
***********
di ambulans Helen memegang tangan Resta sambil terisak, ada rasa sesal karena pernah merah pada Resta.
" maafkan mamah dek, adek pasti kuat " hanya itu yang Helen ucapkan di sepanjang jalan.
" Resta...apa Resta mendengar kk " ucap Fian Neta juga masih menangis, sedangkan Fathan sedang mengontrol keadaan Resta.
sesampai nya mereka di Rumah Sakit yang ada di kota S semua perawat dokter sudah menunggu terutama Dokter Dirga yang di telfon Fathan untuk siap jika terjadi sesuatu pada Resta.
kini Resta mulai di turunkan dan semua orang langsung sigap membawa Resta ke ruangan IGD untuk pemeriksaan lebih lanjut.
" paman Dirga " panggil Fathan, Dirga langsung menoleh.
" Fathan " ucap Dirga.
" bolehkan Fathan ikut untuk mengatasi nya " Fathan masih terlihat bergetar, Firga tersenyum.
" baiklah, karena selama ini kamu kan yang merawat Resta " Fathan kini tersenyum. saat Fathan akan masuk ke ruangan IGD Neta memeganh tangan Fathan Akmal menatap nya.
" ka Al selamat kan Resta ka, Neta mohon hiks.. hiks selama ini Resta terus berjuang kali ini jangan biarkan perjuangan nya berakhir " Fathan menatap Neta.
" insyaAllah kk akan berjuang, bukankah selama ini kk selalu mendampingi kalian " semua orang menatap Neta dan Fathan.
" jadi Neta jangan menangis doakan Resta " Neta mengangguk.
" Al bunda mohon kuatlah dan selamat kan nak Resta, bunda tidak sanggup " mereka masih menyimak apa yang Neta, Mirna dan Fathan ucapkan.
" kalian selalu ada untuk Resta seadangkan aku ibu nya sendiri lalai " Helen menyalahkan dirinya karena terlalu kecewa pada Resta jadi tak memperhatikan keadaan Resta.
" mih disini juga papih salah karena tak memperhatikan Resta, orang tua macam apa papih ini " Erwin menenangkan Rangga.
" kita semua bersalah disini, kita larut dalam kebahagiaan tapi Resta " Erwin juga merasa bersalah.
" mamah marah dan kecewa pada Resta sehingga mamah juga lalai pada Resta, yaa Allah aku bersalah " kini Rasty sama hal nya.
" kalian jangan menyalahkan diri sendiri, sebaiknya kita doakan Resta " timpal Helmi, mereka mulai tenang.
" nak Fathan terimakasih untuk semuanya " ucap Helen sambil terisak.
" ini udah ke wajiban Fathan, jadi Resta juga tanggung jawab Fathan " mereka tersenyum tidak dengan Fian yang merasa bersalah, karena telah meninggal kan Resta, membenci dan marah.
kini Fathan masuk keruangan IGD.
" sabar gan semoga tidak terjadi apa-apa " Akmal menepuk bahu Fian, Fian terus menatap pintu IGD.
mereka lupa dengan pesta yang diadakan karena panik melihat Resta, mereka juga meninggalkan Ega yang kini sedang menangis.
" mah apa ini hukuman untk Ega "
__ADS_1
" tidak nak, mamah yakin pasti mereka akan kembali untuk melanjutkan nya " Farah meyakinkan Ega.
" cukup mah, jangan egois mereka sedang tidak baik baik saja, tapi kamu masih saja dari tadi meyakinkan anan kita " bentak Yusuf karena jengah.
" jika mereka tidak melanjutkan acara pertunangan ini, mamah akan tuntut mereka "
" berhenti melakukan tindakan bodoh, suatu saat apa yang kamu lakukan akn menjadi boomerang untuk mu, apa kau masih tidak tau siapa mereka " tegas Yusuf, Farah terdiam.
" Ega " kini Riska duduk di samping Ega. " Riska selama ini aku selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, dan kamu selalu memperingati aku, sedangkan aku selalu menghinamu " sesal Ega saat ingat perlakuan nya pada Riska.
" anggaplah semua ini adalah teguran untuk mu, tidak seharusnya apa yang kita inginkan akan kita dapatkan dan kita genggam, jadi ku mohon jadilah Ega yang dulu "
" apa yang kamu katakan, sebaiknya kamu diam " bentak Farah karena tak suka pada Riska.
" mah sudah cukup " sentak Ega Farah kaget " cukup mah, Ega capek Ega lelah selama ini Ega sombong, tamak tapi kali ini Ega ingin menjadi diri Ega sendiri " Yusuf, Rama dan Riska tersenyum.
" pah maafkan Ega " Yusuf langsung memeluk Ega " terimakasih yaa Allah engkau telah mengembalikan anak ku kembali " Yusuf menangis Riska juga menangis.
Ega melihat Riska dan menarik tangan Riska kini mereka berpelukan " akhirnya keluarga ini telah kembali " ucap Rama dalam batin nya.
" Rama, maaf selama ini aku begitu egois, selama ini aku tidak pernah memandangmu bahkan tak pernah menghiraukan mu " deg Riska kaget apa Ega mulai menyadari Cinta nya pada Rama, Riska begitu gusar.
Ega tersenyum saat melihat Riska kini Ega ingin mengerjai Riska.
" selama ini kamu selalu berusaha untuk membuka mata dan hatiku, kali ini aku sadar jadi aku akan memulai nya dari awal bersamamu " Rama dan Yusuf kaget mendengar ucapan Ega.
" a-apa yang kamu maksud Ega " ucap Rama gugup, Ega tersenyum.
" aku bahagia, pada akhirnya kamu menyadari cinta Rama terhadap mu Ega, oh iya selamat buat kalian ya, aku harus pergi karena ada hal yang harus aku urus " Ega tersenyum sedangkan Rama menatap sendu kepergian Riska.
lagi! Riska selalu mengalah demi kebahagiaan orang lain, sedangkan Riska selalu tak pernah memikirkan dirinya.
" haish " bugh
" aw sakit Ega " Ega memukul bahu Rama dengan kuat karena sedari tadi fokus menatap kepergian Riska.
" kamu itu masih tidak peka, kejar Riska " Rama, Yusuf dan Farah bingung.
" yaa Allah ini anak masih bengong " Riska menepuk jidat nya " pergilah kejar kebahagiaan mu " Rama menatap Ega.
" tidak usah menatapku seperti itu, nanti aku berubah fikiran bisa bisa aku jatuh Cinta padamu, lalu aku akan menjadi Ega yang kemaren yang akan merebutmu dari Riska " Yusuf tersenyum, Farah masih tetap diam
" Ega kau.... " ucap Rama kaget akan apa yang Ega ucapkan.
" pergilah kejar lah kebahagiaan mu, kebahagiaan mu bukan disini tapi diluar " Rama tersenyum pada Ega, dan Ega mengangguk.
" terimakasih, ma'af aku harus pergi " Rama langsung lari keluar dan mencari Riska.
" papah bangga padamu nak, tetaplah jadi Ega yang dulu, baik, sabar dan penyayang " Ega memeluk Yusuf.
__ADS_1
" mah maafkan Ega " Farah akhirnya memeluk mereka kini kebahagiaan yang Yusuf dan Riska ingin kan telah kembali.
" alhamdulillah yaa Allah kini indah pada waktunya " Yusuf selalu mengucap syukur.
*********
di luar Mansion Rama kelabakan mencari Riska bahkan saat Rama menghubungi Riska nomer Riska tidak aktif.
" Riska sayang dimana kamu " Rama panik.
" eh pak Rama sedang mencari nona Riska ya " tanya salah satu penjaga di mansion.
" ah! iya bapak tau dimana " tanya Rama si penjaga mengangguk dan m beritahu kan keberadaan Riska.
seorang gadis menangis di ayunan yang ada di taman, bahkan sesekali menepuk nepuk dadanya karena sesak.
" Riska kamu kuat, kini saat nya mengembalikan segalanya ketempat yang seharusnya, ingat lah siapa kamu dan apa posisimu disini " menolog Riska yang terisak pilu.
" siapa kamu bagiku adalah seseorang yang paling bergarga untuk ku, dan posisimu adalah si hatiku dan cintaku " Riska kaget saat mendengar suara seseorang yang pastinya Riska kenal.
Riska menoleh dengan derai air mata masih membasahi pipinya, sedangkan yang di tatap tersenyum kearah nya.
" Ra-Rama " Rama kini menghampiri Riska dan duduk di samping ayunan juga.
" apa Riska mau menyerah lagi dan mau mengorbankan kebahagiaan lagi " tanya Rama, Riska menunduk.
" kali ini aku yang ingin egois, aku yang tidak akan mau, karena cintaku dan kebahagiaan ku ada padamu, cukup selama ini aku diam " Riska kaget dengan apa yang Rama ucapkan kini Riska menatap Rama.
" maksud mu! " Riska balik bertanya pada Rama. Rama kini bangkit dan duduk di depan Riska Rama memegang tangan Riska.
" aku mencintaimu Riska Yudishtira, apakah kamu mau menikah dengan ku " deg Riska semakin terkejut.
" a-aku " ucapan Riska tersendat karena masih bingung.
" terima, terima " ucap Yusuf, Farah dan Ega, Riska lagi dan lagi di buat terkejut. Ega tersenyum dan mengangguk.
" bagaimana apa kamu mau " tanya Rama sekali lagi, Riska masih terpaku bahkan tak percaya, Rama akhirnya berdiri Riska kaget.
" ya sudahlah kalau kamu tidak mau menjawab aku pergi " Rama mulai beranjak dan saat jalan Riska memukul bahu Rama.
" aw, aw aduh sakit, gak Ega gak kamu sama aja " Rama mengelus bahunya.
" abisnya kamu jahat, begitu aja udah nyerah dan mau kabur " ketus Riska sedangkan Yusuf, Ega dan Farah tergelak melihat mereka.
" siapa yang kabur " ucap Rama.
" itu kamu mau pergi kamu mau ninggalin aku lagi " kesal Riska bahkan kini mulai ngambek.
" idih siapa yang mau pergi ninggalin kamu, aku itu tadi merasa kaki ku pegal dan keram jadi aku berdiri dan saat mau pergi aku itu mau ngambil minum haus, kan sast ngomong sama kamu aku butuh nutrisi dan stamina " Riska bengong dengan apa yang Rama ucapkan. kini muka Risks memerah karena malu.
__ADS_1
" cie yang malu " Rama langsung lari saat dapat tatapan tajam, Riska langsung mengejar Rama dan kini kebahagiaan di keluarga Yudishtira telah kembali.
bukan hanya Yusuf yang bahagia para maid dan penjaga juga bahagia, karena mereka sudah sangat lama tak mendengar ada tawa di mansion Yudishtira, yang ada hanya ketegangan, keseriusan dan keheningan.