
******
saat Fian turun Neta dan Akmal melihat kearah Fian dan Neta langsung lari ingin mengetahui keadaan Resta.
" ka gimana Resta " tanya Neta rasa ingin tau nya.
" alhamdulillah kk udah minta maaf, sana gih temenin " ucap Resta.
" beneran, makasih ka " Neta langsung lari menuju kamar Resta
" gimana gan " tanya Akmal
" alhamdulillah kelar " ucap Fian lega.
saat mereka ngobrol datang Bi Aminah bawa minuman.
" Tuan Fian gimana Neng Resta gk kenapa napan pan ya " tanya Bi Aminah yang masih khawatir.
" insyaAllah gak knapa napa bi " ucap Fian.
" alhamdulillah kalau gitu, Bibi khawatir banget pas lihat Neng Resta tiba-tiba lari masuk ke kamar nya sambil nangis " Bi Aminah menceritakan nya.
" Fian udah minta maaf tadi, jadi insyaAllah semuanya baik, Bibi jangan bilang bilang ke mamih sama papih tapi " ucap Fian sambil bisik bisik.
" hayoh lagi nisikin apa ke Bi Aminah ucap Helen "yang baru datang bersama Rangga
" eh mamih " kaget Fian " kapan dateng "
" tadi mamih udah ngucapin salam gak ada yang nyaut kirain gak ada orang " jelas Helen.
Fian dan Akmal hanya cengengesan karena tak mendengar salam dari Helen dan Rangga.
" Resta dimana " tanya Rangga sambil mencari cari keberadaan Resta.
" di kamar sama Neta " ucap Akmal.
" ada apa ko kaya ada sesuatu yang di sembunyiin sama papih, mamih ini. " tanya Rangga curiga
" eh gak ada apa-apa ko pih beneran" ucap Akmal yang gelagapan sambil ngangkat 2 jari.
" ya udah mamih ke kamar dulu ganti baju " ucap Helen
" siap mih " ucap mereka bertiga. Bi Aminah cuma geleng kepala melihat keakraban mereka.
saat di kamar Neta langsung masuk ke kamar Resta.
" ck.. Neng kamu tuh ya bikin aku khawatir aja, nelfon gak diangkat angkat " kesal Neta pada Resta.
" lagi kesal Neng Neta imut " ucap Resta.
" gimana sama ka Fian " tanya Neta.
" gimana apa nya " Resta malah balik nanya.
" dih belaga sok pikun " kesal Neta sambil mukul Resta pake bantal.
" aw sakit Neng " ketus Resta sambil mengusap punggung nya.
" abisnya kamu tuh ya... " tiba-tiba omongan Neta terpotong saat mendengar ada yang membuka pintu kamar.
" loh ko dikamar " tanya Helen.
" eh gak mih Neta penhen ngobrol diksmar aja " ucap Neta sambil senyum senyum.
" hmm mamih curiga ini " ucap Helen sambil melihat menyelidik.
" itu mata adek kenapa ko sembab " tanya Helen curiga.
" eh anu itu mam apa ya " Resta gelagapan bungung mau ngomong apa.
" anu itu apa nya " tanya Helen mendesak.
" tadi tuh ya Adek lagi nonton Drama korea bis tu lanjut ke drama china eh ada scene nangis nya gitu, ya udah adek jadi baper " ucap Resta yang berbohong.
__ADS_1
" tapi mamih lihat ada bau bau kecurigaan ini " ucap Helen denhan tatapan masih curiga.
" lah mamih udah kaya detective aja " timpal Neta.
" ih mamih ko jadi bikin Neta merinding ini " Resta yang sedikit takut karena Helen menatap mereka dengan intens nya.
" hahahahaha " tiba-tiba Helen tertawa.
" nah loh " ucap Neta kaget.
" mam gak kenapa napa kan ya " tanya Resta khawatir tiba-tiba sang mamih tertawa.
" ya udah mamih keluar dulu kalau gitu " Helen langsung menuju pintu dan keluar, sedangkan Neta dan Resta bengong melihat tingkah Helen.
" ih itu mamih kenapa ko aneh " tanya Resta.
" au ah gelap " ucap Resta..
*******
di apartemen Mila sedang sendirian karena Apni masih di RS sedang ada operasi.
pintu terbuka karena Mila Fokus sedang mengerjakan tugas kerjaan nya di laptop jadi gak nyadar kalau ada seseorang menatap nya.
seseorang yang menatap nya dengan tersenyum karena melihat sang kekasih fokus dengan kerjaan nya, sampai ada seseorang masuk tak mengetahui nya.
seseorang tersebut memadangi Mila dengan penuh kekaguman. dan menghampiri Mila sambil berbisik.
" fokus banget " bisik Alan ya seseorang tersebut Alan sang kekasih hati .
" astagfirullah hal adzim " Mila terperanjat kaget karena muka Alan benar-benar dekat dengan mukanya.
deg
deg
deg
" ih gemesin nih pacar aku ya " Alan menarik hidung mancung nya Mila.
" awa sakit Alan " Mila meringis hidung nya sakit dan memerah.
" dari tadi aku tuh datang lihatin kamu, sampe gak sadar gitu coba kalau orang lain yang dateng " ucap Alan sambil mendudukan diri di sofa.
" hehehe maaf, mau minum apa " tanya Mila.
" jus aja " timpal Alan " oya ini aku bawain bunga sama coklat "
" aih so sweet banget cih " Mila mengambil bunga dan coklat dari Alan " terimakasih " sambung Mila.
" ck.... makasih nya romantis dikit kenapa " kesal Alan.
" terus mau nya apa " tanya Mila bingung, Alan tersenyum dan berdiri mendekati Mila, Mila terpekik kaget karena Alan malahan mendekati nya, Mila terus mundur dan menabrak meja.
Alan mencondongkan badan nya sedangkan Mila sedikit merebahkan badan nya di meja.
lebih dekat dan tinggal beberapa centi, sedangkan Mila mukanya sudah sangat memerah karena malu.
" imut dan cantik " ucap Alan berbisik, dan Alan langsung duduk lagi di sofa.
Mila mengerjap ngerjapkan matanya masih kaget.
" kenapa posisi gitu terus apa mau yang lebih " Alan mengedip ngedipkan matanya sambil memainkan alis nya.
" dih mesum " ucap Mila.
" siapa yang mesum, malahan kamu tadi yang pasrah " timpal. Alan menyeringai
" hiih apaan sih " Mila merinding karena melihat Alan menyeringai.
" udah ah aku bikin minum dulu dari tadi gangguin aja " kesal Mila sambil menggerutu.
__ADS_1
" hahahaha " Alan tertawa puas setelah mengerjai Mila, mereka memang berpacaran sangat lama bahkan sedari SMA tapi karena ada kesalah pahaman diantara mereka, mereka sempat putus dan Alan kehilangan jejak Mila setelah Mila lulus.
********
sedangkan di Rumah Sakit Apni masuk keruangan nya dengan keadaan terlihat lelah dan saat Apni membuka jas kedokteran nya.
dan saat ingin masuk ke kamar jya ingin istirahat tiba-tiba " tada " ada seseorang yang mengagetkan nya.
" Allahu akbar " Apni begitu kaget saat ada seseorang di kamar nya.
" ck... dari tadi aku nungguin lama banget " kesal nya
" maaf tadi ada yang kecelakaan " ucap Apni .
" kenapa lelah ya " tanya Genta khawatir
" hmm sedikit " ucap Apni. dan memeluk Genta
Genta tersenyum dengan perlakuan Apni yang begitu manis, Genta ingin memberikan sesuatu pada Apni tapi diurungkan. karena melihat Apni lelah.
" capek " ucap Genta sambil mengelap keringat Apni dari kening nya. Apni mengangguk dan merebahkan badan nya di berankar tempat nya istirahat.
" aku bawain makanan, makan dulu gih " timpal Genta yang masih khawatir,
" bentar ya aku istirahat dulu " ucap Apni lemah.
" hm baiklah aku akan menungumu disini " Genta mengelus kepala Apni, Apni tersenyum dan mulai memejamkan matanya karena mungkin lelah jadi Apni sudah pergi ke alam mimpinya.
terdengar dengkuran halus dari Apni, Genta tersenyum dan mencium kening Apni dengan sayang.
" kamu terlihat sangat lelah sayang " ucap Genta pelan sambil terus menatap Apni kagum. Genta merebahkan dirinya di sofa sambil main game di hp nya.
tak terasa sudah 1 jam Apni tertidur, saat Apni melenguh pelan Genta langsung mendekati berankar temoat tidur Apni sambil tersenyum.
Apni membuka matanya perlahan dan saat kesadarannya penuh Apni tersenyum.
" siang " ucap Genta lembut sambil membantu membangunkan Apni.
" siang juga " suara khas bangun tidur Apni
" suaranya imut banget, ah aku udah di buat gila " batin Genta menjerit.
" udah terasa enakan " tanya Genta yang begitu perhatian.
" alhamdulillah " jawab Apni " bentar aku cuci muka dulu " Apni beranjak menuju kamar mandi.
sedangkan Genta sudah mempersiapkan makan siang nya dan menyusunnya dengan rapih, saat Apni keluar dari kamar mandi, Apni kaget makanannya sangat banyak.
" yaa Allah Genta ini makanan nya banyak banget " ucap Apni yang keheranan.
" kamu kan lelah jadi aku tadi pesan banyak makanan, yuk makan ini udah dingin makanan nya udah 1 jam yang lalu " ucap Genta.
" hmm iya " jawab Apni dan mereka makan dengan nikmat nya.
" alhamdulillah kenyang " ucap Apni " ini makanan nya masih banyak terus mau diapain " tanya Apni yang bingung
" bukan nya ada asisten kamu tuh yang bernama Jovita, suruh aja kesini sama asisten nya Mila juga masuk kan dia " tanya Genta.
" oh iya Asri iya dia juga masuk " jawab Apni " bentar aku telfon dulu "
tak berapa lama datang lah Jovita dan Asri
tok
tok
tok
Jovita dan Asri mengetuk pintu ruangan Apni. " masuk aja Jov, Asri " Apni menyuruh mereka masuk
" permisi tuan " ucap Jovita dan Asribsast masuk keruangan Apni dengan sopan mereka menyapa Genta.
__ADS_1
" ada apa ya dok " tanya Jovita
" aish gak usah seformal itu Jovita, ini. lagi gak kerja panggil aja nama " jawab Apni, emang kalau lagi tidak kerja mereka memanggil nama karena disini ada Genta jadi mereka memanggil Apni sangat Formal.