
******
keesokan harinya Resta bersiap mau berangkat kesekolah karena ulangan harian nya belum kelar.
" mah ma'af Resta gak bisa nemenin ka Fian, Resta masih ulangan " ucap Resta yang memelas.
" tidak apa-apa sayang, Fian juga hari ini pulang kan, jasi perawatan di rumah saja " jelas Rasty
" mamah dan papah hari ini mau pukang lagi ke kota S "
" iya sayang, setelah memastikan Fian keluar dari rumah sakit mamah sama papah pulang lagi ke kota S, pekerjaan papah di sana masih numpuk " Rasty yang masih memeluk Resta.
" mamah dan papah hati hati, maaf sekali lagi Resta gak bisa nganter " Resta yang masih belum melepaskan pelukan Rasty.
" gpp sayang, eh udah agak siang ini nanti telat lagi kesekolah nya "
" eh iya Resta lupa, ya udah Resta pamit ya " Resta mencium tangan, dan pipi Rasty, tak lupa juga kedua orang tuanya.
" hmm dasar anak manja " Helen mencubit hidung Resta
" aduh mam sakit " Resta mengaduh sakit
" Resta pamit assalamualaikum " ucap Resta
" wa'alaikumsalam " jawab semuanya.
" kalau sekolah tuh anak semangat banget " ucap Helen
" itu tanda nya anak yang rajin, pantas saja dia selalu mendapat kan nilai terbaik, selain cantik itu kelebihan nya " bangga Rasty
" aduh kalau udah mengenai Resta, kamu tuh yang semangat " ucap Helen, sedang kan para lelaki cuma geleng geleng saja.
*****
semua sudah sampai di RS untuk menjemput Fian.
" assalamualaikum, anak mamah " ucap Rasty kebetulan yang menjaga Fian di Ras Akmal.
"wa'alaikumsalam " jawab Fian dan Akmal
"mah, pah, pih, mih udah datang " Fian langsung mengalami tangan mereka
" gimana masih ada yang sakit " tanya Rangga.
" sedikit pih, tapi Fian udah gak betah pengen cepet pulang "
" bilang aja kangen sama itu, tu " ucap Erwin, semua tertawa melihat Fian
" udah, udah anak orqng gak usah di godain mulu, ayo sayang siap siap kita pulang " ucap Helen.
" papih mau urus dulu kepulangan nya, ayo Erwin " ajak Rangga yang berlalu meninggalksn Ruangan.
tak berapa lama munculah ,dokter adam bersama Rangga dan Erwin.
" Fian untuk sementara gunakan kursi roda dulu, nanti biasakan pake tongkat alat bantu jalan siku " adam yang menjelaskan
" iya paman " ucap Fian, saat Fian mau turun Akmal udah siaga membantu Fian.
" terimakasih " ucap Fian, Akmal mengangguk.
" adam terimakasih sudah merawat anak saya dengan baik " ucap Erwin sambil menyalami tangan adam.
" hei kita ini sahabat gak perlu sungkan gitu " mereka pun tertawa.
" baiklah adam kami permisi " ucap Rangga.
__ADS_1
" ingat Fian jangan di bawa gerak dulu, nanti setelah gak terasa lagi sakit nya baru bisa di bantu pake alat bantu jalan " ucap adam
" iya paman Fian mengerti, terimakasih " ucap Fian, dan Akmal mendorong kursi rodanya.
sesampainya dirumah, mereka membantu Fian memindahkan nya ke kasur.
" untuk sementara Fian gunakan kamar tamu yang di bawah ya sayang " ucap Helen
" iya supaya gak bolak balik naik keatas " timpal Rasty.
" iya gpp, lagian Fian lebih nyaman di sini " ucap Fian.
" oya hari ini papah sama mamah juga harus pulang ke kota S, disana perusahaan kita juga buruh bantuan papah selama Fian masih sakit " jelas Rasty
" kalau yang disini serahkan semuanya pada Akmal mah pah " ucap Akmal
" iya sayang itu pasti " Rasty tersenyum pada Akmal.
" tenang gan loe istirahat aja semasa pemulihan ,serahin semuanya pada gue " ucap Akmal.
" iya gue percaya, dih belagu banget " kesal Fian.
" pah, mah Akmal permisi si batu es nanti marah lagi hih serem " ucap Akmal yanv langsung lari
" eh monyet loe " kesal Fian ingin rasanya Fian ngejar Akmal dan memberinya pelajaran tapi ya dengan keadaan seperti itu mana bisa ,justru Akmal leluasa ngerjain Fian.
" udah udah istirahat gih, mamah pamit " ucap Rasty, Fian mencium tangan dan pipi Rasty.
" maaf mah Fian gak bisa anter " sesal Fian
" ish manjanya anak mamah, oya dapat sakam dari bibi Mei sama asisten Jo, dan juga dari para asisten Rumah tangga yang lain apa lagi asisten yang masih gadis " goda Rasty pada Fian.
" ih mamah kebiasaan deh " Fian sedikit kesal.
" mah ayo " ajak Erwin.
" boy papah pulang dulu, ingat jangan nyusahin papih Ewin, sama mamih Helen, apa lagi itu calon istri " goda Erwin.
" gak mamah gak papah sama aja kalau udah jailin Fian " Fian mulai ngambek .
" ya udah papah pulang dulu ingat jangan banyak gerak dulu itu kaki " Erwin mewanti wanti
" bodo ah " ketus Fian.
" udah udah kasihan jangan di jailin mulu, biarin Fian istirahat " ucap Helen.
merekapun keluar, diluar bibi Aminah dan mang Diki udah menunggu untuk membantu membawa barang-barang dan oleh oleh.
" astagah ini apa lagi " tanya Erwin
" ck.. sedikit oleh oleh lah " timpal Rangga
" makadih bro, aku titip Fian ya " ucap Erwin
" ok " ucap Rangga sambil mengacungksn jempol nya.
" Helen kalau tuh anak gak bisa diomongin jitak aja, kalau gak pukul aja " ucap Rasty pada Helen
" lah calon mantu itu, gak boleh di apa apain " timpal Helen, semua tertawa
akhirnya mereka pamit, Helen dan Rangga tak bisa mengantar mereka ke bandara karena hari ini Rangga ada pertemuan dengan para pemegang saham.
dan Helen harus melihat kondisi Fian, Helen tidak ingin calon mantu nya tidak dapat perhatian khusus.
******
__ADS_1
sore hari Resta baru pulang..
" assalamualaikum " ucap Resta yang terlihat lesu dan lelah
" wa'alaikumsalam " ucap Helen
" astagah sayang ko baru pulang " Helen yang khawatir
" tadi sebenarnya dari sekolahan Resta dan Neta pulang lebih awal karena ulangan nya selesai lebih cepat, Resta dan Neta mampir dulu ke panti lihat toko cake nya, sekalian bantu bantu " Resta menuju kulkas untuk mengambil minuman.
" gimana tokonya lancar " tanya Helen.
" alhamdulillah mam lancar " Resta mendudukan bokong nya ke sofa
" eh mam ka Fian udah pulang dari RS ya " tanya Resta
" iya dia lagi di halaman, udah mandi dulu jalau mau temuin Fian " tawar Helen pada Resta
" gak ah mam nanti aja, sekalian nanti shalat asar, Resta ke halaman dulu mam " Resta mulai berlari menuju halaman.
" aish itu anak " Helen hanya geleng geleng kepala.
" assalamualaikum ka " ucap Resta, Resta duduk di bangku.
" wa'alaikumsalam " jawab Fian.
" gimana kaki kaka, masih terasa sakit " Resta melihat krarah kaki Fian yang masih di bungkus sedangkan Fian duduk di kursi roda.
" hmm sudah tidak " ucap Fian.
" ah syukurlah " ucap Resta merasa lega karena Fian sudah mulai membaik.
Resta memberikan minuman pada Fian, dan Fian mengambil nya dan meminum nya.
Fian memperhatikan Resta terlihat Testa yang begitu kelelahan.
" apa ulangan nya sydah selesai " tanya Fian.
" insya Allah besok selesai ka " ucap Resta
" kenapa baru pulang "
" tadi Resta dan Neta ke panti sekalian mau lihat perkembangan toko dan alhamdulillah lancar, tadi juga sekalian bantu bantu anak-anak " jelas Resta.
Fian begitu khawatir melihat Resta yang terlihat lelah dan sedikit lesu, karena Fian tau Kemaren Resta selalu menangis karena melihat kondisi Fian, apa lagi semalam dia bersi keras ingin menunggu Fian di RS, untung yang lain membujuk Resta agar pulang, akhirnya dengan terpaksa Resta pulang.
" sini dejat kaka " ucap Fian.
" hah " kaget Resta saat Fian menyuruh nya lebih dekat, saat Resta lebih dekat dengan Fian, Fian langsung menyandarkan kepala Resta ke dada nya.
Resta kaget tapi ada rasa nyaman, Resta tersenyum karena Fian tau keadaan Resta yang terlihat lelah.
" istirahat lah tidur sebentar, kaka akan disini " ucap Fian sambil mengelus kepala Resta dengan lembut.
" iya " ucap Resta pelan dan tanpa terasa Resta mulai memejamkan matanya di dada Fian, Fian tersenyum.
dengan sayang Fian mendekap tengkuk Resta agar nyaman, Resta yang tertidur sambil bersandar di dada Fian terlihat begitu nyaman, Fian khawatir karena terlihat raut wajah Resta yang lelah, sesekali Fian mencium pucuk kepala Resta.
" tidurlah, kk tau kamu lelah " ucap Fian pelan sambil selalu memandangi Resta.
Helen, Rangga bi Aminah dan mang Diki melihat kehangatan itu, mereka tersenyum mereka bahagia karena Fian begitu menyayangi Resta bahkan memperlakukan Resta layak nya seorang putri kerajaan.
dan dengan iseng nya Helen mengaabadikan kerimatisan mereka dan memotret nya, lalu Helen mengirim nya ke Rasty. dan Rasty begitu bahagia sast melihat photo tersebut.
__ADS_1
" pah lihat Fian dan Resta aduh so sweet banget " ucap Rasty yang berbinar-binar
" tuh anak betubah drastis dari sikap yang dingin, datar dan cuek tapi saat bersama Resta, mencair juga " ucap Erwin, Rtwin juga begitu bahagia kedekatan Resta dan Fian banyak kemajuan.