Life Is Love

Life Is Love
Finally First Night


__ADS_3

*************


1 minggu sudah berlalu kini kesibukan mereka semakin padat, Resta dengan jadwal kuliah nya Fian dengan pekerjaan nya, Fian kadang kadang harus pulang ke kota S untuk mengecek perusahaan yang disana, ya itu hanya cukup waktu sehari karena Fian ingin selalu dengan istri tercintanya.


" ka lelah ya! " tanya Resta saat ini mereka sedang tidur bersama.


" huum tapi lelah kakak terobati saat melihat adek " Fian tersenyum sangat manis, mereka ngobrol tapi jarak yang kumayan jauh karena Resta masih gugup jika berdekatan dengan Fian.



" hmm maaf ya ka, Resta tak bisa membantu kakak " ucap Resta sedih.


" emang Adek mau bantu kakak " tanya Fian.


" hmm kalau boleh. sih siapa tau Resta bisa bantu dikit dikit " ucap Resta Fian tersenyum.


" baiklah " Fian akhinya bangun dan duduk Resta ikut duduk juga.


" beneran " ucap Resta girang, Fian mengangguk.


" tetaplah selalu mencintai kakak, mendampingi kakak, jangan tinggalkan kakak " ucap Fian, Resta menatap Fian sendu.


" InsyaAllah Resta janji, karena di setiap hubungan yang di butuhkan adalah cinta, kepercayaan dan kesetiaan " Fian mengacungkan jempol nya dan Resta langsung menempelkan jempolnya pada jempol Fian, mereka tersenyum bersama-sama.



" kakak tidak alam pernah sanggup jika adek pergi dari hudup kakak " Resta langsung menutup bibir Fian dengan tangan nya.


" kakak jangan ngomong gitu, setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan, sama hal nya dengan manusia, karena di dunia ini kita akan berpisah ntah karena pergi jauh atau pergi karena kematian " Fian tersenyum.


" baiklah kakak udah ngantuk, yuk tidur " ajak Fian mereka akhirnya merebahkan diri kembali.


hening tak ada percakapan lagi, saat Resta menatap kearah Fian, Fian sudah menutup matanya.


" kakak pasti sangat lelah " Resta mulai menggeser tubuhnya agar bisa dekat dengan Fian.


Resta senyum senyum sendiri, menatap lekat Fian. Resta sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari hidup seorang Fian Mustafa Kamal.


Resta menyusuri kening, pipi dan rahang sampai ke dagu Fian dengan jarinya, Resta tersenyum kembali, dia seberani itu sast Fisn tertidur tapi jika Fian bangun Resta tak sanggup.



" tampan " ucap Resta tersenyum kembali Resta puas memandangi Fian dan saat itu tiba-tiba mata Fian terbuka Resta kaget.



dengan cepat Fian mendekatkan wajah nya ke wajah Resta " astagfirullah " kaget Resta.


" hais... nakal ya " Fian menoel hidung mancung Resta.


" itu.. i-itu Resta " Resta gugup karena ketahuan.


" kenapa gugup, ini tadi tangan nya nakal, ayo sekarang sentuh lagi " Resta perlahan menjauh kan tubuhnya kembali wajah Resta sudah sangat merona karena ketahuan, Fian terkekeh pelan Resta seolah-olah pencuri yang ketahuan.


tiba-tiba Fian menarik tangan Resta dan Resta terkesiap kaget pasti saat Fian menariknya, dan saat ini Resta sudah berada di atas tubuh Fian.



deg


deg


deh


jantung mereka bertalu talu, Fian menatap Resta lekat dan Resta juga menatap Fian, tatapan mereka bertemu dengan intens.


Fian menyentuh pipi Resta menyusuri pipinya, matanya, hidung, dagu dan terakhir di bibir.

__ADS_1


" eh, anu Resta " Resta semakin gugup dan sedikit gemeteran.


" tadi saat kakak tidur berani menggoda kakak ya! " ucap Fian lembut terdengar berat.


" ma'af " ucap Resta menyesal.


" apa sudah siap, adek harus tanggung jawab " ucap Fian ambigu.


" eh tanggung jawab " beo Resta bingung. Fian mengangguk.


" memang apa yang Resta lakuin, kan Resta gak ngapa ngapain kak " ucap Resta polos.


" benarkah " Fian mengedipkan matanya nakal. muka Resta semakin memerah di buatnya Fian sungguh sungguh bahagia saat melihat istrinya malu seperti ini.


" udah ah, kakak gak tega ngelihat wajah adek, sebaiknya kita istirahat lagian adek juga masih palang merah kan, kakak juga gak maksa adek " ucap Fian, Resta menatap Fian sendu.


" ma'afkan Resta yang belum sepenuhnya menjalankan kewajiban sebagai seorang istri " lirih Resta yang terlihat sedih.


" sssstt " Fian langsung memenangkan Resta " adek gak usah sedih kakak sanggup ko menunggu adek hmm " bujuk Fian dan Fian langsung mendekapnya erat.



dengan gugup dan gemeteran Resta memberanikan dirinya " Bissmillah " gumam Resta. dan


cup


Resta mencium pipi Fian, Fian kaget dan kembali membuka matanya, Resta tersenyum lembut.


" insyaAllah Resta siap untuk menjadi istri kakak sepenuhnya, terimakasih karena dengan sabarnya kakak sanggup menunggu Resta " Fian tersenyum semringah, bahagia, senang itu pasti.


" a-adek udah beneran siap " ucap Fathan Resta mengangguk.


" miliki Resta seutuhnya kak, Resta udah siap, insyaAllah apa yang kita lakukan semua berkah dan ibadah " kini Fian mencium kening Resta.


" kita sholat sunah dulu ya " ajak Fian Resta menangguk dan mereka akhirnya menunaikan sholat sunah 2 rekaat nya.


Fian mencium kening, kedua mata Resta pipi, hidung, dagu dan Fian kembali menatal Resta, Resta tersenyum memberikan izin Fian untuk melakukan hal yang lebih.


Fian menciu* bibir Resta begitu lembut dan pelan, Resta kini sudah menerimanya perlahan Resta mulai mengimbangi apa yang Fian lakukan, Fian tersenyum bangga penantian nya akhir nya bisa terlaksana.


Fian mencium ubun ubun Resta tak lupa membaca do'a, Resta memejamkan matanya meresapi sentuhan demi sentuhan yang Fian lakukan.


perlahan Fian membuka piama tidur Resta, Resta memeluk Fian karena malu, bahkan menyembunyikan wajah nya di leher Fian, Fian tersenyum.


" maaf kalau ini membuat adek tak nyaman " ucap Fian yang terdengar serak dan berat.


Resta kembali menatap mata G


Fian menyusuri rahang Fian yang terlihat tegas dan tampan.


" jadikan Resta milik kakak sepenuhnya " Resta menatap Fian sayu. Fian selalu tersenyum dan pada akhirnya terjadilah penyatuan yang seharusnya mereka lakukan di saat malam pengantin.


Resta meneteskan air matanya, Fian mencium mata Resta yang sedang menutup mata Resta " ma'af " itu yang Fian ucapkan Resta tersenyum.


( maaf ya othor skip, othor sendiri masih belum tau soal gitu gitu hihi 🙏🙏🤭🤭)


***********


pagi hari sudah mengapa kedua insan manusia yang masih terlelap, salah satu dari mereka sudah membuka matanya, senyuman terbit dari bibirnya mengingat semalam apa yang mereka lakukan.


" terimakasih sayang " ucap nya, dan merapikan rambut sang istri saat menutupi wajahnya. Fian begitu bahagia kini Rrstanya menjadi milik nya seutuhnya, Cinta, raga dan semuanya.


perlahan Resta mengerjapkan matanya dan saat matanya terbuka Resta masih saja kaget.


" astagfirullah kakak " kaget Resta, sedangkan Fian tersenyum manis menatap Resta.


__ADS_1


" pagi sayang " ucap Fian, setelah Resta sadar akhirnya tersenyum, Resta malu di tatap Fian begitu.


" pagi juga kakak, yaa Allah jam berapa ini Resta belum sholat " dengan buru buru Resta bangun tanpa sadar selimut yang Resta kenalan melotot.


glek.... Fian menelan slivanya kasar dan menatap Resta instens, saat Resta menyadari tatapan Fian perlahan Resta menatap ke bawah.


" aaaaahhhhh " jerit Resta dan


bugh


Resta terjatuh dari ranjang " astagfirullah yang " Fian langsung sigap bangun dan lari kearah ranjang yang lain dilihat Resta sedang meringis menahan sakit.


" dek, gak papa kan mana yang sakit " Fisn terlihat panik dan khawatir.


" Resta gak... " ucapan Resta terhenti menatap Fian masih tak mengenakan apapun.


" kyaaa! " teriak Resta kembali.


" dek ada apa " Resta masih menutup matanya menggunakan tangan nya.


" yaa Allah kak! kakak kenapa gak pake baju udah ke bayi aja " gerutu Resta malu.


" hah! " kaget Fisn saat Fian sadar Fian malah tergelak.


" maaf dek kakak refleks, kenapa harua malu semalam adek udah ngerasain kan "


" ish kakak pagi pagi gini mesum tau " ketus Resta " kakak pake celana atau apa gih Resta malu "


" ya udah kakak mau mandi aja dulu mumpung masih ada waktu buat sholat, apa gak sekalian kita mandi bareng " goda Fian.


" iiih kakak! " teriak Resta kesal Fian kembali tertawa.


" dek kakak udah pake kok buka aja mata adek " pas Resta membuka matanya kembali Resta beteriak.


" aaaahhhhh, kakak gilaaaa " Fian kembalu tertawa karena menggoda Resra di pagi hari.


Rasty yang gasengaja lewat dengan Helen menerobos masuk karena kaget mendengar teriakan Resta.


" adek " panggil Helen dan Rasty bersamaan di depan pintu kebetulan pintu kamar memang lupa Resta kunci.


Resta memicingkan matanya kaget melihat 2 mamahnya masuk menerobos pintu begitu saja.


" mamih, mamah " ucap Resta.


" yaa Allah adek kenapa teriak gitu mamih kaget tau " ucap Helen khawatir.


" apa Fian melakukan hal aneh bilang sama mamah biar mamah sambit tuh anak " ucap Rasty bersungut-sungut.


Resta di buat melongo dengan kelakuan 2 emak emak ini.


" mana itu bocah biar mamah....." ucap Rasty terpotong saat celingukan kesana kemari dan saat menatap seprai Rasty malah senyum senyum dan beralih menatap Resta, kini senyuman nya malah semakin lebar.


" Rasty kenapa jadi senyum senyum gak jelas " tanya Helen.


" ehem " Rasty berdehem " hmm Helen kita keluar saja ya, sepertinya kita salah tempat dan salah posisi " Helen masih tak mengerti akhirnya Rasty membisikan sesuatu ke kuping Helen.


Helen ikut tersenyum dan saat menatap Resta dan menatap seprai. senyuman Helen semakin lebar, Resta yang masih belum sadar apa yang mereka maksud hanya bingung.


" eh maaf ya lanjutin aja, mamih sama mamah keluar dulu " mereka perlahan keluar di luar terdengar teriakan kegembiraan diantara Helen dan Rasty.


" ih gak jelas " saat Resta menatap seprei matanya terbelalak.


" astagfirullah hal adzim, aduh Resta jadi malu pasti mamah sama mamih udah tau, pantes aja mereka senyum senyum, aduk Resta kamu itu gak peka banget sih ih bodo*, bodo* " munculah Fian.


" dek ada apa, tadi kakak dengar ada mamah sama mamih ya " ucap Fian yang sudah berganti baju koko sama sarung tak lupa kopiah nya.


Resta melongo terpana saat Fian muncul dari kamar mandi " dek " Fian mengibaskan ngibaskan tangan nya di muka Resta.

__ADS_1


" eh i-iya ka " ucap Resta gugup Fian tersenyum. Resta kembali merona malu.


__ADS_2