
********
Alan sedang mengadakan meeting begitu profesional nya Alan dalam menggadapi masalah Alan tak menjadikan masalah pribadinya dengan perusahaan nya.
setelah meeting selesai kini mereka membicarakan Alan sang CEO mereka.
" salut buat pak Alan dia masih bisa mengendalikan emosi nya "
" ah semakin cinta dengan pak Alan "
" the best pokonya, berharap bisa mengantikan sosok Nona Mila "
" iya aku juga " mereka begitu terpesona akan pembawaan sikap Alan yang tegas dan berwibawa, bahkan semakin dewasa dalam. menyikapi masalah nya.
saat mereka berbicara tak sengaja Ulfa mendengar nya, dia sama hal nya debgan yang lain begitu bahagianya saat mengetahui sikap Alan, bahkan begitu penasaran.
" pak Alan, semakin jadi banyak idola nya saja " gumam Ulfa yang juga terpesona.
kini Ulfa menuju keruangan Alan
tok
tok
tok
" masuk " ucap Alan kini masuklah Ulfa sang sekretaris.
" pak meeting hari ini sudah selesai apa anda akan pulang " tanya Ulfa hati hati.
" hmm benarkah " ucao Alan tersenyum pada Ulfa.
deg
Ulfa di buat terkejut karena Alan tersenyum padanya. " apakah aku salah lihat benarkah pak Alan tersenyum padaku" batin Ulfa begitu senang.
" baiklah kalau begitu saya akan pergi " kini Alan berdiri dan meninggalkan ruangan nya, Alan ingin menenangkan hati dan fikiran nya.
sedangkan Apni juga sama kacau nya dia sedang duduk di taman RS kadang Apni tersenyum kadang menatap sendu kearah depan saat Apni sedang sendirian tiba-tiba ada yang duduk di samping nya.
" maaf aku terlambat " ucap seseorang Apni mengalihkan perhatian nya yang tadinya menatap lurus kedepan kini menatap kesamping nya.
seseorang tersenyum tapi senyum palsu yang sedang menutupi luka.
" Alan sedang apa kamu disini " tanya Apni kaget karena Alan tidak bekerja.
" hmm aku sedang ingin menghubur seseorang yang mungkin daja sedang sedih " Alan kembali tersenyum
plak
" aw sakit Apni " ucap Alan yang mengelus ngelus bahunya nya dapat pukulan dari Apni, banyak yang tersenyum kearah mereka saat melihat kemesraan mereka.
mungkin banyak yang mengira jika mereka adalah pasangan kekasih yang sedang di mabuk Cinta, padahal pemikiran mereka salah.
__ADS_1
" ck.. ternyata ada ya orang yang pura pura bahagia bahkan tersenyum hanya untuk menutupi lukanya " jawab Apni Alan juga terdiam.
" apa kamu percaya " Apni cuma mengedikan bahunya saja.
" ntahlah, tapi mereka sendiri bukan yang mengonfirmasi nya bahkan kita juga tidak di beritahu akan hal ini "
" aku juga bingung, tapi kita juga harus mendengar dari mereka jika itu benar maka aku sendiri yang akan menghajar Genta "
" apa aku juga boleh melakukan hal yang sama terhadap Mila " ucap Apni sambil mengedip ngedipkan matanya sedangkan Alan malah tergelak saat Alan tertawa semua orang yang ada ditaman kembali menatap mereka.
" Alan malu ih lihat semua orang menatap kita " ucap Apni kini Alan sadar dimana dia berada.
" ehem " Alan berdehem menormalkan dirinya kembali kesemula.
" mungkin mereka menganggap kita ini pasangan kekasih,, haish bagaimana kalau kita melakukan hal yang sama yang seperti Genta dan Mila lakukan " Apni menatap Alan Apni masih belum mengerti apa yang Alan ucapkan.
" tolong jangan menatap ku seperti itu, kau terlihat orang bodo* " Apni kembali memukul Alan.
" jika lama lama aki disini bisa biru biru ini badan, gak kamu gak Mila... " Alan terhrnti jika ingat nama Mila.
" ma'af " Apni meminta ma'af " aku tau apa yang kamu maksud tapi aku bukanlah seperti itu, aku tidak ingin menambahkan masalah " Apni kembali menunduk.
" hihihi aku tau oya malam ini aku ada acara di caffe apa kau mau ikut " tanya Alan, Alan berniat mengajak Apni juga.
" ah,, acara tapi ma'af aku tidak bisa. aku masih banyak kerjasn yang belum selesai jika kau mau pergi pergi saja, eh tapi tunggu kau pergi.... " ucapan Apni menggantung dan penuh tanda tanya.
" tenang aku pergi dengan karyawan kantor mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik, sebagai boss yang baik bukankah kita harus menyenangkan mereka " ucap Alan Apni mengangguk.
" apakah ada karyawan yang penting lain nya " Apni mulai khawatir karena melihat kondisi saat ini Apni takut Alan melampiaskannya ke wanita lain.
" ada sekretaris ku juga ikut dia yang menggantikan Genta, bahkan karena dia juga lah perusahaan dalam kondisi yang sangat baik " Apni menautkan alisnya menatap Alan lekat.
" namanya Ulfa, cantik, baik, rajin bahkan dewasa " ucap Alan.
" yaakk! kau ini kenapa malah memuji wanita lain, tunggu ini bukan Alan yang aku kenal " Apni mengelilingi Alan dan Alan hanya diam masih bertahan di tempatnya.
pletak
" aw Alan beruang kutub apa yang kau lakukan sakit tau " Apni memegang kening nya yang di sentil Alan lumayan sedikit kuat hingga terlihat memerah .
" hehehehe maaf soalnya kamu tuh ya, curigaan banget tenang aku bukan lelaku seperti itu aku masih bisa menjaga batasanku "
" apa sakit ma'af tadi gak sengaja kekencengan " Alan mengelus kening Apni seseorang menatap mereka dengan cemburunya.
puk
" anak pintar " Alan tiba-tiba mengelus rambut Apni dan setelah itu langsung ngacir.
" yaak! Alan nyebelin awas aja kamu ya " terlihat Apni begity kesal dengan kelakuan Alan sedangkan Alan mengacungkan 2 jarinya yang artinya peace, orang-orang di buat senyum dengan melihat tingkah Alan dan Apni.
saat Apni masih menatap Alan yang sudah tak terlihat sambil mengelus kening nya saat itu seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka muncul, saat Apni berbalik seketika kaget hampir saja Apni terjatuh untung saja ada yang memeluk pinggang nya.
" apa kamu tidak apa-apa " tanya seorang pria yang begitu dekat nya dengan wajah Apni, seketika muka Apni memerah karena malu.
__ADS_1
" aah iya aku tidak apa-apa ma'af " ucap Apni kini Apni menatap pria tersebut dengan intens dan pria tersebut menyadari ada tatapan penuh luka di matanya.
" apa kamu marah yang " iya orang tersebut adalah Genta. sedangkan Apni masih mengunci mulutnya rapat.
" ma'af aku tak memberi tahu mu lebih dulu ini juga diluar kendaliku " Apni menatap nya kembali.
" ma'af aku dan Mila juga berkata bohong apa kamu percaya padaku kan " tanya Genta menatap harap pada Apni.
Genta berharap Apni tidak salah faham dengan berita tersebut.
" ntahlah aku sendiri bingung harus bersikap seperti apa " ucap Apni pelan.
" aku dan Mila minta maaf padamu dan pada Alan,manager Edward mengumumkan secara tiba-tiba, sebenarnya aku akan menjawab pertanyaan mereka tapi... "
" tapi kalian sendiri tak menepis kabar tersebut dan kalian membenarkan kabar tersebut, kau tau Genta disini aku seolah-olah orang ke tiga diantara hubungan kalian " kini Apni mulai menangis.
" dan kalian juga bilang kalau aku dan Alan hanyalah sawdara, kalian tidak tau apa yang aku dan Alan rasakan, luka disini " Apni memegang dadanya.
" ma'afkan aku Apni " Genta juga sama hal menyesal dia tidak bisa melakukan apa-apa.
" tolong mulai sekarang menjauhlah dariku, aku tidak ingin ada masalah yang kembali muncul, aku takut saat mereka melihat kita disini nanti orang akan berfiiran buruk terhadapku "
" jadi untuk sementara kita jangan bertemu " Apni mulai pergi meninggalkan taman terebut dan juga Genta.
Genta mulai meneteskan air matanya dia juga tidak ingin hal seperti ini terjadi.
" apa yang harus aku lakukan, karena masalah ini aku menjadi jauh dengan Apni ,,aaakh berengse* " Genta langsung pergi dari sana juga.
Apni merosot dari balik tembok sebenarnya Apni tidak benar-benar pergi, dia ingin lihat sampai dimana perjuangan Genta, tapi ternyata Apni salah Genta pergi begitu saja.
" apa yang harus aku lakukan, sakit ini terasa menyesakan " Apni masih menangis sesegukan.
Apni tidak pulang ke apartemen Apni berniat untuk tidur di RS saat Mila menelfon nya Apni beralasan bahwa Apni ada jadwal operasi.
sedangkan Mila tau bahwa Apni mencoba untuk menghindari nya kini Mila juga sedang menangis dia ingin bertemu dengan Alan tapi saat ini Alan tak bisa di hubungi.
" Alan apa benar kamu marah, aku mohon angkatlah dengarkan penjelasan ku dulu " Mila menatap Hp nya dengan sedih.
sedangkan di sebuah apartemen duo R begitu bahagianya mereka mengetahui jika Alan dan Mila sudah tidak saling bertemu.
" akhirnya inilah yang aku tunggu " ucap Reena tersenyum
" kerjamu sangat hebat Edward, kali ini aku akan memberikan mu bonus " ucap Reno.
" terimakasih Tuan Reno dan Nona Reena "
" ingat lakukan lagi yang terbaik buat mereka lebih intens lagi untuk meyakinkan orang-orang, kau faham " Edward mengangguk kini mereka tertawa bahagia dengan kemenangan nya.
__ADS_1