
******
" eh tan Resta mau mandi dulu bau ini jangan peluk peluk terus " ucap Resta
" ah kata siapa, anak gadis tetap wangi ko " ucap Rasty yang bahagia
" Resta mau mandi dulu siap siap mau pergi pkl 09:00 pagi Resta udah janji sama Ameneta " ucap Resta
" hmm ya udah siap siap gih nanti Neta nungguin lagi " ucap Helen
" ok mih, tan Resta ke kamar dulu " Resta mulai pergi menuju kamar nya untuk bersiap siap
Rasty masuh tetap dengan senyum nya yang terus mengembang, Helen selalu memperhatikan Rasty
" cantik kaya bidadari " ucap Rasty
" udah jangan diliatin terus nanti juga bakalan jadi mantu " ucap Helen yang melihat kelakuan Rasty
" hehehe gak sabar pengen bawa dia " kata Rasty
" Resta dan Fian aja belim kita ketemuin kita gak tau gimana reaksi mereka " ucap Helen memastikan
" semoga mereka saling menyukai ah gak sabar melihat mereka bertemu nanti " ucap Rasty yang senyum senyum membayangkan Resta dan Fian bertemu
terdengan suara langkah menuruni anak tangga yang terliha buru-buru
" eh hati hati " Rasty khawatir saat Resta hampir terjatuh
" kebiasaan itu anak " kesal Helen
" hehehe maaf mih kesandung tadi " Rsdta yang cengengesan
" perginya mau naik apa " tanya Helen
" naik taxi aja mih " jawab Resta
" ya udah Resta berangkat dulu " Resta mencium tangan Helen dan pupi nya, dan Rasty juga mendapat kan hal yang sama, Rasty tersenyum saat Resta mencium pipi nya
" dah mih dan tan, eh lupa dadah bik Aminah dan mang Diki, assalamualaikum " ucap Resta dan menuju pintu keluar
" wa'alaikumsalam " ucap mereka berbarengan
" ih Neng Resta mamang jadi malu " ucap mang Diki
" heleh pake malu segala biasanya malu maluin " kesal bik Aminah
sedangkan Rasty dan Helen tertawa melihat kelakuan absurd asisten rumah tangga nya..
*****
sesampainya Resta di rumah Ameneta ternyata Neta sudah menunggu Resta,
" eh udah dari tadi Neng nunggunya " goda Resta yang melihat Neta cemberut
" dih tuh muka ke kanebo kering " Resta yang masih menggoda Neta
" bodo ah, janji jam berapa darang jam berapa ngeselin " Neta yang tambah kesal
" iya sorry sorry, tadi aku bangun kesiangan dan juga dirumah ada tamu mamih jadi tadi ngobrol ngobrol dulu " jelas Resta
" tamu, tamu dari mana " Neta mulai penasaran
" gak tau katanya sahabat mamih sama papih yang berkunjung mereka juga nginep di lantai 3 " ucap Resta
" wah pasti rame tuh, boleh ah nanti aku main kerumah " ucap Neta
__ADS_1
" ya udah nanti main aja kerumah " ajak Resta
" benar ya ok deh " Neta yang kegirangan
" jadi pergi gak ini " Resta bertanya pada Neta
" upss lupa yo let's go " semangat Neta, mereka pun pergi ke panti jika hari libur mereka menghabiskan waktu disana
*****
tak terasa hari sudah siang, mereka madih sibuk dengan aktivitas nya ada yang sibuk dengan kertas kertas nya, ada juga yang sibuk dengan laptopnya, bahkan seirang CEO tampan madih berkutat dengan berkas berkas yang perlu di tinjau ulang
tok
tok
tok
pintu diketuk dari luar " masuk ucap Fian "
" hai gan, udah waktunya makan siang ini " ucap Akmal yang memperingatkan Fian
" upss lupa, sangking sibuk nya jadi gak. ingat " ucap Fian
" ya udah yo kita makan " ajak Fian pada Akmal
" mau makan di mana " tanya Akmal
" restaurant yang gak jauh dari kantor sekalian ngilangin jenuh " ucap Fian yang mulai beranjak pergi, Akmal mengikuti dari belakang
saat dijalan Fian masih terlihat jenuh saat dia menoleh ada seorang gadis yang sedang bermain balon Fian tersenyum, gadis tersebut sangat bahagia senyum mereka di bibirnya tak luput dari pandangan Fian, ya siapa lagi kalau bukan Resta uang sedang bermain balon
" gan lihatin apa sih " tanya Akmal penasaran, sedangkan yang ditanya hanya diam sambil fokus memandang keindahan di depan mata
" pak kita lanjut atau tetap berhenti " ucap sang sopir
" berhenti sejenak pak, biarkan sahabat ku ini puas memandang keindahan nya dulu " ucap Akmal yang mengerti sahabat nya, Akmal hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan sahabat sekaligus boss nya
beberapa saat mereka masih hening tiba-tiba Akmal memanggil Fisn kembali
" gan mau lanjut makan atau mau melihat pemandangan indah di depan " tanya Akmal yang mulai kesal
" eh iya " kaget Fian yang terlihat seperti orang B***h, Akmal tertawa terbahak-bahak melihat Fian yang salah tingkah seperti maling yang ketahuan
" apaan sih loe malahan ketawa " ketus Fian pada Akmal
" abis nya loe kaya maling yang lagi ketangkap basah gitu " Akmal masih tertawa
" idih penhen tak tampol ini anak " Fian yang semakin kesal
" eh udah berapa lama kita berhenti " tanya Fian
" udah sampe lebaran monyet " kesal Akmal kembali
" ya ela gitu aja sewot " ucap Fian
" loe tuh yang ngeselin, dari tadi mandangin tuh cewe sampe lupa waktu " gerutu Akmal
" iya iya sorry " ucap Fian yang merasa bersalah
" ingat gan, gue tau loe suka ma tuh cewe ini untuk yang ke dua kalinya loe mandangin tuh cewe, ingat ultimatum dari mamah dan papah, jangan sampe ngecewain mereka " Akmal yang mengingatkan kembali Fian
__ADS_1
Fian terlihat sedih kembali " iya gue ingat " Fian yang terlihat lesu, sekali lagi Fian menatap keluar pada sang gadis tersebut " ingin rasanya aku juga ikut main dengan mu " batin Fian
" ayo pak jalan " ucap Fian, sedangkan Akmal merasakan apa yang Fian rasakan
" percaya gan siatu saat indah pada waktunya aamiin " ucap Akmal falam batin
sampailah mereka di restaurant tersebut dan mereka mulai memesan makanan yang ada di menu,,
saat Fian sedang menikmati makanan nya tiba-tiba pandangan nya menatap kedepan, ternyata ada Resta dan Neta masuk ke restaurant tersebut Fian terus memandangi mereka, saat itu munculah anak anak panti yang ikut duduk bareng Resta dan Neta
terlihat Fian tersenyum melihat kebaikan Resta yang tak membedakan siapapun, ada rasa kagum pada diri Fian terhadap Resta, Akmal sadar Fian hanya terdiam
saat Akmal menoleh dia kaget ternyata gadis yang Fian sukai bersama dengan gadis yang dia sukai juga, Akmal pun mulai tersenyum..
Akmal dan Fian kagum akan sosok ke dua gadis tersebut bagaimana cara mereka memperlakukan anak-anak tersebut saat mereka menyuapi makanan pada anak yang umur 4 tahunan
" bidadari yang turun kebumi, untuk membuat anak-anak bahagia " ucap Fian
" calon istri idaman, malaikat tak bersayap " ucap Akmal yang kagum dengan sosok gadis yang membuatnya jatuh Cinta
akhinya mereka rersadar karena mereka lupa, dimana posisi mereka,, tiba-tiba Resta menoleh pada Fian dan Akmal dan tersenyum
deg
jantung Fian di buat tak karuan kembali, sama halnya dengan Akmal mereka seperti orang yang salah tingkah karena gadis yang mereka sukai, mungkin kalau tuh jantung bukan pada tempat nya akan loncat keluar..
sedangkan Neta dan Resta merasa aneh pada tingkah Fian dan Akmal
" bukan kah dia Tuan Fian " Neta yang mengingat sosok Fian
" Fian " ucap Resta memastikan
" itu yang kemaren disekolahan yang memperkenalkan dirinya sebagai anak dari pemilik Kamal School " ucap Neta kembali
" ah iya aku ingat " ucap Resta yang mulai mengingat kembali
" kenapa aku gak merasa asing dengan nama tersebut" gumam Resta yang terdengar oleh Neta
" apa kamu mengenal nya " tanya Neta memastikan
" ntahlah, aku seperti tak merasa asing " Resta yang memgang bagian dada kiri
" kenapa, jangan jangan kau ada rasa sama Tuan Fian itu " tanya Neta menyelidik
" apaan sih Neta, tapi tuh yang disamojng dia, dia juga merhatiin kamu tetus tuh " ucap Resta
Neta menoleh bahkan memperhatikan nya juga
deg
deg
jantung Akmal serasa ingin lompat saat Neta menoleh dan memperhatikan nya
" astagah ini jantung senam terus, melihat senyuman nya aja gini banget ya " ucap Akmal
" eh dia kan yang ketemu aku di lapangan saat aku duduk sendirian nyari ksmu itu " ucap Neta yang ingat dengan Akmal
" ah mereka kan selalu bersama jadi pasti mereka hadir juga " ucap Neta
saat mereka sedang sibuk dengan pemikiran nya tiba-tiba seseorang hadir di hadapan mereka menyadarkan mereka sontak saja Resta dan Neta kaget saat bahu mereka di tepuk...
****
jamgan lupa tinggal kan jejak.. 😊😊❤️❤️🙏🙏
__ADS_1