
*********
Ega pamit pada Yoga, Yoga tersenyum saat melihat Ega yang kini sudah tak terlihat.
" ehem ke nya ada binar binar Cinta ini " goda karyawan Caffe.
" kalau saya jadi bapak ni ya! udaj saya kejar noh terus tembak "
pletak
" ih bapak sakit tau " gaduh si karyaean cewek.
" soalnya nih kalian gak ada kerjaan lagi apa, tuh lihat " mereka cengengesan.
" oya saya mau keluar ada urusan kalian atasi ya " pamit Yoga.
" mau ngejar neng cantik tadi ya pak! " tatapan tajam Yoga layang kan pada mereka, mereka mingkem langsung.
" so tau " Yoga langsung keluar. sedangkan para karyawan nya tergelak.
" eh ka Yoga " sapa Reyhan yang baru datang.
" hey Reyhan, Faiz tumben baru muncul lagi " tanya Yoga.
" iya nih ka, kita sibuk kk mau kemana " tanya Faiz.
" kk ada keperluan, kalau kalian mau masuk masuk aja "
" hmm begini ka, kita kesini mau nanya sesuatu! " ucap Faiz Reyhan ngangguk ngangguk.
" tanya! tanya apa? " jawab Yoga.
" kk tau Resta sama Neta, mereka tidak masuk kampus udah lama " ucap Faiz Yoga menatap mereka berdua.
" kalian belum tau kabar mereka " Faiz dan Reyhan geleng geleng.
" ya udah ikut kk yuk! " ajak Yoga.
" eh tunggu ka, kita mau kemana " tanya Reyhan.
" udah jangan banyak nanya, mau ikut gak ini " tanya Yoga lagi, mereka masih berfikir.
" ih Faiz loe mah melamaan ya udah gue aja yang ikut ka Yoga " ucap Reyhan yang kesal nunggu persetujuan Faiz.
" eh tupai gue lagi mikir ini motor gue kemanain " timpal Faiz.
" titipin aja disini gpp ko, kamu ikut kk aja naik mobil "
" ya udah deh, tapi gpp kan ya ditinggal " Yoga ngangguk akhirnya mereka setuju ikut.
sementara Di rumah sakit masih belum juga kelar operasi Resta dan Alan, mereka masih menunggu dan tiba-tiba lampu operasi padam.
" alhamdulillah " ucap mereka bersamaan. pintu terbuka munculah Dirga, Mila, Fathan dan Dokter yang sudah menangani operasi.
" Dirga bagaimana " tanya Erwin.
" Mila " panggil Helen Mila membuka masker nya dan tersenyum.
" alhamdulillah operasinya berjalan lancar " Erwin dan Rangga memeluk Dirga, Helen dan Rasty memeluk Mila, dan Fathan di peluk Mirna dan Helmi.
__ADS_1
" bunda percaya pada Al " Fathan tersenyum.
" alhamdulillah ayah bangga pada Al " tumlal Helmi yang semakin bangga pada putra nya.
" bukan Al yah, bund tapi Allah, Allah yang membantu kita " ucap Fathan Helmi dan Mirna tersenyum.
" kalian istirahat ya oya dokter terimakasih " ucap Rangga begitu bahagia.
" sama sama pak Rangga, dan terimakasih karena bapak mempercayakan segalanya pada kami " ucap salah satu dokter yang sudah tak di ragukan lagi kemampuan nya.
" bahkan kami begitu senang bisa membantu pak Rangga " timpal dokter yang lain.
" kalau begitu kami pamit pak Rangga dan semuanya " mereka mengangguk tak henti henti Helen dan Rasty mengucap syukur dan terimakasih. kini Resta dan Alan ajan di pindah je ruang VIP.
bahkan ruangan mereka jadi satu karena Rangga dan Helen tak ibgin bolak balik menjaga anak-anak nya, saat berankar mereka keluar Helen menangis haru.
mereka semua menangis " Mila kamu hebat " ucap Apni.
" bukan aku aja Apni para dokter dan perawat juga hebat bahkan bertahan berjam jam " mereka tersenyum.
kini mereka mengikuti perawat yang mendorong berankar mereka dan kini mereka sudah dimasukan keruangan VIP yang begitu luas dan begitu mewah. mereka memasang alat alat yang ada di tubuh Resta dan Alan.
Helen mencium kening Alan " terimakasih ka " Helen menangis haru " anak kita hebat ya mih " Rangga juga mencium kening Alan.
kini mereka beralih ke Resta " dek pasti terasa sakit kan, apa lagi mamih tau adek begitu takut dengan jarum suntik dan juga Rumah sakit tapi sekarang lihat tubuh adek hiks.. hiks " Helen sudah tak sanggup berkata kata.
" pih, selama ini adek merasakan sakit nya sendirian, bahkan udah berapa jarum yang menusuk badan nya, mamih gak sanggup bayangin nya pih " Rangga memeluk erat Helen.
" anak kita kuat mih, dan mamih lihat alhamdulillah adek bertahan meskipun adek merasakan seperti apa rasanya " karena Rangga juga tau menangani penyakit Leukimia.
" Neng akhirnya kamu gak bakal menderita lagi, gak bakalan sakit lagi, kamu tau Neng setiap kamu merintih menahan sakit aku juga merasakan hal yang sama hiks.. hiks "
selama Resta memahan sakit nya mereka tak pernah ada di samping nya justru yang ada sahabat sahabat nya.
" Neta " Laras memeluk Neta dan Harun juga mereka bangga pada Neta yang tak meninggal kan Resta.
" mah, pah " Neta memeluk mereka berdua.
" nak Fathan makasih buat semuanya, selama ini nak Fathan lah yang membantu Resta, tapi kami justru malah menyalahkan nak Fathan " ucap Rangga.
" gpp ko om, justru Fathan senang bisa menjaga dan merawat Resta " ucap Fathan.
" jangan panggil om, panggil papih aja seperti yang lain " Fathan mengangguk. kini mereka keluar dan gantian Fian dan Akmal masuk.
" Neta " Neta yang masih menunggu Resta duduk di samping Resta.
" ka Akmal " Akmal langsung memeluk Neta " istirahat lah kini giliran kk yang menunggu Resta ya " bujuk Akmal Neta mengangguk akhirnya Neta di tuntun Akmal menuju sofa dan Akmal menidurkan Neta di pangkuan nya.
Mila tersenyum melihat Akmal dan Neta Mila menatap Alan " saat kamu seperti ini yang aku takutkan aku kehilangan mu, bangunlah sayang aku menunggumu " ucap Mila lembut.
" Resta kk tau kamu masih belum bisa mendengar kk, tapi kk akan selalu mengucapkan bahwa kk sangat sangat mencintai Resta, I Love you Resta Risella Dinata " bisik Fian di telinga Resta. Fian kini mulai ngantuk tanpa terasa dia pun tertidur sambil menggenggam tangan Resta.
********
di luar Rumah Sakit.
" eh tunggu tunggu ka, kenapa kita ada disini " tanya Faiz yang sedari tadi penasaran.
" iya kenapa ko kk bawa kita ke Rumah sakit, emang siapa yang sakit? " tanya Reyhan.
__ADS_1
" kalian ini dari tadi nanya mulu, mau ikut kk masuk apa mau tetap disini " tanya Yoga.
" ya ikut " ucap Faiz dan Reyhan, akhirnya mereka mengikuti Yoga masuk.
saat sampai di receptionis Yoga langsung menanyakan ruangan Resta di rawat, Faiz dan Reyhan kaget dan mereka masih bertanya-tanya.
" ka " panggil Faiz " udah jangan banyak tanya nanti juga kalian tau " kini mereka hanya pasrah mengikuti Yoga dan mereka masuk lift.
sesampainya mereka disana mereka kaget kenapa banyak orang. " mah, pah " Yoga memanggil Rasty dan Erwin.
" yaa Allah nak Yoga " Rasty langsung memeluk Yoga " gimana kabar kamu nak " tanya Rasty.
" alhamdulillah Yoga sehat mah, maaf Yoga baru muncul " ucap Yoga.
" dasar anak nakal " timpal Erwin " gimana kabar papah " tanya Yoga.
" makanya kalau mau lihat kondisi papah sama mamah jamu tuh ya sering datang kunjungin kami " Yoga hanya tersenyum merasa skak matt karena ucapan Erwin.
" iya mah maafin Yoga deh, iya insyaAllah nanti Yoga bakalan sering sering ngunjungin mamah sama papah " Erwin dan Rasty tersenyum senang.
" Fian dan Akmal mana " tanya Yoga sedari tadi tak melihat nya.
" mereka lagi di dalam masuk gih " ucap Erwin, Yoga ngangguk dan tak lupa Yoga juga memperkenalkan diri pada mereka.
" om, tante " ucap Faiz dan Reyhan saat melihat Helen dan Rangga. meraka menatap Faiz dan Reyhan.
" kami teman Resta dan Neta " jawab Faiz baru Helen dan Rangga tersenyum.
" ka Faiz ka Reyhan " panggil Fira saat melihat Reyhan dan Faiz.
" eh ko ada Fira, Ifan juga Radit " Helen dan Rangga menatap interaksi mereka jika anak-anak panti tau mereka apa mungkin Resta dan Neta sering mengajak mereka main ke panti.
" kalian kesini sama siapa " tanya Reyhan cemas.
" sama kita ko nak Reyhan nak Faiz " ucap pak Andre.
" eh bi Sari, paman Andre " Faiz dan Reyhan mencium tangan mereka.
" kalian kesini mau jenguk Resta. " tanya Bik Sari Reyhan dan Faiz yang masih bingung hanya saling tatap, akhirnya Yoga yang mengiyakan.
kini mereka bertiga masuk, mereka melihat dokter Mila yang sedang duduk sambil memperhatikan seseorang yang Sedang berbaring.
Faiz dan Reyhan di buat melongo melihat Mila yang begitu cantik bahkan dengan menggunakan pakaian kedokteran, siapa yang tidak tau Mila model terkenal bahkan sempat bokming dan Viral.
Mila yang sadar di perhatikan mengaluhkan tatapan nya pada Faiz dan Reyhan.
deg
mereka justru terpaku karena di tatap Mila, yang tajam dan dingin Mila tersenyum begitu manis pada mereka, tentu saja Faiz dan Reyhan di buat terpesona.
anggap saja lah ya Mila menatap Faiz dan Reyhan seperti ini.
Faiz dan Reyhan masih belum menyadari jika Akmal dan Neta sedang tidur, Neta tidur kepala di pangkuan Akmal dan Akmal juga tertidur menyandarkan kepalanya di sofa.
Yoga menegur Faiz dan Reyhan " kalian mau tetap disitu saja atau " mereka sadar saat mendengar teguran Yoga, saat Reyhan menatap sekeliling Reyhan terpaku menatap Neta ada rasa sedih pada tatapan nya, Faiz yang melihat itu menepuk bahu Reyhan.
dan kini mereka menuju barankar di mana Resta berbaring saat Faiz menatap Fian dia kaget Fian menggengam tangan Resta, kini giliran Reyhan yang menepuk bahu Faiz, Yoga hanya geleng geleng saja.
__ADS_1