Life Is Love

Life Is Love
Kepulangan Fian dan Akmal ke kota S


__ADS_3

******


Setelah Fian dan Resta puas menghabiskan waktu bersama mereka pulang sekitar pukul 8:30 malam. karena Resta ada janji sama Neta jadi dia mau keluar sebentar. dan setelah Resta pulang


Resta mencari Fian dilantai 3,saat itu Fian sedang duduk santai di sofa.


" ka " ucap Resta, Fian menoleh Fian menatap Resta memakai tas kecil.


" mau kemana " tanya Fian.


" Resta gak kemana mana " jawab Resta.


" itu pake tas,mau pergi lagi. ingat ini udah malam harus istirahat dan besok harus anterin kk kebandara "


Resta terlihat sedih dan menahan air matanya agar tak jatuh. Fian menyadari akan hal itu.


" kemarilah " Fian menepuk sofa di sebelah nya, Resta duduk di samping Fian dan Fian membalikan badan nya pas berhadapan dengan Resta.


" Resta tadi ketemu Neta bentar buat nanyain besok " ucap Resta.


Resta mengacungkan jempol nya, Fian menautkan alisnya bingung. dan Resta mengambil tangan Fian dan menyuruh nya mengikuti nya.


akhirnya Resta menempelkan jempol nya dengan jempol Fian.



" kk harus janji, kk harus menjaga hati kk buat Resta " ucap Resta sambil menatap Fian, Fian kembali menatap Resta.


" kk gak boleh genit genit di sana, ingat disini ada hati yang harus kk jaga, hati yang selalu akan menunggu kk " ucap Resta lirih, tiba-tiba Fian menarik kepala Resta dan menyatukan kening Nya dengan kening Resta.



" kk janji, kk akan menjaga hati kk buat Resta si kelinci kk, Resta tau yang lain bilang kk udah posesif sedari kecil teehadap Resta, dan sekarang kk tau kalau Resta lah di takdirkan untuk kk "


" Neta pernah bilang, kalau Resta selalu menjaga hati Resta buat seseorang meskipun Resta sendiri belum tau itu artinya Resta udah tau jodoh nya itu kk "


" Resta ingat gak saat pertama kali kk datang ke acara di sekolahan Dinata dulu " tanya Fian, Resta mengangguk.


" saat itu kk ketemu dengan seorang gafis berseragam sekolah, kk ingin sekali mengajak kenalan si gadis tersebut. tapi ka Akmal mengingatkan kk kalau kk udah di jodohkan, disitu kk sedih, dan saat itu kk berdo'a jika gadis itu jodoh kk maka pertemukan kk kembali dengan nya "


" saat kk keluar dari mesjid, eh kk kaget tiba-tiba ada seorang gadis pake seragam sekolah duduk disamping kk, ternyata do'a kk di kabulkan, saat gadis tersebut menatap kk jantung kk berdegup dengan kencang, dan saat itu gadis itu pergi dengan sahabatnya, sebelum pergi dia tersenyum pada kk "


" kk masih belum yakin akan hati dan perasaan kk terhadap gadis itu " Resta masih mendengar kan cerita Fian.


" dan saat kk naik ke podium, si gadis tersebut menatap kk, sat itu entah krnapa kk merasa yakin akan hati kk bahwa gafis itu jodoh kk, dan saat kk mau masuk kemobil, kk melihat dia duduk di trotoar dan saat gadis itu menoleh ke kk dia tersenyum pada kk "


" kk berharap suatu hari kk bertemu lagi dengan nya, dan mengatakan kalau kk sayang dan sangat mencintai nya pada pantangan pertama " Resta tersenyum.


" lalu kk bertemu lagi dengan nya " tanya Resta.


" hmm kk ketemu lagi saat pesta ulang tahun dan saat itulah di pastikan bahwa gadis itu adalah tunangan kk dan jodoh kk " ucap Fian tersenyum.


" kenapa gak hari itu aja kk bilang kalau kk jatuh cinta sama tuh cewek " Resta pura pura ngambek.


" ck.. kk gak mau nyakitin orang yang udah di jodohkan sama kk " ucap Fian menggoda Resta.


" sebenarnya Resta juga saat melihat kk, ntah kenapa ada debaran yang berbeda, Resta merasakan hal yang berbeda " ucap Resta lirih.


" hmm akhirnya do'a kita di kabulkan jodoh kk itu si gadis itu yang bernama Resta Risella Dinata "


" dan jodoh nya Resta Fian Mustafa Kamal, si es batu, yang dingin kaku datar " ucap Resta menggoda Fian.


" uh kelinci imut kk " Fian mencubit pipi Resta. mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


*******


Keesokan harinya kebetulan hari ini adalah hari libur Resta dan Neta jadi mereka bisa mengantarkan Akmal dan Fian ke bandara, karena mereka akan persiapan ujian akhir yang menentukan kelulusan.


pagi pagi di kedianan Dinata sangat sibuk baik Rangga juga Helen.


" mih ayo dong cepetan ih " kesal Rangga saat melihat Helen sedang bersolek.


" dih papih ini, daei tadi rinut mulu bentar napa " Helen semakin kesal. " ntar ini riasan gak jadi jadi gegara papih ribut nya minta ampun "


" bukan gitu mih nanti anak-anak nungguin kita "


"; iya iya bawel, cantik juga papih juga bangga " Helen menuju keluar dan menggandeng tangan Rangga.


saat mereka turun yang lsin sudah standby nunggu mereka.


" astagah udah tua juga tapi kaya anak ABG mau kencan aja " kesal Alan saat melihat orang tuanya baru turun.


" ih kk kenapa sih manyun aja" ucap Helen


" dari tadi tuh kita nungguin mamih sama papih " Alan semakin ngambek


" idih adek aja belum turun, dimana hayoh adek nya " tanya Rangga


" eh kemana tuh si curut " Alan kembali bertanya.


saat mereka ribut Fian dan Akmal turun dan sudah menenteng ransel dan koper nya.


" pagi pih mih, ka Alan ka Genta " ucap Fian.


" pagi sayang " ucap Rangga dan Helen.


" udah siap gak ada yang ketinggalan kan " tanya Helen memastikan.


" ih si kk godain calin adek iparnya terus " Helen mencubit tangan Alan


" aw, aw aduh mih sakit ini " Alan mengelus tangan nya yang di cubit Helen


" ck si curut mana sih " Alan mulai kesal karena menunggu Resta yang belum turun juga.


" sabaran kenapa ka " Rangga menegur Alan.


" eh Akmal katanya Neta mau ikut juga sekarang kemana tuh anak " tanya Genta.


Akmal malahan mengedikan bahunya tanda tidak tahu.


" gak curut gak si tupai sama aja " timpal Alan manggil Resta dan Neta curut dan tupai.


" dih ini si kk manggil anak orang sembarangan aja, mau mami jitak ya " kesal Helen, yang lain tertawa.


" assalamualaikum " ucap seseorang.


" wa'alaikumsalam " jawab semuanya.


" eh Neta sayang udah datang " tanya Helen


" iya mih maaf Neta telat " jawab Neta sedikit malu karena telat.


" gpp sayang Resta juga belum turun ko " ucap Helen. sedari tadi Akmal hanya menatap Neta.


" cie udah kelihatan serasi itu, photo dulu gih bentar " Helen antusian dan memotret Akmal dan Neta mereka tersenyum kearah kamera.


ceklek

__ADS_1


" uh so sweet nya " ucap Helen saat melihat Akmal dan Neta di photo.



" mih ntar kirim ke Akmal ya " Akmal meminta photo yang tadi dikirim. Helen mengacungkan jempolnya tanda ok.


saat itu turun lah Resta semua terpaku karena Resta hari ini sangat cantik memakai jepit rambut di samping, terlihat peminim. Helen tersenyum.


" pagi mih pih " ucap Resta saat ada dihadapan orang tuanya.


" pagi juga sayang, uh abak gadis mamih cantik banget hari ini " ucap Helen sambil mencium pipi Resta.


" anak siapa dulu " ucap Rangga bangga.


" lama banget sih adek curut ini " kesal Alan. Resta memanyunkan bibirnya karena Alan mengatai nya Curut.


" dih kk nya curut " ketus Resta pada Alan.


" Neng gila cantik amat " ucap Neta.


" eh Neng Neta udah dateng, Neng juga cantik " Resta menoel dagu Neta.


" udah yuk berangkat " ajak Helen, semua mengangguk.


" Bi Aminah mang Diki, Fian pergi dulu ya " ucap Fian sedih, Bi Aminah sedari tadi udah nangus terus.


" iya tuan Fian dan tuan Akmal hati hati ya, salam sama nyonya Rasty dan tuan Erwin" jawab mang Diki.


Fian memeluk Bi Aminah dan mang Diki Akmal juga sama, mereka yang mekihat adegan itu merasa terharu.


" assalamualaikum " ucap semuanya dan menuju keluar.


" wa'alaikumsalam " jawab Bi Aminah dan mang Diki, mang Diki mengantar mereka sampe mobil sedangkan Bi Aminah gak sanggup jadi tetap di dalam, Fian dan Akmak juga pamit pada yang penghuni yang lain.


di mobil Akmal yang mengendarai Neta duduk di samping Akmal, Resta duduk di belakang dengan Fian, di mobil satu nya ada Genta, Alan, Rangga dan Helen.


saat mobil udah jalan Fian dan Akmal melambaikan tangan pada yang lain security asisten rumah tangga yang lain tanpa menangis, saat Fian dan Akmal pulang. Fian dan Akmal sangat ranah pada mereka dalam waktu sebentar saja sudah mendapatkan tempat di hati mereka.


sampailah mereka di bandara, Fian dan Akmal memeluk Helen juga Rangga, dan memeluk Alan juga Genta.


dan saat ini Fian berhadapan dengan Resta.


" kk pulang dulu ya, nanti Resta akan berkunjung kan ke sana " ucap Fian sedih.


" insyaAllah ka " ucap Resta pelan, ingin Fian memeluk Resta tapi malu, Fian cuma menyentuh kepala Resta dan mengelus nya.


" ka Akmal pamit pulang dulu ya " ucap Akmal.


" iya ka hati hati, ingat kk jaga hati buat Neta ya " ucap Resta.


" hmm pasti, Neta juga harus jaga hati buat kk " Fian menoel hidung Neta, Neta tersenyum.


" udah pamitan nya " tegur Alan.


" ish kk sirik aja " kesal Resta. akhirnya Fian dan Akmal pamit dan mereka beranjak pergi Akmal dan Fian melambaikan tangan.


Resta tersenyum dan memberikan kode pada Fian.



Fian yang melihat itu begitu bahagia senyuman selalu mengembang di bibirnya.


sama hal nya Neta juga memberi kode saranghae. pokonya hati Fian dan Akmal sedang berbunga-bunga bak kumbang yang mendapatka madu di bunga terindah nya.

__ADS_1


__ADS_2