
******
assalamualaikum othor baru up lagi nih,, akhir akhir othor sibuk banget, maaf ya sudah menunggu up nya.. 🙏🙏😊😊
********
hari menjelang siang Resta dan Neta bernuat ingin menemui Fian dan Akmal di kantornya...
" mah Resta dan Neta mau ketemu ka Fian dan Akmal boleh " tanya Resta memastikan, berharap Rasty memberikan nya izin.
" haih mamah padahal masih kangen ini, ya udah lah mungkin Neta sama Resta udah kangen sama pujaan hatinya " blush muka Resta dan Neta sudah merona malu.
sedangkan Rasty tersenyum karena berhasil menggoda calon mantunya tersebut, bibi Mei dan paman Jo ikut tersenyum, karena sedari tadi mereka selalu di samping Resta dan Neta.
" mau bawa bekal atau makan diluar " tanya Rasty.
" hmm kita bawa bekal buatan mamah aja deh " ucap Neta.
" eh kalau begitu Bibi Mei siapkan ya Nona " timpal Bibi Mei.
" eh gak perlu repot repot Bibi Mei biar Resta dan Neta yang nyiapin nya " tolak Resta, Rasty mengangguk tanda setuju pada Bibi Mei.
" biarkan mereka melakukan nya Bibi Mei kan mereka lagi belajar buat menjadi istri idaman " goda Rasty pada Resta dan Neta, berhasil sekali lagi mereka tersipu malu di buatnya.
" ya udah nanti paman Jo yang mengantar kalian ya ke kantor nya " tawar Rasty.
" siap kapten " ucap Resta dan Neta sambil memberi hormat, terdengar gelak tawa di dalam rumah eh bukan rumah tapi mansion karena trlihat mewah dan luas.
Resta dan Neta fokus dengan persiapan nya. dan di bantu oleh Bibi Mei sedangkan Rasty hanya memperhatikan mereka sesekali Rasty menggoda mereka.
" alhamdulillah selesai " ucap Resta.
" punya ku juga selesai " ucap Neta juga.
" mah kalau gitu Resta pamit dulu ya "
" Nets juga, ish mamah jangan cemberut dong nanti keriput lagi " goda Neta
" nanti insyaAllah deh kita jalan jalan keliling kota S gimana " bujuk Resta yang sedari tadi Rasty manyun, Resta dan Neta tau mamah Rasty masih kangen kangen nya pada mereka.
seketika Rasty tersenyum saat mendengar ajakan mereka.
" hadeh Nyonya besar udah ke anak kecil " gumam Bibi Mei dan itupun terdengar oleh Jo.
" iya Nyonya kaya anak kecil yang mau di ajak main ke taman main aja " timpal Jo mereka hanya mengangguk ngangguksn kepala saja.
" ya udah deh buruan pergi nanti kasih kejutan buat Fian dan Akmal pasti mereka bahagia banget " heboh Rasty, yang tak sabar melihat anak-anak nya bahagia ketemu sang pujaan hati, karena Rasty tau mereka merindukan nya.
" ya udah mah Resta pamit " Resta mencium tangan dan pipi Rasty sama hal nya dengan Neta.
" assalamualaikum mah " ucapan salam Resta dan Neta.
__ADS_1
" wa'alaikumsalam hati hati sayang di jalan nya, dan Jo awas kalau kamu bawa mobil nya ngebut " ancam Rasty glek Jo yang dapat ultimatum hanya menelan slivanya.
mereka memasuki mobil dan mulai meninggalkan kediaman Kamal, Resta dan Neta tak henti hentinya tersenyum bahkan ada saja celotehan mereka yang membuat paman Jo terus tersenyum.
" Nona sudah sampai " ucap Jo tidak butuh waktu lama menuju perusahaan Kamal Corp cukup menempuh 30 menitan.
" ah iya alhamdulillah sampai yuk Neta turun " ajak Resta.
" ok " mereka pun turun mereka terpaku melihat perusahaan Kamal Corp.
" gila calon laki kita sekaya inikah " ucap Neta sambil memandangi gedung yang menjulang tinggi.
" hooh gak nyangka juga ya Neng " timpal Resta yang kagum juga.
" eh Nona kenapa masih disini " Jo kaget ternyata Nona mudanya belum beranjak pergi.
" eh paman Resta ko jadi hilang pede nya ini "
" iya Neta juga, jadi ciut gini nanti dikira kita ini masih anak ABG yang nyari om om kan ya "
Jo tersenyum mendengan celetukan mereka, memang benar apa yang dikatakan Nona muda nya, mereka memang terlihat imut bahkan mungkin orang menyangka mereka masih SMA padahal baru juga lulus.
" Nona ingat jangan menundukan wajah dan pandangan Nona percaya saja "
" tapi paman Resta belum pernah pergi ketempat tempat seperti ini "
" Neta juga sama paling pergi pun cuma ka mall caffe dll " Jo tersenyum memang calon Nona muda dari keluarga Kamal berbeda, karena Jo sudah mrngetahui banyak tentang Resta dan Neta.
" eh gak perlu biar Resta dan Neta aja yang pergi paman tunggu di sini saja " Resta menyela ajakan Jo.
" iya paman serahkan pada kita kita hehehe " ucap Neta.
" yuk ah " ajak Resta " bissmillah " ucap mereka bersamaan sambil melangkah menuju pintu perusahaan.
mereka samlai di lobi dan Resta bertanya pada Receptionis.
" hmm ka permisi " ucap Resta .
" eh iya " mereka menoleh ke arah Resta dan Neta, dan mereka berdua memperhatikan Resta dan Neta dari atas sampai bawah. mereka yang bekerja sebagai Receptionis tersenyum ramah pada Resta dan Neta.
" adek ada keperluan apa " tanya nya.
" tuh kan " ucap mereka dalam hati.
" hmm begini ka kita mau tanya ruangan Ceo nya dimana " tanya Neta. 2 orang Receptionist masih berfikir bahkan begitu lekat menatap mereka, yang di tatap merasa risih.
" ada keperluan apa " tanya meraka lagi.
" hmm ini saya bawa bekal untuk makan siang " ucap Resta sambil menunjukan bekal nya, sang Receptionist mengira mereka orang suruhan dari sebuah restaurant.
" oh kalau begitu adek adek bisa tungu di ruangan lobi dulu nanti kk kasih tau adek adek lagi bagaimana " Resta dan Neta bertatapan kembali, dan akhirnya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Resta dan Neta duduk di ruangan lobi yang telah di sediakan. saat itu Neta pamit mau ke toilet, Resta masih melihat orang-orang yang berlalu lalang tiba-tiba ada salah 1 karyawan memandang sinis Resta.
" siapa dia " tanya nya.
" oh dia mau mengantarkan makanan buat Ceo " ucap sang Receptionist
" cih dasar bocah, mereka fikir bisa merayu CEO kita " ucapnya sinis sambil menatap Resta, Resta hanya cuek tak peduli.
" eh kamu mau ngapain " tanya si Receptionist mencegah karyawan tersebut.
" apa? ya mau memperingatkan tuh orang lah "
" udah deh Anita kamu jangan macam macam " timpal salah satu Receptionist lagi, mereka tau Anita punya rasa terhadap Ceo nya. Anita bekerja di bagian HRD jadi banyak yang dia tolak jika ada yang melamar kerja jika calon karyawan nya lebih cantik dan menarik darinya.
" eh bocah " tegur Anita, Resta menengok kanan kiri.
" lah yang aku panggil itu kamu " tunjuk Anita pada Resta.
" saya " tunjuk Resta pada dirinya sendiri.
" iya siapa lagi kalau bukan kamu, emang ada yang lain di sini " sinis Anita pada Resta.
" ma'af ka saya bukan bocah " ucap Resta. Anita menatap lekat Resta dilihat dari manapun memang terlihat masih bocah. karena muka Resta yang terbilang imut seperti masih anak-anak SMP atau SMA lah.
" kamu mau ngapain kesini " tanya Anita yang tak suka.
" oh saya mau kasih ini " Resta menunjukan bekal nya.
" oh kamu dari Restaurant mana " tanya Anita kembali.
" Restaurant " ucap Resta bingung.
" iya kamu catering dari sebuah Restaurant kan yang dikirim kesini "
" bu- " belum sempat Resta ngomong udah di sela lagi sama Anita.
" kamu mau jadi sugar baby dari salah satu karyawan disini iya kan " tanya nya sedikit bernada tinggi orang-orang seketika menatap kearah mereka.
" apa maksud anda Nona " Resta mulai kesal dengan tuduhan Anita.
" cih sudah kuduga kamu itu siapa " sinis Anita kembali.
Resta memperhatikan name tag yang ada di bagian dada kanan nya " Anita " gumam Resta.
" kenapa kamu memperhatikan saya seperti itu "
" ck ma'af Nona sebelum anda menilai seseorang anda harus nya berkaca dulu, anda menuduh saya bahkan kita juga tak saling mengenal " ucap Resta tegas.
" maksud kamu apa? " bentak nya tak terima dengan ucapan Resta.
" mengenal diri sendiri jauh lebih sukar dari pada ingin mengenal orang lain, sebab itu kenalilah diri sendiri sebelum ingin mengenal pribadi orang lain " sindir Resta bahkan banyak yang kagum akan keberanian Resta. selain mengagumi keberanian nya mereka juga kagum dengan kecantikan Resta.
__ADS_1
" dasar bocah ingusan, tau apa kamu tentang saya " ucap Anita yang lantang bahkan sedikit menggema, Resta tak habis fikir bakalan bertemu orang seperti ini niatnya hanya ingin bertemu Fian yang selama ini dia rindukan.