
************
Resta dan Fian masih dalam mode diam, Resta memejamkan matanya karena menghindar. Fian begitu gusar ada rasa bersalah karena dia dan Fathan tak melihat situasi dan kondisi.
bahkan Fathan berkali-kali menghubungi Fian dan bertanya tentang Resta dan jawaban nya mode ngambek, Fathan sempat tertawa dan Fian malah kesal.
" dek " panggil Fian karena mereka sudah sampai di kampus Resta.
" hmm " jawab Resta, Resta menggeliat dan melihat sekeliling " udah sampe " dengan suara seraknya Fian di buat merinding, kalau saja Restanya tak ngambek udah Fian sosor tuh.
" Resta masuk dulu assalamualaikum " tak lupa Resta mencium tangan Fian, meskipun marah juga ngambek tapi tak lupa dengan kewajiban nya.
" wa'alaikumsalam " jawab Fian lesu " haush gak dapat mood booster deh " seloroh Fian dan kini Fian melanjutkan perjalanan nya.
Resta berjalan di koridor kampus dan saat itu Neta melihat Resta.
" Neng " Resta menoleh.
" eh Neng udah sembuh " Neta manyun.
" uluh.. uluh napa tuh bibir manyun ae " goda Resta.
" ish nyebelin tau gak, aku tuh ya udah semangat 45 mau ikut eh gak taunya " Resta hanya senyum saja.
" tapi gpp deng aku di ajak jalan sama ka Akmal " Resta jadi kepo akhirnya.
" eh iya di ajak kemana " tanya Resta penasaran.
" eits tunggu dulu, kamu ko masuk emang gak capek apa " tanya Neta yang baru sadar, seharus nya Resta libur soalnya yang ikut kemaren masih pada libur.
" haah " Resta menghela nafas nya " bete di rumah " Neta memicingkan matanya dan menempel kan punggung tangan nya si dahi Resta.
" ih Neng apaan sih " Resta menepis tangan Neta.
" gak panas " ucap Neta.
" hadeh kumat " Net tertawa " aku nanya bekum di jawab malah ngalihin pembicaraan "
" eh iya lupa kita malah ngalor ngidul " Neta cengengesan Resta malah malas menatap Neta.
" iya iya jangan ngambek gitu, muka kamu dari tadi kusut mulu "
" mulai aku tinggal nih "
" dih sensi amat lagi PMS ya Neng " goda Neta Resta memelototkan matanya.
" biasa aja kali tuh mat ntar loncat loh" Resta tepuk jidat sangking kesal nya Neta malah tertawa terbahak bahak.
" iye aku cerita kita tuh kemaren gak jadi je kota S tapi ka Akmal ngajak ke Bali " seketika Resta menatap horor Neta
" gak usah su'udzon gak baik, otak nya jangan aneh aneh " Neta menoyor kening Resta.
" kita tuh ada pertemuan penting gantiin laki kamu tuh " Resta akhirnya faham dan manggut-manggut.
" eh iya aku bawa baju couple nih sama gantungan hp couple juga " mata Resta langsung berbinar.
" yaa Allah bocah soal oleh oleh aha langsung ijo tuh mata " Resta tertawa.
" kan lumayan Neng gretongan " ucap Resta sambil memutar mutar gantungan hp yang terlihat imut gambar kelinci.
" tadi ko kelihatan muka nya di tekuk ka Fian juga, roman romannya ada apa-apa nih " singgung Neta, Resta langsunv dism dan lesu.
" nah kan! nah kan hmm udah ketebak, kamu tuh gak bisa boong dari aku Neng " Neta mencokek dagu Resta.
" cerita boleh " tanya Neta Resta akhirnya menceritakan semuanya Neta hanya di buat melongo percaya tidak percaya seorang Fian dan Fathan senarsis itu sumpah loh. Neta hanya bengong masih tak percaya.
" gak percayakan, aku aja gitu makanya kesel ngambek aku tuh "
" ka Al dan ka Fian " tanya Neta Resta ingin tertawa melihat muka Resta.
" yaa Allah kalau aku yang ada disana udah aku seret tuh, gak nyangka bisa ya senarsis itu " tanpa terasa mereka udah di dalsm kelas. akhirnya makul dimulai sedangkan Resta hanya menjadi pendengar soalnya Resta memang di berikan libur.
saat dosen melihat kearah Resta dia kaget " loh Resta ko masuk " Resta hanya nyengir.
" mentang mentang gak pernah bolos pas libur aja masuk tuh bocah " teman sekelas Resta nyeletuk.
" tau tuh anak libur lebih enak padahal "
__ADS_1
" kalau aku mending main game di rumah "
" huh otak loe game mulu " sahut teman yang lain nya. sang dosen hanya geleng geleng saja.
" udah udah jangan ribut, bapak tanya Resta bukan tanya kalian " jawab sang dosen. akhirnya Resta menjelaskan di rumah bosan dia ingin ketemu teman teman nya sebelum masuk ujian dan libur.
sebentar lagi akan ada ujian akhir semester jadi libur lumayan lama. bahkan para mahasiwa dan mahasiswi tak sabar menantinya.
**********
di perusahaan Fian uring uringan gak jelas bahkan fokus nya kabur gitu aja, karena Resta masih mendiamkan nya, Akmal sadar itu makanya Akmal membiarkan nya.
setelah meeting selesai kini Akmal dam Fian sedang ngobrol serius membahas perusahaan yang di kota S dan mau tidak mau Akmal dan Fian harus segera ke sana. untuk menangani nya Fian masih galau dan dilema.
yang satu masalah perusahaan satunya lagi istrinya dia harus menyelsaikan salah satu masalah nya dulu. terpaksa Fian harus memilih perusahaan soal Resta nanti dia akan berbicara lagi semoga Resta bisa memaafkan nya.
Fian menelfon Resta ingin memberitahu kan kalau dia akan ke kota S hari ini juga.
drrrttt... drttt
" siapa Neng yang telfon " tanya Neta.
" ka Fian " jawab Resta.
" angkat gih siapa tau penting " Resta masih menimang nimang, angjat tidak. angkat tidak akhirnya di angkat juga.
~Resta~
" assalamualaikum " jawab Resta.
~*My Hubby~
" alhamdulillah akhirnya di jawab juga* " ucap Fian senang di sebrang sana.
~Resta~
" hmm ada apa ka! "
~My Hubby~
~Resta~
" kak! hallo kak! " panggil Resta karena hening tak ada jawaban, saat Resta akan mematikan nya Fian segera mencegah nya.
~*My Hubby~
" eh tunggu dek, jangan matikan dulu* " Resta masih setia mendengarkan.
~*My Hubby~
" hmm begini kakak hari ini akan pergi ke kota S ada keperluan di sana* " terdengar lirih saat Fian mengucapkan nya.
~Resta~
" apa kakak mau menghindari Resta! " Fian. malah menggeleng padahal bukan VC sedangkan Akmal sudahlah emang bucin bucin.
~*My Hubby~
" perusahaan yang di kota S ada kendala, jadi.... " terdengar helaan nafas Fian "jadi kakak yang harus menanganiny langsung* "
~Resta ~
" baiklah Resta dan Neta akan segera pulang" Fian yang mendengar itu sangat senang.
~*My Hubby~
" baiklah kakak tunggu hati hati assalamualaikum* "
~ Resta
" wa'alaikumsalam " akhirnya obrolan pun berakhir.
" ada apa! " tanya Neta penasaran.
" udah yuk gak usah banyak tanya, ikut aku " Resta menarik tangan Neta.
" eh Neng, aku masih ada makul ini jangan main tarik tarik aja " protes Neta.
__ADS_1
" udah gak usah protes makul kamu agi kosong " Neta mengerutkan alis nya. akhirnya manut aja ikut Resta.
mereka naik taxy dan kini sudah sampai di mansion kebetulan semua yang disana sudah kumpul. Rasty dan Erwin sudah pulang lebih dulu.
" assalamualaikum " ucap salam Neta dan Resta.
" wa'alaikumsalam " jawab yang di dalam.
" dek pergi kemana " tanya Helen.
" ada keperluan mam, ini ada apa? " tanya Resta.
" begini ish Fian sama Akmal aja deh yang ngomong " jelas Helen.
" dek duduk dulu " Resta duduk du samping Fian dan Neta dekat Akmal.
" hmm begini kakak harus segera pergi perusahaan sedang ada masalah " ucap Fian menjelaskan perlahan. Resta menatap sendu Fian.
" apa kakak marah pada Resta " Fian menggeleng.
" tidak sama sekali tidak " ucap Fian terlihat sedih.
" lalu kakak mau ninggalin Resta di sini, kenapa gak yang lain saja yang menangani nya " mata Resta sudah berkaca kaca.
" dek gak semudah itu, Fian sebagai CEO harus turun langsung jadi adek jangan marah sama Fian " Rangga ikut menjelaskan.
" maafin adek mam, pih yang egois maafin Resta juga kak " ucap Resta Fian langsung memeluk Resta.
" bukan adek yang salah, kakak yang salah maaf in kakak kalau udah membuat adek kecewa " yang menyaksikan itu hanya diam. Resta mengeratkan pelukan nya akhirnya pertahanan nya runtuh Resta menangis di pelukan Fian.
" insyaAllah secepat nya kakak akan segera pulang " Fian begitu berat untuk pergi tapi ini tanggung jawabnya.
" ka Akmal juga ikut " tanya Neta Akmal mengangguk.
" Neta hanya mendoakan yang terbaik untuk kakak " Akmal juga langsung memeluk Neta.
" dek nanti kalau urusan ka Fian selsai secepatnya ka Fian pulang " jelas Helen sambil mengelus punggung Resta yang masih menangis.
" kakak harus segera pergi " ucap Fian Resta mengurai pelukan nya.
" kakak ganti baju dulu, baju kakak basah " Fian tersenyum saat Resta begitu manja.
" gak perlu hmm jadi adek gak udah khawatir " jawab Fian lembut. kini mereka sudah berdiri dan beranjak menuju luar.
" Fian papih antar ya " saran sang papih Rangga.
" gak usah, pih, mih cukup di sini saja " Fian melarang karena Fian tau sang papih juga sibuk.
" jadi tidak perlu mengantar ke bandara " tanya Helen memastikan.
" makasih mih, biar nanti Resta dan Neta saja yang mengantar " jawab Fian Rangga dan Helen setuju, kini Fian dsn Akmal menyalami tangan mereka.
" assalamualaikum " ucap semuanya pamit.
" wa'alaikumsalam " jawab Rangga dan Helen.
kini mereka sudah berada di bandara Resta yang sedari tadi masih mengeratkan pelukan nya ke Fian.
" dek kakak harus segera pergi jaga diri adek baik baik ya, jangan lupa jaga kesehatan " bujuk Fian Resta masih menunduk menangis.
" Neng udah jangan nangis lagi " bujuk Neta.
" Resta nanti insyaAah jika gak ada kendala kita secepatnya pulang lagi " Akmal akhirnya ikut juga membujuk.
" berapa lama " Fian dan Akmal terdiam, Resta menatap Fian.
" kita gak tau tapi insyaAllah secepatnya " berat sangat berat meninggalkan sang istri kecil nya yang kini masih berurai airmata.
" kakak harus segera pergi jangan nangis " Fian menghapus air mata Resta Fian mengecup Mata Resta dan pipi Resta.
" ini hanya sementara hmm " Akmal mengangguk memberi kode Fian berat hati harus pergi.
Akmal memeluk Neta ingin mencium nya tapi belum halal, Neta juga menatap sedih dan menatap Akmal.
" jaga kesehatan kakak " Akmal mengangguk.
" Neta juga " kini mereka mulai berjalan berat sangat berat. Resta yang masih menangis.
__ADS_1