
******
setelah mereka menghabiskan waktu bersama Fian dan Resta mulai lebih dekat, tapi terkadang masih saja ada yang membuat mereka sedikit masalah
keluarga begitu bahagia karena kedekatan mereka apa lagi kalau mereka ada aja yang bikin geleng geleng kepala dwngan kelakuan mereka
" Helen besok aku harus pulang ke kota S, karena gak enak juga ninggalin rumah lama lama " ucap Rasty
" iya kerjaan disana juga masih ada kendala, jadi besok kami harus pulang " sambung Erwin
" apa kau butuh bantuanku Erwin " Rangga menawarkan bantuan
" tidak ini hanya masalah kecil, aku masih bisa mengatasi nya " timpal Erwin
" hmm padahal aku masih kangen, tapi ya sudahlah kapan kapan nanti kami yang berkunjung kesana " ucap Helen sedikit sedih
" aduh jangan sedih, aku tunggu kalian disana " ucap Rasty
" terus gimana dengan Fian dan Akmal " tanya Rangga
" dia masuh tetap akan disini, tenang saja disana sudah ada yang menghandle perusahan dengan orang kepercayaan kami " jelas Erwin
" baguslah kalau begitu " ucap Rangga
" biarkan Fian disini dulu, biar lebih dekat " ucap Rasty yang semangat
" iya bener jarang sekali mereka bisa jalan bersama atau pergi kencan " Helen juga berencana mendekat kan mereka
" kita sebagai orang tua harus ikut andil juga dakam setiap hubungan mereka " timpal Erwin
" benar karena kita juga yang membuat penyatuan ini " Ranggapun tak kalah antusias
" assalamualaikum " ucap Resta dan Fian bersamaan
" wa'alaikumsalam " ucap mereka yang didalam
" eh udah pulang " tanya Helen
" alhamdulillah udah mam " ucap Resta sambil menyalami tangan mamih nya, dan tak lupa menyalami tangan Rangga dan mencium Rangga
" aish ini anak, malu tuh sama calon mertua dan calon suami, masih manja aja " ucap Helen
" ish mam, kenapa cemburu ya" goda Resta
" lah ini anak " kesal Helen, semua tertawa dan Restapun beralih mencium tangan Rasty dan Rangga
" mamah gak dapat ciuman nya nih " goda Rasty
" hehehe maaf mah " akhirnya Resta mencium Rasty, Fian pun sama mencium tangan mereka
" calon mantu tambah ganteng aja " Helen mencubit hidung Fian
" ih mam apaan sih " Resta yang sedikit malu karena mereka srlalu menggoda nya
" ya udah mandi gih jangan lupa asharan nya " Helen mengingatkan Resta
" ya udah Resta masuk dulu je jamar msm, ini udah lengket karena keringat, dah mam, pih, pah dan mah" Resta berlalu meninggal kan mereka
" Akmal mana " tanya Rasty
" Akmal lagi sama pacar nya mah " ucap Fian, mereka kaget " pacar " ucap mereka berbarengan
" Akmal udah punya pacar Fian, siapa pacar Akmal " tanya Erwin yang penasaran
" itu sahabat nya Resta " jelas Fian
" eh tunggu Neta, Ameneta Gasella " ucap Helen yang kaget
" iya mih " jawab Fian " oya Fuan keatas fulu ya gerah belum mandi, sekalian tadi juga belum shalat " Fian juga pamit
" wah, wah pah kayanya kita bakalan dapat calon mantu lagi ini " Rasty begitu senang
" hmm bener mah, Akhirnya tuh anak gercep juga, biasanya selalu cuek sama cewek bahkan banyak yang menawarkan diri tetep ja tuh anak gak peduli " timpal Erwin
" mungkin jodoh nya disini kali " ucap Helen mereka pun tertawa
*******
__ADS_1
setelah Fian dan Resta selesai dengan urusan nya, Resta naik ke lantai atas karena ada bunga yang belum dia lihat apakah udah tumbuh atau belum, dan saat di atas balkon bunga nya bermekaran dengan indah Resta tersenyum
Resta menyirami bunga nya dengan telaten sesekali mencium bunga tersebut, Resta tak menyadari kehadiran Fian disana Fian menyender di tembok sambil tangan nya melingkar di dada, saat Resta berbalik
" astagfirullah " kaget Resta " sedang apa kk disitu " tanya Resta
" sedang memperhatikan seorang bidadari " goda Fian
" ck garing ih " kesal Resta
" hehehe ma'af aku gak bisa romantis " Fian menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
" gak usah romantis juga kali ka" ucap Resta
" oya nanti malam Resta mau kemana " tanya Fian
" Hmm Resta gak kemana mana ka ada apa " tanya Resta kembali
" begini kk mau ajak Resta makan di luar boleh " ajak Fian
" hmm gimana ya ka, insyaAllah Resta gak janji ya " ucap Resta
" ok kl tunggu kabar nya " ucap Fian " Resta suka bunga lily ya " ucap Fian
" hmm suka tapi mawar juga suka, tapi banyak durinya " ucap Resta " bila kita memegang nya tidak hati hati maka duri tersebut akan melukai tangan kita " jelas Resta
" hmm iya itu benar " timpal Fian
" pernah kk mendengar tentang takdir mawar merah seperti ini, bagaimana pun juga kau adalah milik ku dan kau taka akan bisa lari dariku itulah takdir " ucap Fian yang mantapa Resta,
blush
muka Resta merona saat Fian mengatakan takdir mawar,,
" aduh kenapa aku jadi deg dengan saat ka Fian mengatakan itu " batin Resta
" Resta apa kau sakit " tanya Fian khawatir
" eh ti-tidak ka " Resta gelagapan karena malu
" ya udah kalau gitu kk masuk dulu, kk tu ghu nanti malam " Fiab pun beranjak pergi dan masuk
******
malampun tiba sesang kan yang lain sudah menunggu di meja makan tiba-tiba Fuan muncul dengan rapih dan sedikit formal
" eh Fian mau kemana " tanya Rasty
" Fian mau keluar sama Resta mah " ucap Fian
" terus Resta nya mana " tanya Helen
" Resta disini mam " ucap Resta yang baru turun
ternyata Resta dan Fian memakai baju yang warna nya sama
" eh ko sama udah janjian ya " goda Rasty
" eh gak ko mah " timpal Fian, Resta mendekati Fian
" padahal kami gak janjian paje baju yang warnanya sama " ucap Resta
" yahmungkun jodoh jadi selalu samasn " timpal Rasty, Resta dan Fian jadi malu karena selalu di goda
" ya udah mah Fian dan Resta berangkat dulu " merekapun menyalami tangan ortu mereka Fian berdiri madih mematung
saat itu Resta tersenyum dan dia pun mendekati Fian setelah itu dia menarik dasi Fian
" dah semuanya kami pamit ,assalamualaikum" Resta yang berlalu sambil narik dasi Fian, mereka tertawa melihat tingkah mereka
" wa'alaikumsalam " ucap.merwka begitu bahagia
" aduh Resta kk kecekik ini " ucap Fian
" salah kk juga kenapa malahan diem aja, jadi terus di godain kan sama yang lain " kesal Resta
__ADS_1
" jadi pergi gak ini " ketus Resta
" iya iya jadi " ucap Fian, Fian. membukakan pintu mobil untuk Resta dan setelah itu baru dia juga masuk, kini Foan. mengendarai mobil nya sendiri
" kita mau kemana ka " tanya Resta
" ke restaurant sekalian ketemu klien " ucap Fian
" ih ka Resta malu " ucap Resta
" malu, malu kenapa " tanya Fian
" Resta penampilan nya cuma ke gini " lirih Resta
" ck udah cantik itu apa lagi warna kita couplen kan " ucap Fian " udah gak usah malu Resta cantik ko "
" ish kaka gombal " ketus Resta
" hahahaha " Fian tertawa baru kali ini Resta melihat tawa Fian
" tampan" gumam Resta ternyata Fian. mendengar nya
" apa? " tanya Fian
" eh enggak " ucap Resta langsung, Fian tersenyum
setelah 1 jam mereka berkendara akhirnya sampai juga di restaurant yang dituju, ternyata Klien sudah menunggu mereka
" ma'af kami telat " ucap Fian sambil membungkukan badan
" eh gpp pak Fian " ucap sang klien
" silahkan duduk kembali " Fian mempersilakan dan Fian menarik tangan Resta agar duduk di samping nya
" oya ini siapa nya pak Fian " tanya sang klien
" oh ini tunangan saya pak " ucap Fian, Resta tersenyum kearah mereka
awalnya ke lien itu ingin mengenalkan Fian pada anak nya tapi ternyata Fian sudah memiliki tunangan,
" permisi saya telat " ucap sang gadis
" eh iya silahkan" ucap Fian, sang gadis tersebut menatap Fian dengan kagum, Resta memperhatikan itu ada sedikit rasa kesal karena gadis tersebut selalu curi curi pandang pada Fian
" kamu dari mana saja " tanya sang papah
" maaf pah tadi aku ketemu teman jadi telat " ucap sang anak
" oya pak Fian yang disamping anda siapa" tanya sang gadis karena penasaran
" oh tunangan saya " ucap Fian datar dan sedikit dingin, Fian risih pada gadis tersebut yang selalu menatap nya
sang gadis kaget saat Fian menyatakan gafis tersebut tunangannya
" maaf pak Fian kelihatan nya dia masih kecil apa masih sekolah " tanya si gadis
" iya, dia masih umur 18 tahun dan sebentar lagi lulus " ucap Fian
sigadis tersebut sedikit meremehkan Resta karena penampilan Resta yang biasa saja, Resta yang diperhatikan malahan jadi gugup, karena untuk pertama kali Resta ikut makan malam seformal ini
saat mereka fokus dengan makanan nya tiba-tiba Fian berdiri " ma'af pertemuan kita untuk malam ini sampai disini, saya ada keperluan yang lain" ucap Fian dingin
" ma'af jika malam ini kami memiliki kesalahan dalam menyambut pak Fian " ucap seorang paruh baya yang sedikit takut
" permisi " ucap Fian dan Fian langsung menggandeng tangan Resta Fian membawa Resta keluar menuju parkiran
" ma'af " ucap Resta lirih merasa bersalah
" ma'af, ma'af untuk apa " tanya Fian lembut, Resta kaget tadi Fian begitu dingin dan datar saat di dalam tapi saat diluar jafi lembut Resta merasa aneh
" ck kenapa natap kk gitu " tanya Fian " apa ada sesuatu di muka kk "
" eh bu-bukan ka " jawab Resta gugup " tadi kenapa kk langsung meninggalkan klien disana " Resta kembali menundukan wajah nya " apa karena Resta "
" bukan, bukan karena Resta " tegas Fian
" sekarang tatap muka kk kalau kita sedang berbicara "
__ADS_1
Resta memberanikan diri untuk mengangkat wajah nya dan menatap Fian, ada rasa bersalah dalam diri Fian karena melihat mata Resta yang mulai berkaca-kaca, Fian dengan cepat menarik Resta dalam pelukan nya.