Life Is Love

Life Is Love
Mulai ada Masalah


__ADS_3

********


pagi hari semuanys berkumpul untuk sarapan di kediaman Dinata..


" selamat pagi mih pih " ucap Alan.


" pagi juga ka " jawab Helen.


" pagi sayang " Rangga juga menjawabnya dengan lembut.


" pagi pagi udah rapih mau kemana " tanya Helen.


" hari ini Alan ada rapat mih, jadi pagi pagi harus udah siap " Alan sedang mengolesi selai di rotinya.


" ko cuma makan roti, gak sarapan " tanya Rangga " biasanya juga makan nasgor dulu "


" Alan gak sempat pih, ini juga di tungguin Ulfa " jawab Alan sambil ngunyah rotinya.


" pelan pelan sayang " ucap Helen.


" Ulfa siapa? " tanya Rangga yang baru tau ada nama Ulfa.


" ah itu " belum selesai Alan menjawab muncul Genta.


" pagi mih pih " ucap Genta.


" eh pagi juga " jawab mereka.


" Genta juga mau ke perusahaan " tanya Helen.


" iya mih udah lama Genta tak meninjau perusahaan, Genta kangen suasana kantor " jawab Genta sambil fokus mengambil nasgor.


" oya, hmm Bagus lah " jawab Rangga.


" pagi min pih " ucap Resta. " pagi ka Genta pagi ka Alan "


" pagi juga adek " jawab semuanya. tapi Resta hanya minum susu coklat kesukaan nya saja tapi tidak ikut duduk untuk makan.


" loh, loh dek ko cuma minum susu, sarapan dulu " Helen menyuruh Resta.


" adek buru buru mam, ada kelas pagi jadi adek sarapan disana " Resta berbohong karena dia tidak mau saat minum obat orang-orang curiga.


" tapi adek harus sarapan dulu dan ingat kesehatan lebih penting loh " jawab Helen yang mengkhawatirkan Resta.


" mam jangan mulai lagi " ucap Resta yang tak bersahabat, Helen terdiam sedangkan Alan dan Genta bingung.


" assalamualaikum " Resta mencium kedua tangsn mereka biasanya juga selalu mencium pipi Helen dan Rangga sebelum pergi atau datang, setelah itu Resta mencium tangan Alan dan Genta.


saat Resta akan melepaskan tangan nya dari Alan, Alan menariknya.


" ka adek udah telat ini " ucap Resta sambil menarik narik tangan nya.


" tunggu kenapa dengan adek, begini sikap adek pada orang yang lebih tua, sejak kapan adek berubah gini, ini bukan adek kk " kini Alan mulai jengah dengan sikap Resta yang cuek dan dingin.


" lepas gak " bentak Resta yang lain terperanjat kaget karena Resta berteriak.


" adek " bentak Rangga " pelankan suara nya " peringatan Rangga.


" astagah drama apa lagi, sudah adek bilang adek ada kelas pagi " kini Resta mulai tak sopan dan tak ramah.


" jadi begini sikap adek, setelah adek kuliah ck... apa adek bergaul dengan orang yang salah " tanya Alan yang kini mulai terbawa emosi sedangkan Genta juga bingung dengan perubahan sikap Resta.

__ADS_1


" jangan ikut campur urusan adek assalamualaikum " Resta berlalu begitu saja.


" adek " teriak Alan sedangkan Bi Aminah menangis dan Mang Diki juga ikut sedih dengan perubahan Nona muda nya. sejak kemaren sikap Resta berubah setelah pulang dari menginap dirumah teman nya, itu yang mereka tau.


" wa'alaikumsalam " jaeab mereka lirih saat Resta tak terlihat lagi.


" kakak pelankan suara kk " perintah Helen tak baik pagi pagi emosi.


" sejak kapan mih " tanya Alan lirih " apanya ka " Helen balik bertanya.


" sejak kapan adek seperti itu " tanya Alan yang masih belum percaya.


" sudah sudah kita bahas lain kali, bukankah kk hari ini ada pertemuan " Rangga mengalihkan pembicaraan mereka. akhirnya mereka melanjutkan sarapan dengan penuh tanda tanya dalam benak dan hati mereka.


sesampainya Resta diluar Resta menangis dan memegang dadanya karena sesak.


" yaa Allah Resta jahat, maafin Resta mih pih, ka Alan ka Genta, Resta lakuin ini jika suatu saat Resta ysk berada di sisi kalian, setidak nya kalian tak kehilangan Resta. maaf maafin Resta " Resta menangis sambil memukul mukul dadanya dan saat di depan gerbang Resta langsung menghapus air matanya.


tujuan Resta bukan lah kampus melainkan RS dia akan melakukan pemeriksaan dan. pengobatan untuk menahan kanker nya agar tak menyebar.


saat Alan akan pamit tiba-tiba Hp Genta berbunyi tanda panggilan masuk. dan setelah menerima telfon tersebut Genta gusar.


" ada apa " tanya Alan mulai curiga.


" maaf Boss gue ada urusan lain jadi gue gak bisa ikut loe " ucap Genta.


" ck sudah kuduga, pergilah " ucap Alan dingin dan datar.


" sayang tenangkan diri mu ok " ucap Helen.


" Alan udah ditunggu Ulfa mih, pih jadi Alan berangkat dulu " ucap Alan.


" sekretaris Alan mih, bahkan kinerjanya sudah tak diragukan lagi, selama ini Alan begitu kerepotan makanya Alan jarang pulang tepat waktu semenjak Ulfa masuk kerjaan Alan mulai terkendali " sindir Alan pada Genta. akhirnya Alan pamit dak tak. lupa mencium pipi Helen dan Rangga.


Alan meninggalkan Genta begitu saja Genta hanya terpaku melihat perubahan sikap Alan yang mulai dingin terhadap Genta.


" jangan difikirkan soal Alan pergilah " ucap Rangga Genta menoleh pada Rangga dan Helen.


" Genta tidak tau kenapa jadi seperti ini, Genta sibuk dengan urusan Genta sendiri bahkan Genta pergi berbulan bulan hanya untuk urusan Genta sendiri " Genta merasa sedih.


" hei sayang udah fokus dengan karir ok jangan fikirkan Alan mungkin Alan sedang ada masalah " Helen membujuk Genta.


" ini kesalahan Genta mih, sejak kapan Alan telat pulang " tanya Genta. Helen dan Genta terdiam mereka bingung menjawab nya.


" apa semenjak Genta tak lagi bekerja di perusahaan " tanya Genta kembali Rangga dan Helen masih terdiam.


" jadi benar ck.. bodoh bahkan aku sendiri lalai dengan di sekeliling ku, karena aku memikirkan diri sendiri " Genta menangis menyalahkan dirinya sendiri.


" Genta tidak salah jadi jangan menyalahkan diri sendiri " ucap Helen yang memenagkan Genta.


" tenang papih juga akan membantu menghandle nya jadi Genta fokus saja pada karir nya hmm " Rangga juga menenangkan Genta.


Genta tak tau sejak kapan semunya berubah sikap Resta yang tak hangat sikap Alan yang mulai dingin terhadap nya.


********


di perusahaan Kamal Corp


" Akmal bagaimana apa Ririn dan Galih akan kemari " tanya Fian memastikan.


" hmm mereka sedang menuju kemari " jawab Akmal.

__ADS_1


" bagus kita persiapkan semuanya jika Riri dan Galih kemari setidak nya aku mulai tenang, kita lakukan tinjau ulang " perintah Fian.


" mari kita habisi orang-orang yang berhianat di perusahaan kita " ucap Akmal tersenyum devil.


pletak


" aw sakit curut " Akmal mengelus kepalanya yang dilempar pena oleh Fian.


" loe gak pantas senyum ke gitu so soan loe " ucap Fian.


" ck gue kan lagi praktek jadi orang jahat " ucap Akmal santai.


" praktek? loe fikir kita lagi di tempat laboratorium atau di sekolahan pake praktek " ucap Fian memyindir Akmal.


" hahahaha " Akmal malah tergelak saay mendengar omongan panjang lebar Fian. saat mereka asik ngobrol tiba-tiba ada yang mengetok pintu.


tok


tok


tok


" masuk " ucap Akmal dan Fian bersama-sama. munculah orang di balik pintu.


" pagi pak Akmal pagi pak Fian " ucap orang tersebut bersamaan.


" astagah Ririn Galih kalian sudah datang " Akmal dan Fian kaget begitu cepat mereka sampai.


" ah iya pak Akmal pak Fian pagi pagi kami berangkat " ucap Galih.


" saat saya mendapatkan titah dari pak Akmal kami langsung mempersiapkan segalanya " jawab Ririn.


" kalian terdebest dah " ucap Akmal sambil mengacungkan 2 jempol nya.


" kinerja kalian emang tak diragukan lagi baiklah kita mulai rapat pagi ini, saya tidak ingin ada kesalahan lagi " perintah Fian dengan tegas.


" mari kita singkirkan orang-orang tak berguna " ucap Galih semangat.


" kita cabut mereka sampai keakar nya " timpal Ririn semangat.


" saya suka semangat kalian let's go " kini Akmal Fian, Galih dan Ririn sudah menuju ruang rapat waktunya mereka beraksi melibas para pengkhianat.


kini mereka membituhkan waktu lama di kota J mereka fikir mereka hanya butuh 2 atau 3 hari ternyaya ini lebih genting jadi mereka akan melakukan perubahan besar besaran.


*********


di RS Resta di temani Neta untuk melakukan pemeriksaan.


" Neng aku takut " ucap Resta yang merasakan ketakutan sampe sampe tangan nya begitu dingin.


" kamu bisa Neng aku akan menemani mu ok " Neta menenangkan Resta padahal sendirinya juga takut.


munculah para dokter dan suster yang akan memeriksa Resta pemeriksaan dimulai Resta terus menggengam tangan Neta. Fathan tersenyum bahkan Fathan begitu fokus dalam pemeriksaan Resta dia tak ingin ada kesalahan sedikit pun.


" alhamdulillah ini masih bisa kita obati " ucap salah satu dokter yang berpengalaman.


" benarkah dok " ucap Fathan senang.


" hmm kita lakukan pelan-pelan dan ingat buat Nona Resta hindari luka luka kecil seperti luka lebam dan lain lain jangan sampai Nona mengeluarkan darah lagi misalnya di bagian luka atau yang lainnya itu untuk pencegahan " Resta begitu fokus menyimak apa yang dokter sampai kan dan mereka mengangguk mengerti.


kini Fathan mulai tenang tapi tetap saja khawatir karena jika Resta mendapatkan luka lebam atau ada darah yang keluar dari bagian badan nya itu pasti membuat Resta akan kembali drop.

__ADS_1


__ADS_2