
*******
" dokter Raditya dokter spesialis jantung, dokter yang baru baru baru direkrut "
" apa aku butuh penjelasan mu Apni, aku sama sekali tak tertarik dan tak peduli " ucap Genta.
" oh, saya juga tak tertarik, tapi satu hal yang perlu anda tau Tuan Genta Buana. Dokter Raditya adalah calon tunanangan ku " Genta menatap tajam Apni. bahkan tatapan Genta tak teralihkan dari Apni, sayang nya Apni tak menatap Genta sedikitpun.
" benarkah " Genta senyum sinis, lalu menatap kearah Raditya, yang masih bengong.
" jadi Tuan, ups salah maksud saya dokter Raditya... sejak kapan anda menjalin hubungan dengan Apni octavia " tanya Genta yang saat berbicara ada penekanan. tentu saja dokter Raditya kelabakan.
" tunggu, kenapa anda menanyakan hal itu apa ada hubungannya dengan anda Tuan Genta " kini Apni yang menjawab nya.
" aku tidak bertanya pada anda Nona Apni " glek Raditya begitu gugup bahkan sulit menelan slivanya sendiri.
" sayang katakan saja " ucap Apni, sedangkan Genta sudah sangat kesal dan dia menahan amarah nya.
ucapan Apni begitu lembut saat memanggik Raditya sayang. Raditya menatap Apni intens dan tersenyum, Apni tidak tau saja bahwa Raditya juga menyukai nya.
" saya dengan Apni bertemu saat di luar kota, saat kami menjalankan tugas apa anda sudah jelas Tuan " kini Raditya berani menatap Genta.
" apakah sekarang ada yang ingin anda tanyakan kembali Tuan Genta " ucap Genta. Genta tersenyum Genta begitu santai menanggapi hal ini.
" benarkah secepat itu " kata kata Genta seolah mencibir mereka.
" astagah bagaimana ini aku membujtikan nya, dia masih belum percaya " batin Apni.
" apa anda perlu bukti Tuan Genta, baiklah saya akan buktikan " kini Apni yang kaget dengan ucapan Raditya, tiba-tiba Raditya menatap Apni dan mendekati Apni.
cup
Raditya mengecup pipi Apni, dan Apni tentu saja kaget, Genta mengepalkan tangannya.
" benarkah semua ini " Genta menatap Apnu, kini mata Genta mulai memerah sedangkan Apni masih ling lung.
" ah sekarang anda percaya Tuan Genta" kini Apni merangkul lengan Raditya dan Raditya tersenyum bahagia.
" dan jangan lupa 1 minggu lagi kami akan mengadaksn acara pertunangan, jika anda berkenan datanglah " Apni menatap Raditya kaget, sedangkan Raditya akan memanfaatkan kesempatan ini.
Genta tersenyum, tapi senyum penuh luka bahkan tatapan nya penuh dengan kesedihan, Apni melihat itu.
" selamat, selamat untuk kalian dan aku pastikan aku akan datang " ucap Genta sambil tersenyum. Apni menatap Genta
" anda tenang saja Nona Apni, saya tidak akan mengganggu anda, maaf jika saya ada salah permisi " kini Genta berbalik dan seketika berhenti.
" saya janji tidak akan mengganggu anda, dan saya pastikan itu, dan sampai bertemu di pertunangan anda " kini Genta melangkah Genta meneteskan air matanya.
sedangkan Apni menatap sendu kearah Genta, kini Genta menghilang dari pandangan nya.
" dokter Raditya apa yang anda lakukan " tanya Apni marah.
" bukankah ini menyenangkan dokter Apni, anda menyeret saya dakam hal ini, jadi sekalian saja saya lanjutkan, dan soal acara tunangan itu saya serius karena saya sendiri menginginkan nya " Raditya tersenyum pada Apni, sedangkan Apni kaget akan ucapan Raditya.
" tapi saya tidak menyukai anda, saya menganggap anda partner kerja saja " ucap Apni yang menahan emosinya.
" tapi bagi saya tidak, dan akan saya pastikan acara nya akan berlanjut, oh ya jangan lupa persiapkan diri anda Nona Apni, saya harus pergi ada urusan " Apni kini meneteskan air mata nya.
__ADS_1
" bodoh, bodoh, apa yang aku lakukan " Apni mulai menangis karena melakukan hak yang bodoh menurut nya.
Genta memukul stir mobil nya fan menangis, Genta berteriak di dalam mobil, kini Genta sedang menepikan mobil nya.
" Apni.. " Genta memanggil nama Apni lirih. kini Genta betekad akan benar-benar datang diacara pertunangan Apni.
" kuat Genta, kamu harus kuat, aku berjanji aku akan datang Apni, dan aku pastikan itu yang terakhir kali kita bertemu " tes.. tes
air mata Genta kembali menetes.
*********
saat ini Resta sedang makan siang di restaurant dengan Fian.
" apa kk tidak sibuk " Fian tersenyum memandang Resta.
" hmm tidak, kenapa bertanya seperti itu " tanya Fiwn lembut.
" ah tidak, Resta kira kk sibuk "
" ya sibuk memang, tapi kk kangen adek " Resta menatap Fian, bahkan muka Resta selalu memerah jika Fian memanggil nya adek.
" uh gemes banget sih, yuk lah ke KUA kk udah gak sabar " Fian menggoda Resta.
" ih kk " Resta menundukan wajahnya Fian tersenyum.
saat mereka sedang makan tiba-tiba " eh Tuan Fian anda disini juga " tanya seorang wanita. Fian kaget dan Resta mendongakan wajahnya menatap orang tersebut, disitu ada 2 wanita yang sedang tersenyum.
" ah Nona Ega, Nona Riska. " ucap Fian.
" apakah saya menggangu anda Tuan Fian " tanya Ega.
" saya akan betemu klien di sini, lalu anda Tuan " mata Ega menatap Resta bahkan ada senyuman sinis disana.
sedangkan Riska tau kalau itu adalah tunangan Fian " Nona Resta begitu natural ,begitu cantik dia terlihat imut bahkan seperti anak kecil " batin Riska saat melihat Resta.
anggap aja seperti inilah Resta.
Ega sebenarnya mengakui hal itu bahwa Resta cantik ,bahkan imut tapi karena ego nya yang ingin memiliki Fian dia bahkan tak peduli.
" ah iya anda belum kenal saya akan memperkenalkan anda pada nya " kini Fian yang berbicara.
Resta tersenyum kearah Ega sedangkan Ega hanya ada senyuman sinis bahkan seperti meremehkan karena melihat penampilan Resta yang menurut nya biada saja.
ingin sekali Fian menampar Ega karena Fian menyadari hal itu.
" oya sayang ayo kenal kan dirimu " ucap Fian lembut Ega kaget saat Fian begitu lembut memanggil gadis dihadapan nya dengan sebutan sayang.
cemburu, benci terlihat jelas di wajah nya Ega bahkan tatapan nyalang terlihat dari matanya. dia pura pura tersenyum padahal dalam hatinya mengumpat.
" saya Resta Risella salam kenal ka " Fian tersenyum karena Resta masih menyembunyikan jati dirinya yang tak membawa nama Dinata, ada tatapan kagum dan penuh Cinta.
itu tak luput dari pandangan Ega, Ega begitu marah dia tidak suka dan tak rela jika ada yang merebut Fian darinya.
__ADS_1
astagah Ega kamu tuh yang ngerebut Fian dongkol othor ini..
tangan Resta masih belum ada sambutan dari Ega, dan saat Resta akan menarik tangan nya kembali Ega segera menjabat nya.
" saya Ega,,, Ega Mawarni Yudishtira " Rests tersenyum bahkan biasa saja, Fian justru ingin tertawa, sedangkan Ega sudah pasti dongkol. jangan tanya lagi seperti apa Riska " kalah telak anda Nona " batin Riska puas.
" ah iya ka Ega, eh maaf boleh Resta panggil kk Ega " tanya Resta.
" ah iya boleh, iya mohon maaf Tuan Fian saya harus pergi, dan Nona.... "
" Resta ka panggil saja Resta " ucap Resta, Riska bahkan mengagumi Resta yang selalu rendah hati " anda tak salah pilih Tuan Fian, selain cantii dia juga begitu rendah hati, mungkin jika aku seorang laki-laki aku juga akan jatuh cinta padanya " batin Riska begitu kagum.
Fian tersenyum karena tatapan Riska penuh kekaguman terhadap Resta, tapi berbeda dengan tatapan Ega yang meremehkan Resta.
" ah iya Resta kk pergi dulu sampai bertemu lagi " Resta tersenyum kini kedua wanita tersebut sudah pergi.
Resta menatap tajam kearah Fian, glek Fian menelan slivanya.
" a-ada apa? " tanya Fian gugup.
" siapa? " tanya Resta.
" ah dia Ega Mawarni Yudishtira " ucap Fian.
" iya Resta tau, kan tadi udah kenalan " ucap Resta.
" hehehe... dia cuma klien saja ko " ucap Fian.
" tapi kenapa tadi terlihat beda saat menatap kk begitu penuh damba, tapi saat menatap Resta seperti singa menatap musuh nya bahkan ibarat Resta ini kelinci yang jngin dia telan hidup hidup " Fian tergelak mendengar celetukan Resta.
sedangkan Resta diam terpaku menatap Fian, orang-orang disana sebagian wanita begitu terpesona, bahkan para waitress ada yang menumpahkan minuman ada juga yang bertabrakan.
karena untuk yang pertama kalu melihat boss nya Fian tertawa begitu lepas, sekarang Fian sedang ada di coffe milik Fian yang di kelola Yoga... Yoga juga kaget saat melihat Fian tertawa.
" astagah si es batu udah cair juga rupanya " gumam Yoga yang ikut tersenyum. Yoga masih menatap Resta ada kesedihan di matanya tapi dia harus ikhlas.
Fian sadar dia ada dimana jadi kini wajah Fian kembali datar.
" ih kk kenapa tertawa " ucap Resta pelan tapi Fian mendengar.
" adek kenapa cemburu,, alhamdulillah artinya adek cinta kk dong " goda Fian.
plak
Resta memukul tangan Fian yang menoel hidung Resta yang mancung.
" aw sakit sayang " blus lagi lagi muka Resta memerah, bahkan ingin sekali Fian menyembunyikan wajah Resta itu, bahkan banyak yang terpesona pada Resta, kini tatapan para kaum adam begitu mendamba pada Resta.
Fian begitu kesal dan cemburu, " resiko bawa cewek cantik harus tahan.. tahan Fian " monolog Fian dalsm hati, sedangkan Yoga tau Fian cemburu saat tatapsn mats kaum adam tak berkedip saat memandangi wajah Resta.
" tidak lama lagi posesif nya kambuh tuh orang " Yoga malahan senyum senyum.
banyak yang iri dengan pasangan itu.
" cewek nya cantik banget njir " ucap seorang pemuda.
" cowok nya ganteng " ucap gadis yang ada disana.
__ADS_1
" goal couple " banyak yang memphoto mereka, bahkan banyak yang iri saat ada salah satu pengunjung membagikan photo mereka di medsos.