
Setelah menunggu beberapa menit di lounge bandara, Dila dan Indra masuk ke kabin pesawat, karena terdengar panggilan di pengeras suara untuk penumpang pesawat tujuan Lombok.
Bagi Dila dan Indra ini adalah pertama kali mereka berdua menaiki pesawat bersama- sama. Karena sebelumnya hanya Indra yang datang ke Jogja menemui Dila atau sebaliknya Dila yang ke Jakarta untuk menemui Indra.
Penerbangan yang memakan waktu kurang lebih selama 2 jam itu tidak begitu terasa, karena siang yang cerah, dan pemandangan diluar pesawat yang nampak jelas melalui kaca kabin, membuat Dila yang duduk di samping kaca menatap keluar jendela mengagumi keagungan Yang Maha Kuasa.
" Sayang.... apa yang sedang kamu lihat?, sejak tadi terus menatap keluar jendela, kamu tidak takut ketinggian?", tanya Indra sengaja berbisik di telinga Dila.
" Bagaimana mau takut, lihatlah keluar, awan putih itu seperti kapas yang bertebaran di hamparan birunya langit. Sangat indah dan bersih, selama aku menaiki pesawat, baru hari ini cuaca sangat cerah dan awan terlihat begitu indah", gumam Dila.
" Mungkin karena kita perginya berdua, dan perasaan bahagia yang kamu rasakan berdampak pada pemandangan diluar yang jadi terlihat cantik dan indah", ujar Indra lirih.
Indra memang tidak mau jika orang yang duduk disekitarnya mendengar percakapan mereka berdua.
* Mungkin, bisa jadi begitu Mas", ujar Dila.
Belum lagi saat Dila turun di bandar udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, banyak touris asing juga di sana. Benar cerita Lita waktu itu, Lombok sekarang tidak kalah dengan Bali. Bukan hanya touris dari luar negeri, touris lokal seperti Dila dan Indra juga ada banyak, terlihat dari banyak orang lokal yang masih melihat-lihat peta dan buku panduan seperti Dila dan Indra.
Dari bandara Dila dan Indra langsung menuju vila yang sudah dipesannya terlebih dahulu sebelum sampai ke Lombok, vila nya berada di sebelah barat pantai kuta, tempatnya asri dan sangat indah, karena pemandangan di luar vila langsung bisa menatap pantai dan laut lepas.
Kamar didalamnya juga sangat bersih dan rapi, lagi-lagi Dila membenarkan ucapan Lita, " bulan madu itu tidak perlu pergi-pergi ke tempat wisata, hanya melelahkan saja, yang penting mencari penginapan yang nyaman dan indah, itu sudah cukup", itulah yang dikatakan oleh Lita padanya.
Dan disinilah Dila dan Indra saat ini, Vila yang begitu nyaman dan pemandangan yang sangat indah di depan kamarnya persis.
__ADS_1
Mungkin vila ini memang ditujukan untuk para pasangan pengantin baru, atau suami istri yang ingin menghabiskan waktu indah berdua saja. Karena semua perabot dan furniture kamar sengaja dibuat berpasangan.
Dua kursi di depan kamar yang menghadap laut lepas, satu ranjang dengan ukuran besar dan kamar mandi yang cukup luas dengan bathtub yang cukup besar juga.
Dila langsung merebahkan dirinya mencoba kasur yang sangat empuk dengan seprei berwarna putih bersih, sebenarnya perjalanan dari Jakarta ke Lombok tidak melelahkan sama sekali, tapi saat Dila masuk kamar dan melihat kasur yang terlihat sangat nyaman, dirinya jadi ingin berbaring di atas kasur itu.
" Apa kamu merasa lelah sayang?", Indra langsung memeluk Dila dan ikut merebahkan dirinya diatas kasur.
Dila menggeleng, " enggak lelah sama sekali Mas, cuma pengen rebahan saja lihat kasur yang rapi dengan seprei bersih seperti ini, rasanya pengen tiduran diatasnya, belum lagi sejuknya udara pantai yang berhembus melalui jendela kaca yang terbuka lebar, sungguh suasana yang membuat jadi mager, alias males gerak, pengen rebahan dan berguling-guling saja disini, hehehe", Dila terkekeh sendiri.
Indra ikut tersenyum. " Lihatlah aku sudah bawa ini", Indra menunjukkan kotak kecil berwarna hitam yang ada tulisan merah kecil di kotak itu.
Jujur Dila tidak tahu apa yang ditunjukkan oleh Indra padanya, karena selama ini baru pernah melihat benda semacam itu, " Apa itu Mas?", Dila mengambil kotak kecil berwarna hitam itu dan membaca tulisannya, tapi masih belum juga mengerti.
Kalimat Indra membuat pipi Dila langsung berubah merah merona, bagaimana bisa Indra begitu terus terang dan terbuka kepada dirinya, bahkan saat ini mereka berdua baru saja sampai di vila.
" Apa mau pemanasan langsung sekarang sayang....?", Indra mulai mencium tengkuk Dila, membuat bulu kuduk Dila langsung merinding.
" Tapi semua pintu dan jendela terbuka Mas, nanti kalau tiba-tiba ada yang lewat bagaimana?", Dila langsung mendudukkan dirinya di tepian ranjang. Namun Indra kembali menarik Dila kedalam pelukannya.
" Nggak aka ada yang lewat, kan kita sudah booking tempat ini khusus untuk kita berdua tempati selama seminggu, jika ada pengunjung lain, berarti mereka akan ditempatkan di vila yang lain, karena satu vila ini sudah kita sewa". Indra masih terus mengecup leher, pipi, telinga dan berujung di bibir Dila yang ranum.
Mendengar penjelasan Indra barusan Dila tak bisa lagi menolak, bahkan saat ini seluruh tubuhnya sudah dibuat merinding hanya dengan kecupan Indra yang mendarat di bagian sensitif tubuhnya.
__ADS_1
" Memang ini kan tujuan kami ber bulan madu, supaya kami berdua segera punya momongan, darah daging kami berdua, semoga saja semuanya berjalan lancar sesuai rencana", batin Dila, saat ini dirinya mulai memejamkan matanya karena tidak bisa menahan gejolak dari tubuhnya yang sudah dibuat tidak karuan.
Siang yang cerah di vila yang sangat indah, tanpa menyalakan AC di kamar, namun tetap terasa sejuk karena semilir angin pantai yang melewati jendela- jendela yang terbuka lebar. Dila dan Indra langsung melakukannya tanpa menunda, ditengah panasnya terik matahari di pesisir pantai, Dila dan Indra juga merasakan panas dari suhu tubuh mereka yang meningkat karena hormon tubuh yang meningkat.
Suara deburan ombak di pantai dan suara nyiur melambai terkena semilir angin pantai yang cukup besar, kini bercampur dengan suara desah kenikmatan yang lolos dari mulut Indra dan Dila. Keduanya seperti tak kenal lelah, padahal mereka berdua baru saja melakukan perjalanan jauh dari Jakarta ke Lombok, namun tenaga mereka seolah tak ada habisnya.
Dila dan Indra langsung terlelap tanpa busana yang mereka kenakan, hanya selembar selimut putih yang menutupi tubuh polos mereka. Hingga sore hari tiba.
Indra terbangun lebih dulu dan memakai pakaiannya kembali, menutup jendela kaca juga tirai yang ada di tiap jendela. Cahaya matahari kini merubah warna langit menjadi hingga, sungguh pemandangan alam yang begitu indah.
Sebelum masuk kamar mandi, Indra lebih dulu memesan makan malam dan meminta agar makanannya di taruh di meja depan kamar mereka. Cukup banyak makanan yang Indra pesan, hingga Indra selesai mandi dan keluar dari kamarnya, makanan yang dipesan oleh nya belum juga sampai.
Dila terbangun karena mendengar percakapan Indra dengan seseorang di telepon. " Sepertinya Indra memesan makan malam, tapi belum juga sampai", tebak Dila mendengarkan percakapan Indra melalui telepon. Dila memilih masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Saat Dila keluar dari kamar, dan sudah berganti pakaian dan juga sholat maghrib, Dila melihat berbagai macam makanan sudah tersaji di meja depan kamar mereka. Hari sudah mulai gelap, namun cuaca masih sangat cerah, bahkan langit malam pun terlihat sangat indah dari depan kamar.
Bulan memang tidak tampak, dan hanya ada beberapa bintang yang bersinar, namun langit di atas pantai tetap terlihat sangat indah malam itu.
" Kita makan malam dulu sayang, biar tenaga kembali fit untuk nanti malam", ucap Indra sambil cengengesan.
Dila tahu Indra sangat menikmati kebersamaan mereka saat berduaan seperti ini, apalagi tubuh Dila yang sudah menjadi candu baginya, hanya saja jika dirumah begitu banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, belum lagi waktu untuk bersama dengan El, membuatnya harus selalu pandai-pandai menahan keinginannya untuk berduaan bersama Dila.
Dan saat ini mereka benar-benar hanya berdua, tentu saja Indra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Selain karena ingin segera menambah momongan, Indra juga merasa rasa antara berhubungan dengan Dila jauh lebih nikmat ketimbang rasa saat berhubungan dengan Kayla dulu. Bukan sedang membandingkan, hanya saja memang begitulah yang dirasakan Indra selama ini.
__ADS_1
Dila dan Indra menikmati makan malam dengan berbagai macam olahan sea food.