
********
di kediaman Yudishtira
" bagaimana kerjasama mu antara Kamal Corp " tanya Yusuf sang ayah, kini mereka sedang makan malam.
" semuanya beres pah, serahkan pada anak mu ini " ucap Ega bangga.
" bagus nak, apa CEO nya masih muda " tanya Farah semangat.
" kamu mau apa lagi mah " Yusuf sedikit kesal dengan pertanyaan Farah.
" papah gak usah ikut campur ini urusanku dengan Ega " ucap Farah ketus.
" apapun yang mamah dan Ega rencanakan papah gak akan setuju " Yusuf meninggalkan meja makan, memang mereka sering berdebat karena ambisi Farah sehingga menyebabkan anak nya Ega yang dulu penurut, baik menjadi Egois dan berambisi.
" cih.. jangan dengarkan papah mu " ucap Farah " lalu apa rencanamu " Riska sebenarnya sudah jengah dengan Farah dan Ega tapi setidak nya Riska sang sekretaris bisa mengawasi nya dan kadang Riska memberitahukan segalanya pada Yusuf.
" rencanaku... aku akan membuat Fian Mustafa Kamal menjadi milik ku dan juga aku akan menjadi Nyonya Kamal " Ega megetu berambisi.
" bagus mamah dukung kamu, apapun halangan dan rintangan nya sebisa mungkin kita singkirkan " Farah selalu mencuci otak Ega dengan hal hal aneh dan Egapun selalu setuju.
ting
bunyi hp Riska dan Riska membacanya sebenarnya Riska sudah jenuh.
" hmm maaf Nyonya Nona saya permisi sebentar " ucap Riska.
" mau kemana kamu " tanya Farah ketus.
" saya ada urusan sebentar " jawab Riska " baiklah pergilah " hanya itulah jawaban Ega, dan Riska sedikit membungkukan badan nya dan undur diri.
Riska memang pergi keluar tapi dia berbelok menuju jalan lain, kini Riska masuk keruangan rahasia.
" ada apa Tuan " tanya Riska.
" hmm kau pasti tau apa rencana mereka, ingat selalu ikuti kemana Ega pergi dan apa yang dia lakukan laporkan padaku, aki tidak ingin ada kekacauan " ucap nya terdengar lirih dan sendu.
" baiklah Tuan saya akan laksanakan apa yang Tuan perintahkan " jawab Riska.
" kau sudah lama ikut dengan keluarga ku, dan kau adalah sahabat Ega, tapi kau lihat karena ambisi Farah dia jadi berubah "
Riska mendengarkan orang itu berbicara, iya benar sekarang Ega sahabat nya berubah menjadi orang lain, dulu Ega yang baik, ramah peduli pada siapapun tapi karena ambisi sang mamah Ega menjadi egois bahkan apa yang dia inginkan harus tercapai. Riska juga sedih sahabat nya yang dia anggap saudara menjadi seperti iblis yang tak berperasaan.
" aku akan selalu mendampinginya dan aku berharap Nona Riska bisa berubah kembali " lirih Riska.
" bukan kau saja aku yang lebih berharap anak ku kembali ke Ega yang dulu " yang sekarang berbicara adalah Yusuf Yudishtira yang berharap anak nya kembali seperti dulu.
" Tuan tenang saja saya akan selalu mengawasinya "
" bagus, jangan biarkan dia melakukan hal yang tidak diinginkan, aku tau dia akan melakukan apapun termasuk menjadi bagian keluarga Kamal, jangan biarkan itu terjadi, karena aku tau segalanya termasuk tunangan dari Ceo Fian " jelas Yusuf.
" hmm saya mengerti Tuan, saya akan melakukan yang saya mampu " ucao Riska tegas.
" hmm aku berharap banyak padamu, karena aku sudah menganggap mu anak ku, jadi apa kau lupa jika kita sedang berdua jangan panggil aku Tuan " itulah perintah Yusuf pada Riska. Riska meneteskan air matanya dan tersenyum.
" baik pah, maaf jika selama ini Riska lalai menjaga Ega "
" tidak kau tak pernah mengecewakan papah nak " Yusuf selalu memperlakukan Riska dengan lembut sama hal nya terhadap Ega, Riska adalah keponakan dari Farah yang tak memiliki siapapun lagi yang sekarang yang Riska miliki hanya lah keluarga Yusuf.
maka dari itu Riska selalu mengabdi kepada keluarga Yudishtira, Riska bersyukur bahwa paman nya begitu menyayangi nya beda dengan bibi kandung nya sendiri yang egois dan berambisi,
" Riska berterima kasih pada papah, karena sudah menganggap Riska anak papah " kini Riska sudah menangis dan Yusuf memeluk nya.
__ADS_1
" kalian adalah anak anaku yang berharga, aku sangat menyayangi kalian " saat Yusuf memeluk Riska.
" sudah jangan menangis, pergilah jangan biarkan orang lain curiga, mungkin Farah dan Ega sudah selesai makan "
" apa papah masih butuh seseuatu " tanya Riska.
" tidak istirahatlah papah tau kamu lelah " Riska menangguk dan undur diri sebelum Riska menghilang dari balik pintu Riska tak lupa mengucapkan salam.
" assalamualaikum pah " Yusuf menoleh dan menatap Riska lalu tersenyum.
" wa'alaikumsalam " jawab Yusuf " papaj merindukan Ega yang dulu bisakah Ega membeli seperti putri kecil papah yang dulu " lirih Yusuf yang kini sambil memandangi sebuah photo di tangan nya.
photo Yusuf, Ega dan Riska yang saat mereka lulus SMA kebahagiaan terlihat dari wajah mereka bertiga, tapi setelah Ega memasuki kuliah sifat nya dan sikap nya berubah, kini Ega jauh dari jangkauan Yusuf sang papah.
********
di kota J
" Mila apa kamu sibuk " tanya Alan yang kini duduk sambil memandangi Mila.
Mila menoleh pada Alan dan menatap Alan.
" kenapa apa kau jenuh " Alan mengangguk.
" maaf tugasku banyak, ya sudah apa yang ingin kamu lakukan sekarang " tanya Mila yang masih menatap Alan, Alan begitu terpesona apa lagi jika Mila memakai kacamatanya kalau sedang mengerjakan tugas nya.
Alan mendekati Mila dan sedikit menyondongkan tubuh nya pada Mila, Mila di buat kalangan kabut " astagah apa yang akan Alan lakukan " Mila membatin.
Alan tersenyum sedikit memgerikan dan berbisik di telinga Mila.
" kau ingin tau kan, maka jawaban ku ingin dirimu dan ingin memiliki mu seutuhnya, bahkan mingkin ingin memakan mu " ucap licik Alan.
deg
deg
deg
jantung Mila berdegup kencang saat Alan membisikan kata-kata yang intim seperti itu.
" tunggu apa maksud nya memakan, astagfirullah " Mila terkesiap kaget dan menutup mulutnya.
pletek
" aw " Mila memegang dahinya. Alan kini tersenyum menggoda.
" pasti otak mu sedang memikirkan hal yang lain kan hmm " Alan menaik naikan alis nya sambil tersenyum.
buk
" aw sakit sayang " keluh Alan
" ngeselin ya awas kamu " akhirnya Mila mengejar Alan kini mereka sedang kejar jejaran di ruangan apartemen.
dan Alan mempunyai ide untuk menjahili Mila kembali saat Mila lari kearah Alan tiba-tiba Alan berbalik dan
Bruk
Mila menabrak tubuh Alan dan kini mereka terjatuh keatas sofa, nafas mereka bahkan ngos ngosan karena habis kejar kejaran. Alan menatap lekat Mila dan saat Mila mendongakan wajah nya menatap Alan mata mereka bertemu dan saling mengunci.
__ADS_1
Alan semakin menatap Mila dan kini Alan mendekatkan wajah nya ke wajah Mila jantung mereka seperti maraton saling berdegup kencang.
" kau semakin menggoda ku sayang " ucap Alan.
blush
kini muka Mila ba kepiting rebus Alan kini berhasil kembali menggoda Mila, Alan sangat suka jika melihat raut wajah Mila yang merona merah. selama ini mereka tak pernah melakukan hal hal yang aneh karena Alan tidak ingin melakukan hal itu sama hal nya dengan Mila, mereka paling hanya pegangan tangan tapi tak melakukan hal yang lebih.
" apa kau ingin melakukan hal yang lain " Alan mengedip ngedipkan matanya.
buk
kembali Mila memukul Alan pas di bagian dadanya karena posisi Mila diatas tubuh Alan.
" aw sakit sayang kasar banget sih " Alan pura pura mengaduh kesakitan.
" abis nya kamu tuh ya jail banget " kesal Mila yang kini sudah bangkit dari pelukan Alan dan duduk si samping Alan.
" soalnya aku suka melihat Rona wajahmu hmm " ucap Alan.
" udah aku mau buatkan kamu makanan dulu " saat Mila beranjak tiba-tiba kaki nya tersandung meja dan.
" aaahhhh " jerit Mila
bruk
kini posisi Mila yang di bawah Alan diatas iya saat Mila akan terjatuh Alan menarik Mila tapi karena keseimbangan Alan kurang kuat jadinya Alan jatuh diatas tubuh Mila tapi sebelum Mila jatuh Alan memastikan tidak ada benturan keras.
ceklek
pintu apartemen terbuka seketika munculah 2 orang.
" astagfirullah hal adzim " ucap mereka berdua dan menutup mulut nya. Alan dan Mila kaget dan langsung berdiri.
" Mila apa yang kalian lakukan hah " bentak nya.
" ah kalian salah faham sungguh " ucap Alan. mereka berdua menatap intens Alan dan Mila.
" wah bro loe tu gercep juga "
buk
Alan melemparkan bantal kursi pada orang tersebut " sakit bangk* " ucap nya kesal.
" Apni kamu salah faham aku sama Alan tuh gak.... " yang memergoki mereka Apni dan Genta.
glek
belum selesai Mila berbicara tapi terhenti karena tatapan Apni. dan Mila hanya menelan ludah nya. bahkan Alan pun masih begitu takut nya karena mereka masih menatap nya curiga.
" hahahahaha " terdengar gelak tawa dari sepasang kekasih tersebut siapa lagi kalau bukan Apni dan Genta, seketika Alan dan Mila saling tatap tatapan.
" muka loe tegang banget bro kaya tegangan listrik " kini Genta sudah menduduki dirinya di sofa.
" tenang gak usah khawatir aku percaya ko sama kamu, kamu gak akan melakukan hal yang diluar batas " ucap Apni pada Mila.
dan grep
Mila memeluk Apni " terima Kasih Apni " ucap Mila.
" hmm ya udah yuk kita makan malam kebetulan tadi kita sempat mampir di restaurant aku tau kamu sama Alan belum makan kan " tanya Apni Alan dan Mila mengangguk.
" santai bro gak usah kaku gitu, gue percaya sama loe " ucap Genta.
__ADS_1
" hmm iya " jawab Alan dan mereka pun makan malam bersama.