Kisah Cinta Di Perantauan

Kisah Cinta Di Perantauan
Bab 129


__ADS_3

Indra masih belum yakin dengan ucapan Nino barusan, antara percaya dan tidak percaya. Karena cara Nino mengucapkan terlalu mendadak. Indra memilih mengakhiri terlebih dahulu sambungan video call dengan Nino.


" Apa benar yang dikatakan Nino tadi?, sebelum ini apa dia pernah mengatakan sesuatu sama kamu tentang perasaannya?", Indra langsung menatap Dita dengan tatapan menyelidik.


Dita menggelengkan kepalanya. " Ini aku juga baru tahu Mas, sungguh. Selama ini Mas Nino belum pernah mengatakan apapun padaku. Kalau saat ini mas terkejut, aku lebih terkejut lagi Mas, sungguh !", Dita memang tidak tahu menahu tentang perasaan Nino terhadapnya.


Niat hati menghindari percekcokan antara dua laki-laki yang berhubungan dengan kakaknya, tapi justru kini Dita ikut terseret masuk kedalam lingkaran permasalahan itu.


" Kenapa justru aku jadi kebawa dalam kisah cinta mereka yang rumit, aku kan hanya berniat menghindarkan kakakku dari masalah yang lebih rumit. Tapi kenapa justru aku terseret masuk ke dalam permasalahan itu", batin Dita.


" Menurut kamu ucapan Nino tadi bisa dipercaya nggak Dit?, Atau Nino itu tipe laki-laki yang suka ngomongnya bercanda?", tanya Indra.


" Tapi masa iya seorang kades suka bercanda, menyampaikan perasaannya sama perempuan begitu mudahnya. Sepertinya Nino memang benar-benar tertarik pada Dita", batin Indra.


Dita menggelengkan kepalanya, " Mas Nino itu tipe laki-laki serius Mas, jarang sekali bercanda, dan selalu memegang teguh ucapannya. Aku tahu betul sifat aslinya, karena selama Mba Dila dulu masih menjadi pacarnya, meski mba Dila merantau jauh, dan dia di kampung, satu kalipun aku tidak pernah melihat atau mendengar Mas Nino dekat dengan perempuan lain".


" Mas Nino itu sangat baik, dan juga bisa dipercaya, dia selalu memegang teguh ucapannya, jarang bercanda, mungkin karena itu juga sampai sekarang mba Dila masih ada rasa bersalah sudah mengingkari janjinya sama Mas Nino. Maaf Mas Indra, saya hanya bicara saja, tidak bermaksud apa-apa, karena saya tahu persis, saat ini mba Dila hanya mencintai Mas Indra saja".


Indra mengangguk mengerti, karena dirinya juga tak sengaja mendengarkan percakapan kedua kakak beradik ini tadi siang, " Berarti yang diucapkan tentang perasaannya sama kamu itu adalah kesungguhan. Dia tidak main-main, bahkan dia mengatakan akan menunggu kamu sampai kamu lulus SMA".


" Apa sudah ada laki-laki lain yang kamu suka Dit?, jika ada, lebih baik kamu memberi tahu Nino secara langsung dan secepatnya. Setidaknya kamu tidak akan merasa bersalah seperti Dila, karena sudah memberi harapan palsu, dan menyakiti hati seorang laki-laki yang baik", ucap Indra.


Dita menggelengkan kepalanya, " Tidak ada Mas, saya cuma pengen seperti mba Dila dulu, menjadi anak yang patuh pada orang tua, dan tidak ribet dengan urusan pacar pacaran. Selama ini aku selalu mencontoh apa yang mba Dila lakukan dimasa dulu, meski kadang hasilnya tidak seperti yang mba Dila capai. Tapi setidaknya aku sudah berusaha yang terbaik", ujar Dita.


Indra mengangguk mengerti dengan maksud ucapan Dita. " Apa kamu menyukai Nino?", kini Indra tidak lagi bertele-tele, langsung menanyakan ke intinya.

__ADS_1


Dita mengangkat bahunya, " Entahlah Mas, aku memang benar-benar belum memikirkan satu pun nama laki-laki di pikiranku selama ini. Kadang-kadang sih memikirkan Mas Nino, tapi bukan memikirkan untuk diriku sendiri. Lebih seperti merasa kasihan laki-laki sebaik dia mendapat nasib yang kurang baik. Dan Mba Dila lah yang menjadi penyebabnya. Padahal Mba Dila juga tidak bermaksud seperti itu, aku yakin itu, ini lebih ke takdir yang Allah tulis untuk tiap-tiap orang, dan dia yang mendapat imbas kurang menyenangkan".


" Maaf... bukan Dita lagi menyalahkan Mas Indra, disini Dita tidak menyalahkan siapa-siapa, karena Dita tahu, Allah selalu memberikan yang terbaik pada tiap umatnya, meski kadang itu bukan yang di inginkan".


Indra mengangguk, tak terasa malam semakin larut, ini obrolan pertama terlama yang pernah Dita dan Indra lakukan, berawal dari niat ingin menyuruh Nino menikah, hingga ketahuan siapa wanita yang ternyata sekarang menjadi incaran Kades muda itu, dan Indra sendiri masih berpikir antara percaya atau tidak pada kata-kata Nino barusan.


Pernyataan perasaan yang terlalu mendadak, tapi jika dilihat dari ekspresi wajahnya, Indra memang melihat Nino menyukai Dita. Tapi apa iya, Pak Toto dan Bu Siti akan menyetujui hubungan antara mereka berdua nantinya, itu yang masih menjadi tanda tanya besar.


Mantan Dila, menyukai adik kandungnya. Itu berarti jika semuanya benar adanya, Nino mungkin akan menjadi adik ipar Dila. Perubahan status, dari mantan pacar menjadi adik ipar, sungguh perubahan yang sangat absurd.


" Sekarang tidurlah, sudah malam, mungkin besok-besok kamu perlu ngobrol lagi dengan Nino, berdua saja tanpaku. Kamu yang akan lebih paham, benar atau tidak ucapan Nino tentang perasaannya sama kamu", ujar Indra menyuruh Dita untuk beristirahat dan kembali menghubungi Nino kapan-kapan untuk meyakinkan ucapannya.


" Iya Mas, kalau begitu aku ke kamar dulu, maaf kalau Dita banyak bicara hari ini", ujar Dita sambil berdiri dan meninggalkan Indra yang masih duduk di gazebo taman belakang.


Sampai di kamar El, Dita langsung merebahkan dirinya di samping El, menatap langit-langit kamar yang bergambar awan-awan putih di langit yang biru. Matanya yang tadi sudah mengantuk, sebelum Indra mengajaknya ke taman belakang, kini lenyap sudah semua rasa kantuk itu.


" Seperti inikah rasanya saat ada seorang laki-laki menyatakan perasaan sukanya terhadap kita?, kenapa jadi tidak ngantuk dan tidak bisa tidur seperti ini?", batin Dita, sambil bergonta-ganti posisi tidur, dari miring kiri, berubah posisi jadi miring kanan, dari miring kanan berubah lagi jadi tengkurap, dan berganti posisi lagi jadi terlentang. Semua posisi sudah Dita coba untuk mencari yang ternyaman agar bisa segera tidur, sayangnya semua hasilnya nihil, Dita tetap tidak merasa mengantuk sedikitpun.


Mata Dita tak kunjung mengantuk juga. Apalagi saat tiba-tiba ada pesan masuk yang disitu tertulis.


~ Good Night, have a nice dream~


Dan yang mengirim pesan itu adalah laki-laki yang sejak tadi sedang memenuhi pikirannya. Siapa lagi kalau bukan Nino si Kades muda.


" Masa iya sih... Mas Nino bisa suka sama aku?, atau mungkin perkataan Mas Nino tadi cuma bercanda?, tapi kalau bercanda itu bukan tipe mas Nino banget. Apalagi dia ngomong di depan mas Indra juga, masa iya cuma bercanda". Pikiran Dita masih terus berdebat sendiri.

__ADS_1


Dita benar-benar tidak bisa tidur semalaman, hingga bunyi alarm di ponselnya berbunyi, berarti jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi. Dita belum juga tidur barang semenit. Dita mendengar suara bayi yang sedang mengoceh di kamar sebelah, itu pasti Arsyila yang sudah terbangun pagi-pagi sekali.


Karena masih dalam keadaan datang bulan, Dita tidak sholat subuh, Dita ingin menemani Arsyila dan kakaknya, Dila, namun sayangnya pintu kamar kakaknya tertutup rapat. Dita pun mengurungkan niatnya dan kembali merebahkan diri di kasur El.


" Mata oh mata.... ayolah tidur barang sejam saja, kalau seperti ini kamu bisa berubah jadi panda besok pagi", Dita bicara pada dirinya sendiri.


Hingga terlihat cahaya kuning masuk melalui celah-celah fentilasi kamar El. Dita akhirnya bisa memejamkan matanya juga, tidak apa tidur saat pagi menjelang, dari pada tidak tidur sama sekali, pasti kepala akan pusing.


***************************


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*


Author ingin mengucapkan pada seluruh pembaca setia karya-karya author.


...*SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1443 H*...


تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ


Mohon Maaf Lahir dan Bathin 🙏


Sebagai manusia biasa, Author pasti pernah berbuat salah atau membuat kecewa pada para readers, entah waktu upload yang masih random, atau apapun itu, author ucapkan beribu-ribu maaf dari lubuk hati yang terdalam.


Semoga kita semua tergolong orang-orang yang mendapat ampunan di hari yang Fitri ini.


*​آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ*

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr. wb.


__ADS_2