Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Menghindar


__ADS_3

Kinar duduk di ruang tv bersama Dewo dan Diwa,senyum mulai mengembang di bibir nya setidak nya Kinar sudah melupakan masalah nya sedikit demi sedikit


"udah makan belum ini?"tanya Kinar pada Diwa yang masih berusia satu setengah bulan"udah ya,anak pintar"


"mama mana nan?


"tadi ada di dapur kak"Kinar mengambil ponsel nya


"mam aku boleh keluar sebentar?"pesan terkirim


"mau kemana sayang?"balasan dari tatit


"baju ku sudah tidak muat mam"


"emang kamu mau beli baju yang model gimana?"


"aku ingin baju motif batik dengan model tunik mam"


"oke,kamu tidak perlu keluar mam yang akan membelikan nya untuk mu"Kinar hanya tersenyum kecewa,pada hal dia ingin keluar untuk menghilang kan rasa jenuh yang mendera nya tapi sayang mami mertua nya tidak mengizinkan nya.


Kinar masuk ke dalam kamar dan memainkan ponsel nya,di buka galeri di situ masih tersimpan rapi foto pernikahan nya,ada rasa rindu ingin kembali ke apartemen suami nya tapi dia berusaha menepis rasa itu karena dia tau jika dia kembali ke tempat itu harga diri nya akan hilang kembali.


Tidak perlu berharap sesuatu yang tidak akan pernah terjadi lebih baik diri nya menjaga calon anak nya meski dia tau ayah nya tidak menginginkan kehadiran nya tapi masih ada yang lebih mengharapkan calon bayi nya segera lahir.


"Kinar,,,"suara Tatit


"ya mam"sahut Kinar dari dalam kamar dan tatit masuk ke dalam kamar nya


"ini untuk kamu"


"ini terlalu banyak mam"


"apa pun akan mam lakukan untuk calon cucu mam sayang"


"terima kasih mam"


Hari ini Kinar mulai kembali kerja setelah beberapa hari cuti,setidak nya dengan masuk kerja dia tidak merasa bosan. begitu sampai Kinar langsung masuk keruangan nya,hari ini Kinar terlihat modis meski perut nya terlihat membuncit,


"kamu sudah datang nin?pesan terkirim


"lagi dijalan"balasan dari Nina,Kinar mulai mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk di meja kerja nya,Kinar heran semua sudah selesai Kinar hanya mengecek dan menanda tangani saja


"siapa yang mengerjakan nya?"tanya Kinar pada diri nya sendiri. tidak membutuhkan waktu lama semua nya sudah selesai,


"Cika bisa keruangan saya"telpon Kinar pada Cika


tok,,tok,,tok,,


"masuk"Cika masuk"duduk CIK"kata Kinar pelan dengan mengusap leher nya yang terasa pegal

__ADS_1


"ada yang bisa saya bantu Bu?"


"tolong kamu antar semua berkas ini ke ruang pak Irsyad ya CIK"Kinar menyerahkan berkas yang sudah di tanda tangani nya


"baik Bu"Cika mengambil semua berkas yang di serahkan Kinar dan di bawa nya


"sebentar Cika"


"ya Bu"


"siapa yang mengerjakan semua ini?


"saya Bu"


"bukan kah seharus nya saya yang mengerjakan nya?


"pak Irsyad meminta saya untuk mengerjakan nya Bu"


"pak Irsyad?"tanya Kinar terkejut


"iya Bu,beliau mengatakan kalau Bu Kinar tidak boleh terlalu capek karena sedang hamil dan di tambah perut Bu Kinar semakin lama semakin besar pak Irsyad tidak tega"Kinar semakin terkejut,sejak kapan suami nya itu memiliki perhatian lebih terhadap nya,


"kalau begitu terima kasih".


"saya permisi Bu"Cika keluar tinggal kinar yang masih bingung dengan sikap Irsyad yang mendadak berubah"sebenar nya apa mau nya"?


"ada Cika?


"maaf pak saya mengantar berkas milik Bu Kinar pak"


"kenapa kamu yang mengantar keruangan saya kemana Bu Kinar?


"ada di ruangan nya pak"Irsyad memandang cika


"apa dia sedang sakit?"ada rasa tidak suka di hati cika melihat Irsyad perhatian pada Kinar


"seperti nya tidak pak"


"terima kasih kamu bisa keluar"irsyad membuka berkas yang di tanda tangani Kinar,dengan langkah gagah nya Irsyad berjalan menuju ruangan Kinar,Cika menatap cemburu


tanpa mengetuk pintu Irsyad masuk kedalam ruangan Kinar,sehingga membuat Kinar terkejut,pada hal dia berusaha menghindar dari suami nya tapi kenapa justru dia kemari


"jika ingin masuk keruangan ketuk pintu terlebih dahulu"kata Kinar tanpa melihat ke arah Irsyad


"aku tidak perlu mengetuk pintu ketika masuk keruangan istri ku"


"aku merasa terganggu"


"apa yang membuat mu terganggu?"Irsyad menatap Kinar yang masih sibuk dengan komputer yang berada di depan nya

__ADS_1


"kehadiran mu"


"kamu tidak rindu pada ku?"tanya Irsyad membuat Kinar tersenyum dengan mengusap tengkuk nya


"rindu?"Kinar tersenyum dengan masih sibuk memainkan komputer nya"aku sangat merindukan mu mas"


"lalu kenapa kamu mengantarkan berkas keruangan ku melalui Cika"?


"rindu itu ada tapi dulu"kali ini Irsyad terkejut


"dan sekarang?"


"sudah mati"jawab Kinar ketus


"secepat itu kah rasa itu mati?"sebelum sempat Kinar menjawab pertanyaan Irsyad telpon berdering


"ya"


"


"pertemuan?


"


"sekarang,oke terima kasih"telpon terputus setidak nya pertemuan ini membuat Kinar lega karena dia bisa pergi dari hadapan irsyad


"kau mau kemana?"tanya Irsyad dengan menarik tangan Kinar pelan,di tatap wajah istri nya yang begitu sempurna,dan di lihat nya perut kinar yang bulat,ada rasa rindu di hati Irsyad kepada istri yang di hadapan nya. baju motif model tunik dan bawahan karet menampakan tubuh nya yang sedikit kurus


"aku ada pertemuan,oh ya apakah kamu sudah mengurus surat perceraian kita?Irsyad memandang lembut istri nya


"begitu kekeh kah kau ingin berpisah dari ku?"


"bukan kah itu yang selama ini kamu ingin kan dari hubungan kita"


"itu kemaren dan sekarang tidak"


"terserah kamu mas"kata Kinar dengan melepaskan pegangan tangan Irsyad"aku tidak ingin seperti wanita simpanan"kata Kinar dan pergi meninggalkan nya,Irsyad mengejar Kinar dan menarik tangan nya kembali membuat cika cemburu


"kenapa kau seperti menghindari ku?"tanya Irsyad


"aku tidak ingin berharap lebih"


"kau bisa meminta pada ku apa saja"


"aku ingin pisah"


"terkecuali itu aku tidak bisa mengabulkan nya"


"kenapa?kenapa kamu menolak untuk berpisah dari ku?Irsyad hanya diam"karena calon bayi ini?"tanya kinar dengan memegang perut nya"meskipun kita berpisah bayi ini tetap anak kamu darah daging kamu dan kamu juga ayah dari anak ini jadi jangan khawatir kan itu"Irsyad tetap diam,sebenar nya Kinar menunggu jawaban dari Irsyad kalau suami nya itu mencintai nya tapi kata kata itu tidak akan keluar dari mulut Irsyad karena jika dia mengatakan itu harga diri suami nya akan merasa terinjak injak"jadi kamu tidak perlu khawatir"wajah kinar begitu tenang dengan menepuk nepuk punggung Irsyad,setelah itu Kinar pergi meninggalkan Irsyad dengan wajah bingung nya.

__ADS_1


__ADS_2