Life Is Love

Life Is Love
Mila Dan Alan Jalan-jalan


__ADS_3

*********


Alan kini lagi santai karna sedang libur, dia ingin bertemu dengan Mila, karena pernikahan keduanya sebentar lagi tinggal 2 minggu lagi jadi sebelum di pingit mereka ingin menghabiskan waktu bersams sama, jalan-jalan, dan sebagai nya.


" assalamualaikum yang "


" wa'alaikumsalam, ada apa? " tanya Mila.


" ih ko nanya nya gitu, masa kanven gak boleh " terdengar suara tertawa di sebrang telfon sana.


" baru juga kemaren udah ketemu "


" ya yang namanya kangen gak peduli atuh yang ih, kamu mah gitu kan " Alan mulai ngambek.


" ish ngambekan, nah sekarang tujuan nya mau apa nelfon "


" hmm yang kita jalan-jalan yuk, mumpung lagi libur nih akunya "


" tapi aku gak libur loh "


" nanti aku izinin "


" heleh mentang mentang pemilik RS nya seenak nya aja "


" ih ko kamu gitu sih yang "


" iya, iya aku ikut aja, emang mau jalan kemana "tanya Mila.


" hmm kemana yah yang lebih seru gitu "


" taman bermain mau " tanya Mila lagi.


" boleh, ok aku ganti baju dulu nanti aku kesana assalamualaikum " Alan kini buru buru menhganti pakaian nya.


" iya aku tunggu, wa'alaikumsalam "


butuh waktu 30 menit untuk menuju aparteman Mila, kini Alan sudah sampai dan ternyata Mila baru keluar dari gedung apartemen, Mila tersenyum manis pada Alan.


" uh cantik nya calon istri abang " goda Alan.


" mulai bukan nya ngucapin salam dulu " ucap Mila.


" hehehe maaf yang lupa ya udah Assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam, yuk brangkat " mereka pun mulai berangkat dan tak berapa lama samailah di tempat wahana permainan.


" wah rame banget "


" hmm mungkin karena weekend jadi rame gini yuk kita masuk tapi beli tiket dulu gih " ucap Mila, Alan langsung menuju ke arah pemberlian tiket, Alan menghampiri Mila yang sedang menunggu.


" beli tiket nya banyak banget itu " tanya Mila sampe bengong.


" hihihi aku belu tiket semua yang ada di permainan ini yang " Mila membelalakan matanya terkejut.


" gila kamu yang, masa iya kita mau mainin semua permainan yang ada di sini sehari semalam kita gak pulang inimmah " Alan terawat melihat Mila begitu imut saat mengomel.


" ya udah yuk masuk " akhirnya mereka masuk, berbagai macam permainan mereka jabanin yang paling bikin Alan ngeri rollercoaster, Alan saat mau naik aja sudah gemetar.

__ADS_1


" beneran kamu berani yang " tanya Mila khawatir melihat Alan yang ragu ragu.


" i.. i.. insyaAllah yang berani " ucap Alan gagap karena gugup.


" ok " ucap Mila, akhirnya rollercoaster mulai jalan.


" bissmillah " ucap Alan Mila tersenyum melihat Alan, ternyata ada yang membuat seorang Alan takut juga.


saat rollercoaster mulai Alan dan Mila mulai teriak Alan terlihat panik masih begitu takut terlihat dari wajah nya, Mila tertawa melihat Alan, katanya berani gak taunya.


saat rollercoaster berhenti Alan terdiam syok " yang udah turun yuk " Alan tersadar saat melangkah turun kaki Alan lemas untuk Mila sigap memegang nya.


" yang ini kamu ko lemas banget beberan gak kenapa napa? " tanya Mila khawatir Alan menggangguk tanda tak apa-apa.


tiba-tiba Alan lari menuju toilet karena Alan merasa mual, Mila menunggu Alan di luar


" yang kamu beneran gak kenapa napa kan " tanya Mila lagi.


" iya aku gpp yang tenang aja, tadi aku cuma mual " ucap Alan. setelah selesai Alan keluar dilihat nya Mila tidak ada, Alan panik dan segera mencari Mila. saat Alan celingukan mencari Mila tiba-tiba muncul gadis cantik membawa banyak balon dan memakai bando kelinci.


Alan langsung bengong saat melihat Mila dan akhirnya Alan langsung mengeluarkan hp nya dan memotret nya.


cekrek


Mila tersenyum begitu cantik sambil membawa balon Alan berhasil mengabadikan nya di hp nya.






" yaa Allah yang cantik banget sih, ah kenapa masih lama sih ini nikah nya, bisa gak besok aja nikah nya " Alan mulai kelimpungan melihat Mila, apalagi banyak mata kaum adam dan kaum hawa memperhatikan kecantikan Mila dan begitu terpesona nya.


ada juga yabg berhasil mengabadikan Mila di hp mereka, karena mereka tau Mila dulu pernah viral sebagai model dan pemain drama dll. dan kini anak-anak kecil berkerumun di untuk mengambil balon yang Mila pegang.


karena Mila membelikan balon itu untuk mereka, Alan tersenyum karena Mila suka sekali anak-anak, apa lagi profesi dia yang seorang dokter kandungan.


kini Mila menghampiri Alan yang masih fokus melihat lihat photo Mila " yang ngapain? " tanya Mila.


" ok yang ini aja " ucap Alan bahagia.


" apanya yang ini aja " tanya Mila yang penasaran.


" ini, aku jadiin photo kamu walpaper di hp aku, cantik kan " Mila kaget sejak kapan Alan mengambil photonya.


" ini " Alan tersenyum manis pada Mila.


" aku berhasil mengabadikan moment kamu yang lagi pegang balon yang, sumpah kamu tuh imut banget " Alan sendiri gemas apa lagi Mila masih memakai bando kelincinya sambil memegang 1 balon yang tersisa.


" oh iya ini buat kamu yang " Alan tersenyum dan menerima balon dari Mila.


" ih ko senyum senyum terus kenapa sih! " tanya Mila penasaran.


" aku tuh udah gak sabar buat jadiin kelinci aku ini hadi teman hidupku selamanya, aku cemburu tau tadi banyak yang terpesona sama kamu ini " Alan menoel hidung Mila yang mancung.

__ADS_1


" ih mulai gombal " Alan tertawa dan mereka begitu bahagia bisa menghabiskan waktu bersama.


**********


setelah berhari hari tak ada kabar lagi dari Fian, Resta begitu tak bersemangat Fian begitu membencinya bahkan tak pernah lagi menelfon atau ngechatt Resta lagi, saat ini Resta duduk santai di depan tv sedang nonton tv tiba-tiba ada berita mengejutkan.


Resta melihat Fian dan Ega dan bahkan mereka mengonfirmasi dalam waktu dekat akan mengadakan pesta pertunangan, Resta teriasak menangis Bi Aminah dan para maid ikut menangis.


saat bi Aminah memeluk Resta untuk menenangkan nya tiba-tiba mang Diki dan Helen datang.


" ada apa ini! " tanya Helen, Bi Aminah dan para maid kaget, akhirnya mereka mulai berhambuean untuk mengerjakan tugas nya kembali.


" eh nyonya udah pulang " tanya Bi Aminah, Helen menggangguk, mang Diki masih bingung karena melihat bi Aminah dan Resta menangis.


" kenapa kamu nangis " ucap Helen yang agak jutek, Helen melihat kearah tv.


" oh itu, iya mamah udah tau dari Rasty kalau mereka akan mengadakan pesta pertunangan bahkan kita juga di undang " ucap Helen yang biasa saja.


" apa ini kemauan ka Fian mam hiks.. hiks " tanya Resta yang masih terisak.


" iya ini kemauan Fian, saat kamu mengatakan kamu mencintai Fathan dan saat itu juga Fian sudah memutuskan pertunangan nya dengan mu, tapi mamih bersyukur Fian bisa bahagia lagi, mamih tadinya khawatir " Helen menyindir Resta saat itu Alan dan Rangga sudah darang dan mendengar ucapan Helen.


" syukurlah kalau gitu, artinya Resta berhasil membuat ka Fian berpaling dan sekarang sudah bahagia kembali " Resta langsung lari masuk ke kamar.


sebenarnya Helen tidak tega melihat Resta menangis dan terpukul akan kenyataan Fian dan Ega akan bertunangan, Helen menatap sedih Resta.


" mih kenapa mamih bicara gitu sih sama adek " tanya Alan yang tak tahan " berengsek kamu Fian, mudah sekali kamu berpaling awas saja kamu " kesal Alan.


" kamu mau ngapain ka, lagian Fian juga ngekakuin itu karena kesalahan adik kamu sendiri jadi kk gak usah macam macam " ucap Helen.


" mih kenapa mamih jadi kejam banget sih sama adek " tanya Rangga.


" mamih kecewa sama Resta pih, karena mudah sekali dia mengakui di hadapan semua orang kalau dia sudah tak mencibtai Fian dan kini mencintai Fathan, hati mamih sakit pih, saat melihat kekecewaan Rasty " ucap Helen panjang lebar.


Rangga memeluk Helen, Alan langsung lari menuju kamar Resta.


tok. tok. tok


" dek ini kk " ucap Alan sambil mengetok pintu kamar Resta. Resta membuka pintu kamarnya terlihat mata Resta sembab hidung merah.


" adek " panggil Alan, seketika Resta memeluk erat Akan dan menumpahkan tangis nya di lakukan Alan, Alan ikut menangis.


" ka hiks... hiks.. ka Fian " Alan mengeratkan pekukan nya.


" kenapa hiks... hiks.. tapi Resta senang ka jika ka Fian bahagia hiks... hiks "


" jangan bohong dek, pasti sakit kan " tanya Alan, Resta tetap menangis.


" kk akan ke kota S dan akan membatalkan pertunangan Fian " Resta mendongakan wajah nya menatap Alan. Alan begitu sakit saat melihat Resta adik nya begitu terpukul.


" tidak ka, jangan lakukan itu, biarkan biarkan saja semua terjadi " ucap Resta yang masih menangis pilu " ini saat nya Resta pergi dengan tenang jika semua orang sudah bahagia tanpa Resta " batin Resta.


di depan pintu kamar Helen dan Rangga mendengar mereka dan menangis, mereka tau Resta terpukul tapi kenapa! bukan kah ini yang Resta inginkan.


" apa mamih udah sangat jahat dan keterlaluan pih hiks.. hiks " ucap Helen.


" papih tau mamih ngelakuin ini karena kecewa, tapi kita juga harus dukung Resta mih, papih takut Resta terpuruk " ucap Rangga Helen tersenyum Rangga begitu bijak Helen memeluk Rangga.

__ADS_1


__ADS_2