Life Is Love

Life Is Love
Fian Menggoda Resta


__ADS_3

**********


Resta membelalakan matanya saat tiba-tiba Fian mengecup bahu nya yang sudah menggoda iman Fian sedari tadi. Resta malah diam mematung.


" astagfirullah haladzim " beo Resta yang begitu kaget, bahkan terlihat muka Resta memerah dan degup jantung nya seperti DJ saja.


sedangkan Fian tersenyum sambil menaik turunkan alisnya. menatap Resta lekat bahkan Fian begitu bahagia bisa menggida Resta istrinya.


" eh.. i-itu.. " ucap Resta gagap.


" eh, itu apa dek! " pancing Fian yang kini masih menatap lekat Resta, yang di tatap jadi salah tingkah.


" tatap kedepan cermin " reflek Resta langsung menatap cermin Deg, Fian langsung memeluknya dari belakang dengan erat sambil menaruh dagunya di bahu Resta yang terbuka.


Resta masih memegang bagian depan gaun nya yang takut melorot.


" kakak sangat bersyukur kini adek udah menjadi milik kakak " Resta merinding saat Fian berbicara mengenai tengkuk leher nya.


" tahan Resta, tahan " batin Resta, kaki Resta begitu lemas saat tatapan nya bertemu dengan Fian.


" hmm.. kak! " panggil Resta.


" apa! " jawab Fiab santai nya tanpa dosa.


" Resta.. eh itu! " Fian tersenyum dan membalik Resta berhadapan dengan nya, kini Fian begitu puas bisa menatap wajah Resta tanpa takut lagi. Resta malah menunduk bahkan jantung Resta masih berdegup kencang.


Fian mengangkat dagu Resta agar Resta menatap nya, kini bertemulah tatapan mata mereka. Fian. menatap Resta begitu intens nya.


tangan nya mulai menyentuh pipi Resta menulusuri kulit pipi Resta yang begitu halus dan lembut. Fian begitu bahagia.


kini kedua tangan Fian memangkup wajah Resta dipandangi nya tanpa puas, perlahan Fian mendekat kan bibirnya ke kening Resta dan satu kecupan berhasil mendarat, Resta begitu gugup dan gemetar.


dan kini beralih kedua kelopak mata Resta, hidung, kedua pipi Resta. dagu dan perlahan bibir Fian dan Resta menempel awalnya Resta memejamkan matanya tapi saat Fian menempel kan bibirnya di bibir Resta mata Resta terbika lebar membulat karena kaget.


Fian mulai mengecupi bibir Resta dan menghisa* bibr Resta, kaki Resta sudah begitu lemas Fian menyangga pinggang Resta dan menangkup tengkuk Resta agar bisa memperdalam ciuman nya.


Resta diam mematung dan tiba-tiba Resta memukul dada Fian " emmm.. " Fian langsung melepaskan bibir Resta.


" hah.. hah " Resta langsung mengambil nafas " ka Fian mau ngebunuh Resta ya " kesal Resta. Fian tersenyum dan mengusap bibir Resta.


" maaf dek, kakak khilaf " ucap Fian yang begitu santainya.


" ih minggir kak, Resta mau mandi dulu gerah ini " Resta mendorong dada Fian, dan setelah Fian mundur Resta langsung lari ke kamar mandi.


" yaa Allah ciuman pertamaku " ucap Resta yang masih terdengar Fian, Fian tergelak melihat Resta begitu malu bahkan mukanya sampai memerah.


" alhamdulillah jadi kakak yang pertama ding yang mendapatkan ciuman pertama adek " ucap Fian bangga.


" ih ka udah deh gak usah di bahas " ketus Resta di dalam kamar mandi.


" adek nya ngegemesin deh, bibir adek juga manis loh "


" emang bibir Resta gula di bilang manis " beo Resta.


" gula di campur madu hahahaha " Fian malah tergelak sedangkan Resta jangan ditanya dongkol nya.


" jangan lama lama dek kita belum makan loh "

__ADS_1


" emang kakak belum makan ya! " tanya Resta.


" belum, kakak malah udah gak tahan ini " ucap Fian ambigu.


" gak tahan " gumam Resta " tungguin Resta mandi bentar kak " teriak Resta di kamar mandi.


tak lama akhirnya pintu kamar mandi terbuka, Resta mrnggunakan piama juga dan itu terlihat makin imut di mata Fian. Fian menatap Resta tanpa berkedip.


" yuk katanya kakak mau makan dan udah gak tahan " ajak Resta yang kini berdiri di depan Fian. Fian tersenyum dan kini berdiri melangkah mendekati Resta. Resta gugup kembali.


" iya kakak udah gak tahan mau makan " ucap Fian terdengar serak.


" ya udah Resta ambilin aja, kayanya kakak kecapean suara kaka sedikit serak " Fian malah ingin tertawa mendengar ceketukan Resta.


" ih polos nya istri kakak " Resta masih bingung dengan ucapan Fian.


" hmm kakak mau makan apa! nanti Resta ambilin " Fian menggeleng yang kini masih menempel memeluk Resta dari belakang menyembunyikan wajah nya di leher Resta. Resta merasa geli.


" aduh ka geli " ucap Resta sedangkan Fian malah mengeratkan pelukan nya dan sekali lagi menggoda Resta dan mengecup leher Resta, hampir saja Resta terjatuh kalau Fian tak menahan tubuh nya.


kaki Resta seperti tak bertulang begitu lemas bahkan gemetar.


" kakak gak mau apa apa " ucap Fian lembut.


" eh tadi katanya kakak gak tahan mau makan " Fian begitu manja nya sambil mengangguk.


" ya udah, Resta mau kebawah nhambilin kakak makan, jadi kakak bisa lepasin Resta dulu "


Fian melepaskan pelukan nya, saat Resta akan jalan tiba-tiba Fian menahan tangan nya, dan menariknya kedalam pekukan nya.


" aaah " Resta kaget dan berteriak brugh


" jangan lagi, please jangan lagi " ucap Resta dalam hatinya.


" kakak memang gak tahan jika dekat dengan adek " ucap Fian lembut yang nafas nya mengenai kulit wajah Resta.


" gak tahan " beo Resta yang masih memejamkan matanya, Resta masih benar-benar bingung tak mengerti ucapan Fian.


" ya udah kalau gitu lepasin dulu " kini Resta sudah membuka matanya, Fian menggeleng.


" aah imut nya suamiku " menolog Resta dalam hatinya.


" ih gimana sih katanya kakak tadi gak tahan karena lapar kan mau makan " dan Fian mengangguk lagi seperti anak kecil.


kini Resta menangkup wajah Fian karena tak tahan melihat wajah Fian yang terlihat imut.


" kalau begitu Resta ambilin kakak makan Resta takut nanti kakak sakit " ucap Resta lembut, Fian melepaskan Resta dan Resta melangkah mundur.


" kakak mau makan apa " tanya Resta lagi nyah udah berapa kali Resta menanyakan nya. Fian hanya menatap Resta yang Resta sulit mengartikan tatapan Fian.


" ya udah Resta keluar dulu mau ngambilin kakak makan " saat Resta berbalik kembali Fian mencekal tangan Resta. Resta kembalu membalikan tubuhnya Fian berjalan menghampiri Resta kini muka Fian berada di telinga Resta.


" adek mau tau kakak mau makan apa " tanya Fian berbisik bulu kuduk Resta kembali merinding. Resta mengangguk begitu polos.


" kakak mau makan adek " ucap Fian ambigu Resta masih diam mematung dan kini tersadar Resta memundurkan langkah, Fian senyum senyum kearah Resta.


" astagfirullah kakak mau makan Resta " Resta menutup mulut nya, dengan muka polos nya Fian mengangguk.

__ADS_1


" yaa Allah kak, Resta jadi takut ko kakak kaya kanibal sih iih " Resta merinding Fian seketika tergelak.


" yaa Allah polos nya istriku " ucap Fisn dalam hati sambil tertawa.


" ya udah ini udah malam kita tidur aja " ajak Fian yang kasian sedari tadi mengerjai istri kecil dan polos nya.


" katanya kakak mau makan gimana sih " Fian yang bersiap akan merebahkan tubuh nya kembali duduk memicingkan matanya.


" emang adek udah siap " tanya Fian Resta hanya bengong.


" Resta gak ngerti maksud ka Fian apa! " ucap Resta yang kini mulai menaiki ranjang nya. Fian menarik tangan Resta agar lebih dekat.


" yang kakak maksud makan adek ya itu First night " blush muka Resta kembali memerah dan Fian terkekeh.


" emang udah siap " pancing Fian lagi, Resta menggeleng.


" hmm Resta masih belum siap, maafkan Resta ya kak " ucap Resta lirih dan menyesal.


" iya gpp kakak siap ko menunggu hm " ucap Fian, Resta tersenyum.


" lagian kan Resta juga malam ini lagi palang merah " ucap Resta polos, Fisn. memepuk jidat nya.


" yaa Allah kakak lupa " Resta tergelak Fian tersenyum.


" *semoga tawamu ini selalu menghiasi wajah cantikmu, kakak gak tahan jika kamu selalu menangis maafkan kakak karena kesalahan kakak kemarin, kakak begitu bodoh nya hampir melepas kan mu, saat kakak melihat wajah kesakitan mu karena menahan sakitnya leukemia kakak merasa hidup kakak tak berarti "


" apa lagi tiap hari kamu melewatinya dengan penuh kesakitan, disaat kamu membutuhkan dukungan tapi orang-orang membencimu, hanya Neta dan Fathan yang setiap hari melihatmu kesakitan, jika itu kakak mungkin kakak tidak akan tahan melihat kamu merintih "


" jarum jarum yang menusuk kulit lembut mu dan alat alat yang menancap di tubuh lemah mu saat itu kakak sudah tidak tahan, ingin rasanya kakak yang menggantikan posisimu kali ini insyaAllah kakak janji akan membuatmu tersenyum dan tertawa I Love You my wife Resta Risella Dinata* " ucap Fian dalam hatinya.


tanpa Fian sadari Resta sudah merenahkan tubuh lelahnya.


" kak " panggil Resta yang kini menyadarkan Fian.


" ah iya " ucap Fian Resta menepuk kasur sebelahnya.


" kakak kenapa malah ngelamun natap Resta gitu sedari tadi " Fian mulai merebahkan tubuhnya.


" ma'af " ucap Fian.


" kakak terlihat sedih maafin Resta yang belum bisa memenuhi kewajiban Resta sebagai seorang istri " Resta membakikan tubuhnya menyamping menghadap Fian.


" aish kakak gak masalah ko, jadi adek jangan merasa bersalah " Fian menarik tubuh Resta agar lebih dekat.


kini Resta sudah berada di dekapan Fian, Resta memeluk Fian " hangat " ucap Resta Fian tersenyum.


" untuk pertama kali Resta tidur dengan seorang lelaki " ucap Resta yang memejamkan matanta menghirup wangi tubuh Fian.


" kakak juga sama pertama kali tidur berdekatan dengan seorang gadis " Fian mengecup ubun ubun Resta sambil meresapi.


Resta mulai mendekap tubuh Fian Erat Fian pun sama mendekap tubuh Resta erat seperti tak ingin melepaskan nya lagi.


" selamat malam hubby " ucap Resta lembut.


" selamat malam baby " balas Fian mereka tersenyum bahagia yang masih saling mendekap tubuh nya masing-masing.


__ADS_1


wajah Fian dan Resta berdekatan mereka memejamkan mata " I Love you Resta Risella Dinata "


" I Love You too Fian Mustafa Kamal " Fian kembali mengeratkan pelukan nya pada Resta, tangan Resta di taruh di dada Fian kini mereka memulai memejamkan mata sambil tersenyum.


__ADS_2