
*********
di apartemen milik Ega, Ega masih saja marah marah karena Fian selalu datar dan dingin bahkan cuek terhadap nya.
" sia* aku tidak akan menyerah " ucap nya kesal.
" nona Ega bisakah anda tenang, jika seperti ini terus anda akan rugi tahan emosi anda " Riska selalu menenangkan Ega.
" brisik kau, jangan pernah so menasehati ku... brak " Ega membanting pintu kamar mandi.
" astagah anda tidak pernah berubah, karna ego mu " ucap Riska yang masih menatap pintu kamar mandi.
sedangkan di kampus Resta dan Neta srdang berada di ruang perpustakaan disana ada Faiz dan Reyhan juga.
" hai cantik udah ketemu yang di carinya " goda Reyhan pada Neta.
" brisik,, ini perpus bukan tempat ngobrol " ketus Neta sambil melihat lihat buku yang akan dia baca.
" hihihi sorry, eh Resta kemana " tanya Reyhan yang masih celingukan kesana kemari.
" sedang cari buku " cuek Neta yang masih fokus. Reyhan akhirnya ikut mencari buku yang ingin dia baca juga.
saat ini Resta sedang mencari bukunya.
" ah ketemu " girang Resta saat berhasil menemukan buku nya.
" haish... kenapa tinggi sekali sih " gerutu Resta karena posisi bukunya ada di atas, Resta mulai kesusahan untuk memggapai bukunya, bahkan Resta lompat lompat, saat Resta masih Fokus dan berusaha tiba-tiba ada sebuah tubuh di belakang nya yang membantu mengambilkan buku nya.
deg Resta kaget ada yang menghimpit tubuh nya wajah Resta mendongak ingin melihat siapa orang tersebut, saat Resta menatap nya orang tersebut tersenyum.
" makanya tumbuh tuh keatas bukan kesamping " pria tersebut mengedipkan matanya pada Resta.
" dih kamu fikir aku gemuk apa " ucap Resta kesal.
" tidak kamu itu imut Neng " ucap nya semakin menggoda. saat pria tersebut menatap Resta intens bahkan dia mulai mendekatkan mukanya Resta gelagapan pastinya.
" hai kalau mau pacaran jangab disini " tegus seseorang, Resta dan pria tersebut kaget bahkan pria tersebut di buat kikuk.
" maaf anda salah faham " Resta langsung pergi meninggalkan pria tersebut.
" ck padahal sedikit lagi tadi " gumam nya, saat dia masih fokus memandangi punggung Resta ada yang menepuk bahunya dan saat pria tersebut menoleh irang itu menaik turunkan alisnya sambim nyengir.
__ADS_1
" modus loe hampir berhasil " ucap orang itu.
" apaan sih loe Rey " kesal nya dan memukul dada Reyhan.
" aw, aw sayang ini sakit " goda Reyhan sadangkan yang lain saat melihat tingkah mereka hanya geleng geleng, bahkan Resta dan Neta juga sama.
" brisik Rey, kita jadi pusat perhatian noh " kesal nya.
" tapi enakan tadi posisinya pas itu, loe aja yang kurang gercep Faiz " Reyhan terys saja menggoda nya pria yang menolong Resta Faiz yang sampai sekarang masih saja mengikuti Resta dari sekolah dulu sampe kuliah juga sama.
" dih kurang kerjaan sana loe minggir gue mau cari buku " Reyhan malahan senyum senyum sdangkan Faiz hanya geleng geleng.
" tadi kenapa Neng, saat aku lihat intens banget sama Faiz " tanya Neta.
" apaan sih Neng Neta. tadi tuh aku mau ambil buku eh gak taunya ketinggian Faiz, membantu aku buat ngambil nih buku " ucap Resta kesal karena orang dikampus selalu salah faham, bahkan orang di kampus menyangka bahwa Resta dan Neta memiliki hubungan special sama halnya dengan Neta dan Reyhan.
" ish udah yuk keluar, gak usah ngobrol disini ntar kita kena marah lagi, tuh lihat udah di tetapin sedari tadi " ucap Neta akhirnya Resta dan Neta kekuar dari perpustakaan.
" gimana kabar ka Alan " tanya Neta.
" ka Alan jadi kalut banget setelah putus dari ka Mila bahkan ka Genta juga udah jarang kerumah semenjak memutuskan pindah " Resta begitu sedih kini semuanya berubah Alan sibuk dengan kerjaan nya mamih papih nya lebih banyak diam sekarang.
" aku gak mau melihat semuanya kaya gini, aku takut saat aku meninggalkan dunia ini.. " ucapan Resta terhenti karena Neta membentak nya.
" Neng... " semua orang menatap kearah mereka karena mendengar suara Neta.
" aku gak mau dengar lagi kamu ngomk g ke gitu, ksmu sembuh Neng kamu sehat " lirih Neta, Neta mulai meneteskan air matanya.
" maaf Neng " ucap Resta menyesali perkataan nya, Neta memang selalu sensitif kalau ngomongin masalah itu.
" ya udah yuk kita cari tempat buat ngobrol, lihat tuh gegara kamu tadi ngegas orang-orang jadi liatin kita " Neta menoleh dan benar saja orang-orang disekitar nya memperhatikan nya, Neta jadi kikuk dan senyum senyum ke Resta.
" ih nih anak udah gak jelas " Resta pergi meninggalkan Neta.
" eh Neng tunggu ko ditinggal " Neta lari mengejar Resta. saat Resta fokus jalan sambil membaca buku ada sebuah bola menuju kearah Resta.
" Neng awas " teriak Neta panik dan saat Resta menoleh bola tersebut mengenai kepala Resta, Resta kaget dan merasakan pusing.
" Neng kamu gak apa-apa kan " panik Neta dan Neta langsung melihat kearah orang yang melempar bola sembarangan.
" apa yang loe lakuin siala* " kesal Neta bajkan umpatan umpatan Neta keluar semua, orang-orang disana kaget karena Neta biasanya berkata lembut fan ramah tapi kali ini mereka melihat hal yang berbeda, bahkan Faiz dan Reyhan juga kaget.
__ADS_1
" Neta udah lepasin tuh cowok bisa mati dia nanti " ucap Reyhan.
" Neta ini urusan kita jadi kamu ke Resta sekarang " ucap Faiz. Resta masih kesal dengan pria tersebut bahkan menatap pria tersebut tajam, sampai orang tersebut kesusahan menelan slivanya sendiri.
Neta akhirnya pergi dan menghampiri Resta.
" Neng " panggil Neta dan saat Resta menatap Neta tiba-tiba darah dari hidung Resta keluar.
" yaa Allah Neng mimisan lagi " kini Neta mulai panik, takut karena dia ingat perkataan Fathan kalau Resta jangan sampai terluka lagi bahkan jangan sampai mengeluarkan darah seperti mimisan atau luka lecet dan lain lain nya.
" Neng gak usah panik " belum Resta selesai ngomong tiba-tiba
bruk
Resta pinsan, dan Neta menangis Reyhan dan Faiz ikutan panik dan langsung berlari kearah Resta dan Neta.
" Faiz tolongin Resta " Neta menangis.
" iya " Faiz langsung membopong Resta dan membawa nya keruangan kesehatan.
" Neng jangan becanda dong, buka mata kamu Neng " Neta masih menangis bahkan Neta tak sadar kalau dia memeluk Reyhan.
" tenang Neta Resta pasti baik baik saja " Reyhan selalu menenangkan Neta, bahkan Faiz menatap sendu kearah Resta. saat itu Faiz tak sengaja melihat kalung Neta dan saat di perhakab ada sebuah cincin di kakung Resta.
saat Faiz akan melihat nya lebih dekat ruangan di buka seorang yang khuaus diruangan kesehatan datang untuk memeriksa Resta, Faiz, Neta dan Reyhan dusuk di kursi menunggu keadaan Resta.
saat orang ltu keluar Neta langsung menanyai nya ini itu.
" mungkin kalian bisa membawanya ke RS, dan memeriksa keadaan nya biar lebih detail " ucap orang tersebut Neta mengangguk Neta tau Resta di bawa kemana.
" kalian tunggu di sini aku mau hubungi seseorang " Faiz dan Reyhan menangguk.
" Neng tunggu " Resta sudah sadar dan kini menatap Neta, Resta tau siapa yang akan Neta hubungi. Neta langsung cepat menuju Resta.
" kamu gpp kan Neng " Neta menangis.
" ish cengeng aku baik-baik aja ko hmm " ucap Resta menenangkan Neta.
" aku mau kasih tau ka... " Resta menggeleng kan kepalanya akhirnya Neta tak jadi berbicara sedangkan Reyhan dan Faiz menatap curiga.
Neta dan Resta pasti akan memberitahu kan kejadian ini pada Fathan apa yang tejadi pada nya, apa yang Fathan takutkan malahan terjadi pada Resta, padahal Fathan selalu mewanti wanti.
__ADS_1