
********
kini sudah kembali normal Genta sudah kembali ke rumah utama Dinata dan kembali menjabat jadi wakil presdir, dan Mila telah kembali bekerja di Rumah sakit RRD, tentu saja dapat sambutan meriah dari teman teman seprofesi nya dan juga para perawat.
Resta begitu bahagia, meskipun kondisinya mulai drop tapi Resta tak mengeluh, melihat kebahagiaan keluarganya kembali itu sudah cukup untuk nya.
" assalamualaikum Neng Neta " saat ini Resta menjemput Neta untuk kuliah.
" wa'alaikumsalam Neng Resta cantik, yang imut nya naudzubillah " jawab Neta sambil bercanda.
" yaa Allah makasih atas pujian nya "
" astagfirullah tambah gede kepala ini anak " gerutu Neta Resta tertawa.
" seneng banget hari ini, ade ape? " tanya Neta.
" alhamdulillah seneng banget dong " Neta semakin penasaran.
" eh, eh ade ape, ane ketinggalan gosip ke nya ini " Neta semakin semangat.
" yaa Allah jiwa kepoo nya udah mode on "
" iya dong gini gini juga calon emak emak ini "
" idih bangga banget, iya calon emak emak bar bar " mereka malah tertawa kebetulan hari ini Resta dan Neta di anter mang Diki.
" ih ayo dong cerita! penasaran ini " bujuk Neta.
" iya, iya bawel gak sabaran banget si "
" cerita gak " ancam Neta mang Diki tertawa, kini mang Diki langsung mingkem gegara dapat tatapan dari Neng imut sama Neng cantik.
" alhamdulillah Neng rumah udah kembali normal lagi, ka Genta udah kembali " ucap Resta senang.
" alhamdulillah akhirnya, kini giliran kamu jadi gak usah banyak fikiran inget kondisi mu mulai dro... hmmmp " Resta langsung membekap mulut Neta.
" jangan ngomongin ini ada mang Diki "
" eh hehehe iya Neng sorry lupa " Neta cengengesan.
" ntar bis ini kita ketemu sama ka Al lagi ya " ajak Neta.
" iya, obat aku juga udah mau abis ini " ucap Resta. Neta langsung memegang tangan Neta.
" bertahan Neng, kalau kamu gak mau berjuang aku pasti akan katakan semuanya pada papih, mamih dan yang lain nya, mereka berhak tau " ancam Neta.
" hmm insyaAllah, do'ain aku ya semoga aku tetap bertahan " Neta mulai berkaca kaca dia juga merasa sakit apa yang Resta rasakan, apa lagi Neta yang selalu mendampingi Resta gimana sakit nya saat jarim suntik menembus kulit Resta.
sedangkan Resta begitu takut nya dengan jarum suntik, tapi karena semangat dari Neta Resta mau melakukan perawatan.
" terimakasih selalu mendampingiku sahabat ku " Neta langsung memeluk Resta, sedangkan mang Diki ikut menetas kan air mata, meskipun mang Diki tidak tau apa yang mereka bicarakan.
" mamang salut sama bersahabat Neng Neta sama Neng Resta, semoga mereka selalu seperti aamiin " batin mang Diki yang sesekali mengawasi dari kaca mobil yang di atas kepala nya.
*********
" yang " panggil Genta.
" eh udah dateng " Genta tersenyum, kini Mila datang keruangan Apni. saat membuka pintu Mila kaget langsung menutup pintu, Genta dan Apni kaget.
__ADS_1
" maaf aku gak sengaja " ucap Mila diluar.
" astagfirullah pasti otak nya lagi traveling mikir yang aneh aneh " jawab Apni di dalam.
" boleh masuk kan " tanya Mila.
" gak boleh " jawab Genta sambil tertawa.
" Mila masuk aja " ucap Apni, kini Mila mulai masuk sambil senyum senyum.
" ngapain senyum senyum " tanya Genta.
" sorry tadi lupa ketuk pintu "
" gak usah mikir yang aneh aneh tadi tuh aku kelilipan Genta bantuin niup mata aku " jelas Neta, Mila akhirnya mengerti.
" makanya itu otak nya jangan traveling, kalau udah sah ntar juga kamu bakalan lihat lebih dari ini " Genta berbicara sambil noyor kening Mila.
" ye mana aku tau, tadi kalian kan kaya orang gituan, untung aku yang lihat coba kalau Jovita sama Asri bakalan heboh ini Rumah sakit "
" wih panjang lebar gitu ngomong nya, tapi benar juga sih, tapi kalau Alan yang lihat lebih heboh lagi " ucap Genta Mila tertawa.
" yaa Allah terimakasih telah mengembalikan sahabat dan cintaku, mereka begitu dekat bahkan aku dan Alan pernah salah menilai hubungan mereka " Apni masih merasa bersalah.
" hei Apni, ih malah bengong lihatin apa sih " panggil Mila saat Apni melamun.
" eh gak ko, mungkin karena kedekatan kalian ini orang akan salah sangka, jangan kan orang lain aku sama Alan juga sama hal nya, ma'af " ucap Apni sedih Mila langsung memeluk Apni.
" gak usah minta maaf terus lebaran masih 1 bulan lagi, nanti aja ya minta maaf nya " Apni malah mencubit lengan Mila sedangkan Genta tergelak.
" yang aku punya ide, besok kan udah puasa nih, gimana kalau kita nikah di bulan puasa aja " ide Genta.
dan semua keluarga sudah di beritahu kabar itu mereka akhir nya setuju, bulan Ramadhan yang penuh berkah maka pernikahan di bulan Ramadhan semoga berkah juga, bulan yang bagus.
mulai hari ktu juga persiapan sidah di laksanakan, 1 minggu puasa Apni dan Genta akan menikah. Freewed sudah mereka lakukan.
itulah beberapa photo freewed Genta dan Alan, keluarga begitu bahagia.
" ih so sweet banget Adek jadi iri ini " celetuk Resta. semua tertawa.
" ntar adek juga bakalan kaya gini sama mbeps Fian " ledek Alan.
" ih ka Alan ngeselin deh " rajuk Resta.
" adek kalau ngambek tambah imut loh " timpal Genta.
" Fian mana Fian " Mila kembali menggoda Resta.
" adek kapan mau nya tinggal ngomong tuh ke mamih dan papih " lanjut Apni yang gencar juga menggoda Resta, semua tertawa.
" Resta juga ingin seperti ini dengan ka Fian, tapi apakah semua ini akan terlaksana, yaa Allah maaf Resta jadi berburuk sangka bahkan sudah menerka nerka jalan mu yaa Allah "
__ADS_1
" adek kenapa bengong, bantuin kk yuk " ajak Mila dan Apni, kini Resta kembali tersenyum.
1 minggu sudah akhinya sampai ke acara inti peenikahan Genta dan Apni, yang diundang hanya teman teman rekan bisnis bahkan wartawan tidak banyak, intinya sah itu saja sudah cukup.
kini Mansion Dinata di penuhi banyak tamu, meskipun bulan Ramadhan tetap mereka begitu antusias. (anggap aja Ramadhan udah 1 minggu).
Genta terlihat tampan dengan tuxedo nya.
" wah ka Genta tampan nya " ucap Neta.
" iya beda deh muka calon manten " timpal Resta.
" oh iya dong, harus itu " bangga Genta.
" dih narsis loe, jijik gue " ucap Alan.
" idih ada yang sirik, sirik bilang dong boss " ledek Genta Alan cuma mencebik, ingin rasanya Alan mencengkik Genta yang sombong nya gak ketulungan.
" awas aja loe gak gue kasih libur loe " ancam Alan.
" idih si boss ngambek, jangan gitu dong boss kalau gue gak libur kapan gue bikin anak nya " Genta langsung dapat pelototan dari Alan.
" ih ka Genta ngomong apasn sih " ucap Resta.
" iya ka Genta bikin pening kepala aja, kalau ngomong gak pake filter gak lihay ada anak anak ini " kesal Neta.
" anak-anak " tanya Genta bingung.
" iya kita ini anak-anak nya, aku sama Resta " Genta tepuk jidat.
bugh
" loe kalau ngomong di filter dulu " Alan begitu kesal dengan ke absurd an nya Genta.
Apni sedang di make up oleh MUA terkenal, kini Apni sudah terlihat bak ratu, Mila memphoto Apni yang sedang duduk.
" yaa Allah Apni kamu cantik banget " Mila mengirim hasil photo nya pada Genta, Genta tersenyum saat melihat photo Apni dan dijadikan walpaper hp nya.
Neta sudah terlihat cantik, bahkan Akmal juga sudah terlihat tampan, Resta sama hal nya bahkan Fian juga.
kini acara ijab kobul akan segera di mulai, kini Apni sedang di apit oleh Helen dan Mila, Rasty juga sudah hadir untuk acara sakral nya Apni dan Genta.
semua mata tertuju pada mereka bahkan begitu takjub karena Apni begitu cantik, Genta jangan ditanya.
" lap dulu itu hidung loe udah netesin darah " ucap Alan dan Genta menuruti ucapan Alan mengelap hidung nya.
" kena loe " Alan tersenyum, Genta tentu saja marah ternyata Genta di bohongi Alan.
" gak usah ngambek senyum dong, kan pernikahan loe hari ini, masa ngambek gitu, gak gue kasih tiket honeymoon nanti " tiba-tiba seseorang memukul lengan Alan, dan Genta mengacungkan jempol nya pada yang memukul.
" ih apaan sih yang sakit ini " ucap Akan manja.
" gak usah ledekin mulu, mau nih aku jitak kepalanya " ancam Mila.
" akhirnya sang pawang datang juga " ucap Genta. kini Apni sudah duduk di samping Genta, Genta senyum senyum.
__ADS_1
" yang cantik banget sih udah gak sabar " celetuk Genta. Genta dapat pelototan dari Alan, Mila dan Apni tamu tamu yang hadir disana tentu saja di buat tertawa.