Kisah Cinta Di Perantauan

Kisah Cinta Di Perantauan
Bab 89


__ADS_3

" Jadi pagi-pagi datang ke sini ada perlu apa Dil?, nggak mungkin kan sengaja main karena lagi libur akhir pekan ?, kasihan Mas Indra nya dong kalau ditinggal lagi weekend begini, seharusnya kamu telepon saja kalau ada perlu sama aku, pasti aku jawab kok", ujar Lita masih dengan sendok dan garpu di tangannya.


Namun Dila memilih menjemur pakaian Lita di balkon apartemen terlebih dahulu, sudah semakin siang, kalau jemuran nggak segera di jemur bisa nggak kering.


Lita sudah menghabiskan satu piring omelet dan segelas susu murni hangat. dan berjalan ke wastafel untuk cuci tangan." Kok punya El nggak dimakan sih sayang... apa mau Tante suapi ?".


El menggeleng, " El sudah sarapan di rumah tadi, ini buat Tante lagi aja", El mendorong piring berisi omelet yang dibuat Dila untuknya, tapi El tidak mau memakannya karena masih sangat kenyang tadi sarapan nasi goreng di rumah.


" Tante juga sudah kenyang, biar Tante simpan dulu piringnya, lumayan bisa buat makan lagi nanti siang hehehe", Lita terkekeh sendiri, bukan Lita banget yang menyimpan makanan untuk dimakan nanti, tapi omelet buatan Dila memang sangat enak, jadi Lita menyimpannya untuk nanti. Sayang juga kali di buang, habisnya enak.


Dila masuk membawa keranjang cucian yang sudah kosong, diletakkannya di samping mesin cuci, dan dirinya duduk di sofa bersama El dan Lita.


" Aku sebenarnya mau tanya sesuatu sama kamu Lit, em.... , kamu tahu nggak teman yang bagus, yang indah, dan nyaman buat berbulan madu?, kamu kan suka jalan-jalan nih... suka nonton drama juga, siapa tahu kamu punya rekomendasi tempat yang bagus gitu...".


Lita yang tengah bercanda dengan El pun menghentikan candaannya. " Siapa yang mau bulan madu?, temen kamu?".


Dila menggeleng dan menunjuk dirinya sendiri sambil nyengir kuda.


" What...?, bukannya kamu bilang sudah menikah sama Mas Indra beberapa tahun yang lalu?, jangan bilang selama itu kamu belum pernah disentuh sama Mas Indra?", selidik Lita penasaran.


" Ish.... kamu ngomong apa sih Lit, ada El jadi tolong bahasanya yang lebih bijak lagi".


" Tentu saja semuanya sudah dilakukan, hanya saja kami belum pernah berbulan madu, dan Mas Indra ngajakin buat honeymoon, dia nanya mau aku kemana, biar akunya seneng, dia kasih kebebasan buat aku pilih tujuannya. Tapi justru aku bingung Lit mau kemana".


Dila hanya mengatakan intinya, tanpa menjelaskan apa sebab mereka berdua merencanakan untuk bulan madu, karena Dila tidak mau membuat Lita ikut memikirkan hal yang sedang memenuhi pikirannya selama ini, tentang siapa ayah El sebenarnya.


" Kamu tahu sendiri kan Lit, aku nggak tahu tempat-tempat yang bagus, secara aku jarang traveling, jarang pergi-pergi. Menurut kamu ada nggak tempat yang bagus buat honeymoon?". Dila kini sudah berada tepat di samping Lita, karena Lita langsung pindah mendekat ke Dila waktu Dila bahas honeymoon.

__ADS_1


" Kalau tempat yang indah ada banyak banget Dil, kamu maunya yang gimana nih, yang tempatnya hangat, atau dingin, lagian buat apa nyari yang bagus, orang honeymoon juga paling-paling menghabiskan waktu di kamar".


" Tinggal pergi ke hotel, tuh hotel punya Mas Indra kan banyak dan bagus-bagus, tinggal pilih mau kamar yang mana dan hotel yang dimana, sudah deh tinggal masuk buat honeymoon, habiskan waktu seharian di kamar buat asik-asik..., hehehehe".


Dila langsung menoyor kepala Lita karena sudah bicara terlalu blak-blakan. " Sudah dibilang ada El, ngomongnya yang bener".


Lita meringis, " Iya sori sori, kebablasan... El ganteng, sini liat televisi saja, nanti Tante Lita puterin film yang El suka, mau nonton apa nih?". Lita mengajak El ke kasurnya, dan menyalakan televisi, mencari Chanel YouTube anak-anak untuk tontonan El agar El tidak bosan selama Lita mengobrol dengan Dila.


El pun menurut, memilih dan menonton kartun anak islami yang menjadi tontonan favorit nya.


" Wah Tante sampai lupa nggak ngecarge HP dari semalam, sampai mati begini HP Tante", Lita mengambil ponselnya yang tadi tergeletak di kasur dan me-ngecarge nya. Baru Lita kembali duduk di sofa bersama Dila.


" Mas Indra ngajakin bulan madunya kemana Dil?, ke luar negeri atau di dalam negeri saja?", tanya Lita seraya duduk di sebelah Dila dan meletakkan dua softdrink dingin di meja.


" Semua terserah keputusan aku Lit, aku maunya dimana, tapi kalau aku pikir-pikir, kayaknya mending di dalam negeri saja deh Lit, sebenarnya di Indonesia juga banyak tempat yang belum aku kunjungi, aku juga belum kepikiran pergi ke luar negeri ", ujar Dila.


" Kalau dulu pas sama Kak Kayla mereka itu pergi ke Paris, sebenarnya sama sih kasusnya kayak sekarang, Mas Indra cuma menuruti kemana maunya Kak Kayla, jadi aku sarankan kamu untuk tidak pergi ke sana, nanti bukannya honeymoon sama kamu, malah mengingatkan Mas Indra sama kenangannya dengan Kak Kayla disana".


" Gimana kalau ke Bali saja Dil, atau ke Lombok, disana itu tempatnya bagus banget, banyak pemandangan alam yang indah, pantai dengan pasir putih, dan bersih terawat. Belum lagi banyak turis asing, disana juga asyik kok tempatnya", terang Lita.


" Kamu sudah pernah ke sana Lit?", tanya Dila.


Lita mengangguk, kini Dila semakin antusias mendengarkan sahabatnya untuk bercerita.


" Gimana-gimana coba ceritain sama aku kaya apa disana?".


Lita pun menceritakan seperti apa liburnya di Bali dan di Lombok dulu bersama keluarganya. Lita memang terlahir dari keluarga yang terlanjur kaya, jadi liburan semacam ke Bali atau Lombok sudah menjadi agenda rutin saat masih kecil, karena bahkan kemarin saja kakaknya, Kayla beberapa tahun menetap di luar negeri, tidak tanggung-tanggung di Jerman. Apalah artinya hanya pergi ke Bali atau Lombok.

__ADS_1


Setelah mendengarkan Lita bercerita dan browsing tempat-tempat eksotik dan yang indah di ponselnya. Dila lebih memutuskan untuk ke Lombok.


" Kapan mau berangkat bulan madu nya?, bukankah kamu masih nunggu hasil sidang skripsi Dil?".


Dila menggeleng, " sudah dikabari beberapa hari yang lalu tanggal wisudanya, rencananya mau berangkat honeymoon nya habis aku diwisuda", terang Dila.


" Apa?, kamu mau wisuda tapi nggak kabar-kabar sama aku?, kamu sahabat macam apa sih?, aku kan juga mau datang di hari kamu di wisuda, sebagai seseorang yang penting dalam perjalanan hidupmu!".


Dila terdiam , sebenarnya Dila juga ingin mengundang Lita yang sudah menjadi sahabat dan teman hidup selama di Jogja, Lita begitu banyak membantu Dila, baik secara materi maupun pelajaran. Namun apa yang akan terjadi jika Lita diundang di acara wisudanya, ibu dan ayah Indra pasti tahu siapa Lita, Dila justru khawatir akan jadi ricuh jika harus mempertemukan mereka di acara penting dalam hidupnya.


" Maafkan aku Lit, bukannya aku tidak mau mengundang kamu ke acara wisudaku nanti, hanya saja kamu tahu sendiri keluarganya Mas Indra dan keluarga kamu itu....", Dila bingung harus memilih kata apa untuk meneruskan kalimatnya, karena takut menyinggung perasaan Lita.


Lita menggenggam tangan Dila, " Jadi begitu, ya sudah aku nggak papa nggak kamu undang, sekarang aku mengerti alasan kamu. Seharusnya kamu tetep cerita kalau kamu sudah lulus kuliahnya, jadi aku bisa mengucapkan selamat buat kamu, juga bisa mengirim hampers cantik buat kamu pas wisuda nanti, sebagai teman yang menjadi saksi perjuangan kamu dari awal kuliah sampai kamu lulus, aku juga ingin memberi hadiah buat kamu".


Meski merasa kecewa, tapi Lita paham dengan kegalauan yang Dila rasakan.


" Makasih banget ya Lit kamu memang ngerti banget gimana posisiku, makasih karena sudah memaklumi keadaan yang tidak ku inginkan ini".


Dila dan Lita saling berpelukan. Saat mereka berdua sedang berpelukan, terdengar bunyi bel di pintu apartemen Lita.


" Kamu punya tamu hari Sabtu begini Lit?, siapa?", tanya Dila sambil melepas pelukan mereka.


Lita mengangkat kedua bahunya karena memang tidak janjian dengan siapa-siapa.


" Coba aku lihat dulu, kamu minum dulu nih, biar nggak spaneng, sama aku santai saja, aku nggak baperan kok orangnya", ujar Lita sambil berjalan menuju pintu dan membukanya.


Lita menatap tamu yang datang dengan tatapan kaget, lalu melihat Dila sejenak ke dalam dan kembali menatap tamunya.

__ADS_1


" Siapa tamu Lita?, kok malah dia kelihatan sangat terkejut?", tanya Dila dalam hatinya.


__ADS_2