
******
hari hari telah berlalu kini Resta dan Neta juga sudah di terima di universitas A, mereka sudah merasa tenang.
" alhamdulillah semuanya lancar " ucap Resta sambil tersenyum bahagia.
" iya Neng gak nyangka ya, kita bakalan jadi anak kampus " Neta juga begitu bahagia.
" oya bagaimana kalau kita liburan ke kota S " usul Resta.
" wah bener nih, aku udah kangen ma yayang mbeps nih "
" dih yang udah punya yayang mbeps "
" heleh kamu juga tuh bukan yayang mbeps lagi tapi calon manten atau calon nona muda dari keluarga Kamal " Neta sambil mengedipkan matanya.
" dih kelilipan ya tuh mata " ketus Resta.
" hehehehe " Neta hanya tertawa saja. " kapan rencana nya kita ke sana "
" insyaAllah lusa tapi izin dulu kita "
" yeh itumah pasti atuh Neng " mereka pun mulai merencanakan kepergian nya.
sedangkan di kantor di kota S seseorang sedang berkutat dengan kertas kertas yang menumpuk.
tutt tuttt
bunyi telfon dari ruangan nya.
" hallo " seseorang menjawab nya.
" maaf pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda " ucap si penelfon.
" siapa " tanya nya kembali.
" seorang wanita katanya dari perusahaan Yudishtira group "
" apa? " ucap nya kaget " ada keperluan apa dia datang kemari "
" sa-saya akan pastikan dulu pak " hening beberapa detik kemudian " hmm begini pak katanya dia ingin membahas kerjasama dengan perusahaan kita "
" bukan kah tidak ada janji dengan nya " tanya nya dingin dan datar.
" iya pak " ucap nya tegas.
" baiklah biarkan saja dia masuk " akhirnya telfon pun berakhir.
tok
tok
tok
suara ketukan pintu " iya masuk "
ceklek
" permisi pak ini dia orang yang ingin bertemu dengan bapak " ucap nya.
" baiklah terimakasih Ririn " iya dia sekertaris Ririn sekretaris nya Fian. Ririn pun mengangguk dan pergi meninggalkan Fian dan seseorang dari perusahaan Yudishtira Group.
" iya silahkan duduk " ucap Fian datar " ehem ada keperluan apa anda kemari Nona " Fian berdehem karena sedari tadi orang tersebut terus memandang Fian.
" eh iya maaf tuan Fian " diapun duduk.
" apakah ada yang belum anda pahami Nona, padahal asisten saya sudah menjelaskan segalanya pada anda " ucap Fian yang sangat formal.
" maaf. sebenarnya aku masih belum sebegitu memahami nya, bisakah anda menjelaskan nya secara rinci " Fian mengerutkan kening nya dan menatap dengan tajam, sehingga yang di tatap sedikit gusar.
" apa kah anda masih belum begitu paham Nona Ega Mawarni Yudishtira, sehingga anda datang pada saya " ucapan Fian yang mengintimidasi.
" eh bukan begitu tuan Fian, aku hanya ingin lebih jelas lagi mengenai kerjasama kita " ucap Ega
__ADS_1
" kemarin kan hanya asisten anda saja yang penjelasan nya bekum begitu saya pahami " kilah Ega, padahal Fian tau apa maksud nya.
" baiklah nanti akan saya jelaskan tapi tidak untuk sekarang karena saya sedang sibuk " ucap Fian. yang masih dingin.
glek
Ega menelan saliva nya, Ega masih ingin bertahan disini tapi karena Fian sudah berkata seperti itu terpaksa dia harus pergi
" maaf kalau begitu, dan maaf sekali lagi kalau saya mengganggu waktu anda tuan Fian " Ega berdiri dan berbalik.
" baiklah " hanya itulah jawaban Fian.
" ck padahal sudah aku rencanakan pertemuan ini agar berjalan dengan baik, tapi seperti nya Fian sedang ingin tidak di ganggu, semakin sikap nya dingin ini semakin tantangan buatku " Ega terus membatin dan akhirnya keluar.
" cih masalah seperti ini harus mencari alasan yang aneh " decak Fian. Fian kbalu fokus dengan kerjaan nya.
*******
sedangkan di kota J Resta sudah tak sabar ingin menemui sang calon suami yang sudah lama dia rindukan hampir 1 bulan. mereka tak bertemu.
" malam mam, pih " ucap Resta mencium pipi Rangga dan Helen.
" malam juga sayang " ucap Rangga dan Helen.
" hmm mam ka Alan dan ka Genta kemana ko gak kelihatan apa belum pulang " tanya Resta.
" oh iya mamih dan papih lupa kasih tau adek, ka Alan dan ka Genta sedang berada di luar kota sayang "
" hah " Resta masih kaget
" tutup itu mulut nanti ada lalat masuk " ucap Rangga dan Resta langsung mengatupkan mulut nya kembali.
" terus berapa lama kaka disana "
" hmm mungkin 3 sampai 4 hari " ucap Rangga sambil menyeruput secangkir kopi dan menikmati cemilan.
" APA? " Rangga tersentak dan kopi yang dia minum menyembur.
" eh pih maafin adek " Resta merasa bersalah.
" hehehe maaf mam, adek kaget " Resta menggaruk kening nya. " yah kalau kaka lama di sana terus rencana adek gimana dong ini " tiba-tiba Rangga dan Helen menatap lekat kearah Resta.
Resta menutup mulut nya karena di tatso horor " ih mam pih ko natap nya bikin merinding "
" tunggu tadi adek bilang rencana, rencana apa " tanya Helen.
" jangan macam macam kamu ya dek " ucap Rangga kembali.
" ish ketahuan deh, mam sama papih gak usah curiga gitu dong " ucap Resta. " begini Resta dan Neta insyaAllah rencananya lusa itu mau ke kota S "
" APAAA? " byur ke dua kalinya kopi Rangga menyembur dari mulutnya .
" mamih " Rangga sedikit kesal.
" eh pih maaf " Helen meminta maaf dan kembali membersihkan kopinya.
" gak anak gak mamih nya sama aja, emang like mother like daughter kalau kaya gini mah " Rangga semajin menggerutu.
" ih papih menggerutu mulu kan tadi mamih udah minta maaf "
" hahahaha " Resta hanya tertawa melihat ke dua orang tuanya
" adek ki ketawa emang ada yang lucu, awas ja nanti gak papih izinin loh " kesal Rangga.
" eh, eh papih jangan ngambek dong iya iya Adek minta maaf " Resta yang bermanja-manja pada Rangga.
" adek ih udah gede juga masih menggelayut gitu awas ih " Helen menarik Resta " ih mamih ini apaan sih " kesal Resta.
" mam, pih gimana di izinin kan " ucap Resta dengan begitu imut nya.
Rangga dan Helen salin menatap " gimana mih " tanya Rangga.
" izini aja pih, nanti kita di teror lagi sama Rasty "
__ADS_1
" wah kalau urusan Erwin dan Rasty papih gak ikutan lah " Rangga dan Helen masih berbisik-bisik.
" ish mamih sama papih malah bisik-bisik tetangga " ucap Resta, Rangga dan Helen tertawa karena celetukan Resta.
" hmm ok deh papih sama mamih setuju "
" eits tapi ingat nyampe sana jaga batasan, dan juga Neta awas aja kalau ada kejadian yang aneh aneh " peringatan Helen.
" wah beneran mam, pih alhamdulillah makasih, mamih dan papih emang the best dah " Resta memeluk mereka,
Resta memberitahu Neta kalau dia dapat izin sama hal nya dengan Neta juga yang di izinin, Harun dan Laras.
******
di kota lain Alan dan Genta masuh meeting dia begitu sibuk dengan kerjaan nya, bahkan dia belum menghubungi sang kekasih. setelah selesai Alan segera mengambil Hp nya dan ingun menghubungi kekadih hatinya, tapi nihil hanya suara operator yang terdengar.
" astagah Mila ko gak aktiv terus " kesal Alan.
" ada apa lagi boss " ucap Genta sambil meminum teh hangat nya karena sekarang ini cuaca sedang dingin.
" ini Mila, dari tadi gak bisa di hubungi " ucap Alan.
" tunggu aku telfon dulu Apni " saat Genta mencoba menghubungi Apni tersambung.
" iya assalamualaikum" ucap salam Apni.
" alhamdulillah ada jawaban wa'alaikumsalam "
" ada apa " tanya Apni.
" ini nih si Alan dari tadi ngoceh gak karuan, nelfon Mila katanya gak di angkat " ucap Genta.
" astagah maaf aku lupa juga ngasih tau, hp nya Mila lowbet sayang, jadi masih di cars tuh "
" hmm dasar ya, sekarang dimana orang nya " Genta menanyakan Mila.
" orang nya lagi main sama kucing nya, kenapa "
" Apni bisa tidak berikan hp nya sama Mila, aku mau ngomong bentar " kini. Alan yang berbicara.
" bentar aku tanya orang nya dulu " hening dan setelah beberapa detik " Alan katanya Mila belum bisa diganggu, dia masih main tuh sama kucing nya "
" astagah Mila bikin aku kesel ja, kalau gitu bisa kirim saja photo Mila sama kucing nya " dulu saat mereka jalan jalan Mila melihat kucing dan merengek ingin membeli kucing dan akhirnya Alan membelikan kucing begitu bahagianya Mila saat kucing nya sudah berada di pelukan nya
" ok bentar aku photo dulu nanti aku kirim, oya aku juga lagi banyak kerjaan ini jadi ma'af aku tutup dulu assalamualaikum " ucap Apni
" oh ok baiklah wa'alaikumsalam " ucap Alan " eh udah di tutup " tanya Genta Alan mengangguk.
ting
bunyi notif masuk saat itu Alan melihatnya tiba-tiba dia tersenyum,.
" dih dari tadi ngambek gak jelas sekarang senyum senyum sendiri " kesal Genta karena sedari tadi emang Alan ngambek mulu, sedang kan Alan masuh menatap hp nya yang melihat lihat photo Mila yang Apni kirim.
" imut dan cantik aish aku iri sama tuh kucing " gumam Alan yang sedari tadi masih menatap lekat Hp nya.
ada 1 photo yang dia jadikan walpaper Hp nya Alan.
ini dia photo Mila Muspida dengan kucing kesayangan nya. Alan tersenyum karena dia membuat Mila begitu menyangi kucing pemberian nya kadang Alan merasa iri juga karena kucing nya selalu dapat pelukan dari Mila.
*****
othor : cini Alan peluk ma aku aja ya ya yah.
Alan : dih othor kepedean dari pada meluk othor mendingan meluk tiang listrik noh.
Othor : ih ko Alan jahat sih, othor ilangin nih.
Alan : kalau othor ilangin aku, gak. ada orang ganteng lagi dong.
__ADS_1
Othor : dih pede sekali anda.
othor jadi kesal ih ma Alan.