
******
balik lagi ke Fian yang masih fokus mencari Resta, saat dia melihat kesana kemari tiba-tiba pandangannya fokus ke salah satu gadis yang berdiri sendirian sambil menangis saat itu gadis tersebut membelakangi Fian.
Fian tersenyum bahagia saat dia menemukan gadis tersebut Fian sudah bisa mengenali nya meskipun melihat nya dari belakang.
" akhirnya ketemu, apa kamu masih menangis, ck awas saja kamu Anita " umpat Fian dalam hati.
drrrtt.. drttt
suara hp Fian bergetar " hallo " ucap Fian.
" gimana gan udah ketemu belum, dari tadi Neta nanyain terus ini " ucap Akmal di sebrang sana.
" udah sekarang gue mau menenangkan nya, katakan pada Neta semua akan baik-baik saja " ucap Fian.
" hmm baiklah, oya gue udah balik nih ke kantor, loe ajak Resta kemari Neta gak bakalan mau pulang kalau Resta bekum di ketemukan "
" iya iya, ntar gue juga balik ko, gue juga mau ngasih pelajaran pada semua karyawan disana "
" ya udah gue tunggu, semoga berhasil gan gue tunggu disini "
" ok makasih " Fian menutup telfon nya dan Fian menuju Si gadis tersebut yang udah membuat nya cemas khawatir dan takut, Fian tersenyum licik " ck kelinci kecil atau rubah kecil ya, berani sekali kamu udah bikin aku hampir mati, coba kalau mamah sama papah tau kamu ilang, bisa di sate aku sama mereka, awas saja kamu ya akan aku berikan hukuman buat kamu " gumam Fian masih tersenyum licik.
" ma'af, maafkan kakak yang datang terlambat "
deg deg
seketika gadis tersebut berhenti menangis dan kaget, iya dia Resta, Resta yang mengenal suara ini, suara yang selama ini dia rindukan, bahkan bukan suaranya saja tapi juga orang nya, karena dialah Resta berada disini.
Fian menatap pilu Resta, kenapa kejadian ini bisa terjadi, padahal ini baru pertama kali Resta menginjakan kaki nya di kota S dan di perusahaan nya, tapi kenapa malah ada hal yang membuat nya terpisah seharusnya pertemuan yang romantis.
karena mereka sudah lumayan lama terpisah 1 bulan bagi Fian terasa 1 tahun, Fian merasa marah pada dirinya sendiri yabg tak bisa melindungi gadis nya, calon istrinya.
Fian berdiri dibelakan Resta mereka masih berkecamuk dengan fikiran mereka masing-masing, Resta bukan menangis karena hinaan yang di berikan Anita, Resta kecewa saat dia ingin bertemu Fian yang selama ini dia rindukan tapi saat di perusahaan dia tak bertemu Fian.
Resta menyeka air matanya dan berbalik.
deg deg
Fian dan Resta saling menatap lekat, bahkan jantung mereka sudah tidak karuan. saat itu Fian langsung merentangkan kedua tangan nya, dan Resta langsung berhambur kepelukan Fian.
Fian memeluk erat Resta, menyakurkan kerinduan nya, Fian masih tersenyum dengan bahagia, sementara Resta menangis karena bahagia bisa bertemu dengan Fian lelaki yang sudah memporak-porandakan hatinya.
cukup lama mereka berpelukan karena rasa rindu mereka dan Fian memegang bahu Resta sambil tersenyum manis. Resta jadi merona di buatnya.
" hmm kakak takut tadi tidak menemukan Resta " ucap Fian lembut. " jika kakak tidak menemukan Resta sudah pasti kakak akan di cincang papah sama mamah " goda Fian.
" ihhhh kakak nyebelin tau gak " Resta mencubit pinggang Fian .
" aw, aw sayang sakit ih" Fian mencubit pipi Resta.
" abis nya kk nyebelin tau gak "
__ADS_1
" hehehe kamunya gemesin pengen kk karungin terus kk simpan dikamar "
" di kiranya Resta ini kucing apa, mau di karungin "
" bukan kucing tapi kelinci kk atau rubah imut kk " goda Fian, Resta masih menahan malu dan menyembunyikan muka nya lagi di pelukan Fian .
Fian tersenyum kembali saat berhasil menggoda Resta, sudah lama Fian tak melihat wajah merona nya Resta.
" mau tetap di sini atau mau balik ke perusahaan "
" ish Resta malas balik kesana, nanti yang ada Resta di buat kesal "
" tapi kalau Resta gak balik ke sana, ada orang yang gak mau pulang sebelum kk bawa Resta kesana " Resta terdiam " seseorang " barin Resta.
" astagfirullah kk Resta lupa, Resta ninggalin Neta di sana " Resta baru tersadar pada Neta.
" ya udah ayok kita ke perusahaan " ajak Resta, tapi Fian tak bergeming Resta merasa aneh.
" ka kenapa?" tanya Resta.
" ish gak peka " Fian mulai ngambek, dan Resta tersenyum " ck beruang kutub manjanya kambuh " batin Resta.
" ayo " Resta menjulurkan tangan nya pada Fian, dan Fian kembali tersenyum, senyuman merekah karena bahagia, Fian langsung menyambut tangan Resta dan menggenggamnya.
mereka pun berjalan beriringan sesekali senyuman mengembang pada wajah mereka.
*******
sesampainya di depan perusahaan Resta mengehentikan langkah nya.
" Resta malu ka " ucap Resta lirih.
" tenang aja, kalau sama kk Resta harus menegakan pandangan jangan menunduk " ucap Fian.
" tapi ka " ucapan Resta terhenti saat Fian memotong ucapan nya.
" gak ada tapi tapian " Fian langsung menarik Resta masuk ke perusahaan dan saat memasuki lobi, semua orang kaget dan terpaku saat Fian menggengam tangan seseorang yang mereka lihat saat kejadian di kantor.
saat Fian jalan melewati mereka Fian beralih menatap tajam Anita. " Ririn, Galih bawa dia menghadap saya " ucapan Fisn yang tegas dan penuh penekanan membuat mereka merinding.
" ingat kalian semua, jika kejadian ini terulang lagi di perusahaan saya, saya tak segan segan memberikan pelajaran pada kalian, apa kalian mengerti " Fian berteriak saat ucapan mengerti sehingga semua orang disana tersentak termasuk Resta yang juga kaget.
Resta mengeratkan genggaman nya, Fisn lupa bahwa sedari tadi Resta masih ada di genggaman nya.
" sayang ma'af " seketika semua orang kembali di buat kaget seorang CEO pemilik perusahaan Kamal Corp berkata lembut dan mengucapkan maaf pada seorang gadis.
mereka masih bertanya-tanya siapakah gadis tersebut, sehingga membuat Ceo mereka begitu hangat dan juga lembut dalam memperlakukan nya.
Fian langsung masuk ke lift khusus, dan semua karyawan merasa lega saat Fian menghilang dari pandangan mereka. mereka mulai bernafas lega tadi nafas mereka seperti tersendat.
" eh jadi itu calon istri pak Fian " ucap Ririn yang begitu takjub saat melihat Resta cantik dan imut.
" hmm pasti, kamu lihat aja beps cara dia memperlakukan gadis tersebut " timpal Galih.
" cocok pak Fian tampan dan Nona Resta Cantik "
__ADS_1
" siapa yang tak mengenal Nona muda dari keluarga Dinata " Galih berucap sambil menatap para karyawan yang lain, dan menekan kan kata Dinata, seketika mereka di buat kaget lagi mengetahui kenyataan bahwa orang yang mereka lihat saat di hina ternyata Nona muda dari keluarga Dinata.
apalagi Anita sudah sangat pucat saat mengetahui kebenaran nya.
" ck kamu kenapa jadi menunduk gitu, bujan kah dengan lantang nya kamu menghina dan mencaci nya " Ririn sangat emosi pada kelakuan Anita.
" beps udah jangan emosi, biarkan pak Fian yang memberikan hukuman padanya, hukuman apa yang akan diberikan pada orang yang tak punya etika " timpal Galih.
******
kembali ke Neta dan Fian.
" ka Neta ingin ketemu Resta " Neta masih mondar mandir di ruangan Akmal, Neta sempat melihat Resta dan Fian datang lewat CCTV.
" iya iya ya udah ayo, pusing kk di buat nya lihat kamu dari tadi mondar-mandir " merekapun keluar ruangan menuju ke ruangan Fian.
sedangkan di dalam ruangan Fian menatap Resta dengan lekatnya bahkan terlihat sangat tajam. Fian membuka jacket Resta dan menaruhnya di kursi.
" ka kenapa natap Resta gitu sih " Fain terus menatapnya.
" sejak kapan kalian datang " tanya Fian yang masih menatap Resta.
" hmm i-itu itu.. itu.. " Resta semakin gugup, Fian berjakan mendekati Resta.
" itu itu apa " Fian semakin gencar mendekati Resta. Resta terus mundur dan Fian terus melangkah mendekatinya.
" ayo jelaskan " Fian masih saja menggoda Resta.
" itu ka, mamah sama papah ingin ngasih kejutan pada kk jadi kita tidak bilang rencana kita pada kk dan ka Akmal " ucap Resta gugup keringat dingin sudah bermunculan di dahi Resta, semakin mencekam ruangan tersebut saat Fian terus saja melangkah mendekati Resta saat Resta mundur badan nya menabrak dinding.
dan Fian menaruh tangan nga di kiri dan kanan Resta, sementara Resta masih menormalkan degup jantung nya, Fian tersenyun devil pada Resta.
" berani ya mempermainkan kk, bahkan membuat kk khawatir dan juga takut " Fian mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Resta, sedangkan Resta menahan nafas nya.
" ka jangan gini, nanti ada orang masuk " ucap Resta masih gugup.
" memang kenapa kalau ada orang toh ini juga perusahaan kk "
" bu-bujan gitu " Fian semakin mendekatkan mukanya ke telinga Resta dan berbisik.
" kk akan menghukum mu piuh " Fian meniup telinga Resta.
blush
muka dan kuping Resta seketika memerah, Fian tersenyum melihat titik sensitif Resta di mana, dan Fian semakin gencar menggoda Resta muka Fian dan Resta tinggal 5cm lagi.
dan saat Fian semakin mendekati wajah Resta pada saat mereka saling Fokus dengan fikiran nya tiba-tiba ada suara pintu terbuka.
ceklek..
TBC
******
__ADS_1
alhamdulillah othor bisa up 2 episide ada waktu luang... 🤲🤲😊😊