, tapi justru setiap kali diri nya terluka itu di sebabkan oleh orang yang ia kasihi dan yang paling dia cintai. Jadi salahkah jika hati nya saat ini berubah? Rasa haus terasa di rongga nya, ia berusaha mengambil minum yang berada di nakas namun itu terasa sulit dan
"Prangg"gelas yang di raih nya jatuh berserakan di lantai, sehingga membuat Irsyad terbangun dan berlari mendekati diri nya
"Kau haus? Kenapa tidak membangun kan ku?"
"Aku hanya tidak ingin menganggu tidur mu"jawab Kinar dengan melihat pecahan gelas di lantai
"Jika terjadi sesuatu dengan mu bagaimana?"
"Itu tidak akan terjadi"Irsyad menatap Kinar
"Jangan mempersulit diri, jika haus kau bisa memanggil ku"kata Irsyad dengan mengumpulkan pecahan gelas yang berserakan di lantai
"Untuk apa aku mempersulit diri mu sendiri, kalau kenyataan nya kehidupan ku lah yang telah kamu buat menjadi begitu sulit"Irsyad tidak menjawab ucapan Kinar, karena bagi nya Kinar sudah benar benar berubah
"Sebentar aku akan mengambilkan nya untuk mu"ia membuka lemari pendingin kecil yang terletak di sebelah nakas dan menuangkan ke dalam gelas, lalu ia memberikan nya pada Kinar
"Terima kasih"ucap Kinar setelah meminum nya
"Kau tidak perlu mengucapkan terima kasih pada ku, aku ini suami mu"
"Benar kamu memang suami ku"
"Jika kau ingin sesuatu kau bisa memanggil ku"
"Tidak terima kasih"jawab Kinar begitu cuek membuat Irsyad menatap nya
"Kenapa?"
"Aku sudah terbiasa melakukan nya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain"jawab nya dengan memperbaiki posisi tidur nya"Aku berterima kasih pada mu, karena luka yang telah kau ciptakan kini aku telah menjadi sosok yang lebih kuat"
"Apakah kau menganggap ku orang lain? Aku akan menyembuhkan luka itu"
"Apakah aku mengatakan seperti itu? Kamu tidak perlu menyembuhkan luka ini, tidak ada seorang istri akan mengucapkan terima kasih kepada suami nya, karena telah melukai hati istri nya"
"apa yang terjadi pada mu, kenapa kau begitu berubah?"
"Kamu yang telah membuat ku berubah"Lagi lagi Irsyad tidak menjawab ucapan istri nya
"Aku hanya masih tidak percaya dengan sikap mu yang tiba tiba berubah menjadi baik"
__ADS_1
"Salah jika aku berubah menjadi baik?"
"Tidak ada yang salah, tetapi aku tidak terbiasa dengan sikap mu yang baik, atau ini hanya akan akal akalan mu untuk menambah luka ku"
"Dengar Kinar, aku ingin menjadi suami yang baik untuk mu dan ayah yang baik untuk calon bayi kita?"
"Aku masih tidak percaya, dan satu lagi, sikap mu yang baik itu sangat sulit aku terima, karena aku belum terbiasa"
"Maka belajarlah untuk terbiasa"
"Itu akan terasa sangat sulit, bagaimana mungkin kamu yang begitu egois, keras kepala dan arogan bisa berubah secepat itu"
"Kau menganggap ku pura pura?"
"Aku tidak mengatakan kamu berpura pura"
"Dengar kinar, jika aku orang jahat dan pura pura baik, maka aku akan menjadi orang yang baik sungguhan"kata Irsyad dengan menatap Kinar
"Aku butuh waktu untuk bisa menerima nya, karena aku tidak yakin jika kamu saat ini benar benar mencintai ku, lalu bagaimana dengan susan yang selalu kamu puja puja bahkan aku tidak bisa menggantikan posisi nya di hati mu, dan bukan kah sekarang kamu juga begitu dekat dengan Shella?"
"Ya aku memang memuja Susan bahkan aku sangat mencintai nya, dan Shella aku sudah tidak mencintai nya, dia masa lalu ku"Kinar tersenyum kecut mendengar jawaban Irsyad, ada yang sakit di dada nya mendengar ucapan suami nya tentang Susan
"Aku juga tidak tau"
"Begitu egois nya diri mu mas, semua orang tau bahkan anak kecil pun tau jika madu itu sangat manis apa itu arti nya kamu akan memadu ku?"Irsyad tertawa"Aku tidak salah mengambil keputusan untuk berpisah dari mu"
"Jangan pernah mengatakan ingin berpisah dari ku Kinar"suara nada nya masih tinggi, Irsyad tidak pernah berubah"Apakah kau ingin aku memadu mu?"Kinar terkejut dengan pertanyaan irsyad
"Sudah aku duga, kamu berubah karena hanya ingin bayi ini bukan?"tanya Kinar dengan membelai perut nya"Jika kamu berubah karena ini, kenapa kamu tidak membuat nya tiada"
"Kita bukan anak kecil lagi yang harus memuja Muja cinta Kinar"Irsyad menatap Kinar, ia tidak tau dengan sikap nya, ketika berhadapan dengan Kinar, ia selalu berkata kasar
"Itu pemikiran mu tidak dengan ku"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Pergi lah mas, pergi lah menjauh dari kehidupan ku dan jangan pernah mengganggu ku"
"Itu tidak akan pernah aku lakukan, kau tau kenapa? Karena aku mulai mencintai mu, bahkan aku merasakan cinta yang besar di hati ku untuk mu"jawab nya dengan tersenyum
Kenapa Kinar begitu takut dengan perubahan sikap Irsyad pada diri nya, bukan kah ini yang kinar inginkan, lalu kenapa sekarang ia merasa takut
__ADS_1
"Sedikit pun aku tidak mempercayai ucapan mu mas"
"Percaya atau pun tidak percaya itu hak mu, dan aku juga tidak memaksa mu, tapi perlu kau ketahui rasa ini mulai ada untuk mu"
"Apa karena calon bayi ini sikap mu berubah?"
"Bisa iya bisa tidak"keraguan Kinar semakin besar, kalau ternyata Irsyad sedikit pun tidak pernah mencintai nya, dia hanya terobsesi dengan bayi nya
"Itu bukan cinta mas, tapi obsesi"
"Aku terobsesi karena mencintai mu"Kinar tersenyum kecut"Mulai sekarang aku akan menjaga mu"
"Jangan terlalu memaksa kan diri mu mas untuk menjadi suami ku yang mencintai ku karena obsesi, karena aku yakin jika karena itu diri mu mencintai ku, yang ada hubungan kita tidak akan pernah membaik"
"Kau jangan terlalu banyak berpikir, karena aku tidak ingin, ibu juniorku akan sakit dan juniorku yang ada disini juga akan tertekan"kata irsyad dengan mengusap perut istri nya
"Anak kamu sudah lama tertekan karena sikap ayah nya"jawab Kinar dengan menepiskan tangan Irsyad dari perut nya
"Kenapa aku tidak boleh menyentuh anak ku?"
"Bukan anak mu yang kamu sentuh mas, tapi perut ku"
"Jadi kau ingin aku menyentuh nya?"tanya Irsyad dengan menatap mesum ke arah kinar
"Jangan macam macam kamu mas"
"Tenang sayang, aku hanya minta satu macam"Jawab Irsyad dengan mencubit pipi Kinar
"Kehadiran mu hanya merusak segala nya!!"bentak Kinar membuat Irsyad terkejut
"Sejak kapan kau menjadi pemarah?"
"Sejak kamu terlalu sering menyakiti hati ku"kata Kinar"Please mas pergilah,,,"mohon Kinar"Aku benar benar tidak nyaman karena kehadiran mu"
"Baik, aku akan pergi tapi setelah kamu sembuh"jawab Irsyad santai, Kinar membaringkan tubuh nya dan berusaha memejamkan mata nya
"Kenapa aku menjadi pemarah seperti ini, aku tidak memiliki sifat seperti ini"batin Kinar"Lalu kenapa aku begitu marah pada nya"ia menatap Irsyad yang memainkan ponsel nya
"Jangan memandang ku seperti itu, Mata mu bisa juling"kata Irsyad yang masih memainkan ponsel nya, Kinar Buru buru memalingkan wajah nya
"Bukan hati mu saja yang kemana mana, tetapi mata kamu itu juga ada dimana mana"kata kinar dengan menarik selimut nya dengan kasar dan berusaha memejamkan mata nya.
__ADS_1