Life Is Love

Life Is Love
Hari Baru


__ADS_3

**********


hari mulai menjelang pagi, Fian yang sedari tadi sudah membuja matanya kini menatap Resta dengan bahagia, cintanya kini sudah menjadi miliknya walaupun belum seutuhnya.


Fian menyusuri kening Resta dengan jari jarinya lalu ke pipi, dagu dan berakhir ke bibir nya, dan Fian mengecup bibir itu Resta yang merasa terganggu perlahan membuka matanya, sontak Resta kaget dan membelalakan matanya.


" astagfirullah ka Fian " ucap Resta sedangkan Fian tanpa dosa tersenyum manis.


" pagi sayang " sapa Fian, Resta yang masih kaget menormalkan detak jantung nya.


" pa-pagi ka " ucap Fiab terbata.


" morning kiss sayang " ucap Fian lembut.


" eh maaf ka Resta lupa " Resta nyengir saja karena lupa kalau dia sudah menikah.


" tidak apa-apa, kakak sholat dulu takut kesiangan " pamit Fian Resta menganggukan kepalanya yang terlihat begitu imut, Fian sekali lagi mengecup bibir nya Resta.


dan itu mendapat pelototan dari Resta seketika Fian tergelak sambil masuk ke kamar mandi, Resta hanya geleng geleng saja.


Fian melakukan kewajibannya dan Resta langsung merapihkan temlat tidurnya, membuang bunga bunga yang semalam memenuhi tempat tidurnya, kini kamar Resta kembali rapih dan bersih.


" hah! alhamdulillah akhirnya " Resta begitu lega setelah melakukan tugasnya, Fian memeluknya dari belakang.


" capek hmm " tanya Fian tedengar lembut.


" tidak terlalu " ucap Resta. Fian mengecup pipi Resta.


" ih ka Resta mau cuci muka dulu ini, bau ih " ucap Resta yang sedari tadi risih karena di ganggu Fian.


" tunggu dulu kakak udah nyaman " ucap Fian santai yang masih nyaman memeluk Resta.


" tapi kakak nys minggir dulu, nanti kita telat loh di tunggu sarapan " Fian tersenyum karena Resta terus menggerutu.


" ya udah untuk kali ini kakak lepasin, tidak untuk lain kali " ancam Fian sambil menggoda.


" ih dasar omes " Fian tertawa.


kini mereka sudah turun sambil pergengan tangan, kebetulan semua orang sudah kumpul di meja makan untuk sarapan.


" pagi semua " sapa Resta yang kini mencium pipi Helen dan Rangga.


" dek ih, udah punya suami juga masih manja manja, malu tau " tegur Helen, Rrsta cuma cengar cengir, kini Resta juga melakukan hal yang sama pada Rasty tapi tidak dengan Erwin, Erwin seketika mendengus.


" cie yang gak dapat ciuman selamat lagi dari Resta " goda Rangga. Erwin cuma memalingkan wajahnya Resta dan Fian hanya tersenyum.


" duh manten baru, senyum senyum terus " ucap Akmal.


" huum gandengan mulu, kaya orang mau nyebrang aja " timpal Resta.


" dih iri bilang boss " ucap Fian.


" ini lagi Neng kamu pagi pagi udah stand disini, emang tante Laras gak masakin buat kamu " ucap Resta.


" ih su'udzon banget sih, ya mamah tuh selalu tapi kan aku mau nya disini, kenapa gak rela " ucap Neta yang lain hanya tertawa.


" dih sensi amat ini bocah " ucap Resta yang sambil fokus mengambil majan untuk sang suami.


" segini cukup " tanya Resta Fian mengangguk.


" aduh serasa dunia milik berdua, yang lain ngontrak " ceketuk Neta lagi.


" iri ya Neng! makanya tuh ajakin yang sebelah cepetin halalin gitu " Neta cuma manyun aja yang dapat sindiran dari Resta.


" nanti pelan pelan aja napa " ucap Akmal.

__ADS_1


" jangan tunggu lama lama nanti lama lama dia diambil orang " Resta sambil nyanyi.


" tenang udah aku iket ko " ucap Akmal santai.


" dih emang Neta kambing main ikat aja " di pagi hari sudah terdengar suara tawa dari mansion Dinata karena celetuk celetukan mereka.


" mam ka Alan mana " tanya Resta yang sedari tadi tak melihat Alan.


" pagi pagi sekali ka Alan udah pergi, katanya mau kekuar kota ada urusan yang urgent katanya "


" sama ka Genta ya! " tanya Resta kembali pada mamih nya.


" iya katanya " jawab Helen


" terus ka Apni nya gimana " tanya Resta.


" di temenin ka Mila " Resta ngangguk ngangguk.


kini mereka sarapan dengan fokus tak ada lagi obrolan selama sarapan, dan setelah itu selesai Resta membantu para maid dan bi Aminah. membereskan meja makan Fian tersenyum melihat nya.


" bibi Mei apa kabar " tanya Resta yang kaget ada kehadiran bibi Mei.


" alhamdulillah bibik sehat Nona " jawab bibi Mei.


" paman Jo juga ada disini " tanya Resta.


" iya sayang, mamah dan papah ajak mereka juga, hmm baru sadar ya " Resta cuma cengengesan karena malu.


kini mereka ngobrol di ruang tamu duduk santai sambil di temani cemilan, Resta kini duduk di tengah tengan Helen dan Rangga.


" dek ko duduk disini, itu suami nya " tegur Helen.


" tau nih anak, suaminya malah dianggurin " omel Rangga.


" ih mam, pih Adek kan pengen manja manja juga, masa gak boleh " saut Resta mulai sewot.


" dih senyumu itu Neng bikin ngeri " ucap Neta, Akmal dan Fian hanya tersenyum saja menanggapi 2 orang yang dari tadi adu mulut mulu.


" dih ngatain bocah, bocah gini bisa loh bikin bocah "


byur


Neta yang sedang minum jus langsung nyembur, Akmal langsung batuk batuk, yang lain di buat menganga dengan ucapan absurd Resta.


" dek ish itu mulut di filter napa " ucap Fian yang mulai malu.


" hehe ma'af Resta keceplosan " ucap Resta yang ikut malu juga.


" yaa Allah beneran ini bocah, bikin jantungan tau gak " kesal Neta.


" emang Fian udah gol " tanya Rasty penasaran, Fian yang ditanya langsung menatap semua orang, ada yang senyum senyum ada yang menaik turunkan alisnya dan Erwin sang papah mengedipkan sebelah matanya.


" astagfirullah " ucap Fian.


" ih mamah nanya apaan sih, emang ka Fian main bola gol " ceketuk Resta dengan polos nya.


" yaa salam " ucap semua orang sambil menepuk jidat. sedangkan Neta juga sama hal nya polos yang gak tau apa yang dimaksud.


" huum gol apaan sih " tanya Neta.


" udah ah disini masih ada yang polos jangan dibahas " cegah Helen.


Erwin mendekati Fian dan berbisik Resta memicingkan matanya menatap ke dua orang tersebut.


" emang belum " tanya Erwin berbisik. Fian menggeleng " haih anak papah payah " seru Erwin dan Rangga hanya geleng-geleng.

__ADS_1


" sayang kamu normal kan " tanya Rasty. Helen mumukul lengan Rasty.


" astagfirullah Rasty ih " kesal Helen. Rasty hanya cengengesan.


" yaa Allah pada ngeraguin Fian, Fian itu belum bisa soalnya lagi palang merah " semua orang merasa lega.


" oh gitu " ucap orang tua tersebut.


" ngomongin apaan sih " tanya Resta dan Neta yang masih belum ngerti.


" nanti juga adek tau apa yang kita semua maksud " jawab Helen sambil mengelus kepala Resta.


**********


di kota lain 2 orang pria tampan yang sudah matang sedang fokus pada proyek nya.


" semuanya sudah kelar pak tinggal proses " ucap si karyawan pemanggung jawab.


" kerja kamu bagus saya akan kasih kamu bonus " ucap si boss. si karyawan tersebut tentu saja bahagia bakalan dapat bonus.


" terimakasih pak, kalau begitu saya permisi mau mengecek semua barang " ucap nya permisi si boss hanya mengangguk.


" huh alhamdulillah lancar " ucap nya senang.


" iya gue fikir bakalan lama disini " ucap temannya tentu saja si pria satunya langsung mengalihkan tatapan nya pada teman nya.


" dih mentang mentang udah punya bini, cuma segini aja udah ngegerutu " ucap nya kesal.


" dih sewot pak, makanya sono loe cepetan nikah biar tau gimana rasanya jauh dari istri "


" iya gue juga bentar lagi, eh gimana kandungan nya Apni " tanya nya ya mereka adalah Alan dan Genta.


" alhamdulillah baik, cuma ya awal awal kehamilan aja yang bikin khawatir Apni morning sickness mulu, gue jadi kasihan ngelihat nya "


" sabar itu ujian tapi alhamdulillah nanti juga indah pada waktunya, tapi ada juga loh suaminya yang kadang ngidam kadang ikut merasakan istrinya hamil juga "


" iya gue juga pernah dengar, Apni juga cerita ada pasien nya katanya yang suaminya yang tepar sampe masuk RS gegara muntah muntah terus "


" hmm kalau gak salah namanya Hamil simpatik atau apa gitu " ucap Alan.


" tapi gue nanti pas Apni hamil lagi, gue aja deh yang ngerasain morning sickness " Alan manggut manggut setuju.


" itung itung kita ikut ngerasain derita istri " ucap Alan, Genta juga setuju.


***********


di Rumah sakit pasien begitu banyak karena Apni dan Resta mengambil cuti 2 hari untuk acara pesta pernikahan Resta.


" capek " tanya Mila Apni mengangguk sambil tersenyum.


" udah gih istirahat biar aku aja sama Asri dan Jovita " ucap Mila.


" gpp ko Mila, aku baik-baik aja jadi gak usah khawatir " Mila, Jovita dan Asri teresenyum.


" hebat kamu dek, punya mommy yang kuat, tolong tetap sehat sehat ya di dalam sana jangan bikin mommy mu kelelahan dan capek " Mila mengusap ngusap perut Apni yang sudah terlihat membuncit meski baru memasuki bulan ke 4.


Apni cuma tertawa melihat Mila, dan pasien yang melihat itupun ikut tertawa juga. kadang Mila menyuruh Apni jangan terlalu lelah jadi sejenak untuk istirahat.


Mila juga kadang ada dokter yang butuh bantuan nya untuk operasi lain, karena semua orang sudah tau kelebihan dan kemampuan Mila yang dalam setiap bidang kedokteran dia tau.


padahal Mila khusus dokter kandungan sama dengan Apni, hanya saja dulu Mila ingin lebih jadi dia selalu belajar semua tentang penyakit operasi dan lain nya.


bahkan Apni yang dulu tau keahlian Mila sampe tercengang dan begitu kagum pada sahabat nya itu. " kamu sangat hebat Mila, pantas Alan mempertahankan mu dan juga kalian memang cocok jika bersanding, yang satu dokter hebat satunya CEO hebat " monolog Apni dalam hatinya yang sambil memperhatikan Mila.


" nak kamu harus kaya aunty Mila ya, jadilah dokter atau seseorang yang hebat yang berguna bagi semua orang " Apni berbicara pada janin yang di perutnya.

__ADS_1


Mila yang sibuk dan fokus sesekali menatap Apni sambil tersenyum, Apni juga membalas senyuman Mila sang sahabat terbaik nya.


__ADS_2