Life Is Love

Life Is Love
Kejutan dari Fian


__ADS_3

***********


kini Yoga dan Ega menuju pelaminan, senyuman selalu mengembang dakam wajah keduanya karena sudah dapat restu.


" wih gan gak nyangka selamat ya " ucap Yoga sambil memeluk Fian.


" sama-sama bro loe akhirnya sold out juga ya, rencana kapan nyusul " tanya Fian menggoda nya.


" gue sih terserah yang di samping gue aja " Ega tersipu malu saat mendengar Yoga.


kini Yoga berpindah pada Resta " selamat ya Resta " ucapan selamat dari Yoga.


" kakak juga selamat " Resta tersenyum bahagia kini terasa lega.


" Fian selamat " ucap Ega.


" terimakasih Ega, oya tolong jaga sahabat ku ya, ingat dia orang yang tepat untukmu " Ega tersenyum saat melihat Fian tersenyum.


" yaa Allah baru kali ini aku melihat Fian tersenyum tulus, ternyata menjadi teman itu lebih baik dari pada memiliki tapi tidak ada kebahagiaan " batin Ega.


" insyaAllah do'a kan yang terbaik untuk kami " Yoga begitu sejuk mendengar ucapan Ega.


" ka Ega maaf ya kalau Resta ada salah sama kakak " ucap Resta. Ega malah kaget seharusnya yang minta maaf itu dia bukan Resta.


" yaa Allah Resta, kakak selama ini salah menilaimu, Fian jaga Resta dengan baik jika kamu menyakitinya aku yang akan buat perhitungan dengan mu " ancam Ega Resta tergelak.


" hmm boleh kakak peluk Resta " ucap Ega, Resta menatap Ega dan akhirnya mengangguk, Ega memeluk Resta.


" kakak minta maaf ya, kalau selama ini menyakiti Resta, do'a terbaik untuk Resta " ucap Ega tulus.


" hmm Resta udah maafin kakak ko, terimakasih " Fian dan Yoga tersenyum lega melihat mereka.


" ya udah kakak harus balik nih, kakak ucapin semoga selalu menjadi kekuarga yang sakinah, mawadah warohmah "


" aamiin " ucap Fian Resta dan Yoga.


" alhamdulillah ya ka ternyata ada pelangi setelah hujan " ucap Resta saat melihat semua orang bahagia.


" hmm adek benar, karena Allah akan memberikan waktu terindah pada orang yang sabar dan ikhlas " timpal Fian.


" oh iya kakak ada kejutan buat adek " ucap Fian, Resta menatap Fian bertanya-tanya.


" kejutan! kejutan apa lagi " tanya Resta Fian tersenyum " adek akan tau ko " Fian menoel hidung mancung Resta.


tak lama munculah Mila yang kini sudah berganti baju berwarna ungu, jalan sambil membawa kotak kecil yang begitu indah, semua orang menatap Mila. Mila tersenyum secara elegant.



Mila kini berjalan, Alan menganga di buat nya " Cantik nya " gumam Alan Mila mengedipkan matanya pada Alan. Alan memegang jantung nya, Mila ketawa melihat kelakuan Alan.


" awas kamu ya yang " ucap Alan Mila cuma memjukurkan lidah nya, kini Mila berada di hadapan Resta menyerahkan kotak nya.


" tunggu ini apa? " tanya Resta.


" tanya saja tuh pada suami mu dek, kakak disuruh bawa ini sama tuh anak " celetuk Mila Resta malah tergelak mendengarnya.


" ini ambil misi kakak selesai, kaka masih ada misi lagi ini yang belum kakak selsai kan " ucap Mila santai.


" misi " beo Fian dan Resta, mereka saling pandang habis itu menatap Mila. Mila tersenyum dan mengedipkan matanya Fian dan Resta hanya bengong.


kini Mila sudah turun kembali dan melihat kearah Resta dan Fian tiba-tiba Mila terkesiap saat ada tangan melingkar di pinggang nya memekuk hangat.


" astagfirullah yang kaget tau " ucap Mila kaget.


" kamu cantik banget sih, aku udah gak sabar pengen cepet halalin kamu " ucap Alan sambil menaruh dagunya di bahu Mila.

__ADS_1


" hmm siapa takut " tantang Mila, Alan sangking gemas nya menggigit kuping Mila.


blush


jangan di tanya muka Mila sudah memerah semerah delima Mila memukul tangan Alan.


" ish kamu ini " kesal Mila Alan cuma tersenyum.


" aku suka lihat kuping, wajah dan leher kamu jadi memerah gitu, sensitif banget kuping kamu ini yang sama kaya Resta " Mila hanya tersenyum simpul.


" ehem " Mila dan Alan beralih menatap yang berdehem, ternyata ada Genta dan Apni yang menatap mereka tajam, Alan melepaskan pelukan nya.


" siapa yang penhantin baru siapa juga yang mesra " celetuk Genta.


" ngiri aja loe " kesal Alan yang main ganggu kemesraan orang.


" halalin dulu tuh sahabat aku Tuan muda Alan Pria Dinata " seloroh Apni. Mila malah cekikikan mendengar Alan kena semprotan sahabat nya.


" iya, iya besok deh gue halalin " ucap Alan seenak nya.


plak


" aw sakit Apni " gadih Alan yang keba tabokan di mulut nya.


" tuh mulut ngomong nya seenak jidat nya aja, eh paino kamu pikir nikah segampang itu, nikah siri mah ok aja " ucap Apni yang kesal oleh Alan.


" sewot amat bumil " timpal Mila.


" makanya jangan di semggol, bumil ini senggol bacok " timpal Genta yamg akhir akhir ini Apni emang sensitif banget.


" astagfirullah " ucap Alan, Mila dan Apni. dan akhirnya mereka tertawa orang tua yang mendengar mereka hanya geleng geleng saja.


kini tatapan mereka semua tertuju pada kedua mempelai.


" buka sayang " blush muka Resta memerah karena ucapan sayang yang terdengar begitu lembut.


" gak dapat jatah, Resta lagi palang merah tau " seketika Fian langsung lesu semua yang tertawa tampa Resta dam Fian sadari ternyata omongan mereka di dengar semua orang, muka Resta jangan ditanya lagi malunya dan Fian hanya garuk garuk kening nya.


akhirnya terdengar dari teriakan Mila " buka, buka " semua orang juga ikut mengucapkan kata buka.


Resta menatap kotak yang ada di tangan nya " buka dek " perintah Fian perlahan Resta membuka kotak nya dan Resta kaget.


" kunci " beo Resta, Fian mengangguk.


" ini! " Resta mengambil kunci tersebut semua yang menatap masih bingung.


" ini kunci mobil dan Rumah untuk adek " semua kembali kaget kejutan apa lagi itu, Fian selalu memiliki kejutan luar biasa.


tiba-tiba ada sebuah klakson bunyi tiiit.. tiiit semua orang memandang kearah bunyi tersebut sebuah mobil mewah yang harganya lumayan fantastis bertengger di depan mereka.


terbukalah pintu mobil munculah Akmal dan Neta " surprise " ucap mereka Resta tersenyum kini Fian mengajak Resta turun untuk melihat hadiah nya.


" wow luar biasa " ucap semua orang.


" ini " tanya Resta kembali.


" milik adek khusus buay adek hadiah dari kakak " kini semua betepuk tangan.


" Neng ntat kalau ngampus aku ikut nebeng ya " semua otang tertawa mendengar Neta.


" gak boleh kamu naik angkot atau bus aja " goda Resta.


" ih pelit " Neta mendengua kesal dan mencebikan bibirnya, Resta tersenyum dan kini memeluk Neta.


" gak usah ngambek ih, iya iya boleh nebeng " seketika Neta jadi berbinar-binar dan memeluk Resta.

__ADS_1


" ih makasih bestiku tersayang muach " Neta mencium pipi Resta.


" astagfirullah Ameneta Gasella " teriak Laras karena malu kelakuan anak nya.


" eh maaf mah, lupa hihihihi " mereka tertawa.


" main nyosor nyosor istri orang aja, aku aja masih brkum dapat " Fian menoyor kening Neta. Neta dan Resta tergelak.


" adek mau nyoba " tanya Fian Resta menggeleng.


" gak ah nanti aja " ucap Resta.


**********


pesta telah berakhir waktunya mereka istirahat kebetulan acara di adakan di mansion Dinata katanya sayang jika hatus menyewa hotel mansion yang gede kosong gak di gunakan.


kini Resta dan Fian sudah berada di kamar, Fian melihat lihat kamar Resta yang di dekor indah bahkan harum bunga mawar.


" hmm kakak mau mandi dulu atau " tanya Resta.


" iya kakak belum sholat, kalau begitu kakak duluan yang mandi " Resta mengangguk.


" didalam sudah di sediakan baju ganti kakak " Fian mendekati Resta menatap lekat Resta mundur dan kini Mentok di ranjang.


Resta begitu gugup dan salting " cantik, terimakasih " Fian mengelus lembut pipi Resta, Resta memejamkan matanya karena sentuhan lembut Fian, Fian meniup muka Resta. Resta menahan nafas.


" kakak mandi dulu nanti kira lanjut " bisik Fian di telinga Resta, saat Resta membuka matanya Fian berdiri di pintu kamar mandi sebelum masuk Fian mengedipkan matanya.


itu sudah membuat Resta jadi malu, Resta tersenyum sambil menundukan wajah nya, Fian tergelak saat memasuki kamar mandi.


kini Resta duduk manis di ranjang nya menunggu Fian, Resta masih memakai gaun pengantin nya.


ceklek


pintu kamar mandi terbuka munculah Fian yang memakai baku tidur warna hitam yang terlihat cocok dengan kulitnya yang putih Resta menatap Fian tanpa berkedip.


" dek! " panggil Fian seketika Resta terkesiap karena kaget.


" hehehe jadi bengong kenapa kakak ganteng ya " goda Fian Resta tersenyum malu.


" kakak sholat dulu ya " ucap Fian lembut Resta hanya mengangguk saja sedangkan Fian tersenyum melihat tingkah istrinya.


Resta terus menatap Fian sampai Fian selesai menjalankan ibadah sholat nya, Fian berdoa dan mengusap wajah nya. Fian merapihkan sajadah dan kopiah nya kini manaruh nya di nakas.


" yaa Allah tampan nya " gumam Resta Fian mendengar nya dan tersenyum.


kini Fian mendekati Resta. Resta kembali jadi salah tingkah dan gugup, Fian menggenggam tangan Resta dan berjongkok di hadapan Resta.


" ka! " kaget Resta saat melihat Fian.


" terimakasih sayang, sudah mau memaafkan kakak dan mau menikah dengan kakak " Resta tersenyum dan kini telah berdiri dia juga membantu Fian berdiri.


" Resta juga terimakasih pada kakak, maaf Resta nyakitin kakak " Fian langsung memeluk Resta.


" oh iya adek emang gak gerah kan belum ganti baju " tanya Fian Resta jadi lupa karena otak nya blank.


" hmm Resta susah buka bajunya kak, jadi Resta mau minta bantu ke kakak boleh " tanya Resta gugup dan malu tentu saja Fian senang.


" baiklah apa yang bisa kakak bantu " tanya Fian.


" hmm tolong bukain resleting adek yang di belakang " ucap Resta pelan, Fian langsung sigap pindah kebelakang Resta.


" ini " tanya Fian Resta mengangguk perlahan tapi pasti Fian sedikit demi sedikit mulai membuka resleting di gaun Resta. dag dig dug jantung keduanya. Fian menatap wajah Resta di cermin rias Fian tersenyum melihat Resta yang terus menunduk.


Fian punya ide untuk menjahili Resta dan cup

__ADS_1


Resta terkesiap kaget.


__ADS_2