
*******
sesampainya Neta dan Resta di mansion Dinata..
" Neng please jangan ngomong kesiapapun " Resta memohon pada Neta agar tak memberitahu kan penyakit nya pada siapapun atau kondisi nya saat ini.
" kenapa Neng, mereka harus tau keadaan mu " ucap Neta sambil menatap Resta.
" aku gak ingin mereka tau penyakit ku Neng, mereka akan merasakan apa yang aku rasakan, mereka akan terpuruk, aku mohon mengertilah " lirih Resta.
" bagaimana aku bisa mengerti denhan kondisimu saat ini Neng, kamu gak lihat keadaan mu " sedari tadi Neta udah menahan emosi kali ini emosinya meledak ledak.
" aku tau kali ini bantu aku janji " Resta memegang tangan Neta dsn menatap Neta sendu dan penuh permohonan.
" yaa Allah, Neng aku bingung insyaAllah aku janji tapi.. kalau kondisimu parah aku gak akan tinggal diam hmm " Rests ngangguk setuju, dan mereka berpelukan.
" makasih, makasih kamu memang sahabat terbaikku, jika tidak ada kamu mungkin aku... " Resta menangis dipelukan Neta.
" stop, Neng ku mohon jangan mengatakan apapun " Neta memeluk Resta erat.
" *aku juga sakit Neng melihat keadaan mu, bisakah kamu berbagi sakit mu juga denganku, yaa Allah apa yang harus aku lakukan, sahabat terbaik ku sedang merasakan sakitnya sendirian, aku terlambat menyadari nya selama ini dia menahan penyakit nya sendirian "
" ku kohon buatah dia kuat, buatah dia sembuh kembali aku sangat menyayangi nya* " do'a Neta dalam hati.
" udah yuk masuk gak baik kalau kamu lama lama diluar ingat kata ka Fathan jangan capek, jangan terkena matahari terlalu lama " Neta selalu memberikan petuah agar Resta menjaga kesehatan nya.
Resta dan Neta akhirnya memutuskan masuk ke rumah.
" assalamualaikum " ucap mereka.
" wa'alaikumsalam " jawab Helen dan Rangga.
" sayang baru pulang, eh kenapa pucat gini " tanya Helen Resta dan Neta gelagapan.
" kenapa? " tanya Helen curiga karena mereka seperti menyembunyikan sesuatu.
" astagah mam adek kan abis ngerjain tugas pasti lelah iya kan Neng " tanya Resta pada Neta dan Neta menyenggol lengan Neta.
" ah iya mih masa mamih sama papih lupa " Neta senyum kaku dan terpaksa berbohong.
" tapi mamih curiga apa kalian menyembunyikan sesuatu " tanya Helen mengintimidasi.
" mam jangan mulai, adek gak suka mamih cutigain adek, adek udah gede mam adek tau mana yang harus adek lakuin " Resta sedikit berkata keras pada Helen, Helen kaget saat mendengar kata-kata Resta.
bahkan Neta juga sama hal nya dengan Helen bahkan Rangga juga sama.
" sayang apa ada sesuatu kenapa adek marah, ma'af kalau mamih menghawatirkan adek " Helen menyesali dirinya sendiri.
" terserah mam adek capek, ade mau istirahat " Resta berlalu begitu saja di hadapan Helen dan Rangga. bahkan Neta menatap punggung Resta sendu.
" mih, pih Neta juga pulang dulu, maafin Resta ya mih, mungkin Resta sedang tidak baik hatinya " Neta menatap Helen sendu, Neta juga tak menyangka perubahan yang Resta alami.
" iya sayang makasih udah jagain Resta " ucap Helen.
__ADS_1
" Neta pamit assalamualaikum " Neta mencium kedua tangan mereka.
" wa'alaikumsalam " jawab Helen dan Rangga. setelah Neta keluar Helen menatap Rangga sendu, Rangga langsung memeluk Helen.
" pih ma'af, mamih terlalu posesif dan khawatir pada adek " ucao Helen menangis di pelukan Rangga.
" papih ngerti mih, mungkin adek lagi capek jadi maklum, udah dong mamih jangan nangis kalau anak-anak lihat gimana " Helen langsung menghapus air matanya.
" iya pih ma'af " Helen tersenyum dan Rangga kembali memeluk Helen, Resta padahal hanya bersembunyi dan mendengar semuanya.
" ma'af, maafin adek mam, pih " Resta menangis sesegukan " adek membentak mamih, adek salah hiks... hiks " Resta langsung lari masuk ke kamar nya. Resta menangis sejadi jadinya di dalam kamar nya.
drttt... drtttt.
Hp Resta berbunyi tanda panggilan masuk saat Resta melihat terpampang nama Neta Resta langsung menggeser tombol hijau.
" Neng apa yang kamu lakuin, kenapa kamu berbicara kasar pada mamih, kamu tau Neng tadi.... " Neta begitu marah terhadap sikap Resta belum pernah Resta bersikap seperti itu terhadap orang-orang di sekeliling nya.
" hiks.... hiks " Resta menangis bahkan Neta yang tadi marah marah kini terdiam.
" Neng ma'af jangan nangis " Neta ikut menangis mendengar Resta menangis pilu. Neta masih mendengarkan Resta menangis hening hanya suara isakan yang terdengar.
" maafin aku Neng, aku terpaksa hiks.. hiks aku juga merasakan sakit saat aku berkata seperti itu maaf " lirih Resta terdengar menyayat hati.
" aku tau Neng aku tau, maaf aku tadi membentakmu, sekarang jaga kondisi dan kesehatan mu, jangan nangis nanti orang-orang curiga " kini Neta membujuk Resta agar kuat dan tak menangis lagi.
" makasih udah ngertiin aku, dan maag jika akhir akhir ini sikap ku akan berubah,tapi aku mohon bantu aku jangan menjauh dari aku " Resta takut Neta meninggalkan nya.
" insyaAllah aku janji akan berada di samping mu "
" insyaAllah kalau gitu aku tutup dulu assalamualaikum " ucap Resta.
" hmm wa'alaikumsalam " jawab Resta kini Neta menatap Hp nya lekat " kamu harus kuat Neng kamu bisa " kini Neta mulai meninggalkan kediaman Dinata dengan tatapan sedih mungkin kalau orang lain melihat keadaan nya akan terenyuh.
*********
" Gimana masih belum selesai " tanya seseorang.
" kali ini kita bakalan lama disini melihat kondisinya belum bisa di pastikan, banyak kesalahan dalam hal pembangunan dan lain-lain " jawab nya.
" kita harus benar-benar meninjau ulsng kembali, hais kenapa jadi begini sih " kesal nya.
" ntahlah padahal sebelum kita tinggal semuanya baik dan lancar "
" ya sudah kalau begitu hubungi Ririn dan Galih bilang pada nya handle semuanya pada yang lain, oya bukan kah sekarang Anita banyak kemajuan jadi katakan pada Ririn dan Galih serahkan pada Anita " titah nya dengan panjang lebar.
" hmm baiklah, istirahat lah loe terlihat lelah Tuan Fian yang terhormat " ucap sang asisten sekaligus sahabat nya siapa lagu kalau bukan Akmal Buana.
" eh si onyet ngeselin " celetuk Fian Akmal tertawa.
" gimana ada kabar dari Resta " tanya Akmal, Akmal tau sedari tadi Fian begitu gelisah kesal bahkan sekali kali mengecheck Hp nya.
" belum Hp nya masih belum aktif " lirih Fian menatap sendu Hp nya.
__ADS_1
" mungkin Resta sibuk, jadi loe gak usah khawatir jangn uring uringan gak baik gan " Akmal langsung berlalu di hadapan Fian.
" aku harap gitu, semoga tak terjadi apa apa padamu Resta " ucap Fian yang masih khawatir karena tak ada kabar dari Resta.
********
Genta dan Mila telah kembali setelah mempromosikan produk dan lain lain nya bahkan dari syuting dramanya. terlihat mereka sangat lelah mereka baru keluar dari bandara.
Mila baru keluar dari bandara sama hal nya dengan Genta tapi mereka terpisah .
mereka menggunakan topi agar para fans nya tak menyadari kedatangan mereka.
Mila fokus menatap jam tangan nya menunggu kehadiran seseorang dan akhirnya yang ditunggu pun datang.
Alan menatap penuh kerinduan pada sang kekasih setelah hampir 1 bulan terpisah.
sama hal nya dengan Apni yang sedari tadi menunggu kedatangan sang kekasih, saat Genta muncul senyuman dan kerinduan terpancar dari mereka, Apni langsung lari dan memeluk Genta, Genta juga membalas pelukan Apni.
" aku merindukan mu " ucap Apni yang kini menangis di pelukan Genta.
" aku juga " balas Genta.
" Mila " Mila menoleh kearah seseorang yang memanggil namanya. seketika Mila tersenyum dan langsung lari memeluk Mila.
" ma'af aku lama " ucap Mila.
" hmm kamu membuat aku menunggu, kamu tau aku kesepian selama ini " ucap Alan lirih sangking rindunya Alan bahkan tak henti hentinya memeluk Mila.
" Alan jangan erat erat sesak aku gak isa nafas " keluh Mila.
" eh ma'af hehehe " Alan melepaskan pelukan nya dan tersenyum.
" yuk aku lelah mau istirahat " ajak Mila.
" ok siap boss " ucap Alan menggoda Mila, Mila tersenyum mereka pergi sambil bergandengan tangan.
kini kebahagiaan dan kerinduan mereks telah terobati.
" ini baru formulaan, permainan sesungguhnya belum lah di mulai " ucap seorang wanita saat melihat Alan dan Mila tatapan kebencian terlihat jelas.
" aku sudah tidak sabar merebut Mila dari Alan, aku begitu menyesal dan bodoh telah melepaskan nya " ucap seorang pria yang begitu marah nya.
" permainan di mulai dari sekarang " ucap mereka bersamaan, terlihat seringai kelicikan dari sudut bibir mereka.
__ADS_1
******
masih belum terungkap siapa kah mereka sehingga memiliki niat jahat terhadap Mila dan Alan.