Kisah Cinta Di Perantauan

Kisah Cinta Di Perantauan
Bab 75


__ADS_3

Selesai makan pizza super besar satu porsi untuk bertiga, hingga perut Dila dan Fatma kekenyangan, begitu juga dengan El yang mengatakan perutnya sudah terisi penuh sesak sampai sulit bergerak.


Awalnya Fatma ingin mengajak mereka berdua untuk jalan-jalan ke mall atau kemana saja untuk refreshing, namun perut yang kekenyangan tidak mendukung mereka untuk jalan-jalan. Akhirnya tujuan berubah, mereka langsung pulang ke rumah untuk bersantai.


Fatma langsung berjalan ke taman samping dan duduk di gazebo, sedangkan Dila memilih merebahkan El yang tertidur di mobil saat pulang tadi. Perut kenyang dan dinginnya AC mobil menjadi perpaduan yang tepat membuat El langsung tidur dengan nyenyak.


" Nggak kebangun El nya?", Fatma yang sedang duduk di gazebo beranjak karena melihat ada tanaman anggrek yang layu. " Sayang banget ini pasti kurang perawatan", gumam Fatma.


" El masih pules Bu", ujar Dila." Dila nggak sempet merawat bunga-bunga itu, maaf", sambung Dila sambil ikut mengekor dibelakang Fatma yang masih melihat-lihat tanaman lainnya.


" Untung cuma satu yang layu, ini harus di cabut dan ganti dengan tunas yang baru, tenang saja Dil, ibu itu jagonya merawat anggrek, kamu lihat kan tanaman anggrek di rumah ibu, cantik-cantik banget".


Dila mengangguk setuju, karena memang semua tanaman yang ada di rumah mertuanya sangat subur dan cantik-cantik.


Fatma kembali duduk di gazebo dan meletakkan vas kosong bekas tempat anggrek yang layu di sampingnya. " Nanti ibu isi dengan tanaman anggrek yang baru, di rumah ibu banyak yang lagi tunas".


Dila kembali mengangguk, ibu mertuanya memang sosok yang sangat baik dan jarang sekali marah, bahkan tidak pernah sekalipun marah kepada Dila. Sungguh berbeda dengan nenek El yang satunya, Dila kembali teringat kejadian di salon tadi, dua jenis nenek yang mempunyai sifat jauh berbeda dan bertolak belakang. Bahkan nenekn yang satunya / maminya Lita bisa tidak mengenal cucunya sendiri, tidak seperti Bu Fatma yang begitu menyayangi El.


" Bu...", Dila ingin menanyakan tentang maminya Lita, namun takut akan menyinggung perasaan ibu mertuanya, sehingga Dila mengurungkan niatnya.


" Kenapa ?", Fatma menoleh dan menatap Dila penuh tanya.


Akhirnya Dila memutuskan untuk menanyakan hal lain yang tidak membuat ibu mertuanya tersinggung.


" Sebenarnya Dila masih penasaran dengan cerita ibu waktu dulu Dila masih jadi pengasuh El, saat itu ibu pernah bercerita kalau perpisahan Mas Indra dan istri pertamanya ada sangkut pautnya dengan kisah masa lalu ibu, kisah apakah itu?, apa Ibu mau menceritakannya pada Dila?".


Dila berusaha menata kalimatnya dengan hati-hati agar tidak salah bicara.


Fatma menatap Dila lekat, " Ibu kira kamu sudah lupa dengan cerita itu, karena sudah berapa tahun yang lalu ibu membahas itu sama kamu, ternyata kamu pendengar yang baik", Fatma mengusap rambut Dila dengan lembut.


" Kisahnya itu sudah lebih dari tiga puluh lima tahun yang lalu, saat itu belum ada Indra, bahkan ibu belum menikah dengan ayahnya Indra. Saat itu ibu masih kuliah, begitu juga dengan Mas Rizal, yang menjadi kating (kakak tingkat) ibu beda fakultas, dulu mas Rizal satu angkatan dengan Mira ibunya Keyla, mantan istri Indra....".

__ADS_1


Dila mendengarkan kisah sang ibu mertua dengan diam tanpa bersuara, mencoba menjadi pendengar yang baik, agar sang ibu mertua merasa nyaman saat bercerita.


***


Flashback on


" Kamu bilang akan menikahiku, meski tanpa restu dari kedua orang tua kita, tapi kenapa..., kenapa kamu malah setuju dengan perjodohan yang orang tuamu lakukan?", Mira masih terus mengekor dibelakang Rizal yang sedang berjalan pulang usai kuliah.


Saat itu Mira dan Rizal adalah sepasang kekasih yang sudah berpacaran cukup lama, mereka saling kenal saat masuk kuliah, karena mereka satu angkatan.


" Jadi janjimu padaku selama ini hanyalah omong kosong, apa kamu tahu aku benar-benar mencintai kamu Zal, aku bahkan rela meninggalkan keluargaku untuk ikut bersama kamu", Mira masih terus mengekor tak mau menyerah, padahal di kampus saat itu banyak sekali mahasiswa yang menatap ke arah mereka.


Namun Rizal masih tetap diam tak meladeni ucapan dan protes yang sedang Mira lakukan. Rizal memang menyukai Mira, tapi itu awal mereka berkenalan, karena Mira terus mengejar-ngejar Rizal tak pantang menyerah. Mira adalah putri seorang pedagang yang sukses pada masanya, usaha orang tuanya meng ekspor rempah-rempah ke luar negeri.


Dulu Rizal sudah pernah berusaha melamar Mira kepada kedua orangtuanya, namun Rizal yang hanya seorang mahasiswa tingkat akhir, dan seorang anak petani biasa, langsung ditolak mentah-mentah oleh kedua orang tua Mira, bahkan Rizal mendapat hinaan yang cukup menyakiti hatinya sebagai seorang laki-laki.


Bagi Rizal perempuan bukan cuma satu, dan sebagai laki-laki harga dirinya lebih penting dari apapun.


Mira begitu marah karena Rizal tetap menikahi Fatma, dan saat pernikahan Rizal dan Fatma, Mira sengaja di kurung oleh kedua orang tuanya di kamarnya. Rencana Mira untuk menggagalkan dan mengacaukan acara pernikahan Rizal justru gagal total.


Sembilan bulan setelah Rizal menikah, Mira juga menikah dengan pria kaya yang dijodohkan oleh orang tua Mira, jaman dulu perjodohan menjadi hal yang wajar dikalangan anak-anak orang terpandang. Mira yang sudah tidak ada harapan karena mengetahui istri Rizal sedang hamil, akhirnya menerima perjodohan yang diatur kedua orang tuanya.


Mira hamil 3 bulan saat Fatma melahirkan Indra, entah sekenario apa yang Tuhan tulis, anak Rizal dan anak Mira seumuran, mereka SMA dan kuliah di kampus yang sama. Dan seperti sebuah kutukan, anak-anak mereka saling jatuh cinta.


Tidak ada masalah di hubungan asmara mereka berdua, hingga tiba saat mereka saling berkenalan dengan keluarga pasangan mereka, rasa benci dan dendam yang dulu sudah terkubur kembali tumbuh di hati Mira.


Mira menyetujui pernikahan putrinya dengan putra Rizal, namun tujuannya adalah untuk menyakiti hati Rizal dan seluruh keluarganya.


Saat mereka dalam fase bahagia-bahagianya, tepatnya saat Keyla melahirkan cucu pertama mereka. Mira menyuruh ART yang sengaja dipekerjakan di rumah anaknya untuk menggoda suami anaknya sendiri, Namun sayangnya tidak mempan karena menantunya yang bernama Indra benar-benar mencintai Kayla putrinya.


Hingga dia membuat jebakan menyuruh ART suruhannya pura-pura terpeleset saat Indra berada di sekitarnya, agar Indra lah yang menolong ART itu. Tak lama setelah kejadian terpeleset itu ART itu hamil, dan Indra lah yang dituduh menghamilinya.

__ADS_1


Flashback off


***


" Cerita selanjut tentu kamu sudah mendengarnya kan Dil, Kayla pulang ke rumah orang tuanya, disana pikirannya terus di cuci dan di racuni oleh mami nya, sampai tak bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah. Sebenarnya ibu dulu sudah menyayangi Kayla, tapi Kayla itu seperti boneka yang begitu patuh dengan mami nya".


" Bahkan sampai tega meninggalkan darah dagingnya sendiri yang masih bayi, dan sekalipun tidak pernah datang ataupun menanyakan kabar El putra kandungnya, ibu macam apa yang tidak peduli dengan anaknya sendiri".


Fatma yang sejak tadi bercerita sambil menerawang dengan tatapan kosong, kini nampak sedih dan emosi saat mengingat betapa Indra putranya... begitu depresi saat Kayla meninggalkannya dulu.


" Tak ada kabar apapun tentang Kayla, Indra sempat memohon dan datang kerumah mertuanya, karena kasihan pada El yang masih bayi, El sangat membutuhkan ibunya, namun jawaban dari mertuanya mengatakan jika Kayla sudah berada di luar negeri, dan sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan".


Saat itu Indra hancur, sangat hancur, begitu juga dengan ibu dan ayahnya. Sungguh Mira begitu kejam, pembalasannya berhasil seratus persen.


" Namun ibu berusaha mencari jalan keluar, ibu yang membantu merawat El sejak bayi, karena itu juga yang di sarankan oleh Mas Rizal, saat itu Indra begitu labil, untuk mengurus dirinya sendiri saja dia tidak becus".


" Namun seiring berjalannya waktu Indra mulai bisa menerima keadaan, dia kembali bisa bekerja dan semakin gila kerja untuk menyibukkan dirinya agar tidak terus memikirkan Kayla. Dan sejak saat itu Indra menjadi laki-laki yang dingin pada semua wanita".


Fatma ingat dirinya sudah beberapa kali mencoba mengenalkan Indra dengan putri dari teman-temannya, namun tidak ada yang berhasil menarik perhatian Indra. Tentu saja Fatma tidak menceritakan hal itu pada Dila, khawatir Dila jadi sedih dan tidak enak hati.


" Tapi pada suatu malam Indra menelepon ibu dan mengatakan jika dirinya sudah melakukan kesalahan fatal terhadapmu, tentu saja Ibu sedih dan kecewa dengan perbuatannya, tapi pada waktu yang bersamaan ibu merasa bahagia, karena ternyata putra ibu masih normal, semua berkat kamu Dil".


Fatma menggenggam tangan Dila, " Karena itulah ibu meminta maaf, sekaligus mengucapkan terimakasih sama kamu, berkat kamu, cucu dan juga putra ibu kembali bisa bahagia seperti sekarang ini. Ibu berhutang banyak sama kamu Dil", air mata Fatma menetes begitu saja dari pelupuk matanya.


" Ibu tidak perlu berterimakasih sama Dila, itu terlalu berlebihan, karena sebenarnya Dila tidak melakukan apapun, El dan Mas Indra sendiri yang berusaha untuk bisa kembali bahagia", ucap Dila merendah.


" Tidak Dil, mereka seperti sekarang semenjak kehadiranmu di rumah ini, ibu yakin itu".


Fatma dan Dila saling berpelukan.


Tanpa kedua wanita itu sadari sejak beberapa waktu yang lalu Indra berdiri dan menyaksikan keharuan antara ibu dan istrinya yang terjadi di taman samping rumah.

__ADS_1


__ADS_2