Life Is Love

Life Is Love
Reyhan Dan Faiz patah Hati


__ADS_3

**********


Faiz dan Reyhan masih bertanya-tanya ada hubungan apa antara Akmal dan Neta, Pak Fian dan Resta.


" kalian nanti akan tau " ucap Yoga tiba-tiba, Reyhan dan Faiz menatap Yoga.


" Mila " panggil seseorang yang kini baru tersadar dari pasca operasi nya.


" Alhamdulillah sayang, akhirnya kamu sadar juga " Alan tersenyum Mila begitu khawatir terhadap nya.


" Resta " tanya Alan saat ini Alan mencari sang adik.


" Resta masih belum sadar " Alan menatap kearah Resta.


" apakah! " belum Alan selesai Mila tersenyum.


" alhamdulillah lancar, jadi kamu gak usah khawatir ok! " Alan mengangguk dan menggenggam tangan Mila.


" terimakasih " ucap Alan lembut dan suaranya masih terdengar lemah.


sesekali Reyhan menatap kearah Neta hatinya begitu sakit dadanya terasa sesak, Faiz menatap arah tangan dimana Fian menggenggam erat tangan Resta seolah olah Fian takut Resta pergi dari genggaman nya.


ada rasa cemburu, sakit dan sesak menghantam diri Faiz, Faiz yang selama ini dalam diam mencintai Resta.


" Faiz " Faiz mengalihkan tatapannya pada Yoga.


" kk tau kamu menyukai Resta! " Faiz melotot karena kaget bagaimana Yoga bisa tau.


" kk sudah tau itu, dalam diam kamu menyukai nya meskipun semua itu berkedok sebagai sahabat " Reyhan juga mendengar nya.


" kk tau kalian menyukai mereka, tapi ingat Resta dan Neta hanya menganggap kalian sahabat terbaik, jangan karena masalah ini kalian meninggal kan Resta dan Neta, ingat Cinta tak harus memiliki " Reyhan dan Faiz menundukkan kepalanya.


" jadi... kk harap tetap lah jadi seseorang yang berarti dalam hidup Resta dan Neta meskipun sebagai sahabat " Reyhan dan Faiz yang awal nya diam, sedih dan akhirnya mengangguk.


kini Fian terbangun dari tidur nya, yang Fian tatap wajah cantik Resta yang kini masih tertidur Fian menyadari ada orang yang hadir disana saat dia mengalihkan tatapan nya Fian melihat Yoga, Faiz dan Reyhan.


" Yoga " suara serak Fian khas bangun tidur, Yoga tersenyum.


" apa kabar gan " Fian langsung berdiri dan memekuk Yoga.


" alhamdulillah baik, loe gimana " tanya Fian balik, sedangkan Alan dan Mila memperhatikan interaksi mereka, bahkan Alan dan Mila mendengar apa yang mereka bertiga bicarakan.


Alan begitu sedih saat mendengar sahabat Resta jatuh Cinta pada Resta tapi karena demi persahabatan mereka tak ingin merusak nya jadi cukup mencintai dalam diam.


" dek kamu lihat begitu banyak Cinta yang ada dalam kehidupan mu " ucap Alan lirih.


" kamu benar yang, Resta orang yang gampang berbaur pada setiap lingkungannya dan sikap nya yang ramah karena itulah banyak yang menyukai nya " Alan menatap sang adik yang madih damai dalam tidurnya.


" hey Faiz, Reyhan apa kabar " tegur sapa Fian.


" eh iya pak! alhamdulillah kita baik " ucap mereka gugup.


saat itu Fian berjalan menuju dimana Resta masih belum sadar " dek kk pamit dulu ya, kk mau sholat dulu " Fian mencium kening Resta Faiz dan Reyhan kaget akan apa yang Fian lakukan. saat Fian menundukan wajahnya nya kalung di leher Fian keluar dari bajunya.


kini Fian berdiri di hadapan Faiz, Reyhan dan Yoga, Faiz menatap kalung yang Fian pakai, kalung yang begitu familiar lama Faiz berfikir akhirnya ingat kalung itu yang Resta selalu pakai.


disana terdapat 2 cincin Faiz memperhatikan nya ternyata ada nama Fian dan Resta dalam cincin tersebut Faiz kini tau kenapa Resta menganggap Faiz hanya teman, bahkan setiap kali Faiz mengungkap rasa sukanya Resta selalu menganggap hanya sekedar candaan.

__ADS_1


ternyata Resta sudah terpaut hatinya pada Fian pantas saja dulu saat Fian mengajar jadi guru di sekolahan dulu Faiz memperhatikan gelagat Fian yang selalu tersenyum samar jika memandang Resta, bahkan tatapan teduh nya saat memabdang Resta.


berbeda jika Fian menatap orang lain terlihat dingin, cuek Faiz meskipun merasa sakit di hatinya tapi dia bahagia karena Resta mencintai orang yang tepat.


Faiz yang masih berdiam tak sadar jika Fian menegur nya.


" Faiz " panggil Reyhan yang menyenggol lengan nya Faiz kaget.


" astagfirullah, ada apa! " tanya Faiz Fian dan Yoga tersenyum, Fian juga tau selama ini Faiz menyukai Resta.


" Faiz, Reyhan pasti kalian bertanya-tanya ada hubungan apa antara saya dengan Resta dan juga Akmal dan Neta " Reyhan dan Faiz terdiam.


" saya izin sholat dulu setelah ini kita ngobrol dan saya akan menceritakan semuanya pada kalian agar tak ada yang salah faham " Fian berbicara begitu ramah pada Faiz dan Reyhan, saat itu Neta dan Akmal juga baru bangun dari tidur nya.


" udah bangun yang " tanya Akmal kini tatapan mereka beralih pada Akmal dan Neta.


" eh astagfirullah maaf ka, apa kaki kk sakit " Neta tak sadar jika ternyata dia tertidur di pangkuan Akmal.


" ya kaki kk kesemutan sih tapi gpp ko " Akmal mengelus rambut Neta.


" maaf ka, Neta gak tau " sesal Neta merasa bersalah.


" hey yang gak usah merasa bersalah gitu justru kk senang hmm " ucap Akmal begitu lembut Neta tersenyum.


" ehem " Akmal dan Neta mengalihkan tatapan nya dan Neta kaget disana ada Reyhan dan Faiz.


" Re-Reyhan Faiz " ucap Neta terbata.


" sampai lupa pada di sekitar, ternyata jatuh cinta itu bisa lupa segalanya serasa dunia milik berdua " goda Yoga Akmal hanya garuk garuk kening yang tak gatal.


" apa kabar Neta " tanya Reryhan Neta tersenyum.


" alhamdulillah baik juga " ucap Reyhan yang menyembunyikan luka hatinya.


" masa cuma Reyhan aja yang ditanya aku gak nih " ucap Faiz yang mengalihkan kecanggungan Reyhan dan Neta.


" maaf Faiz Neta lupa " Neta cengengesan.


" kebiasaan penyakit lupanya kambuh, masa orang segede gaban gini gak kelihatan " semua orang tertawa mendengar ocehan Faiz.


" Akmal loe mau ikut ke mesjid " tanya Fian.


" eh iya gangue ikut, yang kk pamit dulu ya " ucap Akmal Neta merasa malu.


" uh calon istri malu malu gini kk jadi suka deh pengen nyium terus kk bawa pulang " goda Akmal.


Bugh


" aw yang sakit " Neta memukul bahu Akmal masih sempat sempat nya menggoda.


" rasain jadi orang ngeselin " ketus Neta.


" benerin nih ngeselin atau ngangenin " blush muka Neta terlihat memerah karena malu.


" iya iya deh kk ke masjid dulu, gak mau cium kk dulu gitu " goda Akmal lagi.


" ka Akmal. " teriak Neta karena kesal udah tau Neta lagi malu malah tambah di goda terus.

__ADS_1


" husst Neta ih jangan berisik " tegur Mila.


" upsss maaf ka Neta lupa " ucap Neta, Reyhan tersenyum Neta memang tak pernah berubah sikap nya yang judes ketus tapi tetap baik hati.


" ka Alan yaa Allah kk udah sadar " Neta langsung menghampiri Alan.


" hmm udah dari tadi " Neta begitu bahagia tapi terlihat sedih.


" kenapa! " tanya Mila " Apa Resta masih belum sadar " tanya Neta sedih.


" belum karena efek obat " jawab Mila Neta mengangguk.


" ka Fian pamit mau ke mesjid " Mila dan Alan mengangguk Akmal dan Yoga juga pamit kini hanya Reyhan dan Faiz yang masih tertinggal.


" Reyhan maaf " ucap Neta Reyhan tersenyum.


" jangan khawatir hmm! justru aku bahagia kamu mencintai orang yang tepat karena aku percaya ka Akmal bisa menjagamu "


" ya sebagai sahabat aku sangat bahagia karena bisa melihat sahabatnya lebih bahagia " Reyhan menyembunyikan kesrdihan nya, Mila dan Alan tau akan hal itu.


" maaf aku tidak bisa menyukai mu " ucap Neta.


" tidak apa-apa, kamu udah nganggap aku sahabat aja aku sudah bahagia " ucap Reyhan, Neta tersenyum.


" nah gitu dong senyum Neng imut " goda Reyhan.


" makasih Faiz, Reyhan " mereka berdua mengangguk kini mereka juga pamit, saat melihat Mila tersenyum lagi dan lagi mereka terpana dengan kecantikan Mila, dari tatapan dingin nya ternyata tersimpan senyuman yang indah.


" ehem " Alan berdehem Reyhan dan Faiz jadi salah tingkah.


" eh maaf ka hehehe " mereka berdua malah cengengesan " ya udah kita pamit dulu ya " ucap Reyhan.


" assalamualaikum " ucap mereka berdua yang langsung lari.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka.


" dasar bocah " kesal Alan mulai merajuk.


" ck.. yang gitu aja cemburu " ucap Mila.


" kan udah aku bilang yang, jangan natso mereka lama, mata kamu itu bisa menghipnotis orang tau gak " ketus Alan yang masih kesal.


" uluh, uluh calon suami marah nih ceritanya " goda Mila Neta hanya geleng geleng.


" ya udah deh kalau masih ngambek aku keluar nih " ancam Mila Alan tetap diam bergeming.


" ya udah deh Neta kk pamit dulu mau meriksa pasien cowok ganteng " ucap Mila sengaja tentu saja itu berhasil membuat Alan jadi kalang kabut.


" yang " tegur Alan " apa lagi sih ih ke anak kecil tau gak " ucap Mila kesal.


" jangan pergi " ucap Alan manja.


" kan udah waktunya aku periksa pasien yang lain yang, aku dari tadi udah ngabisin waktunya ama kamu terus loh "


" iya kamu boleh pergi tapi jangan ke pasien cowok " rajuk Alan posesif.


" iya cowoknya itu umur 80an " ucap Mila Neta tergelak.

__ADS_1


" cowok kalau lagi cemburu parah ih, apa lagi kalau posesif nya kumat " batin Neta karena Akmal juga sama jika cemburu.


__ADS_2