
*********
1 minggu sudah berlalu bahkan Resta sama sekali tak ada kabar, Fian gusar akan hal itu Fian sangat takut kehilangan Resta.
" gan loe kenapa kusut banget tuh muka " tanya Akmal.
" loe merasa aneh gak sama sikap Resta " tanya Fian.
" oh itu, iya kenapa Resta selalu menghindar dari loe, beda dengan sikap nya pada siapa itu "
" Alfathan Harris " ucap Fian.
" hmm nah itu, sikap Resta begitu dingin terhadap loe tapi pada Fathan begitu hangat, apa terjadi sesuatu sama hubungan loe " Fian menggeleng.
saat mereka mengobrol hp Fian berbunyi tanda panggilan masuk.
" eh mamah " Fian langsung menggeser tanda hijau munculah muka Rasty.
" assalamualaikum sayang "
" wa'alaikumsalam mah "
" Fian sehat kan gak kenapa napa " tanya Rasty khawatir.
" gila gan emang the best deh yang namanya ikatan batin antara ibu dan anak " Fian langsung melotot kearah Akmal.
" widih sabar gan itu mata sampe mau keluar " ledek Akmal.
" eh ada Akmal juga ya " Fian menangguk.
" assalamualaikum mah " kini Akmal menampakan dirinya, sedangkan Fian mendengarnya begitu jengah.
" wa'alaikumsalam sayang "
" mamah apa kabar " kini hp Fian beralih ke tangan Akmal.
" mamah alhamdulillah sehat, kabar anak anak mamah gimana "
" alhamdulillah sehat juga mah "
" tapi mamah ngerasa ada yang gak baik pada Fian, apa ini hanya perasaan mamah saja " Fian menatap Akmal.
" eh iya mah gak kenapa napa ko semuanya baik-baik saja, selama ada Akmal semuanya aman terkendali " ucap Akmal bangga.
" ok mamah percaya deh, ya udah mamah tutup dulu ya oya ingat puasanya jangan sampe bolong awas kalau bolong "
" hehehe tenang mah gak bolong ko siap, kalau bolong kan di tambal hihihi " Akmal terus saja berceloteh.
" ya udah jaga diri dan juga Fian awas maag nya kambuh, assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam " jawab Fian dan Akmal.
" jangan kasih tau mamah dan papah soal masalah Resta " ancam Fian
" tenang gan aman " ucap Akmal. saat mereka ngobrol ada yang mengetuk pintu.
tok. tok. tok
" iya masuk " nongol Eka sekretaris Fian.
" pak ada Nona Ega Mawarni ingin bertemu " ucap Eka gugup.
" Ririn dan Galih kemana " tanya Fian.
" ah iya mbak Ririn dan pak Galih lagi ada meeting pak dengan klien " Fian mengangguk.
" baiklah biarkan dia masuk " Akmal menatap curiga pada Fian.
" kenapa loe Natap gue gitu " tanya Fian.
" gan loe jangan aneh aneh ya, mentang mentang loe lagi ada masalah sama Resta loe jadi baik ma tuh orang " kesal Akmal.
__ADS_1
" dih sewot, ini urusan gue sana loe pergi kerjaan masih banyak " Fian mengusir Akmal.
" ok gue pergi " brak Akmal menutup pintu dengan keras, Fian sampe kaget.
" eh monyong kaget gue, kenapa tuh anak sensi banget " saat Fian masih memikirkan kelakuan Akmal ada yang mengetuk pintu.
tok. tok. tok
" masuk " masuklah Eka dan Ega Fian cuma menatap Ega, biasanya dia selalu bersama sekretaris nya ini tumben cuma sendirian.
" kalau begitu saya permisi pak " ucap Eka dan Fian mengangguk kini diruangan hanya ada Fian dan Ega.
" selamat siang Tuan Fian " ucap Ega begitu sopan.
" hmm selamat siang Nona Ega " ucap Fian juga.
" oh iya saya kesini ingin memberitahu kan kerjasama kita " Fian mendengarkan apa yang Ega sampaikan.
" dan saya butuh tanda tangan anda untuk menyetujui rencana ini "
" baiklah saya akan baca dulu " Ega memberikan mapnya saat Fian sedang Fokus membaca detail demi detail tanpa Fian sadari Ega berada disamping nya.
Fian kaget mengetahui Ega berada disamping nya " hmm maaf Tuan Fian jika saya lancang, saya cuma mau memberitahu kan bagian mana yang perlu anda fahami "
" saya sudah faham Nona, silahkan Nona Ega kembali ke tempat duduk anda " Ega begitu geram dengan semua penolakan Fian.
" hmm baiklah maaf kalau gitu " saat Ega berjalan tiba-tiba kakinya terkilir dan Fian memegang tangan nya dan Ega langsung jatuh di pangkuan Fian, Fian kaget.
saat mereka saling tatap tiba-tiba pintu terbuka.
ceklek
" astagfirullah " ucap seseorang saat melihat Fian dan Ega saling berpelukan. mungkin kelihatan nya begitu padahal tidak.
Fian kaget saat ada orang mengucapkan istighfar, saat Fian melihat mata Fian terbelalak " Resta " ucap Fian, Resta terlihat kecewa dan sedih Fian langsung mendorong Ega.
" Resta tunggu " Fian mengejar Resta kini Resta sudah masuk ke lift dan menghilang.
" sia* " maki Fian, sedangkan Eka begitu kaget saat mendengar makian Fian.
Fian langsung lari menuju tangga darurat, dia tidak ingin kehilangan Resta dia ingin menjelaskan semuanya. Resta sudah sampai di lobi saat Resta keluar disana ada Sam yang baru mau pergi, tapi Sam melihat Resta.
Fian sampai diluar dan melihat Resta sudah pergi dengan mobil ntah siapa.
" aaakkhh " teriak Fian frustasi.
" gan loe kenapa, tadi gue lihat Resta pergi buru buru bahkan menangis " tanya Akmal, Akmal menyusul Fian sampe ke bawah.
" tadi Resta salah faham " ucap Fian sedangkan Akmal masih mencerna apa maksud Fian.
" maksud loe " tanya Akmal.
" tadi tuh Ega terjatuh pas ke pelukan gue saat posisi gue duduk, dan saat itu Resta datang aakhh " kini Fian benar-benar frustasi.
" astagah ko bisa " Akmal juga bingung." haish ada ada aja loe gan "
" gue mau cari Resta dulu, loe handle deh tuh kerjaan sama si Ega " Akmal mengangguk kini Fian sedang menuju mobil nya dan pergi.
" ada ada aja, baru juga mau baikan " ternyata Akmal menghubungi Resta dan mengatakan kekacauan Fian, akhirnya Resta setuju untuk bertemu Fian eh ternyata malah ada kesalah pahaman lagi.
" astagah gue lupa kasih tau tuh anak, gak perlu repot repot nyari Resta kan di cincin nya Resta udah di pasang Gps " Akmal langsung menghubungi Fian dan Fian kini tau Resta kemana.
********
kini sampai di apartemen yang menjulang tinggi.
" ka Sam kita dimana " tanya Resta.
" di apartemen nya ka Al " jawab Sam.
__ADS_1
" eh kalau gitu Resta pulang aja ya " saat Resta membalikan badan Sam langsung mencegah.
" ikut kk aja dulu, ka Al juga mau ada yang diomongin sama Nona " Resta sedang berfikir akhirnya Resta setuju dan kini ikut masuk ke lift menuju kamar nya Fathan.
kini sampailah mereka di pintu ruangan.
tintong.
ceklek
pintu terbuka " assalamualaikum ka Al " ucap Resta, Fathan kaget.
" wa-wa'alaikumssalam eh Resta ko ada disini " tanya Fathan gugup.
" tadi saya tak sengaja bertemu Nona Resta di kantornya tuan Fian " jelas Sam. Fathan menatap Resta.
" yuk masuk " kini Sam dan Resta masuk dan Resta melihat apartemen Fathan rapih dan bersih.
" kk cuma tinggal berdua aja " karena tadi Resta melihat Sam langsung masuk kekamarnya
" iya seperti yang Resta lihat " Resta mengangguk. " kata ka Sam ada yang ingin kk bicarakan sama Resta "
" ah iya soal itu " saat Fathan akan berbicara tiba-tiba bell pintu berbunyi Fathan membuka kan pintu, Fathan kaget kenapa ada Fian.
" Resta ada " tanya Fian " ah iya ada silahkan masuk " Fian langsung masuk dan melihat Resta disana.
" ka.. ka Fian " kaget Resta, Fian menatao tajam Resta.
" kalian hanya berdua saja " selidik Fian.
" tidak ada asisten saya Sam " ucap Fathan tapi Fian tak melihat Sam disana.
" Resta kk ingin bicara dengan Resta sebentar " Resta mengegeleng.
" Resta salah paham, apa yang Resta lihat itu tidaklah benar " jelas Fian. sedangkan Fathan masih bingung.
" Resta gak mau bicara sama kk " Fian mengepalkan tangan nya, marah cemburu itu Fian rasakan, apa lagi Resta malah pergi ke apartemen Fathan seseorang yang paling Fian hindari, Fathan berada di tengah-tengah antara Resta dan Fian.
" tunggu dulu emang ada masalah apa! " tanya Fathsn.
" tidak ada " ucap Resta dan Fian bersamaan.
" tolong anda minggir dari situ " perintah Fian. Resta memegang tangan Fathan.
" tidak ka Al tetap disini " Fian semakin geram. sedangkan Fathan bingung.
" Resta " panggil Fian sedikit membentak. Resta semakin erat memegang tangan Fathan.
" tunggu tuan Fian, anda jangan membentak Resta begitu, saya memang tidak tau masalah kalian tapi selesaikan baik baik "
" iya "
" tidak " ucapan Resta dan Fian berbeda, Fathan tambah pusing.
Fian menarik tangan Fathan.
" bisakah anda menyingkir dari hadapan saya dan Resta " tarik Fian pada lengan Fathan, sementara tangan Resta menarik tangan Fathan. Fathan yang bingung dengan kondisi ini.
" Resta gak mau ka Al jangan pergi tetap disini " ucap Resta ada penekanan. Fian sangat marah tapi dia menahan emosi nya.
" Resta bisa lepaskan tangan kk, dan Tuan Fian juga tolong " mereka akhirnya melepaskan Fathan, Fathan menghembuskan nafas nya kasar.
" ya sudah selesaikan masalah kalian " ucap Fathan sedangkan Resta dan Fian saling tatap tatapan bahkan begitu tajam.
glek! " astagah aku dalam situasi yang rumit, Sam bantuin " batin Fathan meminta bantuan.
pada akhirnya Resta pergi dan meninggalkan Fathan dan Fian, Fian kembali mengejar Resta, Resta sama sekali tidak ingin bertemu Fian, kini masalah semakin rumit.
Fian akan menjelaskan semuanya pada Resta setelah kondisi Resta membaik, hari ini Resta terlihat marah, dan bahkan selalu menatap tajam Fian.
__ADS_1