
******
Resta memanggil Yoga, saat Yoga melintasi meja Resta.
" ka Yoga " Yoga berhenti dan berbalik. Yogs tersenyum pada mereka.
" ish ka Yoga, main lewat aja gak lihat Resta segede gini " kesal Resta, Yoga tertawa.
" ma'af soalnya kk buru buru " ucap Yoga.
" eh udah makan nya " tanya Yoga.
" alhamdulillah udah ka "
" masih mau nbah lagi gak, siapa tau masih laper "
" masyaAllah ka, ini perut udah buncit gibi masih di tawarin makan lagi " tunjuk Resta pada perut Reyhan dan Faiz.
sedangkan yang di tunjuk cuma bengong, Neta tersenyum lucu, " kena juga " gumam Neta pelan.
" terus sekarang mau kemana " tanya Yoga.
" ini mau pulang ka, udah lelah ini berpetualang mulu "
" hmm ya udah hati hati di jalan"
" siap ka " ucap Resta dan Neta berbarengan.
Resta dan Neta menhambil tas ransel nya ,sedangkan Reyhan dan Faiz masih diam mematung .
" eh tunggu ini siapa yang bayar " tanya Reyhan
" nih anak main nyelonong aja " timpal Faiz.
" kenapa? " Resta balik bertanya.
" ini " tunjuk Reyhan pada makanan.
" kan tadi udah aku bilang aku yang teraktir "
" dih tuh anak masih loading juga mikir nya " ucap Neta.
" tapi, tapikan belum di bayar " ucap Faiz.
" udah ah aku mau pulang " Neta langsung keluar. Reyhan langsung mengejar Neta
" mau keluar atau mau tetap di sini " tanya Resta pada Faiz.
" eh iya ikut "
" ikut kemana " tanya Resta.
" ya ikut pulang " ucap Faiz tersenyum.
mereka keluar bersama-sama.
" Neng tunggu ih ninggalin " saat Resta udah keluar dan memanggil Neta.
" oh iya kalian mau kuliah dimana " tanya Faiz.
" di universitas A, kenapa emang " tanya Neta curiga.
" wah benarkah, itu universitas terbaik " ucap Reyhan senang.
" terus kalian dimana " tanya Resta .
" belum pasti sih, masih mikir dulu ini " jawab Faiz.
" oh " ucap Resta dan Neta.
*******
saat di rumah Dinata, Rangga dan Helen sedang berbincang-bincang tiba-tiba ada bunyi handpone
derrttt.. derrrttt
__ADS_1
" pih ada yang nelfon tuh "
" hmm eh iya, astagah "
" ada apa pih " Rangga menunjukan Hp nya pada Helen tertera nama Erwin.
" angkat pih siapa tau penting itu " ucap Helen.
Rangga menggeser tombol hijau dan terpampang panglah mukanya Erwin.
" assalamualaikum Rangga "
" wa'alaikumsalam "
" oya ini Rasty mau ngomong katanya " Erwin memberikan Hp nya pada Rasty. munculah muka Rasty, Helen tersenyum.
" assalamualaikum besan " ucap Rasty.
" eh belum masih calon ini " jawab Helen.
" bentar lagi juga gpp kan " ucap Rasty sambil tersenyum.
" iya iya seterah dah mau ngomong apa " ucap Helen.
" hihihi oya gimana kabar mantu "
" alhamdulillah sehat "
" sekarang mana orang nya udah kangen ini "
" orang nya bekum pulang, tadi sih ke sekolahan katanya ada pengumuman Nilai gitu "
" terus terus Nilai nya gimana " Rasty sudah mulai dengan ke kepoan nya.
" eleh mamah ini kalau udah ngomongin soal Resta papah dilupain " terdengar suara Erwin yang sedikit ngambek.
" uluh papah, kan papah tiap hari ketemu nah ma calon mantu udah lama mamah gak ketemu atau ngobrol bareng, ih cemburuan mulu " kesal Rasty.
sedangkan Helen dan Rangga hanya tertawa melihat tingkah Rasty dan Erwin kaya anak ABG aja.
" udah udah ribut mulu itu " timpal Rangga.
" itu artinya anak aku tuh beruntung daoat mertua kalian " timpal Rangga.
" tuh pah denger "
" iya iya setetah mamah dah "
" ish pengen mamah cium tuh bibir "
" eh beneran ini papah ikhlas, lebih ikhlas lagi kalau kita di kamar "
" papah ih, mesum mulu malu ih tuh ada calon besan kita "
sedangkan Rangga dan Helen yang mendengar kan pembicaraan absurd mereka hanya tertawa.
" udah ih, mamah mau nanya Helen ini, dari tadi papah gangguin mamah mulu awas gak mamah kasih jatah loh "
" eh iya mah, papah janji gak ganggu lagi " Erwin langsung mingkem dan mempraktekan mengunci mulut nya.
" hadeh kalian ini, sebenar nya nelfon kami ada apa, ko malahan sibuk ribut mulu, omongan nya gak berfaedah lagi hadeh " kesal Helen.
" iya iya maaf jangan ngambek dong cantik " rayu Rasty.
" tuh yang di sebelah si ganteng lagi santai nya " goda Rasty pada Rangga, Helen hanya tertawa, seperti biasa kalau Rasty ngomong ke mana.
" tuh kan ngomong nya jadi ngelantur " ucap Helen.
" astagah aku jadi lupa mau ngomong nya papah sih ih " Rasty memukul lengan Erwin, Erwin hanya geleng-geleng saja.
" mau ngomong apa " tanya Helen.
" itu kapan calon mantu ku mau ke sini, aku udah gak sabar pengen kenalin calin mantuju yang cantik, imut itu ke teman teman aku " ucap Rasty yang tak sabaran.
" astagah Rasty, aku kira apa. insyaAllah nanti kalau urusan Resta selesai disini. nanti aku tanya dulu sama orang nya " saat mereka ngobrol terdengar suara oeang mengucap kan salam.
__ADS_1
" assalamualaikum " ucap seseorang
" wa'alaikumsalam " jawab Rangga dan Helen, terbuka pintu utama munculah Resta orang yang di bicarakan sedari tadi.
Resta menyalami tanhan mereka dan tak. lupa mencium pipi mereka.
" ah mamaj gak kebagian itu, kenapa cuma Rangga sama Helen aja, mamah juga dong sayang " Rasty yang di sebrang sana udah memanyunkan bibirnya, sedangkan Resta bingung suara siapa.
" ah iya sayang mamih lupa, ini manah Rasty telfon nanyain adek " Helen langsung mengarahkan Hp nya pada Resta, Resta tersenyum.
" assalamualaikum mah " ucap Resta yang senang bisa melihat wajah Rasty meskipun cuma lewat Video call.
" ah sayang wa'alaikumsalam " Rasty begitu bahagia nya.
" gimana kabar mamah sama papah " tanya Resta.
" alhamdulillah mamah sama papah sehat sayang, kabar calon mantu mamah gimana ini? terus nilai ujian nya gimana? "
" ih mamah nanya nya itu satu satu " ucap Resta manja.
" hehe maaf sayang "
" alhamdulillah Resta sehat mah, dan nilai Resta terbaik "
" alhamdulillah sayang mamah sama papah senang mendengar sukses selalu ok "
" makasih mah " jawab Resta malu, sedangkan Helen dan Rangga tersenyum.
" Resta kangen sama mamah dan papah " Rasty tersenyum.
" beneran kangen nya cuma sama papah dan mamah aja, sama yang lain gak nih " tanya Rasty menggoda Resta.
" ih mamah beneran, jangan godain Resta mulu ih " Rasty tertawa.
" iya iya deh, sayang kapan berkunjung kesini, mamah kangen tau gak "
" bukan mamah aja yang kangen paoah juga iya ini ,apa lagi tuh anak nakal uring uringan mulu " timpal Erwin dan terlihat lah wajah Erwin rersenyum kearah Rasta.
" papah " ucap Resta
" iya sayang, kapan mau kesini " tanya Erwin.
" insyaAllah pah, kalau disini udah beres, insyaAllah Resta sama Neta ajan berkunjung kesana " jawab Resta.
" wah papah gak sabar nyambur calon calon mantu papah ini "
" iya sayang mamah juga, nanti kabarin ya kalau mau kesini "
" siap mah " semangat Resta.
" oya sayang mamah mau pergi dulu sama papah, hmm padahal mamah asih kangen loh "
" iya mah gpp, kapan kapan kita bisa ngobrol lagi " ucap Resta.
" hmm ya udah mamah sama papah pamit, Helen Rangga makasih assalamualaikum " ucap Rasty
" iya mah hati hati " ucap Resta
" ok Rasty santai " timpal Helen.
" wa'alaikumsalam " ucap mereka dan terputus lah obrolan mereka.
" sayang lelah " tanya Helen.
" hmm alhamdulillah mam, lelah nya udah terlewati "
" gimana nilai nya " tanya Helen sambil mengelus rambut panjang Resta.
" alhamdulillah Resta dapat nilai terbaim mam, pih "
" alhamdulillah sayang papih bangga " ucap Rangga yang lamgsung memeluk Resta.
" terus kuliah di kampus A jadi sayang " tanya Rangga.
" alhamdulillah pih jadi nanti Neta juga mau ke kampus yang sama bahka ngambil jurusan yang sama "
__ADS_1
" hmm mamih dan papih terserah adek mau pilih jurusan apa yang penting membuat adek bahagia dan nyaman dengan apa yang adek ambil " Resta memeluk Helen, memang Helen dan Rangga tak pernah memaksakan kehrndaj mereka.
Helen dan Rangga selalu membebaskan anak mereka dalam menentukan pilihan nya jika itu baik dan membuat mereka nyaman, Rangga dan Helen juga tak pernah menuntut mereka untuk menjadi ini dan itu.