Life Is Love

Life Is Love
Tuduhan Fian


__ADS_3

*********


" apa yang Al katakan, bunda tidak mengerti " tanya Mirna agar Fathan menjelaskan segalanya pada Mirna dan Helmi.


" Resta kini mulai sengaja berubah sikap nya pada mereka semua ini rencana Resta, dan dia juga mrngakui bahwa Resta mencintai Al itu juga rencana Resta, Al dan Neta hanya mengikuti ide Resta bund, yah " jelas Fathan, Mirna kaget tak percaya sebegini besar nya Resta memendam penyakit nya sendirian


bahkan dia tidak ingin keluarga nya sedih karena tau jika Resta sakit parah, bahkan keadaan Resta sekarang sudah di titik paling lemah.


" yaa Allah terbuat dari apa hati anak itu, dis tidak ingin keluarga nya sedih jadi dia melakukan ini agar keluarga nya mulai meninggalkan nya dan melupakan nya " sedih Mirna saat tau hal itu.


" ayah begutu kagum pada anak itu, pertama kali melihatnya saat itu ayah mengagumi nya, bahkan dia terlihat begitu tegar dan kuat " timpal Helmi.


" kita harus mendukung nya bund, apapun yang terjadi jangan buat Resta sedih dan merasa sendirian " Mirna mengangguk membenarkan ucapan Helmi Fathan tersenyum kedua orang tuanya membantunya.


" ayah benar ini sebagai tebusan untuk kesalahan kita " Fathan dan Helmi memeluk Mirna. Sam merasa bahagia karena mereka mendukung tuan nya juga.


*********


di apartemen Ega


drrtttt... drtttt


" hallo mah " ucap Ega saat mengangkat telfon.


" sayang selamat hari raya, hmm rumah ini sepi gak ada kamu " ucap Farah sang mamah.


" maafin Ega mah, Ega belum bisa pulang "


" iya gpp ko sayang mamah ngerti, oya gimana misi kamu lancar " tanya Farah.


" hmm lancar mah satu langkah lagi semya ada di genggaman Ega " terdengar di sebrang tekfob sana Farah begitu bahagia.


" mamah yakin kamu pasti berhasil sayang, anak mamah tidak pernah gagal " tawa Farah bahagia.


" terimakasih mah dukungan nya " Farah selalu mendukung di setiap ambisi Ega, karena Farah juga Ega menjadi Ega yang sekarang ini.


tanpa mereka sadari Yusuf mendengar pembicaraan mereka " sebegitu besar nya ambisimu nak, papah harap kamu tidak melakukan kesalahan karena ambisi ibu mu juga " gumam Yusuf sedih.


Riska sama halnya sedih juga saat mendengar pembicaraan mereka " aku harsp kamu tak salah melangkah " Riska langsung keluar untuk mencari udara segar.


" hai " ucap seseorang mengagetkan Riska.


" astagfirullah Rama kamu ini ngagetin tau gak " Riska memukul bahu Rama.


" yaa Allah sakit Riska sedari dulu tenaga kamu gak berubah malah semakin kuat, bisa patah ini bahu lama lama " Riska tersenyum Rama tersenyum saat melihat senyuman Riska.


" Cantik " gumam Rama Riska mendengarnya.


" apa nya yang cantik " tanya Riska Rama gelagapan " eh itu bintang nya yang cantik " ucap Rama sekenanya.


" kenapa diluar " tanya Rama kebetulan apartemen Rama juga dekat dengan apartemen Ega, Rama mengalihkan pembicaraan nya.


" hmm lagi suntuk aja di dalam jadi cari udara sejuk di luar " Rama menatap curiga Riska, karena tau jika Riska sedang mode begini pasti ada hal yang membuat nya bete ya siapa lagi kalau bukan Ega.


" apa lagi yang Ega rencanakan, apa ambisi nya kembali lagi " Ruska terdiam.

__ADS_1


" anak itu memang tidak berubah srmakin kesini alu sendripun tak mengenali nya, dia lebih menakutkan dengan ambisinya " ucap Rama Riska tetap diam mendengar kan Rama.


" apa kamu bosan " Riska menggeleng " kenapa kamu tidak menyerah saja dan mundur jadi asisten atau sekretaris nya Ega " Riska menatap Rama ada kesedihan di sana.


" aku tidak akan mundur, karena aku yang akan menghentikan ambisi Ega, ini janjiku pada papah " ucap Riska yakin. Rama bangga Riska selalu menepati janjinya.


" yuk kita ke cafe deket sini aku teraktir kamu deh minum bagaimana " ajak Rama.


" ok baiklah susu coklat ya " Rama tersenyum akhirnya mereka pergi bersama.


********


keesokan harinya di kediaman Dinata


pagi ini terdengar sunyi bahkan ada yang belum memulai pembicaraan Resta turun dari lantai 2 semua menatap Resta.


" Resta pergi dulu assalamualaikum " semua kaget saat Resta kini kembali tak menyapa mereka tak ada lagu manja manja.


" kembalikan Restanya mamih " ucap Helen menghentikan langkah Resta, Resta tetap berdiam diri bahkan sama sekali tak menoleh.


" mih udah masih pagi " ucap Rangga.


" apa ini yang mamih ajarkan pada anak-anak mamih, dimana kesopanan mereka sebagai anak bahkan tak menghargai orang tuanya " Resta mengepalkan tangan nya.


" Resta kamu pasti bisa lakukan! " gumam Resta menyemangati dirinya.


" terserah mamih Resta gak peduli Resta berangkat assalamualaikum, oya ini kedua kalinya Resta mengucapkan salan bahkan kalian tak menjawab nya " ucap Resta sinis mereka tercengang karena perkataan Resta. Resta langsung pergi meninggalkan mereka.


" Resta Risella Dinata " teriak Helen Resta bahkan tak peduli dengan panggilan Helen " Resta harus ngelakuin ini maafin Resta mih, pih dan semuanya "


" Neng lagi " Resta mengangguk Neta memeluk Resta " sabar Neng semuanya pasti akan terakhir " Resta semakin sesegukan di pelukan Neta.


" yuk kita berangkat, biar aku yang bawa ya motor nya " kini Neta lah yang mengendarai motor nya sampai ke kampus.


" Neng jangan terlaku difikirkan ingat kondisimu saat ini jangan sampe drop lagi " Resta tersenyum Neta begitu khawatir melihat kondisi Resta yang semakin hari semakin lemah.


********


di perusahaan Kamal Corp


Fian selalu tidak fokus dengan kerjaan nya begitu kacau akhir akhir ini setelah 1 minggu kejadian nya Fian masih tetap kacau.


" gue mau keluar dulu loe handle semuanya " perintah Fian sama Akmal. Akmal mengagguk.


" apa benar pak Fian sudah putus dari nona Resta " tanya Ririn Akmal mengangguk.


" sayang sekalu padahal mereka pasangan serasi, dan lihat saja pak Fian begitu kacau " timpal Galih.


" benar apa yang maku katakan yang, kita harus melakukan sesuatu " ucap Ririn ,Akmal memicingkan matanya.


" mulai deh jiwa keponya bangkit lagi " tegur Akmal Ririn dan Galih cengengesan.


" hmm dasar pasangan somplak " mereka tetawa bahkan Desi juga ikut tertawa.


Fian sedang berada diluar saay dia pengendarai mobil nya Fian melihat Resta sedang duduk di bangku taman, Fian menghentikan mobil nya dan langsung turun.

__ADS_1


saat ini Resta sedang fokus mengerjakan tugas nya tiba-tiba Resta merasa ada yang memperhatikan nya, saat Resta mendongakan wajah nya Resta kaget.


" ka Fian " ucap Resta kaget.


" aku ingin bicara ikutlah dengan ku " Fian menarik tangan Resta.


" ka sakit lepasin " tapu Fian tak peduli Foan memasukan Resta ke mobil nya dan langsung menjalankan mobil nya, sedangkan Neta, Reyhan dan Faiz bingung saat kembali Resta tidak ada.


Fian membawa Resta ke apartemen nya Resta merasa takut, takut Fian merencakan hal nekat. kini meteka sampai Fian langsung menyeret Resta dan memasuki apartemen.


" ka tolong buka pintunya " Resta mulai ketakutan.


" kenapa bukan ini yang sering kamu lakukan dengan Fathan " Resta menatap Fian tajam.


" apa maksud kk bicara begitu " tanya Resta.


" cih... memangnya apa yang dilakukan 2 orang lawan jenis hanya berduaan di apartemen hah " bentak Fian Resta kaget.


Fian mendekati Resta " ka apa yang mau kk lakukan " Fian langsung mendorong Resta ke dinding.


" bagian mana yang sudah dia sentuh hah jawab " sekali lagi Fian meninggikan suaranya. Resta menangis dengan tuduhan Fian.


" cih... aku tidak akan luluh dengan tangisan mu, oya apa dia sudah melakukan ini padamu " Fian memaksa mencium Resta dan.


plak


Resta menampar Fian " semua yang kk tuduhkan pada Resta itu salah, menurut kk apa Resta perempuan seperti itu " ucap Resta sedangkan Fian menatap tajam Resta.


" bukankah kamu meninggalkan aku demi dia karena ada hal lain, apa saja yang dia berikan padamu atau kamu yang memberikan sesuatu padanya " ucap Fian yang penuh ejekan dan hinaan.


" hentikan ucapan kk, aku putus dengan kk karena aku sudah muak dengan kk " Resta meninggikan suaranya dan Fian srmakun. menatap marah.


saat Fian akan mendekati Resta ada suara yang memanggil Fian itu Ega dan Fian tersenyum menyeringai.


" Fian kenapa pintu nya terbuka " ucap Ega.


" hai Ega, kebetulan kamu kesini " Fian langsung memeluk Ega, Ega kaget dengan kelakuan Fian tiba-tiba tapi ada senyuman disana.


" kita pergi makan siang aku lapar " Ega mengangguk Fian langsung menggandeng tangan Ega, sakit saat Fian begitu lembut melakukan hal itu pada wanita lain.


Resta menangis " semuanya berakhir semuanya sudah berakhir " gumam Resta begitu lirih.


Resta menangis dan menangis dan dia merasa tubuh nya semakin lemah.



" kamu kuat Resta, kamu pasti bisa " Resta mulai menyeret kakinya bahkan saat jalan Resta mulai tidak kuat saat Resta ajan jatuh pingsan ada Fathan dan Neta disana.


" Resta " teriak mereka langsung memeluk tubuh lemah Resta.


" Neng aku lelah, aku ingin menyerah " Resta menangis dan setelah itu tak sadarkan diri.


kenapa Neta dan Fathan tau Resta ada di apartemen Fian saat Resta di seret paksa Fian Fathan melihat dan mengikuti kemana Fian membawa Resta ternyata ke apartemen, Fathan langsung memberitahu kan Neta dan disinilah mereka.


Fathan langsung membopong Resta dan membawa nya ke rumah sakit. semakin hari Resta semakin drop jika ini terus berlanjut maka harapan hidup hanya sedikit. Neta menangis saat Fathan menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2