
*******
Neta dan Akmal sampai di tempat tujuan utama, ternyata Akmal ketempat balapan.
" ka ini... " ucapan Neta terhenti
" kenapa? " Akmal balik bertanya
" ini gak salah, kita pulang aja yuk " Neta mulai tak nyaman, dan merengek ngajak Akmal pulang.
" ish tenang Neta ini bukan balapan ilegal ko, jadi gak akan ada polisi "
" beneran, awas aja kalau bo'ong "
" ck imut banget sih "
" dih orang lagi sebel juga di bilang imut " Neta memanyunkan bibir nya.
" kk cuma mengisi waktu luang, tuh ada ka Yoga juga " jelas Akmal Neta melihat arah mata Akmal tertuju.
" hai bro datang juga,cie ada teman nya nih sekarang " goda Yoga " hai Neta "
" eh ka Yoga hai juga " Neta merasa gugup, teman teman Akmal yang lain pun menyapa Akmal bahkan ada yang memuji kecantikan Neta.
" bro tuh anak ke nya masih ABG ya " tanya teman Akmal
" iya imut imut gitu, dih ternyata loe sukanya yang muda ke ABG " timpal teman Akmal yang lain
" dih sembarangan tuh mulut kalau ngomong, bentar lagi juga tuh anak lulus udah 18 tahun bro, " ucap Akmal
" cantik bro, loe ada teman nya gak atau yang lain nya bisa di kenalin " tumpal yang lain.
" ada tapi udah tunangan ma Fian " jelas Akmal kembali.
" wah yang bener si batu es kutub udah tunangan, dih gak nyangka gue " ucap teman Akmal yang kaget.
" orang nya cantik, imut baik pokonya Fian gak salah pilih deh " timpal Yoga, semua orang menatap Yoga.
" eh kenapa loe natap gue gitu " Yoga jadi merinding.
" ko loe tau banyak " tanya balik teman teman nya.
" dia itu sering datang ke restaurant, langganan di sana " jelas Yoga.
" hmm pasti loe juga pernah suka ke nya dari cara loe ngomong " ucap teman nya. Akmal memperhatikan Yoga yang salah tingkah.
" siapa yang gak bakalan suka ma tuh anak, secara cantik luar dalam, imut meskipun dia orang kaya tapi tetap sederhana, bahkan pergi kesekolah dia naik sepeda, padahal mobil dia juga punya " Akmal menjelaskan kekaguman nya pada Resta.
" termasuk cewe loe itu " ucap teman nya yang melihat kearah Neta. Neta jadi kikuk saat yang lain juga melihat nya.
" bisa ae loe bro dapatnya daun muda, bening pula, pantesan loe berdua kalau ada cewe lain deketin tuh muka dingin dan datar, eh gak tau nya salut gua " ucap teman Akmal yang tau tentang nya.
" emang bener hidup itu Cinta " ucap teman yang menghayati
" do'ain moga gue langgeng, " ucap Akmal
" aamiin " ucap semua nya
" udah yuk mulai balapan nya nanti keburu malam kasihan tuh anak orang " ucap Yoga.
mereka bersiap di posisinya, dengan kendaraan nya masing-masing. Neta mulai gugup saat Akmal menyalakan motornya, Akmal mengedipkan sebelah matanya kearah Neta, menyiratkan semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
balapan di mulai, Neta mulai berdo'a karena melihat Akmal balapan, karena Akmal memacu motornya dengan sangat cepat. jantung Neta udah dag dig dug di buatnya.
balapan dimenangkan oleh Akmal dan pastinya hadiah nya lumayan pantastis lah, Neta sampe dibuat menganga saat mendengar hadiah nya.
" awas ada nyamuk masuk tutup tuh mulut " ucap Akmal menggoda Neta.
" ka serius itu hadiah nya " Neta yang madih kaget.
" hmm serius " timpal Akmal. " udah yuk kita jalan lagi, kk mau ajak Neta kesuatu tempat "
Neta menurut saja dan menaiki motor nya kembali.
" ingat pegangan yang erat " ucap Akmal, Akmal tersenyum bahagia.
" tapi ka... aaaahh " belum Neta ngomong motor Akmal udah melesat. Neta memukuli punggung Akmal karena kesal.
" hehe ma'af " ucap Akmal.
tak berapa lama sampai lah mereka di tempat tujuan utama, sebuah danau dengan pemandangan yang indah.
" wah indah sekali banyak kunang kunang juga " ucap Neta yang di buat takjub.
" gimana suka " tanya Akmal, Neta mengangguk.
" ini danau buatan " jelas Akmal
" benarkah " ucap Neta yang masih belum percaya.
" hmm Neta jadi curiga, pasti kk sering datang kesini " ucap Neta yang menatap tajam Akmal
" kalau kk berkunjung ke kota ini, kalau kk lagi penat kk sering kesini " ucap Akmal yang masih menatap kedepan, sebenarnya Akmal menghindar dari tatapan Neta .
" gak, wanita satu satunya yang kk ajak kesini cuma Neta seorang " ucap Akmal yang mulai serius bahkan Akmal memberanikan diri menatap mata Neta.
Neta mulai merasa malu saat tatapan nta di balas oleh Akmal.
" ck.. kk mulai lagi. pasti bo'ong Neta gak percaya "
" ya udah kalau gak percaya "
Neta masih serius menatap kearah danau tiba-tiba Akmal berlutut di depan Neta, Neta kaget saat Akmal melakukan hal itu.
" ka, apa yang kk lakukan ayo bangun " ucap Neta tidak enak.
" Neta kk ingin berbicara serius " tatapan Akmal begitu serius, dan Neta menatap Akmal dengan serius juga. Akmal merogoh sakunya dan mengeluarkan kotak kecil.
Neta menatap kotak kecil itu, saat Akmal membukanya sebuah kalung yang begitu Indah, Neta menutup mulut nya karena kaget, Neta masih belum mengerti apa maksud Akmal.
" Ameneta Gasella di tempat ini malam ini. maukah kamu jadi pacar ku.... " sejenak Akmal terhenti " tidak, tida bukan pacar taoi maukah kamu jadi istriku dan jadi ibu dari anak anak ku "
Neta masih terpaku karena kaget, Neta tidak menyangka Akmal bisa melamar nya bahkan ditempat yang Indah dan di saksikan oleh banyak kunang kunang. Neta mengatur nafas nya dan mulai berbicara.
" ka ma'af Neta gak bisa " ucap Neta.
jedar
Akmal terpaku bahkan sampai terjingkat kaget karena jawaban dari Neta, Akmal kecewa sekaligus sedih, orang yang dia Cintai menolak nya. Akmal mulai berdiri .
" ma'af kalau begitu, ya udah karena ini udah malam kita pulang " Akmal merasa sedih dan membalikan badan nya dan mulai melangkah, Neta menghentikan langkah nya.
" kk gak tanya kenapa alasan nya " tanya Neta, Akmal membalik badan nya lagi.
__ADS_1
" maksud nya " Akmal masih belum mengerti.
" kk gak tanya kenapa alasan Neta... " ucapan Neta terhenti saat Akmal berbicara.
" kk udah tau alasan nya dan kk juga mengerti alasan Neta...." Neta memotong ucapan Akmal.
" ma'af Neta gak bisa nolak " sambung Neta. Akmal terkesiap Akmal masih mematung mencerna ucapan Neta dan seketika Akmal tersenyum.
" jadi maksud nya itu " Neta mengangguk dan tersenyum, Akmal memeluk erat Neta
" terimakasih ma'af tadi kk sempat kecewa " ucap Akmal sedikit terisak karena bahagia.
" ck.. kk nangis, Neta gak nyangka sidatar dan si es bisa nangis juga " goda Neta
" mulai ya udah nakal, awas aja " Neta lari dan Akmal mengejar Neta, saat Neta hilang keseimbangan " aaahh " teriak Neta. reflek Akmal menarik pinggang Neta dan memeluk nya erat.
mereka bertatapan bahkan nafas mereka beraduan tinggal beberapa centi lagi bibir mereka ketemu.
" ah maaf " ucap Akmal dan melepaskan pelukan nya. Neta tersenyum
" Neta juga minta maaf ka " ucap Neta pelan. Akmal masih menggenggam kotak kecil itu, Neta memperhatikan nya.
" kk gak jadi ngasih itu ke Neta " ucap Neta, menhalihkan pembicaraan nua karena mereka sedikit canggung karena kejadian tadi.
" eh iya kk lupa " Akmal membuka kotak nya dan mengambil hadiah nya.
" hmm kk mau pakaikan ini ke Neta boleh " izin Akmal pada Neta, dan Neta mengangguk. Neta membalikan badan nya agar Akmal lebih mudah memakaikan kalung nya.
Akmal gugup dan menelan slivanya saat Neta menyibakan rambut nya keatas, terlihat leher jenjang Neta yang putih dan mulus ,
" sabar sabar Akmal ini ujian " batin Akmal yang menetralkan degupan jantung nya.
Akmal mulai memakaikan kalung nya Neta tersenyum bahagia.
" terimakasih ka ini indah dan juga cantik " ucap Neta yang kagum dengan kalung pemberian Akmal.
" bukan kalung nya yang cantik tapi orang yang memakainya " gumam Akmal meskipun pelan Neta mendengarnya
" kk ngomong apa? " tanya Neta sengaja menggoda Akmal
" eh gak ada " ucap Akmal gugup.
" yuk pulang udah malam " ajak Neta
" eh iya kk lupa yuk " Akmal menyodorkan tangan nya dan dengan senang hati Neta menerimanya, merekapun berjalan beriringan sambil pegangan tangan.
*****
sesampainya didepan rumah Neta Akmal memberanikan diri untuk bertemu orang tua Neta.
" assalamualaikum " ucap Neta
" wa'alaikumsalam " jawab yang di dalam, Akmal udah dag dig dug.
" baru pulang " tanya ayah Neta
" iya ayah " Neta menunduk.
" udah ayah suruh masuk dulu " ucap sang bunda.
" ma'af om tante Akmal baru bawa Neta pulang, sebelum nya Akmal tidak meminta izin sama om dan tante " ucap Akmal yang merasa bersalah.
__ADS_1