Life Is Love

Life Is Love
Kekecewaan


__ADS_3

********


" bagaimna loe udah dapetin semuanya " tanya Alan pada Genta.


" udah, loe tinggal check aja sudah lengkap " ucap Genta sambil makan apel.


" gila hidup Mila sangat tertekan "


" hmm gue udah lihat gimana mereka memperlakukan Mila " Alan mengepalkan tangan nya karena geram ingin sekali memberikan pelajaran untuk mereka.


saat ini Alan fokus membaca semua hal tentang Mila.


brak


" brengs*ek, akan kubunuh orang itu " Genta sampe terjingkat hampir saja dia jatuh dari kursinya.


" gila loe ndro, gue mpe kaget emang dodol nih orang " Genta kesal dengan kelakuan Alan yang main gebrak meja gitu aja.


" loe cari semua bukti kejahatan tuh cowok, gue mau dia membusuk di penjara " ucapan Alan yang penuh emosi.


" pantes aja sikap Mila dingin, datar cuek. ternyata karena keluarganya lah tang melakukan itu padanya, dia sudah tak memiliki orang tua, sehingga terpaksa ikut bibinya. tapi perlakuan mereka pada Mila sangat menjijikan "


" saat gue cari tau kehidupan Mila pada tetangganya, sangat miris Mila beberapa kali hampir di lecehkan oleh sepupunya sendiri, bahkan Mila pernah di jual juga, dan sepupunya pernah memberikan obat perangsa*ng pada Mila "


" untung saja ada tetangganya yang menyelamatkan Mila membawa Mila ke rumah sakit " jelas Genta bahkan saat Genta menceritakan semuanya pada Alan, Genta begitu lirih mengetahui kehidupan Mila.


" gue ingin orang yang melakukan itu terhadap Mila masuk penjara, sebelum itu beri mereka pelajaran " Alan bahkan sudah tak lagi toleransi, ini sudah sangat keterlaluan.


" loe tenang gue beresin semuanya, loe bakalan tau apa yang gue lakukan, udah lama gue gak mukulin orang " Genta merenggangkan otot nya.


" oya gan satu lagi, kenapa Mila tak ingin dekat dengan laki laki " Genta terdiam Alan menatap Genta yang tadinya fokus membaca tentang kehidupan Mila.


" Mila pernah dekat dengan seseorang, tapi bibi Mila memanfaatkan nya. bibi Mila memeras orang tersebut mengatasnamakan Mila, bahkan lelaki itu mengecap Mila pempuan matre dan saat itu lelaki tersebut membenci Mila bahkan menghina Mila "


" jadi karena itu dia begitu tak peduli pada ku " gumam Alan lirih.


" aku berjanji aku akan melindungi Mila " kini Alan berjanji.


" semoga berhasil gan, gue pergi ada urusan dulu " Genta pamit.


" makasih bro " Genta tersenyum dan mengangguk.


sejak saat itulah Alan gencar mendekati Mila, bahkan Alan pernah memberi perhitungan bibi dan sepupu Mila, saat itulah mereka mulai akrab dan juga akhir nya jadian.


mereka pasangan yang begitu serasi, banyak yang iri dengan mereka banyak juga yang mencibir Mila, tapi Alan tak peduli kadang Alan marah jika ada yang menghina Mila.


saat itu mereka selesai menjalankan ujian sekolah nya, tinggal nunggu kelulusan, tapi saat itu Alan salah faham terhadap Mila, karena Mila dekat dengan seorang lelaki, bahkan telihat mesra.


Alam murka bahkan menghina Mila dan merendahkan Mila, saat itu Mila memutuskan hubungan nya dengan Alan dan membenci Alan, pada akhirnya Mila yang mendapatkan beasiswa keluar nwgri dan Mila dengan senang hati menerima nya.


Mila pergi lebih awal sebelum diumumkan kelulusannya, saat itu Alan kacau bahkan mencari Mila kemana mana tapi tak ada hasil nya, ternyata orang yang begitu akrab dengan Mila salah satu anak bibi Mila yang begitu menyayangu Mila bahkan menganggap Mila adik kecilnya.

__ADS_1


yang selalu memanjakan Mila, selama ini sepupu Mila iru tidak tinggal di rumah itu, karena dia benci terhadap keluarga nya yang memperlakukan Mila, sehingga keluar dari rumah itu dan kerja keluar kota, saat dia kembali setelah beberapa tahun maka disitulah dia memberikan yabg terbaik untuk Mila.


Alan menyesal tak mencari tau dulu, kini semuanya berakhir, Mila membencinya dan meningalkan nya, bahkan sepupunya nya pun tak tau kemana Mila pergi, hidup Alan kacau bahkan lebih parah dari sebelumnya, Genta berharap suatu saat Mila di temukan kembali.


Flashback off****


Mila masih menangis jika ingat semua itu, kini kejadian itu terulang kembali. akhirnya sebua bus datang Mila masuk ke bus tersebut dan buspun pergi.


sat itu Alan datang tapu terlambat Mila sudah pergi " Milaaaaa " teriak Alan.


Di mansion Dinata.


" adek ada yang mau adek ceritakan ke mamih " tanya Helen.


" cerita, cerita apa mam " tanya Resta, padahal Resta tau apa yang akan Helen katakan.


" beneran adek gak mau cerita " Resta hanya terdiam dan menunduk.


" hufft " Helen menghela nafas dan membuangnya, itu terdengar oleh Resta.


" adek belum pernah berbohong pada mamih dan papih, tapi kenapa mamih lihat adek banyak berubah " lirih Helen yang sedih Resta kini tak pernah lagi curhat pada nya, apapun itu bisanya Resta selalu curhat pada Helen.


" adek bolos, dosen yang mengajar menelfon mamih, sudah sering adek bolos dari mata lelajaran nya, kenapa adek menutupi ini semua dari mamih, apa mamih sudah tak dianggap lagi " Resta masih bungkam.


" ini bukan anak mamih, kemana anak mamih " rasa kecewa jelas terlihat dari mata Helen.


" kenapa anak-anak mamih sekarang banyak berubah " kini Helen mulai menangis, Alan kini lebih menyibukan diri, Resta bahkan tak pernah lagi curhat padanya.


" ntah kenapa adek banyak berubah, mamih sendiri tak mengenal adek " Helen menatap Resta, Resta mengepalkan tangannya menahan tangis nya.


kini Resta menatap Helen " adek udah dewasa mam, jadi adek udah tau mana yang harus adek lakuin, adek bukan abak kecil lagi, yang segala sesuatu nya harus adek katakan pada mam " Helen begitu sedih saat Resta mengatakan itu.


" jadi maaf mam, adek gak bisa kasih tau semua pada mam " Resta beranjak meninggalkan Helen.


Helen menangis, kini semua anak nya telah berubah, Alan yang sibuk denhan dirinya bahlan anak gadis nya kini tak seperti yang dulu .


Resta menangis saat melihat Helen menangis " hiks.. hiks maaf mam, maafin adek hiks.. hiks " Resta memegangi dadanya yang begitu sakit menahan tangis nya, terasa sesak.


********


Apni kini sudah kembali setelah 2 minggu meninggalkan kota J. karena dapat tugas dari luar kota. Apni sedang duduk di sendiri di restaurant sambil menikmati makanan nya.


susana jadi riuh saat seseorang masuk, Apni melihat kearah depan ternyata disana ada Genta. kini banyak orang-orang berkerumun meminta photo dan tanda tangan, Apni hanya menatal malas.



Genta terlihat santai bahksn tersenyum kearah Apni sedangkan Apni tak peduli.


kini Genta berada dekat dengan Apni dan duduk dihadapan Apni.


" apa kabar yang " tanya Genta. sedangkan Apni tak menanggapi.

__ADS_1


" lama tak bertemu, aku kangen " ucap Genta manja, Apni jengah mendengar nya, mungkin dulu kalau Genta manja maka Apni begitu suka, kini Apni merasa benci dan muak.


" jangan marah lagi dong yang, aku gak kuat jika kamu diemin aku " Apnu memangil waitress.


" berapa " sang waitress malahan mematung menatap Genta.


tak


Apni menjentikan jarinya pada sang waitress sehingga mengagetkan nya.


" eh maaf nona lupa ini " sang waitress memberiksn bill nya dan Apni langsung membayar nya.


" selebihnya buat mbak aja " si eaitres tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


bahkan Genta juga tersenyum Apni nya tak pernah berubah, Apni kini bersiap untuk pergi.


Saat melewati Genta, Genta memegang tangan Apni dan menatap Apni.


" tolong lepaskan tangan saya tuan, anda tidak sopan " orang yang melihat begitu iri saat Genta memegang tangan Apni.


" sudah aku katakan aku tidak akan pernah melepaskan mu " Apni menatap tajam kearah Alan dengan kebencian nya.


" tolong sekali lagi saya katakan lepaskan tangan saya " Genta semakin kuat menggenggam tangan Apni.


tiba-tiba Apni menyeringai dan.


duk


Apni menendang kaki Genta, saat Genta mengaduh sakit dan melepaskan genggaman tangan nya dari Apni, Apni langsung lari.


" yang tunggu " Genta mengejar Apni saat sampai diluar Apni betemu dengan seseorang dan sedang mengobrol santai.


Genta menatap Apni marah kini Genta berada di belakang Apni, dan menyeret Apni untuk ikut bersamanya tepu Apni menyentak tangan Genta hingga terlepas.


" sudah saya katakan sopan terhadap saya, jadi jangan seenak nya memegang tangan saya Tuan Genta " ucapan Apni begitu penuh penekanan.


Genta menyeringai dan itu terlihat oleh Apni, sebenarnya Apni takut saat melihat Genta sepeti itu.


" ck... Nona Apni anda begitu keras kepala, bahkan sekarang anda menggunakan bahasa Formal, baiklah saya juga akan melakukan nya "


" Nona Apni tolong bisakah kita bicara sebentar ada yang ingin saya katakan " Apni hanya diam saat mereka berbicara munculah lelaki yang tadi ngobrol dengan Apni.


" ma'af apa saya menggangu " ucap nya.


" iya "


" tidak " ucapan yang berbeda yang lelaki itu dengar sehingga membuatnya bingung.


" oya perkenalkan dia adalah Dokter Raditya " Apni mengenalkan dokter Raditya dan Genta menatap tajam kearah Raditya tapi Raditya juga menatap tajam kembali kearah Genta.


jika telihat mungkin bakalan ada aliran listrik pada tatapan mereka yang kini saling menatap penuh permusuhan.

__ADS_1


__ADS_2