Life Is Love

Life Is Love
Persiapan Pesta


__ADS_3

*******


1 minggu telah berlalu setelah kepulangan Resta dan Neta Fian masih murung sama hal nya dengan Akmal, sesekali Fian terus memandangi HP nya yang terpampang photo Resta yang Fian jadikan walpaper di Hp nya.



Fian kadang tersenyum dikala memandangi photo Resta yang dia ambil dari Hp Resta dulu tanpa sepengetahuan Resta.


" rindu ini semakin menggebu, dikala kau jauh Resta senyuman mu itu yang begitu imut " Fian terus bergumam " haish aku jadi lebay gini sih astagah " ucap Fian tak sadar.


tok


tok


tok


ketukan pintu membuyarkan lamunan Fian


" haaah " Fian menghela nafas, munculah orang yang mengetuk pintu.


" tumben loe ketuk biasanya main nyelonong aja "


" eh iya ya, hehehe tau ah gelap, loe masih mau disini aja apa mau pergi, kali ini kita ada meeting di restaurant X " ucap Akmal memberitahu Fian, karena sedari tadi Akmal menunggu Fian tapi tidak juga muncul.


" bertemu dengan wanita itu lagi, haish bikin badmood aja " kesal Fian.


" ya sama ceweknya kita cuekin aja anggap ja ke hantu gak nampak hahaha " celetuk Akmal.


pletak


" ih sakit oon " kesal Akmal saat dapat lemparan pena di kening nya.


" tuh mulut ya ngakak gue tapi takut dosa "


" abis nya loe tadi bilang gitu, ya anggap ja tuh cewek hantu yang gak nampak simple kan "


" ngomong mudah tapi kenyataan nya "


" gak penting lah intinya kerjasama nya aja sama tuh perusahaan "


" sebenarnya aku malas sih, meskipun gak bekerjasama dengan perusahaan Yudishtira tapi masih ada perusahaan Al-Harris yang lebih menantang "


" iya benar juga CEO nya gue dengar hebat bahkan selain CEO dia juga seorang Dokter keren pan ya " Akmal seperti mengagumi nya.


" ih jijik gue awas loe kalau selingkuhin Neta " ancam Fian sambil menatap kearah bawah kaki Akmal. Akmal jadi bergidik ngeri.


" mau apa loe gan, dih enak aja gue masih normal kali ah " sebari gaya ala cowok ngondek.


" dih amit amit hih ngeri gue lihat loe ke gitu " mereka pun tertawa terbahak-bahak.


*******


di kota J semua persiapan sudah hampir 100% yah, persiapan pesta untuk keberhasilan Alan dan Genta.


kini Resta dan Neta di sibukan dengan kuliah nya ya 3 hari lalu mereka sudah resmi menyandang mahasiswi.


" assalamualaikum mam, pih " salam Resta yang langsung menghabur memeluk Rangga.


" ih ko papih dulu mamih gak " cerus Helen.


" ih kan mamih juga sering " ucap Resta.


" gimana tadi kuliah nya dek " tanya Rangga.


" alhamdulillah lancar pih, gak ada kendala " Resta yang masih bergelayut manja pada sang papih sambil memakan kue.


" dek ih pasti belum cuci tangan tuh " tegas Helen.


" kan adek sering bawa handsenitizer mam ih crewet deh "


" ya bukan nya gitu dek, kita tuh harus selalu jaga kebersihan sekarang tuh lagi viral viral viral nya virus corona, apa lagi katanya ada varian baru "


" eh varian rasa apa strawberry mangga atau jeruk mam " eh Helen Rangga dan orang orang disana di buat melongok. bahkan ada yang membawa bunga untuk persiapan pesta sampe terjatuh ada juga yang bertabrakan.


" dih kenapa jadi pada aneh gitu natap nya "

__ADS_1


pletak


" aw mam sakit iih " Resta mengusap keningnya dan bibirnya yang kena sentilan Helen.


" tuh mulut kalau ngomong aneh, sama tuh otak nya tolong di pake, dibilangin malahan ngeselin au ah mamih capek " Helen pura pura ngambek.


" hehehe maaf mam pease dah yah kita damai " Resta mengacungkuan dua jari bentuk V.


" udah adek mandi dulu sana bau ih " Rangga memencet hidung Resta.


" ih papih salah, harusnya tuh hidung papih bukan hidung Resta " Resta memanyunkan bibirnya, Rangga dan Helen tertawa lepas.


" ya udah deh Resta keatas dulu dah mam " Resta mencium pipi Helen dan Rangga.


" hadeh tuh anak mau punya suami juga masih manja banget " Helen geleng geleng.


" tapi papih masih nganggap anak-anak papih itu masih kecil kecil mih, papih pasti merindukan mereka, papih tetap ingin Resta seperti ini pada papih mih " ucap Rangga lirih.


Helen yang tadi nya sibuk kini menatap sendu sang suamu tercinta dan tiba-tiba memeluk Rangga dengan erat sambil menangis, Rangga membalas pelukan nya.


Bi Aminah dan mang Diki ikut menangis bahkan banyak yang terharu melihat mereka juga, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menangis dan menekan dadanya ya dia Resta yang sebenarnya belum naik keatas.


saat Resta berbalik tiba-tiba Resta menabrak orang yang sedang membawa barang-barang buat mendekor.


bruk


" aw " ucap mereka bersamaan.


" eh maaf maaf " ucap Resta " anda tidak apa-apa kan " tanya Resta memastikan. saat orang tersebut mendongakan wajah nya dia nampak terpukau melihat Resta yang begitu cantik dan juga imut, mungkin orang menyangka dia madih anak sekolahan.


ctek


Resta menjentikkan jarinya " anda tidak apa-apa " tanya Resta kembali.


" ah i-iya saya tidak apa-apa Nona " jawab nya gugup dan dia terbangun dari jatuh nya tadi. Resta pamit dan langsung naik ke lantai atas.


" gila bro tuh Nona muda dari keluarga Dinata cantik nya gak ketulungan "


" iya gue aja kaget banget, selain cantik ramah juga "


eh mereka malah bergosip mengenai sang Nona muda Dinata.


" ehem " tiba-tiba ada yang berdehem seketika mereka kaget dan menoleh.


" kerja lagi jangan gosip " ucap mang Diki.


" eh i-iya mang maaf " ucap mereka


" haish Neng Resta bikin orang salting aja, sama hal nya mang Diki juga kalau di tatap Neng Resta " tiba-tiba " aw aw " ada yang menjewer kuping mang Diki.


" si mamang ih masih ganjen aja " ya yang menjewer mang Diki Bi Aminah istrinya sendiri.


" hehehe maaf atuh Neng geulis " ucap mang Diki. Bi Amibah geleng-geleng.


" ya udah tuh mendingan lihatin mereka yang kerja " kesal Bi Aminah mang Diki cengengesan.


*******


malampun tiba dan sekarang sudah kerlap kerlip lampu dipasang begitu indah di kediaman Dinata bahkan sudah banyak tamu undangan berdatangan.


Genta dan Apni sudah terlihat tampan dan cantik.



bahkan Mila juga Alan sudah nampak sambil bergandengan.



mereka terlihat tampan dan cantik, tinggal Nona muda mereka yang belum muncul siapa lagi kalau bukan Resta.


Neta juga sudah terlihat cantik dengan dress nya.



" assalamualaikum mih, pih " salam Neta Rangga dan Helen menoleh.

__ADS_1


" wah anak mamih udah cantik gini " ucap Helen, Neta tersenyum memeluk Helen dan mencium tangan Helen dan Rangga.


" eh mih Resta mana " Neta celingukan mencari Resta.


" dia masih di kamar nya, ya udah yuk mamih juga ikut " ajak Helen.


" pih bentar mamih mau ke kamar adek dulu " Rangga mengangguk dan Helen juga sudah permisi pada tamunya.


sesampainya di depan kamat Resta.


tok


tok


tok


" adek buka pintunya ini ada Neta " teriak Helen di luar.


" ah iya mih tunggu bentar " jawab Resta, Resta langsung membereskan tissue yang ada noda darah nya. dan membuang nya ke kloset.


" Neng lama banget lagi ngapain si " teriak Neta tak sabaran.


ceklek


pintu kamar terbuka munculah orang yang ditunggu sambil tersenyum tanpa dosa.



Helen dan Neta malahan bengong melihat penampilan Resta.


" eh, eh kenapa apa ada yang salah " Resta mulai gugup.


" Neng cantik tau gak, gimana ka Fian gak klepek-klepek ini "


" anak mamih terlihat dewasa juga cantik, ya udah nanti turun ya mamih tunggu, mamih duluan " Helen langsung pergi Resta tersenyum


Neta punya ide akhirnya dia mengeluarkan handpone nya dan.


cekrek


" eh ngapain " tanya Resta aneh.


" aku send deh ke ka Fian " ucao Neta sambil ngotak ngatik hp nya yang mencari kontak Fian.


" nah ketemu " saat Neta akan menekan send Resta merebut hp nya.


" eh Neng cantik ngapain siniin hp nya " Neta ingin merebut hp nya dari tangan Neta.


" kamu tuh ya Neng sembarangan mau kirim ke ka Fian " pas Neta mau menghapus photonya Neta berhasil merebut nya dan


klik


" nah terkirim " ucap Neta senang.


" Neng Netaaa awas ya " ucap Resta kesal.


mereka akhirnya turun saat mereka turun orang-orang di bawah malah memusatkan perhatian mereka, mereka kagum akan sosok Neta dan Resta.


Resta dan Neta tersenyum canggung dan Helen melambaikan tangan nya menyuruh mereka dekat.


" ah iya ini anak saya Resta Risella Dinata " Helen mengenalkan Resta.


" dan ini anak dari pak Harun dan Buk Laras " tunjuk Helen pada Neta, Harun dan Laras juga hadir dan tersenyum.


" wah mereka cantik cantik apa mereka masih sekolah " tanya tamu yang lain.


" iya imut banget deh pengen nyubit " kata ibu ibu yang lain.


" eh jeng anak nya masih sendiri aps udah punya " tanya yang lain lagi.


" iya boleh nih kita jodohin aku punya anak cowok yang gak kalah ganteng "


" eh gak sama anak aku aja ya pak Rangga buk Helen " eh mereka malah jadi rebutan.


sedangkan Neta dan Resta masih di buat canggung apa lagi ini malahan jadi rebutan, ke piala aja ini..

__ADS_1


__ADS_2