
" jangan.. ka " ucapnya mereka semua langsung menoleh kearah orang tersebut.
" Neng " ucap Neta bahagia
" Resta " panggil yang lain, Fathan bahagia Resta berhasil nekewati masa kritis nya.
" aku mohon ka, jangan beritahu papi, mamih juga ka Alan " mohon Resta.
" kenapa dek, kk gak mungkin membiarkan adek sakit sendirian, jika saja kk yang lebih cocok dengan adek apapun akan kk lakuin " ucap Genta yang masih menetes kan air matanya, Resta tersenyum.
" Resta gak mungkin ngelakuin itu ka, kk juga udah punya tanggung jawab " Apni begitu kagum pada Resta yang berfikir dewasa.
" Resta ka Apni ikhlas jika ka Genta melakukan nya " ucap Apni menatap Resta sendu.
" hmmm Resta bersyukur saat Resta seperti ini, masih ada orang-orang yang menyayangi Resta "
" Neng apaan sih ngomong nya, kamu pastu sembuh jangan nyerah " ucap Neta menahan tangisan.
" kita gak tau takdir Allah Neng, bila aku nisa aku juga ingin meminta pada Allah agar aku di berikan kesempatan " Apni memeluk Genta, Fathan dan Sam masih menatap Resta.
" aku juga akan meminta pada Allah agar kamu selalu di berikan kesempatan, jadi jangan menyerah berjuanglah " semangat Neta.
" aamiin, insyaAllah aku akan berjuang Neng sebelum waktunya tiba " Nera langsung lari keluar karena tidak kuat, dan sampai di luar Neta menangis.
" aku gak bisa Neng, aku gak sanggup hiks.. hiks.. yaa Allah Neta mohon buatlah Resta seperti dulu jangan ambil Resta hiks.. hiks "
" ka Al " panggil Resta Fathan tersenyum dan menghampiri Resta.
" jangan banyak bertanya atau bicara apapun, sudah cukup sekarang giliran kk yang akan bicara, Resta harus berjuang kk akan berusaha sebisa kk, dan jika kk sudah tak sanggup maka jalan nya kk akan paksa ka Alan untuk melakukan operasi " Resta tersenyum.
" dan saat Resta sembuh nanti maukah Resta tetap menjadi sahabat kk " Resta menatap Fathan dan menangguk, lalu Resta mengangkat tangan nya perlahan Fathan langsung memegang nya.
" janji jari kelingking " mereka melakukan nya, sedangkan dengan Fian menggunakan jari jempol.
" masa cuma ka Fathan aja kk juga mau " mereka tergelak.
" ka Al Neta " Fathan mengangguk dan pergi untuk menemui Neta, saat Fathan berada di luar Fathan melihat Neta yang masih menangis sambil duduk di lantai dan bersandar di dinding.
" Neta " Fathan berjongkok di hadapan Resta.
" ka Al, Neta gak sanggup ka hiks.. hiks "
" insyaAllah kk akan berusaha, tapi tolong Neta jangan lemah di delan Resta, berikan Resta dukungan " Fathan memeluk Neta, Neta menangis di pelukan Fathan. Sam ikut meneteskan air matanya.
" selama aku ikut dengan tuan Al untuk pertama kalinya aku meneteskan air mata, dan tuan Al begitu terpuruk nya, tuan Al berjuanglah untuk nona Resta " batin Sam.
" ka Apni apa keponakan Resta sudah hadir disini " Resta mengusap perut Apni. Apni tersenyum.
" alhamdulillah sudah sayang " Resta begitu bahagia, dan senyuman nya tidak hilang.
" ka Genta hebat, ternyata gercep juga " Genta tersenyum.
" hmm adek raguin kk ini ceritanya " Apni menatap mereka sendu dan bahagia.
" iya, iya Resta ngaku kalah deh " Genta mengelus rambut Resta.
" semoga Resta di beri kesempatan untuk bisa melihat keponakan Resta hadir di dunia ini "
deg!
__ADS_1
Genta berhenti mengelus rambut Resta, dan Apni kini terlihat sedih kembali yang awal nya tersenyum.
" adek pasti sembuh, tetap lah berharap " semangat Genta. " dan kk mohon jangan katakan itu lagi, adek pasti bisa menjaga keponakan adek ok "
" insyaAllah aamiin " ucap Resta.
*********
Di kota S
" gan loe beneran udah siap " tanya Akmal.
" kenapa loe ngeraguin gue " ucap Fian.
" bukan begitu gan, gue... "
" gue udah fikirin semuanya, gue juga hatus bisa move on, gak mungkin gue akan terap stay di tempat yang sama "
" gue hanya berdo'a semoga loe gak akan nyesel " Akmal pergi meninggalkan ruangan Fian.
Fian hanya diam saat ini Fathan sengaja menyibukan dirinya di kantor karena nanti malam dia akan bertunangan " gue pasti bisa " gumam Fian.
Di kediaman Kamal
kini Helen, Rangga, Mila dan Alan sudah sampai di mansion Kamal.
" assalamualaikum " ucap mereka bersamaan.
" wa'alaikumsalam " jawab Rasty dan Erwin.
" eh Helen " Rasty langsung memeluk Helen.
" aku gak mau ngerepotin kamu, tau sendiri pan kamu sibuk banget " Rasty tersenyum.
" yuk duduk dulu, bibi Mei tolong para maid siapkan hidangan " Bibi Mei mengangguk.
" gak perlu repot-repot Rasty kita juga cuma mampir aja ko kita nau menginap dihotel " ucap Helen.
" hei Rangga apa kamu sudah tidak mrnganggap aku sahabat mu lagi " ucap Erwin.
" eh bukan begitu kami merasa tidak enak " timpal Rangga.
" ayolah Helen tinggal di sini aja ya, kamu curang ih waktu aku disana dulu.... " Rasty terdiam mengingat kejadian dulu yang begitu membahagiakan kini terlihat Rasty sedih.
" ma'af kan Resta Rasty! " ucap Helen ikut menyesal.
" aish gpp gak usah di bahas lagi, kini Fian sudah menetapkan pilihan nya pada nona keluarga Yudishtira " ucap Rasty mereka tersenyum, Rangga masih tetap terdiam sedangkan Alan tidak tau kenapa dia juga merasakan hati nya begitu risau.
" Alan ada apa! " tanya Rasty.
" eh tidak apa-apa ko mah " ucap Alan.
" dan Rangga apa kamu sakit! sedari tadi kamu terlihat lesu " tanya Erwin.
" iya Rangga sedikit tidak enak badan, ntahlah dia selalu risau gitu, aku juga gak tau saat aku tanya bahkan Rangga sendiri pun tidak tau " jelas Helen yang memegang tangan Rangga.
" ntahlah, aku selalu gundah aku juga bingung kenapa akhir akhir ini kadang aku tiba-tiba menrteskan air mata " ucap Rangga membenarkan.
" mungkin kamu kelelahan tau sendiri kamu itu kalau udah kerja lupa segala galanya " ucap Erwin karena memang seperti itulah Rangga.
__ADS_1
" hmm permisi nyonya hidangan sudah siap " Bibi Mei menyela obrolan mereka.
" yaa Allah aku lupa, ya udah yuk kita makan siang dulu " akhirnya mereka pun makan bersama.
Di kediaman Yudishtira.
" aku ingin terlihat semuanya sempurna jangan ada yang sampai kekurangan apapun kalian mengerti " perintah Ega pada pekerja nya saat mendekor rumah nya untuk acara nanti malam, mereka hanya mengangguk.
" sayang udah ih biarkan mereka yang melakukan nya, ingat lo jangan capek buat nanti malam " ucap Farah.
" iya mah makanya Ega itu gak mau ada kesalahan ini acara buat Ega mah, acara yang Ega nantikan " ucap Ega yang masih menatap para pekerja.
" iya mamah tau, kita makan dulu yuk papah kamu udah nungguin " Ega akhirnya menurut dan mereka memuju meha makan disana sudah ada Riska dan Yusuf.
Ega dan Farah duduk di tempatnya masing-masing " apa kamu bahagia Ega " tanya Yusuf Ega menyerengitkan kening nya.
" jangan sampai kamu melakukan kesalahan " ucap Yusuf.
" papah tenang aja karena ini Ega yang tunggu tunggu, akhirnya Fian akan menjadi milik Ega selamanya " ucap Ega bahagia. dan akhirnya hening tak terdengar pembicaraan lagi.
********
Di Ramah sakit Harris.
Genta sedang keluar dengan Apni untuk mencari makanan Fathan sedang memeriksa pasien lain, Neta sedang di kamar mandi Resta sudah jenuh akhir nya dia menyalakan tv dan Resta terkejut tiba-tiba air matanya menetes.
" ka Fian " ucap Resta sambil menangis, ya kabar Pertunangan Fian dan Ega kini masih di bahas.
saat ini Neta baru keluar dari kamar mandi dan melihat Resta menangis sesegukan.
" astagfirullah Neng kamu kenapa apa ada yang sakit " Neta begitu panik dan khawatir Resta mengangguk dan Neta langsubg ingin berlari mencari Fathan tapi Resta menghentikan langkah Neta.
" sakit Neng sakit banget " Resta meremas dada nya, Neta masih panik.
" aku telfon ka Al ya atau ka Genta " Resta menggeleng.
" kenapa! kenapa kalian meragasiakan nya hiks..hiks " pada saat itu Genta, Apni dan Fathan baru muncul dan mendengar Resta menangis. Genta langsung menghampiri Resta.
" dek kenapa! apa ada yang sakit! " tanya Genta khawatir.
" apa papih, mamih dan ka Alan sudah pergi ke kota S " mereka masih bingung apa yang dimaksud Resta.
" apakah malam ini acara pertunangan nya ka Fian " mereka kaget dan panik.
" Neng kamu gak usah berfikir yang aneh aneh ya, kamu harus fokus dengan kesembuhan kamu " ucap Neta.
" ka bawa aku ke kota S " ucap Resta Genta menggeleng.
" jika kalian tidak mau maka Resta yang akan pergi sendiri " mereka panik dan Resta akan mencabut jarum infus ditangan nya.
" baiklah, baiklah ka Al akan bawa Resta taoi Resta harus tenang " semua menatap Fathan tajam, Genta langsung menarik Farhan keluar.
" kamu gila dokter Fathan, kamu bisa membahayakan Resta " marah Genta Apni berusaha menenangkan Genta.
" aku juga tidak ingin melakukan nya, tapi anda juga tau kan pak Genta Resta orang yang jelas kepala, dia pasti akan melakukan apapun demi untuk pergi " Genta terdiam kini mulai tenang.
" tapi bagaimana dengan kondisinya dia akan lemah jika alat yang di tubuh nya di lepas " ucap Genta sedih.
" aku akan memberikan vitamin agar dia kuat, tapi itu tidak akan bertahan lama, setelah Resta di sana dan sudah tercapai keinginan nya, sebisa mungkin kita harus cepat kembali membawa Resta ke RS " jelas Fathan, Genta masih diam.
__ADS_1
" kita lakukan apa yang dokter Fathan katakan, jika kita tetap mencegah Resta maka Resta tetap akan nekat, setidaknya kita membantu Resta dan Fian " Fathan dan Genta menatap Apni bingung.