Life Is Love

Life Is Love
Resta siuman


__ADS_3

**********


kini Fian, Akmal, Yoga, Faiz dan Reyhan duduk bersama Fian menceritakan bagaimana hubungan Resta dan Fian, kini Faiz tau segalanya meskipun hatinya sakit dan kecewa tapi jika Resta bahagia maja Faiz ikhlas dan rela.


apalagi Faiz tau siapa Fian. Reyhan juga tau kenyataan nya bahwa Akmal dan Neta juga akan segera menikah patah hati itu pasti, tapi karena Cinta tak bisa memaksa Reyhan juga ikhlas.


" terimakasih kalian tetap mau menjadi sahabat Resta dan Neta " ucap Fian.


" selama kami tidak ada di sisi mereka tolong jaga Neta dan Resta " timpal Akmal, karena Akmal tau Reyhan dan Faiz sahabat terbaik bagi Neta dan Resta.


" insyaAllah kami akan menjaganya " ucap Faiz.


" jika kami tidak bisa melindungi cintanya setidak nya kami melindungi mereka sebagai sahabat nya " Yoga, Fian dan Akmal tersenyum, Resta dan Neta begitu beruntung memiliki sahabat ya meskipun diantara laki laki dan perempuan tidak akan pernah jadi sahabat.


di ruangan Resta dan Alan, Neta masih menjaga Resta tadi Resta membantu suster membersihkan tubuh Resta.


" Neng bangun dong, ka Alan aja udah sadar, udah 2 hari..... haaah " Neta menghela nafas.


" jadi aku mohon buka matamu jangan buat aku takut hiks.. hiks " Neta kini menangis lagi.


perlahan mata Resta berkedut lalu menyerengit dan mulai sedikit terbuka perlahan Resta membuka matanya yang terlihat silau dan Resta menutup kembali matanya.


" aku rindu kamu Neng, semua orang merindukan mu " Neta tersu saja mengoceh Resta tersenyum dan kini mulai membuka matanya, Resta mencium bau obat dan Resta sudah menebak Resta masih di Rumah sakit.


" a-aku juga rindu kamu ko Neng " jawab Resta terdengar masih lemah.


deg


Neta langsung menatap kearah Resta, Resta tersenyum padanya, tiba-tiba Neta kaget dan berdiri Alan kaget melihat Neta.


" astagfirullah hal adzim, Allahuakbar, alhamdulillah Neeeeng " Neta reflek langsung memeluk Resta.


" Ne-Neta ada apa? " tanya Alan yang melihat Neta menangis dan memeluk Resta.


" assalamualaikum ka " deg Alan kaget mendengar suara, suara yang dia rindukan beberapa hari lalu. tiba-tiba Alan meneteskan air matanya dan langsung turun dari tempat tidur nya.


" wa-wa'alaikumsalam yaa Allah dek " Alan langsung menghampiri Resta dan memeluk Resta setelah itu menatap Resta dan menciumi wajah Resta.


" ih ka geli " Alan dan Neta tergelak.


" assalamualaikum " ucap salam yang kini memasuki ruangan.


" wa'alaikumsalam " jawab yang didalam.


" yaa Allah ka, kamu ngalain di sit.... " belum selesai bicara tiba-tiba buah buahan yang di bawa terjatuh.


" mih " Rangga kaget melihat Helen mematung dan tiba-tiba Helen terisak Rangga belum menyadari dia fokus ke Helen.


" mam, pih adek kangen " deg Rangga perlahan mengalihkan tatapan nya pada suara yang dia rindukan " a-adek " ucap Rangga terbata.


Resta merentangkan kedua tangan nya dan Helen langsung menghampiri dan memeluk nya sedangkan Rangga masih terpaku bahkan tanpa Rangga sadari air matanya kini menetes di pipinya.


" pih " panggil Resta Rangga terkesiap san seketika langsung menubruk tibuh Helen dan Resta kini mereka bertiga menangis.


Neta dan Alan ikut menangis Neta mengusap matanya yang terasa panas, saat mereka masih menangis haru.

__ADS_1


Helen tak henti henti menciumi seluruh wajah Resta sambil tetus terisak " mam geli " ucap Resta yabg maduh terdengar lemah, Helen kembali memeluk Resta, Rangga mengecup ubun ubun Resta sambil mengucap do'a.


" assalamualaikum " ucap Rasty, Erwin, Helmi dan Mirna yang baru datang.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka Rasty terpaku menatap sendu dan Resta tersenyum padanya. Rasty juga langsung lari memeluk Resta calon menantu nya.


" sayang yaa Allah terimakasih " Rasty mencium kening Resta.


" pah, papah gak mau peluk Resta " Erwin langsung memeluk Resta " terimakasih sayang sudah bertahan " Resta tersenyum.


" ayah, bunda " panggil Resta kini giliran Mirna dan Helmi yang memeluk Resta mereka terharu melihat perjuangan Resta.


" ka makasih ya " Resta yang sambil mengunyah buah apel yang di berikan Helen, mereka sudah mendapat izin dari Dirga Resta bolrh memakan buah buahan tapi jangan terlalu banyak.


" dek! apapun akan kk lakukan buat adek hmm " Resta tersenyum " apa sakit ka! " tanya Resta menatap sedih Alan.


" kk kuat dek, bahkan kk udah siuman dari kemaren " mereka tertawa melihat Alan yang memamerkan otot nya. di dalam terdengar suara tawa dan canda.


" assalamualaikum " ucap orang diluar.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka yang di dalam saat pintu di buka mata orang tersebut tertuju pada satu orang yang sedang duduk bersandar di tempat tidur yang ada di Ruamah sakit.


orang yang dia tatap memberikan senyuman nya dan memanggil namanya.


" ka Fian " suara itu yang sangat Fian rindukan tanpa sadar Fian melangkah kearah Resta dan langsung memeluk Resta.


semua orang tersenyum " Neta " Neta langsung memeluk Akmal " alhamdulillah ka " ucap Neta Akmal tersenyum.


" kk rindu dek, kk sangat sangat merindukan adek " ucap Fian Resta mengusap ngusap lengan Fian.


" ehem " terdengar mereka yang ada di dalam berdehem Fian kaget dia baru sadar ternyata di situ bukan Fian saja, sast Fian berbalik Fian dapat tatapan tajam.


" hehehe maaf Fian gak sadar " ucap Fian sambil garuk garuk tengkuk nya seketika mereka tergelak. Apni dan Genta juga batu sampai mereka juga terharu melihat Resta, Mila yang melihat orang kumpul ikut terharu saat melihat kondisi Resta baik baik saja.


" assalamualaikum " ucap seseorang " wa'alaikumsalam " jawab mereka.


" loh ayah, bunda udah disini " tanya Fathan.


" iya Al, oya bunda bawain makanan buat Al " Al tersenyum " makasih bunda "


" ka Al " deg Fathan kaget saat mendengar suara itu, Fathan mengalihkan tatapannya dan Fathan melihat Resta sedang tersenyum kearah nya, di situ ada Fian dan juga Neta.


" Resta " ucap Fathan bergetar " ka Al terima Kasih " ucap Resta Fathan menangis, Fathan menatap Fian, Fian mengangguk kini Fathan langsung menghampiri Resta dan memeluk nya.


mereka terharu melihat Fathan, Resta dan Neta berpelukan " terimakasih sudah bertahan, kk khawatir apa kk gagal menjaga Resta " ucap Fathan.


" Resta yang harus nya berterima kasih pada kk, terimakasih sudah berjuang untuk Resta, terima kasih karena kk tak pernah lelah dan menyerah untuk Resta " Fathan mengeratkan pelukan nya. mereka yang mendengar ucapan Resta meneteskan airmatanya.


Helen dan Rangga yang masih merasa bersalah orang lain saja menjaga Resta bahkan berjuang demi Resta sedangkan mereka orang tuanya gagal akan gal itu.


Rangga dan Helen menghampiri Fathan yang kini sudah mengurai pelukan nya dari Resta.


" nak Fathan terimakasih " ucap Helen.


" jika tidak ada nak Fathan, kami tidak akan tau seperti apa Resta " ucap Rangga

__ADS_1


" ssst pih, mih ini bukan karena Fathan tapi Allah yang mengirim Fathan untuk Resta " mereka tersenyum mendengar penuturan Fathan.


" maaf dokter Fathan atas sikap ku selama ini " ucap Fian Fathan tersenyum.


" saya sudah memaafkan pak Fian, oya maaf saya juga karena berbohong dan ikut terlibat " mereka tersenyum melihat Fian dan Fathan kini tak bersitegang lagi.


mereka begitu bahagia Resta sesekali mengusap matanya yang selalu berair karena terharu kini Cinta dan kebahagiaan telah kembali.


" oya ka maaf ya karena Resta kk dan ka Mila tak jadi menikah " Alan dan Mila tersenyum.


" ssst adek jangan ngomong gitu ih, bukan salah adek ko " ucap Alan.


" iya Resta lagian kk juga sebenarnya belun ingin terburu-buru tapi kk kamu ini yang gak sabaran " Resta tersenyum.


" begini saja kk punya ide, bagaimana setelah adek sembuh adek lebih dulu aja yang menikah " usul Alan dan Resta kaget Fian malah tersenyum.


" ya papih setuju " timpal Rangga " eh tapi pih Resta " Helen langsung memeluk Resta.


" ini udah kami rencanakan sayang jadi jika ada hal baik jangan di tunda tunda lagi hmm " Resta sudah tak berkutik lagi.


" iya Neng tanpa kamu ketahui kita sudah merencanakan ini ko " ucap Neta sambil senyum senyum.


" wah ternyata kamu juga ikut sekongkol " mereka tergelak Fathan tersenyum dan saat itu ada tepukan di bahunya.


" ayah bangga padamu nak " ucap Helmi.


" bunda yakin Al pasti akan menemukan Cinta lagi " timpal Mirna.


" makasih bund, yah " mereka tersenyum kini Fathan merasa lega peran nya menjaga Resta telah berakhir.


**********


kondisi Alan sudah benar-benar pulih dan Alan sudah di lerbolehkan pulang dan Resta masih tetap di pantau dia masih di Rumah sakit meski udah berkali kali Resta membujuk mereka untuk pulang.


Alan sudah janjian akan pergi kencan dengan Mila kini Alan memunu apartemen Mila sambil tersenyum saat itu Alan melihat Mila yang bersandar di di dinding di depan apartemen nya sambil menunduk Alan tersenyum.



" subhanallah cantik nya calon istri " gumam Alan sambil menatap Mila, Alan memotret Mila tapi Mila belum sadar.


saat itu Mila merasa ada yang memperhatikan seketika Mila langsung menoleh Alan sedang membawa bunga dan coklat sambil tersenyum.


" sayang " panggil Mila, Alan berjalan mendekati Mila tiba-tiba Alan mengecup pipi Mila.


blush


Mila teekesiap kaget dan mukanya merona merah karena malu untuk pertama kalinya Alan mencium pipi Mila.


" nyicil dulu sebelum kita menikah, ini baru pipi nanti yang lain nya, dan aku tidak sabar ingin mencium bibir indah mu itu sayang " bisik Alan seketika Mila jadi merinding dan.


bugh


" aw! aw sakit yang " Alan mengaduh karena di pukul Mila.


" rasakan suruh siapa main nyosor nyosor " kesal Mila Alan tersenyum licik.

__ADS_1


" baru aku cium pipi aja udah merah gitu mukanya apa lagi kalau... " Alan menyatukan jari telunjuk nya sambil mengedip ngedipkan matanya.


" Alaaaaan " teriak Mila kini Alan lari dan di kejar Mila, bagi Alan hal menyebabkan jika menggoda Mila. kini kebahagiaan telah kembali di hidup dan keluarga mereka.


__ADS_2