Life Is Love

Life Is Love
Pertemuan dengan Yudishtira Group


__ADS_3

******


brukkk


Fian terjingkat kaget karena mendengar suara pintu yang teebuka begitu keras, seketika muka Fian memerah menahan amarah, siapa lagi pelakunya kalau bukan Akmal Buana.


" bangk* loe " Fian melempar pena pada Akmal.


" hait gak kena " Akmal mencak mencak, Fian hanya geleng geleng. Fian duduk di meja kerjanya nya.



" loe mau gue pecat loh, bukan nya ketuk. pintu main trobos aja. itu kalau pintu rusak loe ganti " kesal Fian saat duduk di meja dan memandang Akmal.


Akmal hanya cengengesan " sorry gan gue buru buru soal nya "


" ngapain loe " tanya Fian ketus.


" eh loe lupa apa pikun, udah waktunya kita ketemu klien, dari tadi tuh Ririn nungguin loe tapi loe gak keluar keluar " Akmal memarahi Fian.


" eh yang boss nya disini siapa " tanya Fian kembali.


" ya Loe lah aneh ni anak " tunjuk Akmal. Akmal mengambil apel di meja Fian memandang ke arah Fian.



" ngapain loe ambil apel gue beli sana " ucap Fian.


" pelit banget sih, ntar gue beliin satu truk mau " ketus Akmal yang sambil menggigit apel nya.


" gimana udah siap semuanya " tanya Fian.


" siap " Akmal menjawab cepat.


" baiklah kita lihat, seperti apa perusahaan Yudishtira group " Fian berjalan melewati Akmal begitu saja.


" dih nih anak ninggalin gitu aja " Akmal mengikuti Fian. Ririn sedang menunggu mereka, saat itu Fian dan Akmal muncul dari ruangan Fian.


" siang pak " sapa Ririn dan sedikit menundukan kepala nya.


" siang, apa semua sudah disiapkan Ririn " tanya Fian yang tegas.


" insyaAllah sudah pak, tinggal berangkat saja " jawab Ririn.


" Bagus " Fian berjalan menuju lift diikuti Akmal dan Ririn.


ting


lift terbuka dan mereka masuk bersamaan, Akmal masih sibuk mengunyah apel nya, sedangkan Ririn memeriksa kembali dokumen nya.


ting


lift terbuka, saat mereka keluar mereka berpaoasan dengan karyawan lain dan mereka menyapa Fian dan Fian hanya menganggukkan kepalanya saja. karena memang ini waktu nya istirahat.


jadi masih banyak karyawan berlalu lalang, saat ini Fian fokus kedepan saat keluar mereka berpapasan dengan Galih.


" siang pak " sapa Galih.


" siang, oya Galih saya mau keluar ada pertemuan dengan perusahaan Yudishtira group, sementara kamu handle yang di sini " perintah Fian.


" baik pak, semoga sukses " semangat Galih.

__ADS_1


Galih beralih menatap sang tunangan Ririn dan tersenyum. Ririn pun tersenyum pada Galih, itu tak luput dari penglihatan Fian dan Akmal.


" yang bucin yang bucin " Akmal berkata sambil masuk ke mobil duduk di kemudi nya.


" eh " ucap kaget Ririn dan Galih.


" aku pamit ya " ucap Ririn pada Galih.


" iya hati hati semoga sukses " semangat Galih pada sang kekasih.


" aamiin " Ririn mencium tangan Galih dan masuk ke mobil. Ririn duduk di samping Akmal. Fian hanya tersenyum mengingatkan nya pada sang pujaan hati.


" maaf pak " ucap Ririn merasa bersalah. Fian hanya mengagguk.


" ck.. yang di mabuk Cinta serasa dunia hanya milik berdua bebas lah, emang Hidup itu Cinta lah " sarkas Akmal sambil mengedipkan matanya pada Ririn.


Fian menoyor kepala Akmal, Ririn mukanya sudah merah merona karena malu, sedangkan Akmal tertawa.


Ririn terpukau karena seorang Akmal tertawa lepas. karena biasanya Akmal seperti Fian dingin dan datar jangan kan tertawa tersenyum aja jarang.


Terlihat dari kaca depan yang diatas Fian juga tersenyum. Ririn kembali terkejut.


" pak Fian ganteng banget kalau lagi senyum , biasanya tuh muka datar juga dingin. kaya es balok kaku pasti tunangan pak Fian cantik, dan pak Akmal juga tadi tertawa semenjak mereka pulang sikap mereka mulai lebih hangat " batin Ririn terus berucap.


" Ririn " panggil Fian.


Ririn kaget saat Fian memanggil Ririn.


" aduh mati aku pasti pak Fian sadar kalau aku melamun " batin Ririn berkecamuk.


" berkas nya sudah kamu periksa " tanya Fian memastikan, karena Fian tidak ingin ada kesalahan .


" su-dudah pak " jawab Ririn gugup. Akmal hanya tersenyum melihat tingkah Ririn.


******


mereka masuk dan ada 2 orang menunggu disana 2 orang wanita yang satu pasti pemilik perusahaan terlihat dari cara pakaian nya dan yang satu nya itu sekretaris nya.


sang sekretaris memberitahu atasan nya dengan berbisik.


" Nona mereka datang " bisik sang sekretaris pada atasan nya. sang atasan langsung fokus kearah pintu terpukau melihat ketampanan Fian dan tersenyum.


" memang tak salah papah memilihkan klien " batin nya bahagia.


Fian, Akmal dan Ririn sampai di meja yang mereka tuju. si wanita tersebut berdiri menyambut Fian.


mereka bersalaman dan lumayan cukup lama karena si wanita tersebut tak melepaskan genggaman nya.


" ehem " Akmal berdehem dan seketika sang wanita tersipu malu.


" ah ma'af pak Fian silahkan duduk " ucap nya mempersilakan Fian, Akmal dan Ririn duduk.


" perkenalkan saya Ega Mawarni Yudishtira perwakilan dari Yudishtira group " ya wanita tersebut Ega anak dari Yudishtira. Ega juga wakil CEO yang lumayan sukses dengan sepak terjang nya dalam menjalan kan perusahaan nya.


makanya Fian tertarik saat membaca proposal dari perusahaan tersebut, dan akhirnya Fian menyetujui untuk menerima tawaran tersebut dari Yudishtira Group.


" oya pak ini sekretaris saya nama nya Riska " Ega memperkenalkan sekretaris nya dan Riska hanya membukukan badan nya tanda perkenalan.


" oya saya Fian ini sekretaris saya Ririn dan dia adalah wakil direktur Akmal Buana " Fian memperkenalkan diri nya.


" berarti sudah cukup perkenalan nya hari ini mari kita bahas ke intinya " ucap Akmal tegas. Ega sedikit mendengus kesal karena Ega ingin mengenal sang CEO dari perusahaan Kamal Corp.

__ADS_1


Ega selalu memperhatikan Fian, dia selalu tersenyum dalam hatinya begitu bahagia bisa bertemu dengan seorang Fian Mustafa Kamal yang tak di ragukan lagi, sehingga Ega pun penasaran dan ingin bekerjasama.


dan setelah mereka menyampaikan visi misi nya dan lain lain akhirnya mereka sepakat menjalin kerjasama. Ega yang begitu bahagia karena bisa bekerjasama ini artinya dia bisa mengenal Fian lebih dekat.


Ega mungkin mulai menyukai Fian tanpa dia ketahui status Fian yang sudah bertunangan.


saat itu pertemuan di Restaurant FMK butuh waktu 2 jam karena membahas nya. sebenarnya Fian risih karena Ega sang Ceo dari perusahaan Yudishtira Group selalu mencuri curi pandang padanya. itu juga tak luput dari pandangan Akmal dan Ririn.


mereka bersalaman tanda kerjasama di setujui, dan Ega sudah sangat bahagia bisa mengenal seorang Fian yang ternyata begitu tampan meskipun terlihat Dingin cuek dan juga datar.


saat Fian, Akmal juga Ririn sudah keluar dari Restaurant dan menuju tempat parkir.


" ck... loe lihat tadi gan tuh cewe sedari tadi fokus nya ke loe, emang ya orang ganteng mah bebas " ucap Akmal menggoda Fian.


peletak


Fian menyentil kening Akmal dengan sedikit kuat sehingga terlihat memerah.


" aw sakit bangk* " kesal Akmal sambil mengelus ngelus kening nya, dan Ririn hanya tersenyum melihat mereka ternyata mereka kalau udah ketemu kaya kucing dan anji** saja.


mereka pergi menuju perusahaan sedangkan di dalam Restaurant seorang wanita selalu menampakkan senyum bahagia nya.


" bagaimana Nona apa hari ini mengenangkan " ucap Riska karena sedari tadi melihat sang bos tersenyum.


" sangat sangat sangat menyenangkan, haah akhirnya ada juga CEO yang membuat aku langsung menyetujui kerjasama ini " ucap Ega senang.


" bagaimana langkah selanjutnya " tanya Riska.


" aku akan membuat pertemuan kembali dengan nya, karena aku ingin mengenal seorang Fian Mustafa Kamal lebih jauh lagi " Ega kembali berucap.


" apa Nona sudah mulai jatuh Cinta " tanya Risks kembali.


" hmm maybe. karena aku penasaran dengan CEO dari Kamal Corp yang kata orang Dingin dan datar, bahkan di segani itu tantangan buat ku untuk lebih tau tentang nya " semangat Ega yang menggebu gebu.


" kamu tau Riska tidak ada yang tidak mungkin untuk ku, apa yang aku inginkan harus aku dapatkan " Ega menyeringai dengan sedikit menakutkan.


" aku harap anda tak salah langkah nona Ega Mawarni Yudishtira " menolog Riska karena Riska tau ambisi seorang Ega.


Ega Mawarni anak dari Yusuf Yudishtira dan Farah Yudishtira. Yudishtira Group tak kalah penting karena sepak terjang nya dalam berbisnis. seorang Ega yang kadang tak mau kalah dalam berbisnis bahkan seringkali membuat sang lawan kalah telak, dia selalu ingin sempurna dalam hal apapun.


bahkan kadang Riska sang sekretaris dan sang papah capek untuk memperingati Ega karena Ega selalu mendapat kan dukungan dari sang mamah.


kadang Yusuf kesal dengan kelakuan Ega yang berambisi bahkan selalu tak menerima kekalahan. Ega yang egois yang selalu berambisi apa yang tidak dia miliki pasti akan dia miliki apapun caranya.


sama hal nya dengan sang mamah yang selalu mendukung putrinya. bahkan Farah sang mamah memiliki ambisi yang sama dengan sang Putri tercinta.


Visual Ega Mawarni Yudishtira




Visual Yusuf Yudishtira



Visual Farah Yudishtira



nah itulah Visual yang othor dapat, semoga suka dengan visual Yudishtira Family..

__ADS_1


*****


maaf hanya bisa up 1 episode... 😊😊🙏🙏


__ADS_2