
********
Keesokan harinya
" Neng kenapa sih murung " tanya Neta karena sedari tadi Resta menjadi pendiam.
" aku lihat ka Fian sama perempuan itu " ucap Resta lemas, kebetulan hari ini Resta puasa juga.
" perempuan! tunggu dulu perempuan siapa sih? " tanya Neta tak mengerti.
" yang aku ceritain yang bernama Ega Mawarni Yudishtira dari Yudishtira group, CEO yang cantik bahkan elegant, lebih segalanya, yang aku lihat dia benar-benar menyukai ka Fian "
" hah? " kaget Neta " tunggu jadi tuh orang udah menujukan keseriusan nya " Resta mengangguk sambil memonyongkan bibirnya benar-benar terlihat imut.
" ko kamu diem aja sih Neng,kalau aku jadi kamu udah aku tabok atau aku tarik rambutnya " amuk Neta yang geram.
" aku gak se bar bar itu Neng cantik, Neng imut nya gak ketulungan " ucap Resta sambil mencubit pipi Neta.
" aw! sakit ih Neng nanti pipi ku gak chubby lagi " Resta tergelak mendengar Neta ngambek.
" tapi.... ini udah keputusan aku Neng, alasan buat aku menjauh dari ka Fian " kini Resta mulai serius. Neta langsung memeluk Resta, banyak yang iri melihat persahabatan mereka yang begitu tulus.
" aku akan dukung apapun keputusan mu, walaupun nanti aku dan ka Akmal juga harus jauh, jika kita jodoh pasti akan kembali " Resta menatap Neta.
" kenapa natap aku gitu, suka ya atau baru ngeh kalau aku secantik ini "
" Allahuakbar nih orang narsis banget " Neta tertawa.
*********
Di perusahaan
" pak Fian lalu bagaimana hubungan anda dengan Nona Resta " tanya Ririn kini mereka sedang mengobrol.
" ntahlah,, Resta seperti marah padaku bahkan tatapan yang dulu nya lembut penuh Cinta kini menjadi tatapan benci fan dingin " ucap Fian yang tak bersemangat.
" kita insyaAllah akan bantu pak Fian " ucap Galih.
" gan loe jangan nyerah gini dong, loe harus berjuang akh loe mah gak asik "
" eh bangk* dari tadi loe berisik amat " kesal Fian saat Akmal bucara ngelantur.
" ya gimana gue gak berisik, noh lihat loe kaya gak tidur 1 tahun muka kusut, mata panda, loe pulang aja deh ntar gue Galih sama Ririn yang handle ini semua "
" astagfirullah loe ngusir gue nih ceritanya " amuk Fian, sedangkan Galih dan Ririn cuma bengong melihat mereka.
" ya abis nya muka loe gak enak di pandang, bayangkan seorang Fian Mustafa Kamal, kusut berantakan gak ke Fian gue kenal " Glek Galih, Ririn menelan ludah nya kasar karena mendengar Akmal yang asal jeplak aja bicara nya.
sedangkan Fian jangan ditanya lagi, ingin sekali Fian melempar Akmal dari atas gedung ini. akhirnya Fian langsung pergi dari pada emosi puasa batal ya udah pergi aja.
" yaa Allah pak Akmal, saya jadi deg degan dari tadi " ucap Galih.
" tenang aja galih, dia itu gak bakalan ngelakuin apa apa, baiklah mari kita bekerja " semangat Akmal.
" beps lihat muka pak Fian kan tadi marah nya ke mana " tanya Ririn.
" huum gila aja pak Akmal, mancing mancing pak Fian hampir aja yang tadi jantung aku copot hiiih " timpal Galih.
__ADS_1
" eh duo marmut kalian mau saya kunci disini atau mau saya lempar dari nih gedung " ucap Akmal. Ririn dan Galih langsung ngacir sedangkan Desi yang melihat itu hanya geleng geleng.
saat ini Fian sedang di perjalanan akan pulang dia ingin istirahat saat di jalan dia melihat Resta dan seorang lelaki siapa lagi kalau bukan Fathan.
Resta sedang mengobrol bahkan terlihat Resta tertawa begitu lepas saat bersama Fathan. " apakah kamu begitu nyaman dengan nya, Resta " gumam Fian saat melihat Resta dan Fathan.
Fian melihat tatapan Fathan yang penuh dengan kelembutan dan cinta terhadap Resta, Fian mengepalkan tangan nya Fian sudah tidak tahan lagi, dan akhirnya Fian menyuruh sang sopir memberhentikan mobil nya.
" Resta Risella Dinata " panggil Fian di dalam mobil sambil menatap tajam Resta dan Fathan.
" ka-ka Fian " kaget Resta saat melihat Fian ada di depan nya.
" naik mobil sekarang " Suruh Fian tanpa ingin di bantah.
" tapi bagaimana dengan ka Al " tanya Resta.
" terserah dia " jawab Fian malas.
" ka ikut aja yuk " ajak Resta sedangkan Fian begitu kesal karena Resta mengajak Fathan juga, padahal ini kesempatan Fian untuk berbicara.
" hah " jawab Fathan kaget, dan Resta langsung menarik Fathan untuk mengikuti nya, akhinya mereka bertiga malah 1 mobil duduk di belakang sedangkan posisi Resta di tengah.
Resta menjadi canggung saat di antara Mereka, Fathan memejamkan matanya, sedangkan Fian jadi salting, sesekali Resta melirik Fian.
" mau kemana " tanya Fathan.
" adek... ehem maksud kk Resta mau kemana " Resta merasa sedih dan kecewa saat Fian mengubah panggilan nya.
" Resta mau beli buku " ucap Resta sambil menunduk.
" dan Tuan Fathan " tanya Fian.
" oh maaf tadi aku sedikit ketiduran " saya akan bertemu teman. Fian diam tak bertanya lagi.
" tadi Resta tidak sengaja ketemu ka Fathan " ucap Resta menjelaskan.
" hmmm " hanya itu jawaban Fian, kini Resta juga tak berniat menjelaskan lagi.
" sudah sampai, pak bisa berhenti di depan di situ, itu toko bukunya "
" baik Nona " mobil pun berhenti di depan toko buku. pertama Fathan turun setelah itu Resta.
" ka terima Kasih untuk tumpangan Resta pergi " Fian hanya melihat Resta sebentar setelah itu fokus ke jalan, Resta sangat sedih dengan sikap dingin Fian, tapi tekad nya sudah kuat jadi Resta tenang untuk menjalankan rencana.
" pergi pak " mobil langsung melaju Resta terus menatap mobil Fian, bahkan Fian sama sekali tak menoleh.
Fian memejam kan matanya, lelah dan cemburu saat ini menghinggapi nya, Fian menangis tanpa suara, bahkan sang sopir melihat itu.
" baru kali ini Tuan Fian menangis seperti ini karena wanita, anda memang hebat Nona Resta " batin sang sopir.
sedangkan Resta langsung jongkok menutupi mukanya dia menangis, Fathan juga sedih melihat itu, tapi mau bagaimana lagi dia juga sudah berjanji akan membantu Resta.
" hiks... hiks ka Fian marah pada Resta " ucap Resta sambil menangis.
__ADS_1
" Resta " panggil Fathan dia juga tak tega melihat Resta menangis.
" aku berjanji Resta setelah aku menemukan obat nya aku akan menyatukan kalian kembali " janji Fathan untuk Resta.
" ayok kita pergi " bujuk Fathan. Resta hanya diam saja.
" ka maafin Resta ya " ucap Resta.
" untuk " jawab Fathan.
" karena udah membuat ka Fian benci pada kk "
Fathan tersenyum, dalam keadaan seperti ini masih saja Resta memikirkan orang lain, kekaguman Fathan makin bertambah terhadap Resta.
" tidak apa-apa justru kk senang bisa membantu rencana Resta, ya udah yuk kita jalan lagi " ajak Fathan, Resta berdiri dan saat akan jalan Resta limbung hampir daja jatuh, Fathan langsung memeluk Resta.
" astahah Resta " kaget Fathan saat Resta tak sadar kan diri. Fathan panik saat ini Fatjan langsung membopong tubuh Resta dan mencari taxi.
saat Fathan masuk ke dalam taxi ada 2 orang yang melihat Fathan, begitu kaget melihat Fathan membopong seorang gadis bahkan terlihat panik.
" yah itu Al " tunjuk seorang wanita paruh baya.
" mana bund " sang lelaki paruh baya kaget saat melihat Fathan.
" loh, loh itu mau kemana " panik si wanita tersebut.
" haduh Tuan Fathan anda ketahuan " ucap Sam, ya yang melihat Fathan dan Resta kedua orang tua Fathan, Sam menjemput mereka dari bandara mereka ingin membuat kejutan untuk anak tercinta, eh bukan nya sang anak yang terkejut malah mereka yang di buat syok.
" Sam " panggil Helmi dan Mirna, glek kini Sam yang kena sasaran.
" iya Tuan Nyonya saya akan ikuti mereka" akhirnya mengikuti taxi yang di tumpangi Fathan dan Resta.
" aduh tuan kenapa anda membawa Nona Resta ke apartemen sih, mati sudah hidup ku " batin Sam terus berperang.
" nah loh yah, Al bawa anak orang ke apartemen loh " ucap Mirna panik.
" tenang bund, kita ikuti saja mereka " Helmi menenangkan Mirna " haduh Al kamu bikin bunda kamu ngamuk ini " natin Helmi.
Fathan langsung mengendong tubuh Resta wla bride style, Fathan begitu terburu Buru, tanpa Fathan sadari 3 orang mengikuti nya sampai lah Fathan di apartemen nya dan. langsung masuk.
Fathan membaringkan Resta di kamar kini 3 orang masuk mengendap endap, Fathan sibuk nyari kotak P3K dan peralatan untuk memeriksa keadaan Resta.
Resta mulai mengerjapkan matanya kini Resta mulai sadar " ka Al " panggil Resta, dua orang kaget dengan panggilan khusus Fathan. ayah dan bunda malah saling tatap.
" eh Resta udah sadar, baring dulu biar kk periksa " Resta mulai berbaring, saat Fathan akan menempel kan stetoskop nya dua orang tersebut teriak memanggil Fathan.
" Alfathan Harris " sang bunda sudah murka, Fathan dan Resta terjingkat kaget.
deg
deg
deg
" bu-bunda, a-ayah " ucap Fathan gugup, Resta juga hanya diam bahkan masih syok apa lagi saat mendengar Fathan memanggil mereka dengan sebutan ayah bunda.
Helmi dan Mirna menatap tajam pada Fathan, Fathan masih sangat kaget dengan kedatangan mereka tanpa Fathan ketahui. kenapa mereka tak mengatakan akan berkunjung ke Indonesia. Fathan menatap Sam yang di tatap hanya menunduk.
__ADS_1