Life Is Love

Life Is Love
Awal


__ADS_3

*****


sinar mentari sudah menampakan diri, ada seseorang yang masih enggan membuka matanya, yah. dia Fian mustafa kamal seseorang yang sukses meski usia nya baru 19 tahun, karena kecerdasan nya usia 19 tahun sudah lulusan S2 dan memimpin perusahaan nya yang bernama MK Corp ( Mustafa kamal)


perlahan Fian mulai membuka matanya mengerjapkan matanya dan sesekali mengucek matanya,


" hoaamm " Fian masih menguap sebenarnya dia enggan untuk bangun tapi karena ada meeting jadi dia harus bangun pagi, dia memiliki sahabat sekaligus asisten Akmal Buana, Akmal sahabat sekaligus saudara bagi Fian,


sedari kecil mereka bersahabat, sebenarnya Akmal punya perusahaan sendiri hanya saja dia lebih nyaman menjadi asisten Fian, kadang kadang ada hal usil Akmal pada Fian yang kadang bikin Fian tersenyum, eits senyum nya hanya pada orang terdekat yc Fian nya.


tap, tap, tap bunyi sepatu menuruni tangga


di bawah sudah ada yabg menunggu Fian untuk sarapan. ya.. papah dan mamah Fian erwin kamal dan rasty kamal, mereka meskipun paruh baya tapi tetap terlihat tampan dan cantik dan tak lupa juga Akmal,


" selamat pagi pah, mah " ucap Fian kepada orang tuanya, tak lupa Fian mencium pipi ibu nya,


" ck, Fian kau ini sudah besar masih saja manja pada ibumu " ucap sang papah yang terlihat kesal


" apaan sih pah, pagi pagi udah ngedumel papah cemburu " ucap Rasty sang mamah


" ish papah udah tua juga masih cemburu sama anak nya " ucap Fian yang mulai mengambil sarapan nya, sedangkan Akmal hanya tersenyum melihat mereka yang tiap pagi selalu berdebat,


Akmal sudah menganggap ke dua orang tua Fian orang tuanya sendiri dan dia juga memanggil otang tua Fian dengan sebutan papah dan mamah,


" Akmal pagi ini Meeting dengan perusahaan mana " ucap Fian sambil mengunyah makanan nya


" oh iya Boss,pagi ini kita ada meeting dari perusahaan XXX " ucap Akmal


" membahas tentang apa " tanya Fian kembali,


" Hotel yang ada di kota XXX Boss " ucap Akmal kembali dirumah Akmal memanggil Boss dan di kantor menyebut Fian pak, sedangkan kalau lagi diluaran santai memanggil dengan nama atau lain nya.


" jam berapa meeting nya " Fian yang sudah menghabiskan sarapan nya dan tak lupa meminum jus nya


" 1 jam lagi pkl 08:00 " ucap Akmal yang mulai siap beranjak dari kursinya


" oya meeting nya jangan sampai telat, mereka perusahaan yang pebtung untuk kemajuan kita juga " ucap erwin sang papah

__ADS_1


" ya sudah kita berangkat, pah, mah Fian berangkat dulu assalamualaikum " ucap Fian yang tak lupa sebelum berangkat mencium tangan ke dua orang tuanya dan kecupan pipi untuk sang mamah, Akmal hanya mencium tangan mereka saja


sedangkan sang papah merasa kesal terhadap Fian yang selalu mencium pipi sang ibu,


" biasa aja kali itu muka " Fian yang langsung lari keluar menuju pintu, sedangkan sang mamah hanya geleng geleng kepala.


" pah pagi ini mamah ada acara arisan, jadi siang ini mamah tidak bisa kekantor papah " ucap Rasty seperti biasa jika siang Rasty selalu menyempatkan diri datang ke kantor sang suami, karena suami selalu overprotektif


" ck, ya sudah lah untuk kali ini mamah gak datang, tspi lain kali harus " ucap sang suami


" hadeh udah tua juga masih overprotektif " ucap sang istri


" oya pagi ini juga papah ada meeting jadi papah akan segera berangkat " ucap sang suami


" hmm hati-hati dijalan pah bilang pada asisten Han jangan ngebut " ucap sang istri yang selalu mewanti wanti


" kau dengarkan asisten Han " ucap Erwin pada sekretaris Han, sekretaris Han tersenyum dan menganggukan kepalanya kepada istri sang Boss


" papah berangkat, sekretaris Han tutup matamu " ucap Erwin kepada sekretaris Han, dan karena sekretaris Han faham bukan menutup mata tapi langsung keluar


" Cup,Cup,Cup " Erwin mencium kening, pipi dan bibir sang istri,


" udah tua juga gak apa-apa kan mah romantis, tidak kalah dengan anak muda " ucap Erwin seraya berjalan menuju keluar


Rasty tersenyum melihat suami nya yang selalu romantis dimanapun dan kapanpun.


Rasty mengikuti sang Suami keluar dan tak lupa mencium tangan sang suami, dan setelah itu Erwin mengecup kembali tangan Rasty. Erwin pun masuk kemobil nya dan tak lupa melambaikan tangan pada sang istri tercinta.


dan seraya mengucapkan salam " assalamualaikum istri tercinta "


" wa'alaikumsalam, duami ku yang tercints " ucap Rasty sambil tersenyum dan Rasty masih menatap kepergian sang suami dan perlahan mulai menghilang dari pandangan, Rasty pun masuk


" asisten Jo, bibi mei hari ini aku ada arisan jadi pulang nya sore " Rasty yang berbicara pada asisten Jo dan bibi Mei sang ART ,asisten Jo dipercaya untuk mengatur keperluan di rumah sekaligus supir pribadi Rasty.


" baik nyonya, saya akan menyiapkan mobil nya " ucap asisten Jo


" hmm " Rasty mengangguk dan menuju lantai 2 di rumah nya, Bibi mei hanya tersenyum, Bibi mei bahagia bisa mengabdi di keluarga Kamal yang begitu baik terhadap semuanya, keluarga Kamal tak pernah membedakan siapapun bagi mereka. siapapun itu mereka sama saja tidak ada yang membedakan.

__ADS_1


tiba dikantor perusahaan yang menjulang tinggi, keluarlah dari mobil nya sang CEO tampan dengan asisten nya yang tak kalah tampan juga, butuh waktu 30 menit mereka sampai dari tumah menuju kantor


saat memasuki kantor tak lupa sang security menyapa sang pemimpin nya, saat masuk lobi kariawan selalu menyapa sang pemipin perusahaan, sedang kan yang disapa hanya mengagguksn kepalanya, setidak nya itu cukup bagi Fian.


meskipun tidak dengan kata-kata ,Fian dan Akmal menuju lantai paling tinggi ruangan sang CEO, saat sesampainya di ruangan sang sekretaris, sekretaris yang bernama Ririn Lestari tak lupa menyapa


" selamat pagi pak Fian dan pak Akmal " sapa sang sekretaris, dan Akmal asisten sekaligus wakil direktur


" pagi juga Ririn, oya pagi ini ada meeting apa semua sudah dipersiapkan " ucap. Akmal, sedangkan Fian sudah masuk keruangan nya


" sudah 100% siap pak " ucap sang sekretaris


Ririn sudah 5 tahun bekerja di perusahaan MK corp, jadi dialah yang mengatur segalanya pasti nya di bantu juga oleh Akmal,


" sebentar lagi meeting akan dimulai pak, apa kita ajan segera menuju keruang meeting saja langsung " ucap sang sekretaris Ririn yang lembut dalam menyampaikan kata


" baiklah kita akan menuju keruangan meeting, saya akan pergi dulu keruangan, dan kamu panggil pak Fian " ucap Akmal yang berlalu pergi keruangan nya.


tok


tok


tok


" masuk " ucap yang didalam ruangan


" permisi pak, meeting akan segera di mulai kita harus bersiap-siap segera " ucap Ririn


" hmm baiklah, apakah semua sudah dipersiapkan " ucap Fian


" insyaAllah sudah 100% pak " ucap Ririn


" baiklah kau tunggu diluar, jangan lupa beritahu pada Akmal " ucap Fian yang mempersiilahkan Ririn menunggu diluar,


" baik permisi pak " ucap Ririn yang sopan dan lembut, Fian mengangguk. Ririn mulai menutup pintu nya.


*****

__ADS_1


salam sayang dan cinta dari othor ❤️❤️


__ADS_2