
*******
di bandara 2 orang wanita baru saja menginjakan kakinya kini mereka sedang jalan menuju pintu keluar sebuah mobil sudah menunggu mereka.
" apa kamu sudah mempersiapkan semua nya! " tanya sang boss.
" sudah Nona, semua sudah saya persiapkan " ucap sang asisten.
" good job! sekarang kau tidak akan bisa lari lagi dari ku Fian Mustafa Kamal " ucap nya penuh penekanan.
sedangkan sang asisten sudah merasa jengah dengan kelakuan nya,, bahkan mereka meninggalkan semua pekerjaan nya yang ada di kota S hanya demi untuk dekat dengan seorang pria, keegoisan nya bisa saja menghancurkan segalanya.
" apa yang akan ada lakukan Nona Ega Mawarni " tanya sang asisten, ya ternyata itu adalah Ega Mawarni Yudishtira yanh bertanya adalah Riska.
" kau akan tau nanti, apa yang akan aku lakukan " ucap Ega yang begitu percaya dirinya.
" apakah ini tidak akan membuat Tuan Fian dan Tuan Akmal curiga "
" ck... kenapa sekarang kamu banyak omong suh menyebalkan " decak nya dengan sangat kesal.
" bahkan anda bisa menghancurkan karir anda Nona, aku akan menghalangi rencana bodoh anda " batin Riska yang ajan melindungi Ega dan perusahaan Yudishtira.
akhirnya mereka meninggalkan bandara melesat ke sebuah apartemen yang sudah mereka persiapkan.
di perusahaan Kamal Corp
" Gan ada yang melihat Ega dan asisten nya " ucap Akmal.
" hah! " Fian kaget mendengar ucapan Akmal.
" hmm teman gue melihat nya dia baru menginjakan kakinya di kota J "
" astagah orang itu gak nyerah juga ya " ucap Fian.
" namanya juga Cinta gan gak pantang menyerah gitu aja, loe hati hati deh, gue punya firasat yang gak enak "
" dih lagunya ke cenayang aja loe " ledek Fian sedang kan Akmal tertawa.
" oya gue mau ketemu Resta hari ini, mau ajak jalan " ucap Fian sambil ngedip ngedipin matanya.
" kelilipan loe, ck gue juga udah janjian ma yayang beps Neta " ketus Akmal pada Fian.
" ok selamat bersenang-senang " Fian berdiri dan pergi meninggalkan Akmal yang masih duduk di ruangan nya Fian.
" eh gan loe ninggalin gue, bangk* loe " Akmal langsung lari mengejar Fian.
kini mereka sudah di mobil masing-masing
Fian sudah sampai di kampus sama hal nya dengan Akmal. banyak para mahasiswi begitu kagum melihat mereka berdiri di pintu mobil sambil nyender.
" aaah ada cogan "
__ADS_1
" astagah pangeran gue lagi nungguin gue "
" sayang tunggu aku I Love you muach " itulah mereka sangat antusias jika melihat cowo tampan. sedang kan Neta dan Resta sudah jengah mendengar mereka.
saat ini Resta dan Neta sudah sampai di depan Fian dan Akmal " udah deh gak usah narsis gitu " ketus Neta.
" ngapain juga pake keluar dari mobil kan udah Resta bilang tunggu di dalam aja " Resta melipat tangan nya di dadanya sambil muka jutek.
" kenapa! ah kk tau adek cemburu ya " Fian menoel dagu Resta.
" ih nyebelin ini tangan main toel toel aja " Resta menarik tangan Fian terus menggigitnya.
" aw, aw sakit dek, ih kaya vampir aja main gigit gigit "
" bodo " Resta memalingkan mukanya tanda ngambek sedangkan Neta hanya geleng geleng saja melihat kelakuan mereka berdua.
sedangkan Fian sengaja tebar pesona dia ingin melihat sampai dimana kecemburuan nya Resta, saat Resta menoleh pada Fian, Fian senyum manis kearah mahasiswi tentu saja banyak yang teriak, sebenarnya mereka gak rela kalau Resta dan Netalah yang dipilih 2 pangeran tersebut.
sangking dongkol nys Resta tiba-tiba Resta menginjak kaki Fian.
" awa, aw astagah dek sakit tau tadi tangan ini kaki " Fian langsung tetatih tatih.
" itu narsis banget jadi pergi atau gak nih, kalau enggak Resta sama Neta pulang naik taxi aja " kesal Resta.
" yo Neta " ajak Resta memegang tangan Neta.
" eh,, eh tunggu Neta sama kk udah punya janji " Akmal menghentikan Resta, Resta menatap Akmal dengan sinis.
" Neta yok kita tinggalin aja mereka kalau ketemu kadang ada kaya kucing ma tikus kadang kadang ada manis manisnya gitu " ucap Akmal menggoda mereka.
" emang iklan minuman " ucap Neta. " eh Neng aku pergi dulu ya, ingat jangan capek capek jangan sampe jatuh,atau luka hmm " Neta mengkhawatirkan Resta dan selalu mewanti wanti.
" insyaAllah udah sono pergi selamat bersenang-senang " ucap Resta tersenyum, Neta dan Akmal pergi.
" yok " Fian langsung mengandeng tangan Resta.
" astagah ka Fian " kesal Resta saat melihat kelakuan Fian, Fian cuma nyengir kuda sambil garuk garuk kepala yang tak gatal.
saat di jalan Fian melihat kearah Resta yang sama sekali tak berbicara. Fian ingin bertanya tapi dia menunggu waktu yang tepat. ada kesedihan di wajah dan mata Resta.
kini mereka sampai di tempat tujuan yaitu danau, tadinya Fian ingin mengajak Resta ke taman bermain tapi melihat Resta jadi Fian memutuskan membawa Resta kesebuah tempat untuk menghilangkan unek unek nya.
" ka kenapa kita kesini, bukan nya kk bilang kita mau ke taman " Resta baru sadar dari lakunan nya bahwa mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti.
" kenapa? " tanya Fian, Resta menatap Fian bingung.
" apanya? " Resta malah balik tanya.
" km tau Resta ada masalah kan, bisa cerita sama kk agar beban dan hati Resta bisa berkurang " ucap Fian, mata Resta sudah mulai berkaca kaca saat Fian ternyata menyadarinya, Fian selalu tau apa yang Resta fikirkan.
Fian langsung menarik Resta kepelukan nya " menangislah kk ada disini " Fian memeluk Resta. akhirnya tangisan Resta pecah juga Resta memeluk erat Fian, Fian merasakan kesedihan Resta.
__ADS_1
" hiks,,, hiks " Resta masih menangis Fian mengusap ngusap rambut Resta dengan lembut. lama Resta menangis kini mulai reda dan Resta mengurai pelukan nya Fian tersenyum.
" ma'af ka baju kk jadi basah " ucap Resta pelan, Fian mengacak rambutnya Resta.
" ih lucu banget sih gemes deh udah gak tahan pengen di halalin " seketika Resta langsung cemberut Fian tergelak.
" terima Kasih ka " ucap Resta Fian tersenyum.
" apa yang ingin adek Resta ceritakan sama kk " ucap Fian lembut dan menatap Resta sehingga muka Resta menjadi mereh karena malu. inilah yang Fian sukai.
akhirnya Resta menceritakan segalanya apa yang menimpa keluarga nya, kini kediaman Dinata sunyi Alan yang jarang dirumah, Resta sibuk dengan mata kuliah nya, semenjak kepergian Genta kini kediaman Dinata menjadi dingin tidak ada lagi kehangatan, Helen sering menangis.
Fian kaget saat mendengar cerita Resta, ternyata beban yang begitu dalam yang Resta simpan, Fian merasa bersalah karena jarang bertemu dengan Resta.
" maafkan kk yang gak tau apa apa " Fian merasa bersalah.
" tidak ka, Resta tau kk akhir akhir ini sibuk sama hal nya dengan Resta yang tak bisa meluangkan waktu untuk menjenguk kk ke kantor " Fian tersenyum dan menarik Resta kedalam pelukan nya.
" terimakasih sudah mengerti kk " ucap Fian.
" dan Resta juga terimakasih kk udah meluangkan waktu untuk mendengar cerita Resta " kini Resta menyandarksn kepalanya di dada Fian, begitu nyaman itu yang Resta rasakan.
kini Resta merasa lega setelah menceritakan segalanya pada Fian, hanya 1 yang belum Resta ceritakan pada Fian masalah penyakitnya. Resta tidak ingin menambah beban Fian.
" udah tenangkan yuk kita keluar " ajak Fian, Resta memangguk akhirnya mereka keluar, Fian menyuruh Resta untuk berteriak agar menghilangkan beban hatinya.
Fian tersenyum saat melihat Resta, apa lagi saat Resta memajamkan matanya angin bertiup menyibakkan rambutnya Resta. bahkan rambut Resta bergoyang goyang tertiup angin.
" Cantik " gumam Fian yang masih betah menatap Resta.
*********
saat ini di perusahaan Kamal 2 orang wanita memasuki lobi perusahaan .
" permisi " dia bertanya pada sang receptionist.
" iya Nona ada yang bisa saya bantu " tanya si recepcionist.
" apa pak Fian ada di dalam " tanya sang asisten sedangkan wanita satunya sedang fokus melihat kesana kemari.
" ah maaf Nona, pak Fian sedang keluar katanya ada urusan " sang wanita yang tadinya fokus melihat kesana kemari saat mendengar sang receptionist mengatak orang yang dicari tidak ada terlihat kekecewaan di wajah nya.
" sia*,berengse* " umpatan demi umpatan dia ucapkan sedangkan sang asisten hanya geleng geleng.
" ayo kita pulang " ucap nya langsung pergi keluar.
" oya terimakasih " ucap sang asisten langsung menyusul wanita tersebut. saat di dalam mobil dia sedang memukuk mukul setirnya. sambil mengumpat.
" Riska kamu cari tau dan selidiki kemana saja Fian pergi " ucap nya kesal.
" astagah emang aku ibunya, ck anda ini memerintah seenak nya saja " batin Riska sangat kesal bahkan mengumpati Nona nya.
__ADS_1
kali ini Ega sudah benar-benar nekat mendatangi perusahaan Fian yang ada dikota J,