Life Is Love

Life Is Love
Izin


__ADS_3

********


masih cerita tentang Mila dan Genta.


" Mila gimana terima ya kan lumayan lah buat waktu luang siapa tau kita Viral " Genta sembari membayangkan.


" aku tidak tau apakah Alan akan mengizinkan nya atau tidak " ucap Mila lesu.


" insyaAllah diizinkan " semangat Genta .


" dih so yakin " ledek Mila.


" tuh kan jadi bikin orang lesu bukan nya bantuin juga " mereka tertawa. tanpa mereka sadari ada 2 orang yang sedang memperhatikan mereka dengan tersenyum kemenangan.


" masuk jebakan " ucap seorang lelaki.


" yups aku sudah tak sabar menunggu hasil nya " sang wanita tersebut begitu bahagia. akhirnya mereka pergi.


Di kediaman Dinata


" ka. Genta kemana ko belum pulang " tanya Helen.


" ah itu mih tadi kk suruh Genta mengadakan pertemuan nya di RS dengan Mila juga " jawab Alan sambil menikmati puding.


" lalu Apni nya " tanya Helen lagi


" Apni lagi ada operasi jadi gak bisa ikut "


" gimana perkembangan Rumah Sakit ka ada kemajuan " tanya Rangga iya ternyata Rangga menyerahkan urusan RS pada Alan.


" beres pih " Alan mengacungkan jempol nya. saat mereka berbincang munculah seseorang.


" assalamualaikum " ucap nya. mereka menoleh bersamaan dan membalas salam.


" wa'alaikumsalam "


" ih kk itu punya adek tau " tiba-tiba seorang gadis sangat kesal.


" siapa suruh datang terlambat " ucap Alan sang kk hmm seperti biasa kalau mereka ketemu pasti kaya tikus dan kucing.


" mam tuh si kk nyebekin kan tadi adek yang minta buatin puding kenapa kk yang makan coba " kesal nya.


" adek ih berbagi kenapa, datang datang langsung sewot sampe lupa gak cium tangan juga " tegur Helen.


" hehehe adek lupa mam " akhirnya Resta mencium tangan mamih dan papih nya, dan beralih ke Alan sambil cemberut.


" ish gemes tau gak, kalau kk jadi ka Fian udah kk sosor tuh bibir "


bukk


Alan kena lemparan majalah bujan dari Resta atau Helen tapi oleh Rangga sang papih.


" aduh pih jahat banget sih anak sendiri di lempar ini kalau gegar oyak dimana coba " sungut Alan karena kesal.


" dih tuh anak nyesel papih lempar pake majalah Coba tadi papih lempar pake kursi biar tepar aja sekalian " ledek Rangga.


" haish gak anak gak papih nya sama aja " dengus Helen.


" like son like father " ucap Resta sambil memikmati puding nya.


" lah si adek bukan nya mandi dulu langsung makan aja " tegur Helen.


" hehehe abis nya adek laper mam, gak usah cemberut gitu nanti papih pindah ke lain hati " Resta langsung dapat pelototan dari Helen, Rangga dan juga Alan.


" eh kenapa jadi natap adek horor gitu ada yang salah ya " ucap Resta polos.


" adeeeeeekk.. " teriak semuanya sedangkan Resta sudah kabur ngibrit.


********


Di kota S kediaman Kamal.


" gimana urusan nya beres " tanya Erwin.


" alhamdulillah beres pah, cuma ada sedikit kendala aja tadi " ucap Fian.


" hadeh tsi tuh ngeselin banget ada aja alasan tuh nenek lampir " kesal Akmal. Erwin dan Rasty menoleh pada Akmal.

__ADS_1


" nenek lampir " ucap mereka bersama-sama.


" itu mah, pah anak dari perusahaan Yudishtira cari masalah, padahal semuanya udah clear ada aja ini itu nya kan bikin bete " ucap Akmal ngebayangkan kejadian tadi.


" cewek " tanya Rasty Akmal mengangguk.


" masih single " tanya Erwin penasaran.


" iya pah masih, berambisi banget dia demi mengejar sesuatu " Erwin dan Rasty menyerengit kan alis.


" Ega Mawarni Yudishtira benar " seketika Fian, Rasty Akmal menoleh kearah Erwin.


" gak usah natap papah ke gitu juga kale, jadi kaya penjahat aja ini papah " canda Erwin.


" papah tau " tanya Rasty.


" hmm papah tau bahkan papah juga sering bertemu dengan Yusuf Yudishtira dan Mirna Yudishtira " jelas Erwin


" kalau papah lihat Yusuf Yudistira itu santai bahkan terlihat berwibawa, beda dengan sang istri yang penuh ambisi, papah juga menyelidiki mereka ternyata anak nya juga memiliki watak yang sama seperti sang mamah " mereka manggut manggut.


" dengar Fian mamah gak mau kamu terjebak atau ngelakuin hal yang aneh " Rasty mulai cemas.


" hmm mamah tenang aja insyaAllah Fian bisa menjaga diri Fian " Fian meyakinkan orang tuanya.


" lagian Akmal juga kan ada mah,pah insyaAllah Akmal akan terus waspada " timpal Akmal.


keesokan harinya.


Beralih ke kota J


" wih udah cakep anak mamih mau kemana " tanya Helen pada Genta.


" eh iya Genta lupa ini mau izin sama semua nya " semua melirik Genta menunggu jawaban.


" gini mih, pih Genta ada tawaran dari perusahan RR Group " jelas Genta.


" terus hubungan nya apa? " tanya Alan sambil meminum jus nya.


" gini aku mau izin kalau aku sama Mila akan memjadi model di perusahaan tersebut ".


burrt


" eh loh bro jorok ih ngeselin " kesal Genta.


" sorry sorry gue kaget ini, tunggu loe sama Mila " tanya Alan memastikan, Genta ngangguk sambil membersihkan jus di mukanya.


" hahahaha " seketika Resta tertawa Genta menatap lekat pada Resta.


" upss.. maaf ka Resta salah ya " ucap Resta tanpa dosa " lagian kk mau jadi model, astagah itu mata orang katarak kali ya "


" ish itu bibir kalau ngomong gak ada filter nya, awas aja kalau kk beneran jadi model terkenal gak kk kadih uang jajan baru nyaho " kesal Genta.


glek


Resta menelan slivanya dengan kasar


" eh.. ka Adek kan cuma becanda dih sewot " ucap Resta pura pura ngambek.


" abis nya ngeledek mulu " ketus Genta.


" tunggu tunggu itu beneran kan " Rangga masih belum percaya.


" udah kamu selidiki belum " tanya Helen.


" udah mih, ini gimana dapat izin gak " tanya Genta menunggu jawaban dari mereka.


" hmm kalau papih sih yes "


" mamih juga yes "


" adek juga yes " semua melirik Alan yang masih diam mematung karena ucapan Genta. " ka gimana " tegur mereka.


" astagah jadi ini beneran, kk kira tadi tuh mimpi " meteka tepuk jidat.


" jadi kalau loe kerja sampingan gitu gimana dengan perusahaan " tanya Alan pada Genta.


" tenang itu cuma pas ada waktu luang aja ko " ucap Genta.

__ADS_1


" tapi kalau seandainya jadi terkenal pasti susah ngatur waktunya " ucap Helen.


" insyaAllah mih, Genta akan konsisten .


" kenapa firasat mamih gak enak ya " ucap Helen.


" papih juga gak tau kenapa" timpal Rangga.


" ih papih, mamih jangan nakitin deh mulai lagi " kesal Genta. Alan masih berpikir


" hmm baiklah semoga awal karir kalian makin sukses lumayan kan sambil mempromosikan RS kita juga, secara Mila sang Dokter hebat " santai Alan berbicara tanpa Filter.


" Alan, kakaaa.. " ucap mereka bersama. mereka hanya tertawa.


*******


izin sudah Genta kantongi dari keluarga Dinata sekarang tinggal Apni sang kekasih yang masih belum.


Di RS


" beps aku mau bicara hal yang penting nih " Apni menoleh karena sedari tadi sibuk dengan kertas keetas nya sang asisten Jovita dan Asri juga menoleh.


" hmm apa? " tanya balik Apni.


" gini aku ada terima tawaran kerja lagi " mereka kaget.


" apaa? " ucap Apni, Asri Jovita bersamasn Mila sampe terjingkat karena kaget.


" astagfirullah hal adzim bikin orang kaget tau gak " kesal Mila.


" kamu tuh yang bikin orang kaget, tiba-tiba ngomong gitu " ketus Apni karena kesal.


" tunggu kalau kamu dapat kerjaan lain gimana sama profesi kamu sebagai Dokter " tanya Apni memastikan.


" hmm itu bisa diatur " ucap Mila.


" emang kerja apaan " tanya Apni yang masih penasaran.


" jadi model " jawaban santai Mila.


" Apaaa? " ucap kaget mereka. " Yaa Allah yaa Rob bisa gak sih gak ngagetin gitu " timpal Mila.


" Dokter Mila mau jadi model " tanya Jovita. Mila ngangguk.


" wah bakalan tranding topic inimah, sang Dokter muda cantik bakalan jadi artis wah keren " ucap Asri sedangkan Apni masih percaya tak percaya.


" tunggu kapan kamu dapat tawaran itu " tanya Apni.


" kemaren pas aku ada pertemuan ternyata disana ada yang nawarin jadi model tapi... " ucapan Mila terpotong Mila masih takut menyampaikan nya pada Apni.


" tapi apa? " tanya Apni.


" itu.. itu aku gak sendiri.... " ucap Mila ragu ragu, Apni menatap Mila intens.


" gak sendiri maksudnya, astagah Mila ngomong yang jelas gak usah setengah setengah gitu ih, gak sendiri berarti... " ucapan Apni jadi terpotong karena kedatangan seseorang.


" gak sendiri tapi sama aku yang " ucap orang tersebut yang ternyata Genta, Apni masih berfikir " maksudnya " tanya Apni masih belum faham.


" gini aku jelasin " akhirnya Genta menceritakan semuanya pada Apni


" astagah jadi begitu " kaget Apni yang masih belum percaya, Mila dan Genta mengangguk.


" tinggal nunggu izin dari kamu yang gimana " tanya Genta harap harap cemas.


" bissmillah ya udah deh aku izinin " ucap Apni


" alhamdulillah " ucap Mila dan Genta.


" makasih yang " ucap Genta lembut sedangkan Jovita dan Asri cuma gigit jari melihat keromantisan mereka .


" kenapa perasaan aku gak enak gini ya, semoga gak ada terjadi sesuatu " batin Apni.


" hari ini aku traktir kalian makan siang deh " ucap Genta pastinya mereka senang lumayan dapat makan gratis.


" beps makasih yah " Mila menggenggam tangan Apni.


" astagah yang santai aja kali, ingat kamu harus tampil maksimal ok " dukungan Apni membuat Mila semangat...

__ADS_1


********


apa akan ada masalah siapa orang yang merencakan jebakan untuk mereka.


__ADS_2