
******
mereka akhirnya selesai juga makan dan Resta membereskan tempat makanan nya, Fian dan Akmal kembali bekerja, saat mereka Fokus ada yang mengetuk pintu.
tok
tok
tok
" ya masuk " ucap Fian.
ceklek
pintu ruangan Fian terbuka ternyata itu adalah Eka sang sekretaris.
" permisi pak " ucap Eka
" iya ada apa " jawab Fian, sebelum Eka masuk. Eka melihat kearah Resta, Eka bengong ternyata gadis yang boss nya bawa tadi cantik juga imut dan terlihat masih ABG bahkan dari seragam sekolah pun terlihat.
" wah ternyata cantik " Eka mengagumi Resta.
" Eka kenapa kamu bengong disitu " tegur Akmal.
" eh i-iya anu itu " Eka malahan gugup
" anu itu apa Eka " jawab Akmal.
" eh iya maaf " Eka pun masuk dan melihat kearah Resta, Eka tersenyum dan Resta membalasnya dengan senyuman manis nya.
" kamu itu kesini mau bengong aja atau apa " Fian kembali menegur Eka.
" hehehe maaf pak, soal nya saya gugup ada gadis cantik juga di ruangan bapak " ucap Resta.
" oh. dia tunangan saya " jawab Fian.
Eka tersentak kaget saat Fian mengatakan tunangan " pantas saja pak Fian memperlakukan nya sangat baik " batin Eka.
" dih ini anak kebiasaan bengong lagi " ucap Akmal mulai aneh pada Eka.
" oh iya pak ini ada laporan dari perusahaan bapak di kota S " akhirnya Eja menjelaskan nya dengan detail.
" baiklah taro saja di dekat Akmal nanti saya baca " ucap Fian kembali Fokus dengan kerjanya, sedangkan Resta memperhatikan mereka dari arah sofa.
" baiklah pak. kalau begitu saya permisi mau keluar " ucap Eka pamit.
" hmm baiklah terimakasih " ucap Fian, Eka kaget baru kali ini pak boss nya mengucapkan terimakasih pada nya.
" ada apa lagi " tanya Fian.
" eh gak ada kalau begitu saya permisi " Eka akhir nya kembali sebelum dua keluar Eks tersenyum kembali pada Resta dan Resta juga tersenyum juga.
saat Eka diluar ruangan " pantesan aja si boss tadi terlihat sangat hati hati saat menggendong nya secara tunangan nya cantik banget bahkan ramah pula, meskipun terlihat masih imut " gumam Eka, Eka kembali berkutat dengan laptop nya
Fian membaca laporan dari perusahaan nya yang ada di kota S.
brak
sontak saja Akmal dan Resta terjingkat kaget karena tiba-tiba Fian menggebrak meja cukup kuat.
" brengse* berani berani nya dia melakukan ini pada perusahaan ku " ucap Fian kesal, rahang nya mulai mengetat mukanya memerah karena menahan amarah.
" gan ada apa, loe bikin gue jantungan tau kagak, tuh lihat Resta sampe menjatuhkan handpone nya gegara loe " Akmal menegor Fian dan sedikit kesal, untung ja dia gak punya penyakit jantung coba kalau Skmal punya udah terbang tuh keatas roh nya.
Fian tersadar dan melihat kearah Resta
" ma'af " ucap Fian
" loe kenapa sih " tanya Akmal curiga
__ADS_1
" ini ada yang Coba coba menipu kita, ada yang korup di perusahaan kita, ini laporan dari galih dan Ririn " Fian menyodorkan laporannya pada Akmal.
Akmal pun membaca nya secara detail
" siala* berani macam macan mereka pada kita " Akmal juga mulai kesal.
" terus apa yang harus kita lakukan " tanya Akmal.
" ka ada apa sih " tanya Resta pada Fian dan Akmal.
" ada yang memanipulasi data keuangan di perusahaan yang ada di kota S " ucap Fian
" mungkin papah belum menyadari nya, jadi kk menaruh orang-orang kepercayaan kk disana, dan untung nya mereka menyadari nya " Fian menjelaskan semuanya pada Resta.
" terus apa yang akan kk lakuin " tanya Resta.
" mungkin kk akan kembali ke kota S menyelesaikan urusan nya dahulu " ucap Fian, wajah Resta berubah menjadi sendu dan matanya sedikit berkaca kaca. Fian. menyadari hal itu.
Fian mendekati Resta dan memeluk nya, Fian menenangkan Resta
" maaf kk harus pulang ke kota S, dan kk juga ingin menyelesaikan masalah nya, insyaAllah jika udah beres kk kembali lagi kesini " Fian menjelaskan nya dengan lembut.
" ck.. gue juga harus ketemu sama Neta gue juga nanti mau pamit padanya " ucap Akmal.
" loe harus jelasin pada Neta " ucap Fian yang masih memeluk Resta.
Resta sudah tidak menangis lagi tapi masih terdengar sesegukan.
" izinkan kk pulang dulu ya " ucap Fian
" kapan kk akan pulang " tanya Resta.
" mungkin lusa. kk juga mau menyelesaikan kerjaan yang di sini dulu " jawab Fian sambil merapikan rambut Resta.
" ya udah, kk pulanglah kasihan papah pasti papah juga lagi membutuhkan kk " ucap Resta pelan.
" nanti kalau Resta ada waktu atau udah selesai ujian Resta boleh ke kota S " ucap Fian.
" beneran boleh ka " ucap Resta bahagia.
" hmm dengan senang hati boleh, nanti kalau Resta mau berkunjung kesana hubungi kk " ucap Fian.
" jangan lupa nanti ajak Neta juga ya " timpal Akmal.
" pasti dong ka " ucap Resta penuh semangat.
" dih tadi nangis nangis kaya anak kecil minta permen, eh sekarang semangat 45 " ucap Akmal menggoda Resta, Resta hanya cengengesan.
" ya udah yuk kita pulang, udah waktunya jam pulang " ajak Fian Akmal dan Resta baru tersadar dan mengangguk.
Fian dan Akmal membereskan kertas yang berserakan dan Resta ikut membantu juga, saat mereka selesai mereka keluar, saat itu Eka juga sedang sibuk membereskan meja kerjanya karena siap siap mau pulang .
saat Eka sibuk, Eka menoleh pada Fian, Akmal dan Resta, Resta tersenyum pada Eka.
" mari ka " ucap Resta sopan.
" eh iya " ucap Eka, Ekapun mengekori mereka dari belakang.
" ka Eka ayo kesini " ajak Resta pada Eka.
" eh gpp nona, saya di sini saja " ucap Eka malu.
" ck kk jangan panggil Resta Nona dong panggil nama aja " ucap Resta pada Eka, karena Resta gak suka Eka memanggil nya Nona.
" apa boleh " ucap Eka pelan
" tidak apa-apa Eka " timpal Fian
merekapun masuk lift bersama, Eka selalu memperhatikan Fian saat Fian masih menautkan jarinya di jari Resta.
__ADS_1
" baru kali aku melihat pak Fian mengganfeng wanita, bahkan wanita tersebut seperti nya sangat berharga bagi pak Fian " batin Eka yang masih memperhatikan Fian yang memperlakukan Resta.
ting
bunyi Lift sebelum keluar Resta memskai kembali masker nya.
" kenapa de pake lagi " tanya Fian
" Resta malu ka " ucap Resta, Fian tersenyum karena cukup Fian saja yang melihat kecantikan Resta dan orang orang yang mengenal Resta.
" ka Eka msu naik apa " tanya Resta saat mereka sudah di luar gedung.
" kk naik motor tuh motor kk " tunjuk Eka pada motor nya, dan Resta melihat kearah motor Eka.
" oh ya udah kalau begitu Resta duluan ya ka " Resta pamit dan sambil tersenyum manis pada Eka. Eka menhangguk
" duh imut dan juga manis nya " gumam Eka kagum pada Resta.
******
akhir nya mereka sampai kerumah.
" assalamualaikum " ucap mereka bertiga
" wa'alaikumsalam " ucap yang di dalam menyahuti salam mereka.
" mam " ucap Resta dan mencium tangan mamih nya juga tangan Bik Aminah juga kebetulan mereka lagi di dapur sedang membuat cake.
" hmm wangi nya " ucap Resta yang mencium aroma Cake.
" mam " Fian dan Akmal mencium tangan Helen dan Bi Aminah, Bi Aminah merasa tak enak.
" gpp Bi santai aja " ucap Fian sambil tersenyum pada Bi Aminah.
" maaf Tuan Fian Bibi jadi merasa gak enak, Tuan Akmal dan Tuan Fian mencium tangan Bi Aminah " jelas Bi Aminah
" ini sering Fian. lakukan juga Bi di rumah, kira harus lebih menghargai orang yang lebih tua dari kita " Fian menjelaskan pada Bi Aminah dan Resta tersenyum kagum.
" tumben adek baru pulang " tanya Helen
" iya niatnya tadi adek cuma nganterin bekal doang bis itu pulang lagi, eh adek malahan ketiduran " ucap Resta pada Helen
" hmm pantesan mamih tungguin ko gak dateng dateng " ucap Helen yang merasa aneh karena Resta tidak menghubungi nya.
" ma'af mam adek lupa kasih tau mamih " Resta sangat menyesal karena lupa memberikan kabar pada mamih nya .
" ck mamih gak marah ko, mamih juga tau pasti adek bersama Fian " jelas Helen dan mengelus pipi Resta.
" ma'af ya mam " Resta yang masih menyesal.
" udah gih andi dulu sana jangan lupa sholat " ucap Helen yang sudah memberikan ultimatum
" siap mam " Resta memberi hormat pada Helen dan mencium pipi Helen setelah langsung lari menuju lantai 2 .
" jangan lari lari dek " Helen kembalu memperingatkan Resta.
" hmm tuh anak lw mode anak-anak nya kambuh ke gitu, padahal ada calon suaminya juga " ucap Helen sedang kan Fian masih fokus kearah Resta, Akmal hanya geleng geleng saja.
" ya udah mih Akmal juga mau mandi gerah ini " Akmal pun pamit
" loe mau pergi juga apa mau disini aja " tegur Akmal
" eh iya, mih Fian juga pamit dulu " Fian menggaruk tengkuk nya dan terlihat malu.
Helen tersenyum pada Fian sambil menganggukan kepalanya.
" haduh dasar anak-anak yang udah kena Bucin " Bi Aminah ikut tertawa saat mendengar celetukan Helen.
********
__ADS_1
baru up lagi
🙏🙏