
*********
karena Alan beberapa kali sukses dalam menjalankan perusahaan Rangga akan mengadakan pesta sebelum pesta pernikahan.
" apa papih udah nyiapin semuanya " tajya Helen kini sedang ngumpul di ruang keluarga.
" alhamdulillah sudah mih, teman bisnis papih sudah papih undang " ucap Rangga.
" oya Rasty, Erwin mumpung kalian masih disini ikut partisipasi untuk melancarkan pestanya ya " Rangga juga mengajak Erwin.
" hmm sebenarnya aku harus pulang tapi ya demi mu aku akan menundanya " kata Erwin.
" terus Mirna dan Helmi bukankah masih disini mereka juga di undang kan " tanta Rasty karena setidak nya mereka memang tidak salah karena tidak tahu menahu masalah pertunangan Fian dan Resta.
" iya aku juga mengundang nya, oh iya perusahaan Yudishtira juga sudah ku undang, katanya Yusuf mewakilkan ke anak nya yang kebetulan ada disini " lanjut Rangga.
" wah kebetulan sekali Yusif pria yang konsisten dalam menjalankan bisnis nya " ucap Helen.
" tapu saat aku melihat teman nya Fian yang pas hari raya kesini seperti melihat antara perpaduan Yusuf dan Farah " ucap Rasty.
" ah iya aku lupa kasih tau kalian, yang kemaren krsini memang anak dati mereka namanya Ega Mawarni dari Yufishtira bahkan dia juga CEO yang terbilang sukses " Rangga membenarkan dugaan Rasty.
" wow hebat masih muda tapi tak diragukan lagi " Rasty bangga akan prestasi Ega, tanpa mereka tau Resta mendengar nya.
" sepertinya kamu mengagumi nya Rasty " tanya Helen.
" apa salah nya, siapa tau Ega dan Fian berjodoh " canda Rasty Helen merasa sedih.
" ih mamah ini asal aja kalau ngomong " ucap Erwin Rasty meminta maaf, Resta kini mulai tenang meskipun hatinya sakit.
" assalamualaikum " ucap salam Resta semya hanya melihat.
" wa'alaikumsalam " jawab semuanya tapi mereka cuek tak pengaruh adanya Resta, Resta tersenyun kecut miris memang, Bi Aminah dan Mang Diki memperhatikan itu dan mereka begitu sedih melihat Resta.
" Bi Aminah " tegur Resta, bu Aminah tersenyum. Resta mencium tangan Bi Aminah dan mang Diki bahkan menyapa para maid.
" Bi kenapa lihatin Resta kaya gitu ada apa! " tanya Resta merasa aneh dengan tatapan Bi Aminah, Bi Amibah menggeleng menahan tangis nya, Resta pamit untuk istirahat ke kamar nya.
" pak semoga yang ibu takut kan tidak terjadi, semoga Neng Resta baik baik aja " mang Diki meyakinkan Bi Aminah agar tak cerita dulu.
Bi Aminah saat membersihkan kamar Resta Bi Aminah melihat ada begitu banyak pil dan juga ada darah di tissue yang kumayan banyak, Bi Aminah kaget ingin sekali menanyakan itu pada Resta. kadang Bi Aminah juga mendengar Resta muntah muntah.
" ibu harus pastikan pak, ibu mau menemui Neng Resta "
" ingat bu jangan gegabah, tanta dengan hati hati ya, bapak juga curiga karena Neng Resta pernah mimisan bahkan mukanya juga sering terlihat pucat, dan saat Neng Resta kalau pulang nya telat bapak melihat tangan nya Neng Resta seperti bekas jarum infus " kini Bi Aminah yakin Neng Restanya tidak baik baik saja dan juga soak perubahan sikap Neng Restanya.
kini Bi Aminah sedang berada di depan pintu kamar Resta.
__ADS_1
tok. tok. tok
" iya masuk " ucap Resta kini Bi Aminah nongol sambil membawajan makanan untuk Resta.
" yaa Allah bi kenapa repot-repot nanti kalau Resta laper Resta ambil sendiri " ucep Resta kini Bi Aminah duduk di samping Resta di sofa yang ada dikamar.
" Neng boleh bibi nyuapin Neng makan " Resta merasa aneh dengan sikap Bi Aminah, akhirnya Resta mengangguk karena tak tega melihat raut muka bi Aminah.
sesuap dua suap Bi Aminah memberikan makanan nya ke Resta, Resta menutup hidung nya dan langsung lari ketoilet dan Resta memutahkan kembali makanan nya, Bu Aminah memijit tengkuk Resta.
" bi " ucap Resta lirih.
" ayo Neng bibi bantu " Resta di papah oleh bi Aminah dan di dudukan di sofa, muka Resta sangat pucat.
" apa Neng mau cerita sama Bibi agar beban di hati Neng hilang " tanya Bi Aminah, Resta kaget.
" maksud bibi apa! " tanya Resta deg, degan.
" Bibi tau Neng menyembunyikan sesuatu " Resta menatap Bi Aminah.
" darah, tissue, obat, muntah muntah " yakin Bi Aminah Resta kaget dan akhirnya Resta meneteskan air matanya, Bi Aminah memeluk sayang Resta, karena Bi Aminah yang dulu ikut merawat Resta sedaei bayi.
" Neng gak bisa bohong sama bibi, meskipun Neng menyembunyikan semua nya dengan apik " Resta terisak dan kini Resta mengurai pelukan nya.
" sejak kapan bibi tau " tanya Resta.
" kenapa Neng menyembunyikan masalah ini dari kita semua " ucao Bi Aminah sedikit kecewa dan menyesal telah salah faham juga.
" Resta gak mau merepotkan orang yang Resta cintai bi, begini sudah cukup namti saat Resta pergi untuk.... " Bi Aminah membekap mulut Resta agar Resta tak mengatakan hal aneh lagi.
" jangan katakan itu, bibi gak sanggup " Resta memeluk Bi Aminah " janji ya bi jangan kasih tau mamih, papih dan yang lainnya, jika bibi ingkar maka Resta akan meninggalkan semua yang ada disini " Bi Aminah berjanji dan kini mereka menangis bersama.
*********
perhelatan pesta telah siap dan di gelar secara meriah dan photo Mila sebagai model perusahaan telah terpajang banyak yang mengagumi kecantikan Mila.
bahkan banyak yang merekrut Mila untuj iklan model di perusahaan yang lain tapi Alan tak mengizinkan nya, kini tamu sudah ramai, Neta datang bersama Akmal, Genta dan Apni sedang sibuk mengurus tamu.
" ka ko aku gak melihat Resta " tanya Neta sambil mencari kesana kemari, yang Beta lihat Fian dan seorang gadis di samping Fian Resta tau itu Ega Mawarni Yudishtira.
" mungkin belum datang " ucap Akmal, Neta hanya mengangguk dia tidak ingin menanyakan pada Akmal apa bubungan Fian dan Ega.
di luar gedung " yakin mau masuk " tanya Fathan, Resta mengangguk yakin.
" baiklah untuk meyakinkan mereka, Resta harus menggandeng lengan kk " Resta ragu tapi akhirnya setuju. kini mereka mulai masuk Sam menunggu di dalam, Resta terlihat cantik dan Fathan terlihat tampan.
mata mereka tertuju pada kehadiran 2 orang tersebut, Neta tersenyum tidak terkecuali Akmal dan yang lain nya Fian mengepalkan tangan nya.
__ADS_1
" jangan menunduk tegakan kepalamu Resta " perintah Fathan Resta mulai mengikuti perintah Fian mereka berjalan begitu mesra dan elegan.
Fathan tersenyum bangga sedangkan Resta sudah dag, dig, dug bahkan tegang, Fian mendekati mereka dan menyambut kedatangan mereka.
kini Fian berada di depan mereka " senang bertemu anda disini Tuan Alfathan Harris, dan Nona Resta " ucap Fian sambil menjulurkan tangan dan Fathan menyambutnya sedangka Resta hanya menatap Fian, Fian tersenyum sinis.
Fathan menyambut nya dengan baik dan mereka bersalaman ada permusuhan diantara mereka, dan saat ada ketegangan Sam muncul " tuan ayo kita langsung menuju tuan Rangga dan tuan Alan " Sam tau jika itu di biarkan pasti akan kacau.
" Neng " panggil Neta, Reata tersenyum dan memeluk Neta " eh tadi kalian serasi banget loh, jadi viral ke nya " ucap Neta.
" husst, jangan sembarangan kalau ngomong " kini Resta dan Neta hanya berdua Fian terus menatap Resta, Ega tidak suka akan hal itu.
kini pesta penyambutan Alan siap MC memberikan sambutan dan arahan kini Alan berada di atas panggung, Alan menyampaikan kata motivasi dan lain lain.
kini Alan mulai serius membicarakan hubhngan nya dengan Mila, Mila yang sedang duduk tersenyum.
" kesuksesan saya tak lepas dari seseorang yang special, dia yang mendukung saya dia yang ikut andil juga dalam memajukan perusahaan, kalian pasti tidak perlu bertanta siapa "
" dia gadis yang membuat saya jatuh cinta, gadis yang membuat dunia saya jungkir balik " semua tertawa saat Alan mengatakan nya.
" dan aku ingin minta maaf padamu Mila Muspida " semua terdiam " aku yang bodoh bahkan seorang Alan yang hampir kehilangan orang yang paling dia cintai " Alan menangis semua hening.
saat menyampaikan kata demi kata Alan tak kuay menahan air matanya " karena kebodohan ku dia hampir saja meninggalkan aku " Alan menatap Mila, Mila ikut menangis haru dan bahagia.
" Mila sayang terimakasih sudah memaafkan aku, terimakasih telah memberikan ku kesempatan ,dan hari ini aku berjanji akan mengembalikan kebahagiaan mu lagi yang dulu membuatmu sedih dan menangis " semua bertepuk tangan sambil terharu ada yang mengusap air matanya.
" Mila Muspida di hadapan semua oeang aku berjanji tidak akan melepaskan mu lagi, dan di depan semua orang aku akan mengatakan bahwa aku mencintaimu " Mila menangis saat mendengar ungkapan Alan.
" dan menikahlah dengab ku Mila Muspida " semua bertepuk tangan Resta ikut meneteskan air matanya Neta juga sama.
" ka Alan so aweet banget sih " ucap Neta dan Resta teriak.
" teeima ka Mila katakan kk juga ingin menikah dengan ka Alan " semua tertuju pada Resta dan setelah itu terdengar kata " terima, terima, terima " dari semua tamu dan Mila melangkah ke atas panggung dang hening.
lalu Mila berkata " ya! aku mau " semua bersorak Alan langsung memeluk Mila dan akhirnya berjalan lancar.
kini pesta kembali mulai dan kini akan diadakan pesta danca semya harus dengan pasanga nya masing-masing.
__ADS_1