Life Is Love

Life Is Love
Ega Dan Yoga


__ADS_3

********


" aduh! sakit Neng main getok aja " keluh si pria tersebut.


" matanya tolong kondisikan " kesal Ega yang sedari tadi udah pengen nenfang tuh si cowok.


" ya sayakan, pangling sewaktu kita betremu itu seorang Ega Mawarni begitu Wow, dan sekarang..... "


" kenapa! jelek " si pria tersebut menggeleng malah ngacangin 2 jempil nya. Ega menautkan alisnya melihat kelakuan si pria tersebut.


" oya! bukan kah kamu akan bertunangan dengan Fian " Ega bukan nya marah atau apa justru dia tersenyum.


" iya! tapi? batal " si pria tersebut kaget " eh ko bisa " tanya nya.


" ya bisalah, Fian bukan jodoh ku " si pria tersenyum.


" aku merasa bersalah pada Nona Resta " si pria menautkan alisnya, seorang Ega merasa bersalah tumben.


" pasti kamu berfikir tumben seorang Ega merasa bersalah " si pria di buat melongo.


" tutup tuh mulut ntar ada anak nyamuk masuk noh " si pria langsung mengatupkan bibirnya.


" dih cenayang deh ini anak " ucap nya karena Ega tau apa yang dia fikirkan. Ega justru malah tergelak sekali lagi si pria yang ada du hadapan nya di buat kagum, cantik dan menggemaskan.


" oya tumben sendirian biasanya sama asis....." belum sempat si pria tersebut melanjutkan ucapannya Ega sudah memotong nya.


" oh itu! bukan asisten tapi sahabat " kali ini si pria itu senyum, saat dia pertama kali bertemu dengan Ega, angkuh, arogan bahkan tak peduli, bahkan selalu memandang remeh orang, hari ini semuanya beda Ega yang sekarang terlihat santai, lembut dan banyak tersenyum.


" sahabat! bukankah dia terlihat seperti asisten untuk mu " Ega menatap tajam si pria tersebut, si pria itu malah garuk garuk kepala nya jadi salah tingkah.


" gak usah bahas deh ya! " ucap Ega si pria ngangguk ngangguk.


" ada bisnis disini? " tanya si pria Ega yang menatap kearah jalan kini menatap kembali si pria tersebut.


" tidak ada! aku disini ada keperluan.... aku ingin minta maaf pada Nona Resta, aku fikir dengan membuat Fian berpaling aky sudah berhasil tapi justru aku salah " ucap Ega lirih.


" oya Fian dan keluarga nya ada di kota ini juga " akhirnya Ega mengalihkan pembicaraan nya.


" oya tumben tuh anak gak kesini " ucap si pria.


" dia sedang menemani Nona Resta menjalani operasi " si pria itu kaget dan bertanya-tanya.


" operasi! Resta kenapa? " terlihat ada rasa khawatir dan panik dari wajah si pria tersebut Ega tersenyum.


" Nona Resta sedang operasi tulang sumsum belakang " deg si pria itu begitu kaget nya sampe tak bisa berkata.


" tulang sum sum belakang, artinya "


" leukimia! " si pria itu merasa sedih terlihat jelas di mata Ega.


" apa anda menyukai Nona Resta " si pria itu hanya terdiam bahkan masih terlihat sedih.


" siapa yang tidak menyukai nya! " Ega menyerengit menatap si pria tersebut, Ega mengakui Resta itu cantik pintar bahkan terlihat dewasa meskipun umurnya baru masih 17 menuju 18 tahun.


" Resta teman yang baik, mudah berbaur dengan orang lain, ceria, lembut bahkan menyayangi anak-anak, seperti anak-anak yang ada di panti " kini Ega benar benar kagum pada Resta, dia mengaku kalah dalam segala hal.

__ADS_1


" apa anda sangat mengenal nya " tanya Ega memastikan, karena si pria tersebut seperti mengetahui banyak tentang Resta.


" sangat karena dulu dia dan teman teman nya sering main kesini, saya akui sejak pertama melihat dan mengenal nya saya sudah jatuh cinta padanya " Ega masih mendengarkan nya.


" lalu kenapa anda tak mengejarnya atau berjuang untuk mendapatkan nya " si pria menggeleng.


" saya tau batasan saya, Resta tak pernah menganggapku lebih dia menganggapku seorang kakak nya, saya hanya mencintai nya dalam diam "


" wow Cinta bertepuk sebelah tangan " ledek Ega, si pria tersebut malah tersenyum.


***********


di Rumah sakit RRD kini mereka masih belum tenang karena pintu operasi masih tertutup rapat dan lampu masih belum padam.


" yaa Allah semoga mereka baik baik saja " Helen selalu berdoa dalam hatinya.


" mih, duduk yuk! " ajak Rangga yang kini menuntun Helen, Helen duduk tapi tetap cemas.


" semua irang juga cemas dan khawatir mih tapi papih mohon, mamih jangan sampe kelelahan atau sakit, anak-anak pasti akan sedih " ucap Rangga lembut, Helen memeluk Rangga.


" maafin mamih pih " ucap Helen lirih kini Helen tak mau menangis lagi dia ingin terlihat kuat untuk anak-anak nya dan suami tercintanya.


" sabar Helen, kita juga mendoakan mereka " ucap Rasty " udah tua juga masih gak mau kalah sama anak-anak ABG so romantis banget sih " celetuk Rasty karena mereka tak tahu tempat.


bugh


" aduh Mirna ngapain sih mukul sakit nih " aduh Rasty karena Mirna tiba-tiba memukul nya.


" sedari dulu emang ini anak gak berubah ya, selalu aja ngomel lihat sahabat nya mesra gitu " timpal Mirna.


pletak


" aduh! ih Rangga sakit tau " kesal Rasty karena dapat sentilan dari Rangga.


" eh Rangga loe ini ya, loe apain bini gue " tegur Erwin tak terima sedangkan Helen justru tersenyum melihat Rangga dan Erwin kaya anak muda bahkan sampr panggilan lun loe gue.


" bini loe noh sedari dulu iseng nya kumat mulu, sirik ye lihat kita berdua " ucap Rangga.


" dih ngadi ngadi loh jadi orang Rangga, yang loe bilang bener gue iri " Mirna malah di buat melongo dengan ucapan Rasty.


mereka tergelak semua " kalian ini kalau udah ketemu ribut mulu udah kaya tikus dan...." belum Helmi selesai ngomong udah mereka potong.


" curut " ucap mereka bersama kini mereka tergelak, suasana yang tadi tegang kini mulai rilex karena emak emak dan bapak bapak kembali reunian lagi.


Fian, Akmal, Neta, Apni dan Genta tersenyum melihat mereka, Harun dan Laras juga hanya bengong melihat mereka yang seakrab itu.


" Rasty mah emang jail mulu gangguin orang aja " ucap Helen.


" ya inilah Rasty " ucap Rasty yang membanggakan dirinya.


*********


kembali ke Caffe


" iya yang anda katakan itu benar Nona Ega " si pria itu membenarkan ucapan Ega.

__ADS_1


" apa terasa sakit " si pria justru tersenyum.


" sedikit, tapi aku bahagia Resta ternyata sudah di jodohkan dengan orang yang tepat, jadi aku ikhlas melepaskan " Ega justru kagum dengan jawaban si pria tersebut.


" iya anda benar " Ega kembali meminum Coffe capuccino nya. " oya terimakasih sudah menemani aku minum Coffe Tuan... "


" Arma Yoga! panggil saja Yoga jangan pake embel embel " iya si pria yang sedari tadi ngobrol dengan Ega adalah Yoga yang dulu pernah bertemu di Caffe ini juga saat Fian dan Ega mengadakan pertemuan disini.


" baiklah Yoga senang bisa ngobrol dengan anda " ucap Ega sambil tersenyum.


" teman " Yoga mengulurkan tangan nya pada Ega, Ega menatap nya saja saat Yoga akan menarik uluran tangannya dengan cepat Ega langsung menariknya dan bersalaman dengan Yoga.


" teman lebih baik " ucap Ega Yoga tersenyum.


" baiklah Nona Ega anda jika berkunjung ke kota ini jangan sungkan mampir ke Caffe terbaik yang ada disini, ya meski bukan aku pemilik nya " Ega justry tertawa yabg membuat Yoga terpana karena kecantikan Ega yang selama ini tersembunyi dari wajah angkuh nya.


" anda mengakuinya tuan Yoga, tapi aku salut anda hebat menjalankan Caffe ini dengan baik pasti Fian bangga " Ega akui memang Caffe inu terlihat selalu ramai.


" Fian selalu menyerahkan urusan Caffe nya padaku, bahkan dia tak leduli untung ruginya " Ega mengangguk.


" Fian dan Resta dua orang yang begitu unik "


" anda benar Nona Ega " ucap Yoga.


" hey jangan panggil aku Nona bukankah kita sudah berteman " Yoga kembali tersenyum.


" baiklah Ega Mawarni Yudishtira Nona muda dari keluarga Yidishtira yang angkuh, arogan, cuek dingin "


bugh


" aw! " Yoga mengaduh karena dapat lukulan di bahunya oleh Ega.


" rasakan! " mereka tergelak dan para karyawan yang ada di caffe sedari tadi selalu menatap mereka berdua yang awalnya takut saat Nona muda Yudishtira menginjakan kakinya di caffe mereka, kini terlihat rilex.


" pak Yoga bisa saja "


" iya tapi mereka cocok loh "


" selama ini pak Yoga cuma dekat dengan nona Resta dan Nona Neta saja "


" iya benar belum pernah pak Yoga bawa cewek gitu ke Caffe ini " mereka mengangguk bersamaan ada yang memphoto kebersamaan Ega dan Yoga itu salah satu karyawan Caffe.


" uh mereka so sweet cocok banget deh "


" hooh kita doakan semoga mereka jadian lalu menikah "


" aamiin " mereka mengaminkan sang atasan mereka.


kini Ega dan Yoga sudah tak canggung mereka terlihat tertawa bahkan bercanda, banyak pengunjung yang iri akan mereka, mereka justru terlihat seperti pasangan kekasih, Ega yang awal nya merasa sendiri bahkan tidak ada senyuman di wajahnya kini terlihat begitu bahagia saat menemukan teman barunya.


Arma Yoga



__ADS_1


uluh uluh ganteng nya babang Yoga.


__ADS_2